Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
KCBHDKBT #2


__ADS_3

akhirnya Okta mencari keberadaan Ami, tapi selalu tidak dapat, ia pun memutuskan berhenti mencari dan mulai benar benar membenci Ami


selang 3 bulan kemudian, bak senjata makan tuan.. Ami yang harus mencukupi kebutuhan sehari-hari nya dan ibunya dengan menjadi pelacur jalanan


yaa nasib nya yang merubahnya dari seorang yang baik, selalu menuntun kebaikan kepada Okta, justru ia harus menjual diri kesana sini ke banyak lelaki hidung belang karna sebagai jalan pintas ia mendapatkan uang cepat dan banyak


"Loh, kamu kenal sih, sama si Okta?" tanya Utami


Utami adalah seorang yang terkenal sebagai gig*lo atau bahasa kasar nya adalah germ*, jadi pekerjaan nya ya menjual perempuan untuk diberikan kepada om om atau bapak bapak yang hidung belang


Utami adalah kakak senior di sekolah Ami dan Okta, jadi kenal sekali dengan keduanya, apalagi dengan Okta, cukup dekat dengan karna pernah meminta untuk okta sebagai model untuk beberapa produk baju nya


karna selain gig*lo, Utami adalah seorang desainer baju, banyak baju garapan nya dibeli oleh beberapa orang luar negri yang berani memakai hasil tangan Utami karna Utami hanya mendesain baju nya dengan sangat minim seperti baju pantai, baju casual yang serba minim


"kamu kenal sejak kapan sih sama Okta?" tanya Utami


"Kenal lah kak, orang dia sepupuku" ucap Ami


"Really? sepupu mu?" Tanya Utami


"Yaaa, So really kak haha, kenapa?"


"ya enggak, baru tau aja aku, dia sering kukasih jobs dengan berapapun tarif" ucap Utami


"Jobs?" tanya Ami


"Jobs baju baju ku kok, bukan pesanan oom loh, tapi aku gak tau deh dia gimana aslinya perawan gaknya"


"ooh"


Utami banyak menceritakan tentang kehidupan sehari-hari ia selama bersama Okta, dimana memang dekat bak sahabat baik..


kembali kepada sepupu Ami ya..


mendengar semua berita itu dari Utami, karna memang Utami sebenarnya lebih memihak kepada Okta, karna Okta yang sejak awal memang dekat dengannya bukan Ami


Utami menjelaskan semua hal kepada Okta, dan Okta merasa seperti termakan ucapan nya sendiri.. itu yang Ami alami sekarang...


"jadi sering temui kakak?" tanya Okta


"emm, minta carikan orang yang mau bayar"


"sudah dapat?"


"dapat, total 2 lelaki sudah memakainya"


"oh"


sebulan sebelum Ami memutuskan menjadi pelac*r, dimana saat Utami menawari beberapa baju baru nya juga, sayang Okta menolak


memutuskan untuk lebih menutup aurat nya seperti tidak lagi berpakaian seksi, meskipun belum berjilbab


"yaah gak bisa dong?" tanya Utami


"iya kak, aku sudah mulai menutup tubuhku, aku mulai sadar" kata Okta


"yaudah deh"


"kakak ajak saja Ami, Ami kan sudah berani dong pakai baku begitu?"


"loh, jadi kamu marah karna ini?" tanya Utami


"bukaaan, bukan, maksudnya daripada gak ada modelnya Ami kan bisa, pakai baju begitu gitu maksudnya"


takut jika karna masalah Ami ini Okta memutuskan tidak lagi ambil jobs bersamanya, karna Utami memang jauh lebih dekat dengan Okta di bandingkan Ami


hari pun berlalu, sangat cepat dan membuat keduanya kembali aktifitas seperti biasa, saat keduanya bertemu dan saat sama tau dengan kondisi masing-masing baik Okta maupun Ami masih canggung untuk saling bertegur sapa


hingga akhirnya ego terkalahkan, dimana Okta mencoba lebih menerima lagi yang sudah terjadi takkan bisa kembali


"Ami" sapa Okta


"emm" sapa Ami


apa yang sudah dikatakan Ami kepada banyak orang tentang dirinya memang bukan sebenarnya tapi setidaknya Okta tau jika semua kehidupan itu berbalik kepada Ami

__ADS_1


hubungan kedua nya membaik tapi tidak dengan kehidupan sehari-hari Ami yang membuat Ami harus lebih banyak mendapatkan pelanggan nya


miris bukan?


mendekati bulan puasa, Okta mendapatkan kabar jika Ami akan bertunangan setelah hari raya dan setelah hari raya memang benar bertunangan tapi harus kandas ditengah jalan karna tunangan Amu memilih kembali pada istrinya


ternyata lelaki itu memiliki istri dan Ami tau soal itu, dan inilah resiko nya, ditinggalkan sewaktu waktu


dua tahun berlalu, Ami kembali dekat dengan lelaki lain, akan menikah , tapi sama dengan sebelumnya, batal karna keluarga lelaki nya tidak setuju ketika tau pekerjaan Ami meskipun Ami sudah meninggalkan pekerjaan itu


begitu seterusnya nasib percintaan Ami, lalu bagaimana dengan percintaan Okta? Okta masih berpacaran dengan Eldo, karna mereka memutuskan berpacaran sejak 7 bulan lalu, dan hubungan mereka masih baik baik saja


sering mendapat kabar Ami akan menikah tapi batal, membuat terbiasa di telinga Okta.. hingga akhirnya mendapatkan kabar lagi akan menikah dengan Rian


sekilas tentang Rian, anak yang baik ya, banyak duit, tampan, siapa yang sangka mau menikahi gadis sang kupu-kupu malam, tapi entahlah, biar itu menjadi masalah hubungan percintaan mereka, kan yang namanya jodoh tidak ada yang tau hasil akhirnya


awalnya memang Rian sangat serius pada Ami, akhirnya setelah 50% persiapan pernikahan mereka sudah berjalan dan dipastikan tidak akan batal lagi karna melihat bagaimana persiapannya


tapi diam justru sapto berpaling, berpaling sejak pertemuan tak disengaja nya dengan Okta di rumah orang tua Okta karna saat itu orang tua Ami akan menjelaskan tentang persiapan pernikahan Ami dan Rian


saat di rumah Okta itu lah, Rian terlihat menatap lekat pada Okta, tak melepaskan pandangan nya sedikitpun tapi tidak ada yang sadar disana karna keluarga sibuk menjelaskan tentang penikahannya nanti


beberapa bulan berlalu hingga 3bulan sebelum pernikahan Ami dan Rian akan diselenggarakan, Rian tercyduk sedang mengendap endap masuk kamar Okta saat sedang menginap dirumah Ami


alasan Okta menginap dirumah Ami dengan tantenya untuk membantu persiapan pernikahan


Rian menyentuh pipi Okta, tak lama Okta malah terbangun


"Rian" ucap Okta kaget


seketika Rian menutup mulut Okta


"Jangan berisik nanti lainnya dengar" bisik Rian


"Kamu mau apa?" tanya Okta pelan


"Aku cuman mau kenal kamu"


"Kamu kan akan jadi suami Ami kan"


"Jangan gila"


"Enggak Okta, aku serius, kamu cantik, aku suka sama kamu"


Okta menyuruh Rian keluar dari kamarnya, tak beberapa lama tante Okta kembali kekamar, beruntung Rian sudah pergi


sejak kejadian malam itu, Rian sering mendekati dan terus berusaha mendekati Okta diam-diam dibelakang Ami


sekitar seminggu, Okta berpamitan untuk tak lagi menginap dengan alasan rindu kasurnya


tapi Okta masih membantu persiapan pernikahan sepupunya itu


suatu hari karna dirasa badannya sangat capek, Okta merebahkan tubuhnya di sofa depan ruang tivi dirumah Ami, karna kelelahan hingga tertidur, melihat kondisi sepi, Rian mengangkat Okta masuk ke kamar tamu


Rian mengelus pipi Okta lagi, mencium kening Okta dan juga mengecup bibirnya, tak lama Okta terbangun..


"Riaaan" ucap Okta dengan keras


"Uuuust jangan berisik" ucap Rian


"Kalo kamu masih disini ya aku tetap teriak lagi"


"Percuma, rumah sepi"


"Kamu itu mau nya apa sih"


"Aku mau kita melakukannya? bagaimana?"


"Jangan gila Rian"


"ayolah, disini tidak ada siapa siapa, asal kamu tau, aku belum melakukan ini dengan siapapun, masak aku kasih kepada Ami"


"ya kan Ami akan jadi istrimu, dia pantas lah mendapatkannya"


"tidak tidak, Ami saja tidak perawan, aku tau pekerjaan dia tapi aku tutupi dari orang tuaku, jadi aku mau merasakannya denganmu" kata Rian

__ADS_1


Rian terus memaksa Okta untuk terus berciuman, hingga beberapa hari berlalu setelah kejadian itu membuat Okta sangat menghindari Rian kecuali saat dengan Ami, karna ia takkan berani berbuat aneh-aneh kan.


suatu hari, Okta maupun Ami mendapatkan undangan reuni di sekolah SMP dan keduanya sama datang


"Oktaaa" sapa beberapa teman Okta


"hai, apakabar kalian?"


"Okta? kamu bener ini? kamu berpakaian sopan?"


"iya dong, aku ingin berhijap tapi belum siap siap banget jadi proses dulu"


banyak perubahan membuat teman lama keduanya pangling, terutama kepada Okta yang lebih sering tertutup akhir-akhir ini karna mereka tau bagaimana keberanian Okta dijaman dulu saat sekolah, bahkan tak segan membuka baju seragamnya saat dikelas


tapi malah disaat itu tidak ada yang men-judge karna memang tubuh Okta proposional dan bagus memang diperlihatkan


"Itu siapa sih, emang temen kita ya" bisik beberapa anak


"Iya kok gak pernah tau aku" bisik satunya lagi


Beberapa bisikan terdengar ke telinga Okta


"Ini aku, Okta.. masak lupa" ucap Okta


"Suwer ni Okta, ya ampun gak ngenalin sampek" ucap beberapa temen


tak lama Fito bergabung..


melihat ada yang baru dilihatnya membuat Fito bertanya ke beberapa temannya


"Eh itu temen kita ya? Siapa?" tanyanya


"mantan lo tuh Fit"


tak lama Okta mendekati Fito dan menyapanya


"Fitoo, ini aku keles, Okta.. lupa ya" ucap Okta


"Oh enggak, pangling doang, eh sama siapa kesini?"


"Sendiri Fito"


"masih sama Alip kan? terakhir sama dia?"


"bukan lagi"


"terus?"


"ada teman SMA ku"


"aku kenal gak?"


"gak ada yang kenal"


Fito adalah teman SMP paling cuek, datang paling akhir dan pulang paling awal saat sekolah tapi sejak berpacaran dengan Okta, ia berubah jadi lebih semangat


belum lagi istirahat selalu tak terlihat disekitar sekolah, semacam tak peduli dengan lingkungan sekitar, itulah Fito


tak lama Ami datang, masih memakai baju sopan, karna Ami tidak mau menjadi dibicarakan karna perubahannya yang berbalik dari Okta


"Oh, kok sendiri emang pacar nya kemana?" tanya Fito


"Pacarnya masih disembunyikan Fit"


"Ha, sama siapa?"


"Sama Allah"


"haha bisa aja kamu ini" kata Fito


tapi Ami tau kenapa Okta tidak mengatakan siapa pacaranya dan kemana pacarnya, karna menyembunyikannya dari Ami, padahal Ami sudah tau jika pacar Okta adalah Eldo, lelaki yang pernah dekat dengan Ami


Fito dan Okta mulai dekat sejak reuni itu, saling kontak, dan saling cerita membuat keduanya nyaman


hingga suatu hari, Fito menyatakan perasaan nya setelah sering jalan bersama akhir-akhir ini tentu saja Okta menolaknya

__ADS_1


__ADS_2