Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Hee Yoo Soo


__ADS_3


haaai semuaa nya.. ini kisah dari gadis jepang - korea yang lama tinggal diindonesia, namun ia bekerja sejak lulus kuliahnya di korea, gadis yang disukai tiga pria dari korea, tapi saya terjemahkan ke indonesia ya gaess, ribet kalo pake english apalagi korea hehe, sering belepotan hehe


terlahir dengan nama Hee Yoo Soo


seorang perempuan cantik yang dikelilingi tiga lelaki tampan.. ketiga nya adalah sahabat dari kecil..


mengetahui satu sama lain ketika suka sama wanita yang sama bukannya pecahkan perpisahan persahabatan justru mereka bersaing dengan sehat..


persaingan paling halus dan sehat disini lah ceritanya..


Dam Taa adalah nama seorang lelaki pertama yang terkesan oleh hiyoo soo ketika itu, Damtaa yang sama sekali tak mau meneruskan kursi ayahnya sebagai pemilik sekaligus pengusaha kaya raya di bisnis makanan ringan (snack rumput laut) yang cukup terkenal, dan bahkan baru baru ini produknya masuk ke indonesia..


yaa ketika itu, Damtaa yang sedang duduk santai diruang kerja ayah nya..


ada yang mencuri perhatiannya..


seorang perempuan cantik nan manis, terkesan dewasa, Damtaa jatuh cinta kesetika saat itu hanya saja iya belum terlalu yakin tentang perasaan nya..


ketika itu Damtee bersama ayahnya dikantor


"appa.." panggilnya


"hemm" jawab Sing Tee, ayah Damtee


"kau masih percayakan aku pegang perusahaan ini tidak?"


"ah sudah tidak.."


"papa.. ayooolah.."


"kau mau apa? bukannya kau yang mrengek dan marah ketika aku meminta mu untuk menggantikan peranku di kantor sekaligus pemegang kendali keuangan dirumah?"


"paa ayolah pa"


"aku rasa kau sedang ada yang diinginkan.. siapa yang kau suka?" tanya Singtee mendekati anaknya dan mencari siapa yang disukai anaknya


namun kebetulan, hiyoo sedang tidak dimeja nya..


"paa.. aku hanya ingin membantumu saja, sebenarnya kau serius tidak memberiku pekerjaan ini?" katanya


"ah appa pikirkan lagi soal itu"


beberapa hari berlalu, selama itu pula Damtee terus merayu Singtee, namun Singtee tak langsung mengiyakan


saat diruangan kerja Singtee, Singtee hanya memberikan pekerjaan sebagai karyawan biasa


"gimana tawaran itu?" tanya Singtee


"ah okehlah, tidak apa, makasih paa"


"ah okeh, udah sana, mulai pekerjaan mu"


"yaa paa, thankyou so much" ucap Damtee memeluk ayahnya..


pekerjaan sebagai pengawas, beberapa karyawan sudah kenal siapa Damtee, namun tidak dengan hiyoo yang notabene nya anak baru di kantor


dengan wajah ceria, Hiyoo soo menyapa atasan barunya itu..


"pagi pak" sapa Hiyoo soo


"pagi.. bagaimana dengan pekerjaan mu?" tanya Damtee


"sisa dokumen untuk besok, saya kerjakan pagi saja"


"gak terlalu dadakan?"


"tidak pak, saya bisa deadline kok"


"emm... kamu Hiyoo soo?"


Hiyoo soo melirik Damtee dengan heran, ia kaget Damtee tau namanya


"bapak tau nama saya?" tanya Hiyoo soo


"jelas.. itu tanda pengenal yang kamu kalungkan dilehermu itu milikmu bukan?"


"oh iya paak maaf, saya kira bapak bisa baca pikiran saya karna kan saya belum sebut nama saya"


"hemm.. kamu lucu juga ya.. kan semua pekerja pakai yang seperti ini?"


"hehe iya pak maaf pak"


lebih terkesan lagi oleh sosok Hiyoo soo


Damtee terus mendekati gadis itu, sering ia makan diluar ketika jam istirahat, Hiyoo soo menganggap itu pasti hanya ajakan seorang bos kepada karyawan nya saja, itupun tak lebih..


"aku mohon, ketika kita diluar seperti ini jangan panggil saya sebutan bapak, karna terdengar saya sudah tua.. panggil saya Damtee..." kata Damtee


"haa.. tapi..."


"ayolah"


"emm.. oke pak"


"no pak.."

__ADS_1


"ah sorry Damtee"


"nah.."


seperti yang diminta Damtee agar Hiyoo soo bersikap layaknya pertemanan, Hiyoo soo tak lagi sungkan dengan Damtee


dibeberapa kesempatan, perhatian Hiyoo soo terkuak, ketika makan berdua, melihat ada sisa makanan di bibir pinggir Damtee, Hiyoo soo membersihkan dengan tangannya lalu memakannya


"hee.. kenapa itu kau makan?" tanya Damtee


"jika dibuang, kasihan makanannya dong"


jawaban itu semakin meyakinkan Damtee akan perasaan nya, yaa bagaimana tidak, bahkan Hiyoo soo menghargai sebutir nasi saja


suatu hari, ketika Damtee sedang diberikan pekerjaan ayahnya untuk membantu beberapa karyawan.. terlihat jelas kesibukan nya membuat nya tak seperti hari kemaren kemarennya yang lebih dominan menuju meja kerja Hiyoo soo


dengan rasa perhatian, Hiyoo soo membuatkan Damtee segelas capucinno untuk memberikannya kekuatan dalam pekerjaannya hari itu yang padat


"ini, aku buatkan kamu capucino" ucap Hiyoo soo


"ah.. for me? makasih" jawab Damtee


setelah mencicipi dan pas dilidahnya


"emm.. kau yang membuatnya?"


"tentu"


"thanks.. this very delicious"


"bisa aja... kalo capek istirahat aja dulu, jangan semua mua nya diselesaikan sekarang"


"iya.."


tak lama setelah capucino habis diminumnya, Hiyoo soo meminta gelas itu


lalu Damtee masuk keruang kerjanya..


beberapa menit kemudian, Huyoo soo masuk dan melihat Damtee tertidur..


"astaga.. bukannya sudah kubuatkan capucino harusnya tambah melek eh dia nambah tidur" gerutu Hiyoo soo


Hiyoo soo mengambil selendang yang sering ia pakai saat keluar dari kantor karna roknya terlalu mini, lalu menutupnya ke tubuh Damtee yang tertidur..


"permisi" ucap Singtee


"ah.. bos besar.." jawab Hiyoo soo kaget


"saya rasa kamu terlalu baik, terimakasih kamu meminjamkan selendang mu" ucap ayah Damtee


"sama sama bos besar, dia mungkin kelelahan dengan pekerjaan hari ini"


"ah.. ide bagus.. untuk membuat anak lebih disiplin pekerjaan"


"kamu setuju kan dengan saya?"


"jelas setuju"


melihat cara kerja, sifat nya, dan perhatian Hiyoo soo kepada anaknya, membuat ayah Damtee suka dengan Hiyoo soo bahkan memberikannya ratting tinggi untuk pekerjaan nya di kantor..


beberapa hari berlalu, ketika itu, semakin hari terlihat keduanya semakin dekat, saling membantu pekerjaan... juga sering curhat masa kecil


suatu ketika..


Hiyoo soo cek up kesehatan disalah satu dokter spesialis di rumah sakit tersebut


dan ketika sedang mengantri, Hiyoo soo bertemu dengan salah satu teman ibunya..


"maaa..." panggil Hiyoo soo


"Hiyoo, sama siapa? mama gak ikut?"


"sendiri aja ma.. mama dirumah, ini dari kantor langsung mampir kesini, cek up"


"oh... tapi mama sehat kan?"


"sehat kok ma"


Hiyoo soo memang sangat dekat dengan teman mamanya itu..


"mama kesini?"


"anak mama sakit.. mama baru dapet kabar dari kantor kerjanya.."


"wah.. nanti selesai berobat, boleh saya tengok?"


"boleh.. jelas.. saya tunggu ya Hiyoo soo"


"iya maa..."


setelah selesai urusannya berobat, Hiyoo soo keluar ke supermarket membelikan buah buah untuk anak teman mamanya..


ternyata anaknya yang bernama Ming Thae jatuh sakit karna memang dia tak terbiasa untuk bekerja segiat ini, yaa dia akhir akhir ini memang bekerja di tempat kerja ayahnya


sempat terjadi pertengkaran ayah dan ibu Mingthae karna ibunya merasa ayah Mingthae keterlaluan memberikan pekerjaan yang menumpuk sekalipun pekerjaan yang bisa dikerjakan dirumah..


namun justru Mingthae menyalahkan dirinya sendiri karna itu kemauannya

__ADS_1


"maa.. ini bukan salah papa, Mingthae harus bisa berubah, dengan ini jadi pengalaman baru dalam pekerjaan" jelas Mingthae


"ya sekarang kalo udah sakit, terus harus diam menginap disini, siapa yang jaga kamu, pekerjaan mama jelas tidak bisa mama tinggal nak"


"ya gakpapa sendirian, nanti juga ada Damtee datang menemaniku"


tiba tiba masuklah Hiyoo soo..


"maaf saya masuk tanpa permisi, untuk soal jagain, saya siap jagain maa disini, bapak sama mama percayakan aja sama saya" jawab Hiyoo soo


"kamu siapa? kenal sama Mingthae?" tanya papa Mingthae


"dia anak temen mama" jawab mama Mingthae


"serius kan, apa ini Hiyoo soo?"


"iya bibi" sapa Hiyoo soo


"dulu saya sering vantu mama kan mama sering bantu mama Hiyoo soo ini, jadi kenal"


"saya tinggal ya sayang" ucap mama mingthae mencium kening anaknya


tinggallah berdua disana..


jhiyoo mengenalkan dirinya..


"hai.. saya jhiyoo soo, anak teman mama kamu"


"saya mingthae"


setelah menyuapi beberapa kali makanan kepada mingthae..


"sudah kenyang?" tanya jhiyoo soo karna mingthae menolak suapannya lagi


"kamu kenapa mau temani saya? kita kan belum kenal"


"tapi saya kenal mama kamu"


mingthae pun terdiam..


yaaa.. jhiyoo soo benar benar menemaninya hingga kedua ayah ibunya kembali datang..


dan esok paginya karna pekerjaan sedikit, jhiyoo meminta izin pulang awal karna menjenguk temannya sakit..


ketika sampai dirumah sakit..


"sorry telat ya, mama kamu sudah dari tadi perginya?" tanya jhiyoo soo


"harusnya gak usah kesini lagi, aku gak masalah"


"oh, jangan, orang sakit itu butuh teman, gimana kata dokter..?"


"lumayan mendingan dari kemaren sih"


beberapa jam menemani, ketika makan siang jhiyoo soo kembali menyuapi mingthae dan baru selesai makan, ia berpamitan pulang karna mendapat kabar jika temannya juga sedang kecelakaan..


"mingthae.. aku pulang dulu.. karna temanku juga sedang membutuhkan aku.."


"hei.. ada apa?"


"nanti jika aku datang aku kabari lagi"


"oh okeeeh"


setelah jhiyoo pergi, mingthae meminta kontak jhiyoo spo kepada mama nya..


"halo.. ada apa mingthae? apa kamu baik baik saja?" tanya mama mingthae


"aku baik ma, maa tolong kau kirim kontak personal jhiyoo soo padaku?"


"ha.. kamu tidak punya? kenapa kamu tidak minta?"


"aku lupa ma"


"dia masih disitu kan?"


tak lama jim seok dan damtee datang


"aku tidak sendirian ma, ada mereka, tolong mama kirim cepat yaa "


"oh okeh"


tak lama mama nya mengirim kontak nomor jhiyoo soo.. dan ia mengobrol dengan dua temannya..


"kau sendirian, kenapa tidak meminta seseorang menemanimu?" tanya jim seok


"yaaa sooryy kami baru bisa datang hari ini" jawab damtee


"iya.. eh katanya kau jadi masuk dan ambil pekerjaan di perusahaan papamu"


"jadi lah.."


"gimana itu?"


mereka pun saling bertukar cerita selama sepekan ini..


tak terasa sudah mulai sore, kedua temannya datang.. dan tak lama mingthae menelfon video call kepada jhiyoo soo

__ADS_1


"kenapa lama kau angkat ini telfonnya apa kamu lagi sibuk ya? aku ganggu kali ya?" tanya Mingthae


__ADS_2