
"iya... kenal, dia cewek yang aku ceritain ke kamu"
"cerita?" tanya faye
"oh dia.. gini fay, dia cerita soal kamu, dia sering pesen barang buat cewek tapi gak pernah dia kasih kekamu karna takut ditolak" jelas jane
"terus kalian?"
"oh kita sahabat, dia sahaabt mulai kecil"
"dan ada satu hal fay.. sebenernya, dia ini, percobaan pertama aku waktu bikin tatto.. alhasil aku bikin tatto di pinggul belakang bagian bawah.. nama inisial dan tanggal lahir" jelas jane
"oh jadi tatto itu.." ucap faye dalam hati
yaa faye sempat melihat tatto cukup besar dengan tulisan S 3010 UTO
"dan ini telinga bukan dia juga kok fay, ini percobaan dari aku, dia memang sahabat baik" sambung jane
"oh.. iya kak"
"jadi cewek yang kamu maksud dia? oh orang yang dekat denganku, aku setuju, udah nikah aja cepet cepet"
jane benar benar mendukung tentang hubungan keduanya
lambat laun, suto pasti akan tau siapa faye.. dan saat suto benar benar melamar faye kedua kalinya.. faye menemui suto saat ia tak pakai make up..
"hai.. pergi sekarang?" tanya suto
"ha.. dia gak kaget?" gerutu faye
"ayo, malah diem?"
"emmm.. eh.. kamu gak kaget?"
"kaget apa sih, kamu lagi kasih sureprize?"
"maksudnya sama wajah aku?"
"biasa lah"
"kan aku beda.. gak make up"
"sama, udah ayo"
"enggak, tunggu dulu"
"apa lagi?"
"kamu sejak kapan tau?"
"jane cerita semuanya, jane gak mau aku nyakiti kamu, jane benar, kamu baik.. gak pantes disakiti, dia cerita semua tentang kamu, aku gak masalah kamu bagaimana pun"
"tapi yang ditaman"
"yang ditaman iya.. itu, aku belum tau, dapat cerita dan foto kamu tanpa make up, aku mendadak kaget aja. tapi ya tetep biasan kok"
mendengar penjelasan suto, faye pun bergegas menuju kamarnya
"kemana?" tanya suto menarik tangan faye
"make up, biar kamu gak malu jalan"
"udah ayok gakpapa"
"dikira nanti apa aku, orang mikir aku banyak duit, orang kaya, makanya cowok setampan kamu mau sama aku"
"dasar..." ucap suto tertawa
papa dan mama faye yang sedari tadi mengintip.. mereka mendekati faye dan suto yang akan pergi
"oh jadi suto tau sama faye tanpa make up?" tanya dian
"mama"
"iya tante, tau, sahabat saya satu kost dengan faye"
"oh, ya bagus dong kalo begitu"
"papa mama, udah ah, kita pergi ya" ucap faye
mereka pun berlalu
sesampainya di restoran tempat pertama kali keduanya bertemu..
untuk kedua kali suto melamar faye
"will you.."
"aku mau..." jawab faye tanpa meminta suto melanjutkan nya
"kamu serius?"
faye mengangguk dan menerima peluakan suto
"kenapa kamu mau?" tanya suto
"nolak orang yang terima aku apa adanya dengan kekurangan, sementara dia baik pula"
suto kembali memeluk faye...
tak lama kedua orang tua masing masing datang bersamaan dengan orang orang terdekat keduanya..
"loh mereka?" tanya faye
"mereka aku yang undang"
"ha.. kapan?"
"tadi sore.. dan sempat semua"
"kok diundang"
"karna aku yakin kamu terima aku"
"ih ngeselin"
"tapi keterima kan?"
keduanya pun berbahagia malam itu, dan esoknya.. kedua mulai mempersiapkan pernikahan, setelah selesai, saat keduanya hanya perlu menyebarkan undangan, faye sengaja mengundang doni dan odi kepernikahannya dengan suto
untuk pertama kali setelah sekian lama faye tak membalas chat doni
akhirnya faye mengirim pesan chat untuk bertemu
faye:
kak doni, bisa ketemu? ada yang mau aku bicarakan
doni:
bisa fay.. kapan?
faye:
besok siang
doni:
dimana?
__ADS_1
faye:
taman dekat alun alun kota
faye yang kini mantab dengan pakaian modis dan bermobil pun turun menghampiri doni yang sudah menunggunya
doni yang bertemu dengan faye setelah sekian lama pun memeluknya
faye hanya terdiam, tak sadar ia meneteskan air mata nya
"aku mau bilang sesuatu fe, aku mau menikah dan melamarmu, aku akan melamarmu" ucap doni
"ahhh.."
"aku tau aku salah, aku datang untuk kamu, untuk kita.. aku yakin aku bisa hidup berumah tangga asal denganmu" jelas doni
faye melepaskan pelukannya
"aku kesini mau anter ini" ucap faye menyodorkan undangan pernikahannya
"apa ini?"
faye membalikkan badan dan mulai melangkah pergi
doni kaget.. dimana ia mulai bisa meyakinkan diri untuk menikah justru wanita yang ia cintai mengundangnya kepernikahannya
faye pun beranjak pergi...
tinggallah penyesalan mendalam membayangi mata doni saat ini
tiba dihari pernikahan.. doni tak datang.. yaa doni tak datang tapi faye tidak menyadarinya karna memang faye hanya memikirkan lancar tidaknya acara ini
saat odi datang..
odi tak sempat menyapa penerima tamu undangan, ia langsung masuk dan menghampiri mempelai
"fay"
"odi?"
"fay, kak doni"
"doni? kenapa?"
"kak doni kecelakaan, tadinya aku kakdoni sama mama berangkat sendiri sendiri kesini, saat mama sudah sampai depan sana ia balik dapat kabar kak doni kecelakaan saat akan menuju ke sini"
"doni kecelakaan?"
"iya.."
"emm.. tapi.. aduh gimana ya"
"pergilah, gakpapa, dia butuh kamu" jawab suto
suto tau cerita tentang doni..
tapi ia hanya berusaha diam.. dan membiarkan faye berbuat baik kepada siapapun
"tapi?"
"udah" ucap suto menganggukkan kepalanya pelan
faye pun pergi bersama odi menuju rumah sakit, sesampainya...
sudah ada kustin disana
"buk?"
"faye"
kustin memeluk faye..
semakin pecah tangisan kustin.. begitupun faye tersentuh hatinya
faye terus memeluk kustin
sejam kemudian, suto, suami faye..
datang...
"gimana?" tanya suto
"kritis, harus inap ICU"
"oh..."
odi memyentuh lengan suto
"maafkan saya.." ucap odi
"tak apa, saya tau posisi anda"
suto memeluk odi membantu menyemangati odi
yaaa memang sebaik itu suto, sekalioun gaya nya yang bertato, telinga dan hidungnya yang ditindik, tapi ia baik..
beberapa hari kemudian..
setelah doni sadar..
"fe?" sapa doni
"iya.. aku disini"
faye sesekali menatap arah suto namun suto terus mengangguk
"kamu gak jadi nikah kan?" tanya doni
"aku..."
"ma... odi" panggil doni
"iya nak"
"dia siapa?" tanya doni menunjuk suto
"saya suto" ucap suto
"dia suami aku" ucap faye pelan
"dia..." ucap doni
doni batuk karna kaget dan ia tak menyangka..
faye spontan memeluk doni dan meminta maaf padanya
"maafkan aku, sudah membuatmu begini, aku cari yang serius denganku, kamu menolak, kupikir kamu tak mau melanjutkan, aku sama dia sekarang, dia baik sama aku, maafkan aku" ucap faye
suto yang merasa biang masalah pun keluar.. tapi doni memanggilnya
"suto" panggil doni
doni membalikkan badannya
dan saat mendekati doni...
doni meminta suto mendekatkan telinganya
"bantu aku jaga faye, jangan pernah cemburu pada kita jika suatu saat kita bersama.. karna kau akan janji kepadamu akan membuang perasaan ini asal kau tak pernah melarang aku menemui faye jika aku butuh" bisik doni
__ADS_1
suto pun kembali tegap
"tak perlu kuatir, aku akan melakukannya untukmu" ucap suto
"melakukan apa sih?" tanya faye
"udah anak perempuan jangan ngikut, urusan lelaki" ucap suto
doni pun ikut tersenyum... dan akhirnya doni menerima kenyataan faye meninggalkannya dan menikah dengan lelaki lain
suatu hari ketika doni sembuh...
ovi yang sedang bersama faye di alun alun pusat tak sengaja bertemu doni kebetulan bersama tiwi
"tiwi" teriak faye
"mami feeee..." teriak tiwi
"hai haikal" sapa tiwi
haikal dan tiwi pun bermain
"kemana ayahnya kak?" tanya faye
"biasa, nitip, gitu pasti repot sih" jelas doni
"sabar kak"
tak lama suto datang.. membawakan martabak
"eh sore sore begini udah ada aja nih makanan" ucap faye
"wooh rame, untung beli banyak, tau kalo doni mau dateng dan faye bareng mbak ovi" ucap suto
tak lama tiwi dan haikal mendekati faye dan doni..
"mami mami.. disana ada balon.. but aku sama haikal, bagus deh mami fe" ucap tiwi
"iya mami, bagus, mobil mobilan" ucap haikal
"iya kesana ya" jawab faye
"loh papi do kenapa diem, ayo ikut" tarik haikal
"papi lagi..."
"ayo ayoooo" paksa haikal
tak lama mereka kembali
"makasih mami sama papi baik banget" ucap tiwi
"iya sayang"
"mami fe sama papi do, kapan punya adik buat aku sama tiwi" tanya haikal
mendengar ucapan anaknya, ovi menutup mulut haikal
"bundaaa... kenapa sih, aku tanya adik sama mami fe sama papi do" teriak haikal
"emm.. mami fe sama papi do gak bisa punya anak syaang... kan anaknya cuman ada tiwi sama haikal aja" jelas faye
"iya haikal, kalo ada adik nanti mami sama papi sibuk sama adik" celetuk tiwi
"yaudah tiwi main lagi yukk itu kesana" ajak haikal
doni melirik arah suto yang sedari tadi hanya memperhatikan faye dengan doni bahkan memperhatikan ucapan tiwi dan haikal
"hei bos.. santai.. jangan ambil pusing, anak kecil, ngomongnya suka polos" jawab doni
"jelas.. aku paham kok" jawab suto
suto memang tak pernah mempermasalahkan kedekatan faye dengan doni di masalalu, pikirannya rasional, itu hanya masalalu, dan yang terjadi adalah faye miliknya seutuhnya
kini faye hidup bahagia dengan suami, namun kedua orang tua faye masih sering menemani faye karna menurut mereka itupun kurang untuk menebus kesalahan mereka pada faye....
odi kembali menuntaskan kuliahnya..
doni sibuk dengan pekerjaannya..
dan faye.. hidup bahagia setelah pernikahannya...
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
List Cast :
Riskiana Faye Paradita Rusli - Fay
Odi - suami Faye
Doni -kakak kandung Odi
Haidar - teman dekat lama
Rusli Sadewo - ayah Faye
Dian - ibu Faye
Ovi - senior di RUs
Jane - teman kost, pekerja tatto
Saffa - teman kost, teman kerja
Irsa - teman kost
Kustin - ibu kost
Daniar - teman lama, bantu kerja bioskop
Irwani - teman dekat disekolah
Sulis Staler - nama butik
Weni
Sundari
Haikal
Tiwi
Suto
RUs - nama bioskop
__ADS_1