Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
LA #2


__ADS_3

tak lama reza datang...


"hai" sapa reza pelan..


reza kaget ternyata lidi bersama lelaki


"hai rez.. sini duduk"


"wah lu kaga ngomong sama cowoklu"


"bukaaan, temen gue, dikampus.. kenalin makanya"


ketika ngelihat dan ternyata afan


"afaaaan?" teriak reza


"rez"


"lu kok bisa?"


"bentar jangan bilang yang kemaren di cfd itu..."


"duduk dulu, ga bagus ngobrol berdiri" jelas lidi


"iya emang maksud gue kenalin lu ke dia, lu udah kenal dulu tanpa perantara gue, kan jadi gue gak dapet tuh pahala ngejodohin orang" ucap reza


afan pun menjelaskan jika kedekatan nya dengan lidi sejak kuliah, namun sempat terpisah karna pilihan pekerjaan yang mereka ambil berbeda...


"ya sebenernya dikata perjalanan, kurang selangkah kami mah pacaran, tapi itu dah, selangkah itu eh kita ambil kepisah" jelas afan


"iya rez.. tapi gak papa lah, kami tetep menghargai usaha mu, seandainya kita tidak saling kenal, bisa kenal karna kamu, sekalipun kami sudah kenal, dan kami dipertemukan lagi sama kamu, ya kan?" jelas lidi


"motivasimu apa sih bro?" tanya afan


"hehe, jujur aja nih, tapi jangan kesinggung ya.." ucap reza


"iya"


"niatku sebenernya sih ngejodohin kalian aja.. jujur nih gue kenal lu lama ya buk.. lu orangnya bener bener yang fokus pekerjaan, hasil kerja lu rapi super teratur, walaupun gue tau lu lahir dari keluarga berada, lu orang yang tak mau terima yang sudah ada.. gue suka prinsip itu, kalau ama gue bisa ma dari sulu udah gue deketin, tapi gue cuman pengen jadi sahabat lu, yang dalam artian lain kaga pernah ada kata putus, pisah, musuhan dll" jelas reza


"emmm" dan lidi memeluk reza..


reza memang terbilang sedikit gemulai, yaa dibilang dalam artian lain, reza itu feminim... tapi dia tetap ingat kodratnya lelaki..


"dan kenapa gue jatuhin pilihan kenalin lu ke afan.. karna afan orang yang sama percis ama lu, bener bener sama seratus satu persen.. em gue lebihin dah,pasalnya ini gue penasaran aja gimana cara kalian pacaran ketika masing masing sibuk sama kerjaannya, bentaran apa lamaan?" ucap reza


"wah maksudnya kamu deketin buat liat kita pisah lagi gitu?" tanya lidi


"woh bukan, salah persepsi lu, udah ah males.. mending makan, kalian wajib bayari semua menu kupesan"


"yaudah, this your day men" ucap lidi


yaaa.. disini lah, kedekatan kedua nya kembali terjalin...


seperti yang ingin diketahui oleh reza...


ketika afan berani menyatakan rasa suka nya..


singkat cerita tak mau membuang waktu afan mengatakan itu, dan mereka pun berpacaran..


dan yang terjadi ketika sejoli yang sama sama punya pikiran always working..


everything in the world is always about work..


dan ketika mereka hanya menyempatkan waktu selayaknya pacaran normal seperti remaja lainnya seperti makan, jalan, hangout, nonton, sharing, liburan, semua berjalan hanya dalam waktu sesingkat mungkin yaitu sebulan...


setelah itu, mereka kembali memfokuskan diri pekerjaan masing masing..


selalu menyempatkan video call mulai dari tiga hari sekali menjadi seminggu sekali dan akhirnya sebulan sekali


chatpun lebih parah karna dimana afan mengirim pesan, dan akan dibalas oleh lidi seminggu kemudian, begitu sebaliknya ketika lidi sudah membalas pesan chat akan dibalas lagi beberapa hari bahkan beberapa minggu kemudian oleh afan...


dan ketika reza mengetahui dibulan ke enam unniversari setengah tahun hubungan lidi dan afan, reza pun menemukan kembali keduanya setelah pertemuan terakhir dua bulan lalu..

__ADS_1


"kan kan kaaaaaan, gue bilang juga apa, lucu ya kalian, pacaran, gue saksi nya kalian sumpah pacaran, tapi terakhir ketemu dua bulan lalu, itu emmm sesuatu banget pokoknya ya, gak bosan apa kalian seperti itu selama enam bulan, dan kalian ketemu selama itu tak sampai sepuluh kali pertemuan, astaga kalian pacaran setingan?" gerutu reza


reza heran, ia memang berfikir hal itu terjadi, tapi itu hanya sebuah pikiran yang mungkin hanya akan terjadi dicerita drama..


"yakan santai, kalau pacaran, dia serius dia bakalan tau harus apa dan bagaimana menempatkan posisi mereka" jelas lidi


"gak gini juga lidiaaaaaa"


"sekarang ya, kalau emang kita jodoh, dipertemukan, tetap saling menjaga kepercayaan, komunikasi itu perlu" jelas lidi lagi


"halah komunikasi komunikasi pala lu miring?" ucap reza


"kan bener rez, intinya kita masih kan"


"masih sih masih, gue greget sendiri ngerti kalian, gemes banget gue"


"aku mau ngomong ke kamu deh, ada hal penasaran dari ku" jelas lidi


"apa?" jawab afan


"kamu beneran gak kesiksa selama enam bulan pacaran sama aku?"


"ya enggak, kecuali kerjaan ku gak seberapa, pasti nya aku susah pacaran ama cewek sibuk, kan kita sama sama kerja, aku percaya kamu bisa jaga hati buat aku" jelas afan


"tapi jujur ya, terakhir aku kenal pacaran itu SMP, awal pacaran ya SMP sih, kelas 1 gitu, awalan masuk sekolah SMP, dan setelah tamat SMP aku gak lagi pacaran"


"ya sama, cuman aku terakhir kelas 3 SMA.. aku kan harus kerja, harus banting tulang, sebenernya ingin hatiku ya kerja lah, tapi orang tua maksa, mau apa lagi, tujuanku kan ya mama sama bapak" jelas afan


"kalian lanjut aja deh, gue terlanjur pusing ini, bye" ucap reza


dan tinggallah berdua..


mengobrol, mungkin karna memang keduanya banyak hal untuk diceritakan, bahkan waktu yang hampir menunjukkan pukul 2 dini hari membuat keduanya betah mengobrol di tengah dingin nya taman di kota itu...


beberapa bulan kemudian..


setelah mereka mulai rutin memberikan kabar masing masing sebagai tanda menghargai pasangan masing masing..


setelah setahun...


ketika keduanya merayakan dengan tart mini dan mengenang di taman universari ke 6 bulan..


"udah malem banget nih.. sebelum pulang ada hal mau aku bicarakan sama kamu" ucap afan..


"apa?"


"mumpun tinggal berdua, ada yang mau aku omongin" jelas afan


afan mengatakan ia berniat untuk membuka tabungan di bank indonesia (BI) yang akan diisi seiklasnya oleh lidi dan afan sebagai tabungan pernikahan dan anggap saja uang jaga jaga setelah menikah


"ya itu kalau kamu gak keberatan sih, kalau gak mau juga gakpapa" jawab afan


dan lidi pun hanya terdiam...


ia pun tak menyangka..


perkenalan setahun, dekat setahun, pisah lagi setahun, dan bertemu lagi setahun, lalu menjalin hubungan setahun dan akhirnya di tahun kelima ucapan itu keluar dari bibir afan..


ucapan yang tak pernah terfikirkan oleh lidi


"yaaa.. aku tau jawabanmu akan sama seperti pikiranku.." jelas afan


"ih ge-er, emang aku mau jawab apa?" tanya lidi


"ya kalau lama pasti bakal nolak, aku sih tau kamu banget, masih urusin kerjaan, karna aku sebenernya ya mikir kerjaan, tapi kalau kita sah suami istri kan lebih lega, mau kamu terbang kemana juga kan pelabuhan nya aku" jelas afan


dan akhirnya mereka memutuskan untuk menabung di salah satu bank yang mereka akan isi..


kebetulan, salah satu manager di sana mereka kenal, dan mendukung rencana keduanya untuk ke jenjang lebih tinggi..


tak tanggung tanggung..


keduanya menabung selama setahun setelah berucap afan akan menampaki ke jenjang serius..

__ADS_1


keduanya pun mampu menghasilkan uang selama setahun sebanyak 100 trillyun...


(itu uang semua gaiis? apa karyawan bank nya gak pusing tuh ngurusin tabungan mereka doank? haha sorri gaiis author kan gak pernah liat duit segede itu dalam waktu satu tahun doang kekumpulnya)


tak heran juga sih, keduanya sama sama pebisnis handal, keduanya menangani beberapa yang tak hanya satu perusahaan besar saja..


keduanya juga terbilang sama sama tajir melintir hanya saja pembedanya, lidi lahir dari keluarga benar benar konglomerat sementara afan membangun kekayaannya dengan keringat sendiri sehingga menjadi seperti sekarang..


namun itulah kendala dimana keduanya sudah mengenalkan keluarga mereka untuk kedua kalinya.. yang terjadi adalah...


"kenalkan fan.. ini papa" ucap lidi


"dito, papanya lidi" ucap dito


"afan om"


"afan.. saya pernah baca beberapa artikel di media massa, soal hutang yang membuat kamu harus bekerja keras mengeluarkan ayah mu dari penjara karna hutang dan membebaskan ibumu dari pekerjaan nya di tkw, benar?" tanya dito


"paa.." bisik lidi menyentuh lengan papanya


"huust" bisik dito


"iya om.. benar..."


"kamu sudah lama kenal anak saya?"


"iya om, sejak kuliah"


"oh kamu kuliah?"


"iya om"


"pa, kenapa sih pa" bisik lidi


namun dito tak mendengarkan rengekan lidi


dito memang tidak kenal waktu perkenalan pertama istrinya dengan kekasih anaknya itu..


ini perkenalan kedua bagi istrinya namun perkenalan pertanda baginya


"pulang lidi" ucap dito sedikit nada keras


"paa. . ada apa sih pa?" tanya lidi


"pulang.. papa perlu ngomong sama kamu, papa tunggu sekarang juga dirumah"


ketika dito pergi menuju mobilnya..


lidi mengambil tas nya yang masih ada di meja dan melirik kearah afan lalu pergi meninggalkan afan..


sesampainya dirumah..


mama lidi pun memberikan kode untuk lidi duduk didepannya..


"bagaimana cerita kamu kenal dengan dia?" tanya dito


"itu teman kuliah ku pa, apa mama gak cerita?"


"gak, mama gak ada cerita apapun"


"ya mama lupa, yang mama tau ya udah kenal itu temen kuliahnya lidi" jelas mama lidi


"sekarang papa tanya, apa kamu tau siapa dia?"


"tau, semua hal tentang afan aku tau pa, semuanya dia ceritakan tanpa ditutupi dari aku"


"apa kamu gak kepikiran, kamu jadi sama dia kamu menjatuhkan dirimu, bukan hanya itu, kamu jatuhkan semua yang sudah mama sama papa kamu bangun" bentak dito


"jatuhkan jatuhkan yang gimana sih pa?"


"jangan berpura pura tidak paham lidi" ucap dito menatap kedua mata anaknya..


"apa hanya karna orang tua nya pernah masuk sel lalu papa menjudge afan orang yang buruk? paa.  yang salah bukan afan, tapi ayahnya, aku juga tau kalau ayah afan itupun karna masalah utang bukan kriminal" jelas lidi

__ADS_1


__ADS_2