
Terlihat lelaki di warung tadi masih melihatku dengan lekat
Sesampainya dirumah pras, aku menyiapkan segala keperluan untuk makan siang di sana
"Loh, kamu beli kuahnya aja" tanya Pras
"Iya, kan nasi ada, buat apa beli sama nasi"
"Ya sih, emang boleh"
"Ya ini aku dapat, berarti boleh"
"Iya sih, unik kamu ya"
"Hehe bisa aja, yaudah aku panggil frans dulu"
"Jangan, aku aja, kamu beresin ini semua dulu ya"
Tak lama frans datang
"Loh Pras mana?" Tanyaku
"Itu masih di ruang tivi ambil ponselnya"
"Oh yaudah makan itu"
Aku, Pras dan Frans pun makan bersama, frans dan Pras tidak pernah merendahkan ku sekalipun aku hanyalah seorang pembantu dirumahnya
Sampai ada pembicaraan...
"Mal, kamu berhenti di kafee udah, biar bisa kerja full time disini" ucap pras
"ya tapi kan masih perlu banyak yang aku Pras, untuk terus mengangkat ekonomi keluargaku" ucapku
"Ya aku bantu kok, tenang aja, asal kamu berhenti bikin surat pengunduran dirinya di kafee terus kerja disini"
"Tapi"
"Udahlah mal, terima aja, enak kan ada kamu tiap hari, masak iya ada kamu cuman pas ada Om Pras doank" sambar frans
"Iya sih, tapi"
"Udah gak papa, kamu kerja disini aku jamin"
Akhirnya dengan banyak pertimbangan aku memutuskan berhenti dari kafee dan mengurus rumah Pras
Sejak aku bekerja dirumah pras dengan full time, aku mendapat gaji sedikit lebih mahal dari sebelumnya
Jadi setengah harga gajiku di kafee masuk dalam gajiku bekerja di rumah Pras
Lumayan kan, makin cepat aja pesat nya perkembangan ekonomi keluarga ku
Hari-hari pun berlalu, tak dirasa sudah lama aku tak jumpa dengan devi, selama sebulan penuh mungkin..
Akhirnya saat ada waktu luang karna Pras ngantor dan Frans kuliah full day, aku akhirnya memutuskan meminta izin menemui devi karna devi kebetulan dapat shif pergantian seperti ku
Jadi sore pasti dia ada kostnya
Sore nya aku menuju kost devi
"Devi" panggilku
"Kumala? Ya ampun Kumala aku kangen tau, kamu kenapa berhenti gak pamit aku"
"Ya maaf aku dadakan memang waktu itu"
"Duduk sini, terus gimana ceritanya"
Aku menceritakan jika aku diminta full kerja dirumah pak pras
Dan devi memahami
"Lalu bagaimana bisa kau kesini hari ini"
"Pras kan ngantor, kebetulan pulang malam katanya dan aku sudah pamit ke kost mu"
"Oh ya syukur deh" ucap devi
Kami pun saling bertukar lagi, setelah sekitar dua bulan lebih kami tak saling cerita dan bertukar kisah
Malam nya saat pukul 8, tiba-tiba terdengar suara mobil didepan kost devi
Devi yang mengintip dari jendela memanggil ku
"Mala, sini" panggilnya
"Siapa?"
"Pak Pras, jemput kamu tuh, awas marah dia, aku gak mau loh kena damprat"
"Udah gak"
Aku pun keluar
"Pak Pras, kok kesini?" Tanyaku
"Ya aku tau pasti kamu belum pulang, dan pulang pun tidak mungkin ku biarkan berjalan kaki sendirian, sudah mau pulang belum" ucapnya
"Sudah pak, sudah beres-beres juga"
"Yaudah naik ke mobil"
"Ya bentar pak ambil tas"
__ADS_1
Aku masuk dan berpamitan pulang kepada devi, dan keluar lagi bersama devi
"Eh pak Pras, gak mampir dulu pak" sapa devi
"Oh lain kali devi, sudah malam"
"Baik pak"
Aku pun masuk dan menuju pulang ke rumahku..
esok paginya, saat aku bersiap-siap menuju rumah Pras, dan aku menyiapkan sarapan, lalu keluar rumah, beberapa tetangga kembali membicarakan ku
"Kumala" panggil salah satu tetanggaku
"Eh buk, kenapa"
"Kamu berhenti di restoran mewah itu ya, terus kerja dimana"
"Iya buk, sekarang full time jadi assisten rumah tangga di rumah bos saya"
"Oh"
Beberapa ada yang percaya, beberapa lagi tidak, terserah lah, mereka mau apa juga aku cukup diam, karna waktu selalu mengejar ku, jadi untuk urusan ini terlalu membuang waktuku
Saat aku sampai didekat warung ujung pasar itu, terlihat lelaki yang beberapa hari lalu bengong menatapi ke arahku
Aku menyapa penjual nya
"Pak" sapa ku
"Eh neng, mampir, sarapan" tawarnya
"Makasih pak"
Sesampainya dirumah
Terlihat Pras sudah memasak nasi dan dapur seolah bagai kapal pecah
"Pras, kenapa berantakan" tanyaku
"Eh datang, ini Kumala, liat ini aku masak, nantik cicipi masakan ku ya" ucapnya
"Kamu masak?" Ucapku tertawa
"Eh malah ngeledek, awas loh kalo enak nanti kurang lagi, ketagihan dimasakin aku"
"Iya deh iya"
Aku pun membantu membereskan dapur berantakan dan menemani Pras memasak
Tiba-tiba frans datang
"Frans, baru bangun" sapaku
"Paan sih, gak" jawabku
"Kalian itu cocok kok, pacaran udah, kan biar nantik kamu jadi Tante ku Mala, atau kalo enggak ya kamu barengin aku panggil Om ke Pras" ucapnya
"Apa sih, ganggu aja, sana mandi" ucap Pras
Aku pun menggeleng berasa lucu sekali perkataan frans
Tak lama frans datang saat aku dan Pras sudah siap sarapan
"Waduh, chef siapa ni" ledek frans
"Chef Pras donk frans" ucapku
"Gue" jawab jutek Pras
"Wiuh biasa aja kalek, iya deh iya"
Seperti biasa, hari-hari berikutnya pun aku melakukan pekerjaan ku, beberapa hari berlalu, saat makan siang, aku sengaja belikan masakan matang di warung ujung perempatan depan pasar itu langganan ku beli soto
Bertemu lagi dengan lelaki yang sering ku temui nongkrong di warung ini, kali ini aku tak sengaja duduk di samping nya karna tak ada lagi kursi kosong kecuali disini
"Eh neng, beli apa?" Tanya penjual
"Pak, beli ini bungkusan 25 ribu ajah, ikan telur bumbu merah sama dendeng nya 30ribu" ucapku
"Oh siap"
Sembari menunggu pesanan ku selesai, aku memainkan ponsel
"Hai" sapa lelaki di sampingku
"Iya hai" jawabku
"Aku baru baru ini liat kamu sering di daerah sini, kamu bukan orang sini kan?"
"Bukan, aku hanya bekerja disini"
"oooh pantas, kerja dirumah siapa"
"Pras"
"Oh Pras, pengusaha muda itu"
"Iya"
"Aku jaya" ucapnya
"Kumala"
__ADS_1
"Oh okeh, rumahku dekat sini kok makanya sering kesini"
"Oh udah selesai, ini pak uangnya, yaudah saya duluan ya" ucapku
"Oh okeh"
Tak lama pesanan ku selesai lalu aku bayar dan berlalu, beberapa hari kemudian, aku bertemu lagi dengan jaya..
Dan mulai semakin dekat, karna pribadi nya yang baik sama seperti Wayan, kekasih devi.. dan akhir-akhir ini aku juga sering menolak ajakan untuk diantar oleh Pras, karna memang aku lebih nyaman dengan jaya, lebih intens aku dan jaya sering jalan bareng diwaktu sela-sela ku dan kadang juga bermain kerumah ku menyapa ibuku
"Ini minum nya Jay" ucapku
"Aduh makasih ya, jadi ngerepoti"
"Iya gak papa"
"Eh ini udah hampir selesai kah renovasinya, cepet cepet selesai ya, biar cepet cepet santai di keuangan"
"Iya makasih"
"Oh iya, bentar lagi aku liat depan rumahmu ya"
"Boleh"
Melihat ada seorang lelaki biasa nan sederhana namun elegan, membuat beberapa tetangga berkerumun dan membicarakan ku
"Itu pacarnya ya, tapi bukan yang orang tajir itu kan, masak udah ganti aja"
"Iya sih kayaknya itu baru liat aku"
"Tapi sering kok bareng Kumala"
Beberapa oceehan terdengar sakit di telingaku, akhirnya aku memutuskan menarik tangan jaya masuk rumah
"Kenapa Mala?" Tanya jaya
"Oh, em enggak, panas diluar. Mending diam sini aja kan" ucapku
"Oh kirain kenapa"
Ya padahal juga aku takut jaya mendengar ucapan tetangga yang membicarakan aku
Seringnya berjalan bersama membuat antara aku dan jaya saling mendapatkan rasa nyaman masing-masing
"Kamu tau gak pasti akan ada satu kesamaan dari dua orang berbeda saat bertemu sekaligus dari beribu juta Manusia didunia, pasti ada aja kesamaan" ucap nya
"Iya sih, pasti, kaya kita ini, saling suka sama hal hal baru, pemandangan, kalo yang lain sibuk berfoto kita mah sibuk menikmati udara nya dengan menarik nafas dan seolah menelannya dalam dalam ditubuh kita" ucap ku
"Benar, uniknya, kita sama sama pecinta alam"
"Iya"
Sejak hari ini aku pastikan aku suka dan mencintai kamu Jay.. aku suka saat kita menemukan jati diriku yang kebetulan sama denganmu
Sejak kedekatan ku dengan jaya, membuat Pras cemburu, curiga juga karna aku jarang mau dekat dengan tawarannya
"Kamu punya pacar ya mal?" Tanya pras
"Enggak"
"Itu di ponselmu banyak fotonya berdua denganmu"
"Cuman teman"
Sering dan hampir setiap hari Pras menanyakan hal yang sama tapi masih ku biarkan..
Hingga akhirnya saat aku sedang dapat jatah masuk setengah hari kerja, aku sengaja mengajak jaya untuk main kerumah karna kebetulan rumahku sudah 100 persen selesai
Sesampainya jaya dirumah, melihat sekeliling, ibu mulai sakit-sakit an sama seperti ayah dulu
Aku kuatir tapi jaya menguatkan ku tiba-tiba Pras datang.. menarik narik baju jaya keluar rumah ku
"Pras, apa sih" ucapku
"Oh kamu jaya, yang merebut dia dariku"
"Kupikir kalian hanya teman"
"Teman dekat"
"Lalu sama denganku bukan, artinya dia masih punya siapa pun" ucap jaya
"Udah stop stop jangan ribut di rumahku"
Dan benar beberapa tetangga ku berdatangan lagi lagi membicarakan ku..
Membuatku jengkel dan akhirnya mengusir kedua lelaki ini
Meminta keduanya tidak lagi kesini karna aku ingin sendiri mengurus ibu ku
Beberapa hari memang aku sudah tidak masuk kerja dan datang ke rumah Pras untuk bekerja
Memang sengaja, karna aku mengurus ibuku, tak jarang bahkan sering kali devi datang menjenguk
Beberapa tetangga pun begitu, dengan banyaknya tetangga akhirnya semua mempercayai aku bekerja tidak kotor
Kutanya berkat siapa, beberapa warga berkata berkat devi
"Devi, mal, yang menjelaskan semuanya buk resi percaya, maafin saya ya" ucap Bu resi tetangga depan rumah ku
"Iya bu gak papa kok bu.."
Setelah beberapa tetangga mulai berlalu pulang, devi memelukku dari belakang, mencoba menguatkan aku..
__ADS_1