Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Micella Yoora Maghdalena


__ADS_3


-POV YOORA-


aku Michella Yoora Maghdalena...


yaaa sudah bisa tebak kan dari mana asal ku dari namaku?


yaa... aku keturunan korea-arab, tapi ada juga masih memiliki darah jepang, jadi mix juga jepang


mamaku asli korea yang mualaf karna menikah dengan ayahku


sementara ayahku arab asli muslim..


sejak mama memutuskan masuk islam tentu aku pun masuk islam dan banyak dari teman ku yang menjuluki ku dengan sebutan.. yoora is queen of islam in jepang.. haha apalah itu


oh iya.. karna ini prolog.. aku masih harus cerita sedikit dari seluruh ceritaku..


aku menikah.. yaa aku sudah menikah. tapi banyak dari orang orang menyangka aku masih perawan..


bersama Bramana Mahdani dengannya aku menikah, ia pacar ku dihari jadi kami yang ke empat tahun memutuskan menikah..


jelas sudah cukup pas untuk saling mengenal sama lain


dan selalu mendapat dorongan untuk pernikahan dari keluarga kami masing masing, membuat kami lebih berani dan percaya untuk mengambil keputusan pernikahan ini


dan ketika pernikahan berjalan empat tahun pula


kami masih belum dapat kepercayaan sang agung untuk menjaga mahkluk kecil..


dokter bilang... aku dan suami ku tidak mandul.. hanya kebetulan sama sama belum dapat kesempatan aja untuk hamil...


yaaa pernikahan empat tahun tanpa kehadiran anak tak membuat kami renggang dan luntur untuk saling mencintai..


aku kenal siapa suamiku.. dia lelaki hebat, terhebat, paling kuat masalah menjaga kesetiaannya...


benar sih dia seorang lelaki yang cuek, tempramen, pemarah, egois, keras kepala, utama melekat padanya adalah antagonis..


itu mungkin pendapat orang diluar sana yaaa.. bukan menurut saya..


dan dari sekian sifatnya seperti itu kepada orang lain, semua tidak berlaku saat berdua denganku...


disitu saya merasa kebanggaan tersendiri bisa memiliki nya...


"beiby... makan malem kamu masak apa?" tanyaku


"malem karna bahan cuman ada cumi, ya kita masak cumi krispi pedas"


"em..."


saat bram melihat kearah dalam lemari es..


"beiby kamu gak belanja?" ucap bram


"enggak beib.. belum nih, mau keluar males akhir ini.. jadi aku belanjanya mepet aja, kalo dah habis"


"yaudah deh, aku masak seadanya"


soal masak memasak.. lebih pintar bram ketimbang aku..


mulai dari sarapan, makan siang, makan sore sampai makan malam semua urusan kuliner makan sehari hari ya bram..


bram adalah seorang koki serabutan..


kenapa aku bilang koki serabutan?


yaaa... karna dia menerima pesanan masakan dirumah, kadang juga ia sering diundang untuk menjadi juri atau panitia dalam acara masak memasak..


yaa bram sangat jeli untuk soal rasa..


bahkan kurasa, ketumbar kurang sebiji ia tau..


"beiby.. ini makan" ucapnya menyodorkan makan padaku


"beib.. chef juna ganteng ya" ucapku


"ganteng apa? dari mana ganteng, betatto penuh begitu"


"ciyeeh takut kesaing nih.. kan kamu sama ma dia, tuh betatto, mana kamu juga galak kalo juriin, belum lagi kalo ada masakan yang gak pas sama lidahmu, emmm... ketumbar kurang satu kerasa" ledekku


"wait.. wait.. so faar masakan ku tak ada seorangpun yang mengatakan tidak enak.." jawab bram santai


"okay.. " jawabku, bingung mau jawab apa selain itu

__ADS_1


"besok belanja gak?"


"iya lah, besok pagi aku ikut kamu turun di pasar"


"iyaa"


siangnya.. saat baru bangun siang.. aku bangun, mandi karna suhu panas membuat gerah, lalu menonton televisi menghadap kipas angin berukuran cukup besar dengan kontrol angin sedang...


apa lagi pekerjaan ku, selama menikah dengan bram, aktivitas ku banyak berkurang.. dari yang masih beluk nikah kerjaan rumah segudang, belum lagi nyuci, ngepel, bersih rumah, dan belum juga mencari uang harus bekerja


sejak menikah, aku hanya akan mencuci jika bram tak sempat mencuci, begitupun dengan pekerjaan rumah lainnya..


saat acara yang kulihat sedang iklan.. aku melihat kearah ponselku, dan melihat seluruh album foto diponselku


ketika menlihat foto kebersamaan dengan bram, banyak dari foto itu ternyata yang aku baru sadar jika espresi jutek dan galak terlihat disemua foto bram


"haha baru aku sadar.. dia foto punye muke begini amat.." ucap ku


melihat keseluruhan foto bram


"pantes banyak like coment yang pro kontra.. bahkan ada yang bilang tetangga knpa aku mau jari istri koki galak" ucap ku sembari tertawa melihat espresi bram..


saat aku iseng melihat foto yang diposting terakhir dimana aku menjadi penonton ketika suamiku memarahi murid nya yang lamban paham urusan memasak, ketika liburan kebersamaan ku dengan bram


ada sebuah komentar yang mencuri perhatianku


"kak.. kok mau sih nikah sama dia, dah galak, betatto, gak ada dikit apa senyum kek ke anak didiknya malah judes"


"kak..  kasian kamu deh, udah cantik pasti kdrt melulu, mentang mentang bisa masak begitu, pinter masak begitu"


ucap dua orang berbeda...


tapi mau bagaimana pun mereka berkicau, aku yang paling kenal siapa suamiku, maklum, aku dan suamiku sama sama fanbase setia chef juna dan chef renata moeloek jadi aku dan bram ya ingin dianggap reborn mereka untuk kesenangan saja


saat suatu minggu bram tak ada urusan diluar, aku yang tidur lagi setelah bangun solat subuh, berbeda dengan bram yang melanjutkan memasak untuk sarapan pagi


selesai, bram membangunkanku


"beib banguuun" ucap bram


"emm.. udah jadi?"


"iya ayok"


kebiasaan jelek kami adalah, dimana kami tak membutuhkan meja makan dirumah, dan ketika ada meja makan hanya menjadi hiasan pelengkap rumah


acara paling disukai oleh bram..


"nah, ini baru cantik, udah cantik, juga pinter masak, gakpapa lah gak bisa urus rumah, daripada gak bisa masak ditambah gak bisa urus rumah" ledek bram kepada ku


aku melirik tajam lalu melanjutkan lagi makan


"kok bisa ya betatto jadi chef" ledekku


"juna aja bisa" sambar bram


"juna cowo keles.. ya no problem, ini cewek, cantik sih, tato mya kelihatan dia bukan cewek pendiam"


"sama dong ma kamu, kamu tattoan juga"


"karna kamu kalik, kalo gak kamu minta couple juga"


"idih idih tapi gakepaksa kalik" sambar bram


hari memang terus berjalan, sampai akhirnya dimana bram mendapatkan pekerjaan tetap sebagai juri disalah satu acara berbakat mencari bintang koki, dan ditambah kesibukan nya dalam sekolah masak yang ia dirikan..


oh iya belum ku kasih tau ya soal sekolah masak milik suamiku?


sekolah masak itu adalah, sekolah yang memang diinginkan keberadaannya oleh suamiku..


dengan nama sekolah "high school kitchen" yang sudah disetarakan dengan unniversitas, dibangun untuk yang berjiwa dalam hal khusus memasak saja... mulai dari manis, pedas, gurih, sembarang roti dll yang berhubungan dengan bangku kuliah..


fasilitas juga tak kalah saing dengan universitas umumnya hanya saja, sekolah ini tak mengharuskan perserta lulusan dari SMA, ada kelas sejak dini dan akan dikontraskan dengan acara sekolah supaya tak bentrok


yaaa sedikit banyaknya seperti itu sekolah yang dibangun suami saya, bram


hingga suatu hari ketika ia mendapat undangan untuk acara memasak disebuah mall, suami saya dipertemukan dengan dua juri masak lainnya...


yang pertama ada chef Sitha dan chef Vandra, entah saya yang ge-er atau saya yang terlalu sensitif soal ini, tapi diluar itu saya merasa jika chef vandra sedang mencoba mencuri pandangan pada saya, tapi saya tak mau larut dalam ke-geer-an ini


saya tetap memperhatikan suami saya dan mereka aktifitas nya...


setelah selesai, barulah bram mendekati saya dan kami bersiap pulang

__ADS_1


"hei" panggil vandra


"why?" jawab bram


"emm.. sudah mau pulang? oh ini kekasihmu?" tanya vandra


"ah, apa terlihat hanya sebatas kekasih?" tanya bram


"oh sorri no your girlfriend? Don't you want to introduce me to him?"


"not my girlfriend but my wife"


"ohhh really? oh sorry sorry..."


"Okay, I'm going home, I'll see you tomorrow" ucap bram kepada vandra


vandra hanya melihat kami dan berlalu ketika aku dan suami ku pergi menancap gas...


esoknya, ketika akan masuk tempat acara bram, aku pamit membeli minum di supermarket


"aku ke minimarket dulu beib, beli minuman dingin" ucapku


"okay"


saat aki selesai membeli minum, aku melihat vandra yang berbicara dengan bram justru sibuk mencari seseorang.. saat aku duduk, pencariannya seperti terhenti


ketika acara dimulai, dan giliran bram yang sedang memperhatikan finalis disana...


vandra tak terasa tiba tiba sudah disampingku


"hai" sapa vandra


"hi .. i guess you were not present" ucap vandra


"I bought a cold drink" jawabku


"ohhh... Have you been married to chef brama for a long time?"


"four years"


"how many children?"


"there are still no children"


"why? ohhh sorry, i..  do.. not mean..."


"is okay, no problem"


aku dan vandra pun saling diam..


beberapa hari berlalu, ketika aku males untuk ikut lagi keacara itu karna vandra, aku memilih diam di rumah


hari terus berjalan, ketika jam akan pulang.. kupikir ya hanya bram yang datang.. namun pikiran itu salah..


bram datang bersama vandra dan sitha


"aku dateng? untuk apa? alasan apa ke bram? berbohong? ah.. gak pernah aku begitu.. jangan jangan.. udah biarin" gerutuku bingung


tak lama datang lah bram


"beib, aku mandi, siapin beberapa baju ya, aku harus ke jawa, undangan juri ke jawa" ucapnya


"lah, kok dadak?"


"iya begitu lah"


"sama siapa?"


"sama sitha"


"chef sitha doang?"


"sama kru lain juga"


"iya, chefnya cuman kamu sama chef sitha?"


"iya.. vandra ibunya sakit"


"sakit?" ucapku pelan


aku bingung, kalo ibunya sakit knpa ngajak aku jalan?


malamnya aku tak jadi datang ketempat itu, sudah dua jam berlalu, aku benar benar malas datang.. ditambah tak ada bram..

__ADS_1


benar benar sepi tanpa dia... aku melirik kearah ponsel dan memandangi foto kebersamaan kita


bahkan sampai sekarang, aku masih tersenyum malu setiap melihat kebersamaan kita


__ADS_2