Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Arah Langkah


__ADS_3


kisah dari pemilik nama Camelia Nur Azizah.. panggil saja Liya..😄


awal mula kehidupan Liya sebelum berhijab saat ia duduk di bangku sekolah dasar , ia sering dibilang kuper, kurang pergaulan jadi tidak begitu memiliki teman


pacaran? teman nya yang mengajarinya, dua saja masih belum tau diumur yang masih duduk di kelas 6 sekolah dasar itu


"namanya juga anak kecil ya kan, wajar, yang gak wajar mereka yang udah tau semua kan ya" gerutu Liya pelan saat beberapa teman memberikan masukan kepadanya tentang pacaran itu indah


"ya tetep aja pembelajaran, biar kamu enak kalo dekat sama cowok" kata salah satu temannya


"iya aku dengar kalian kok"


setelah kelulusan sekolah dasar, barulah Liya tau apa itu pacaran, ya nama pacarnya pertama yaitu Akbar


sampai akhirnya Liya putus dihubungan mereka yang ke 5 bulan


dan musim-musim pendaftaran sekolah menengah pertama atau SMP, Liya dekat dengan teman sepermainan nya, bernama Puja..


waktu itu, Puja adalah senior di sekolah barunya, dengan banyak nya fans cewek, hebat kan Liya😜


saat setelah Liya berpacaran dengan Puja, dan Liya masuk ke sekolah dengan lingkungan baru, membuat mental masih diambang bingung, mau menjadi anak tumbuh dengan kenakalan atau dengan ciri ciri kuper seperti yang melekat saat dia duduk di sekolah dasar dulu..


"yaa namanya juga kan anak muda, masih labil" ucap Liya dalam otak dan hatinya sendiri


karna teman sekitar memegang peranan penuh juga dalam kepribadian seseorang, akhirnya Liya tumbuh menjadi gadis yang urakan, nakal, acuh, itu juga sebab karna berpacaran dengan Puja


"Liyaa, jalan?" ajak salah satu temannya


"yok.. kemana malam ini?"


"kemana aja ayo deh"


keluar rumah, Pakai tanktop sudah biasa, pakai hotpants apalagi


pulang malam, Apalagi subuh juga sering, jangan ditanya..


teman perokok, pengobat, peminum ada juga


teman gig*lo dan pelac*r nya juga ada


tak heran sejak umurnya yang bahkan belum genap 15th sudah tau dunia kenakalan remaja


hingga akhirnya Liya lulus sekolah SMP dan mencari sekolah, mungkin karna terlalu banyak dosa yang diperbuat di sekolah sebelum nya ya, membuat Liya tak dapatkan sekolah di negri melainkan swasta, ditolak sana sini, cukup lah membuatnya miris


Itu masih belum sadar yaa kalo sebenernya peringatan pertama, juga belum menyadarkan kan istilahnya


dan, Liya harus sekolah di swasta yang ketat keagamaan, awal masuk, Liya kenal dengan kakak senior


bisa dibilang dia benci sama Liya, apapun yang dilakukan pasti salah didepannya, hingga akhirnya ulahnya yang membenci Liya membuat Lia muak akhirnya Liya pun berani melawan nya


"anda ini guru bukan?" bentak Liya


"Liya, jaga bicaramu sama saya"


"lalu anda seenaknya tidak menjaga bicara anda kepada saya, dengarkan saya, kalau bukan karna saya sekolah dan membayar uang sekolah, anda tidak akan dapat penghasilan" bentak Liya


tak lama guru juga ikut partisipasi dengan kakak senior Liya yang ikut seolah membenci Liya, hah bayangin aja, nih guru rela jadi guru wakil kelas di kelas Liya hanya untuk membuat Liya menderita,


tapi semua salah besar, dia salah duga dipikirnya membuat Liya jatuh itu mudah, justru ia yang Liya buat terjatuh, membentak gurupun Liya tidak takut, karna ia diposisi benar

__ADS_1


merasa terus disalah salahkan padahal bukannya urusan pribadi itu bukan masuk ke list urusan guru juga? guru hanya berurusan mengajar bukan mengikut campur urusan pribadi


yaa karna Liya tak peduli siapa dia, entah kakak senior, ataupun guru, selama ia benar ia akan berusaha dibenarkan bukan disalahkan..


hari berlanjut.. dimana Liya memutuskan kembali sekolah di sekolah yang sama, dikelas yang sama, guru dan teman masiu sama


disekolah itu tidak butuh waktu cukup lama untuk seorang Liya memiliki banyak teman, kegiatan yang dijalani bertolak belakang dengan kehidupannya di SMP apalagi saat SD yang kuper itu


"kak, kamu selalu sibuk sejak sekolah SMA, memang sekolah SMA itu banyak tugas ya?" tanya adik Liya


"iya lah, di SMA itu banyak tugas dan kita pulang jam 3 paling lama, itu selama itu tuh, banyak hal kita kerjakan"


padahal Liya pagi sekolah.. lalu pergi bersama teman temannya dan hingga larut malam, pulang sekolah saja minimal jam 2 siang


hingga kini di kelas 3 SMA, atau sekolah terakhir sebelum lulus dan melanjutkan pekerjaan, Liya masuk ke tempat tongkrongan yang cukup terbilang hits


"Liya, kenalin, ini kak Deno" kata Lidia, teman Liya yang mengenalkan Liya dengan Deno


"Liya" sapa Liya mengenalkan dirinya


"Deno" sapanya


di sanalah Liya bertemu dengan seorang lelaki tampan, berkulit bersih bernama Deno


Deno adalah lelaki paling tampan di tempat tongkrongan jadi tak salah jika banyak teman di tongkrongan selalu mengait ngaitkan Deno dengan Liya


karna Deno kan paling tampan, sedangkan Liya bisa lah dikatakan paling cantik dari teman teman ceweknya di tongkrongan


tapi faktanya, mereka memang sedang tidak ada hubungan apapun, saling bertukar kabar, chating, sesekali telfon, ditempat tongkrongan mereka juga saling cerita dan curhat tentang pasangan masing masing, karna ternyata Deno dan Liya sama sama memiliki pacar


setelah umur Liya tepat 17 tahun, ia mulai mengenal open B.O


"Yang penting saya dapat uang" kata Liya dalam dirinya sendiri


Setelah lulus sekolah, Liya mulai kuliah.. disini Liya juga mulai menjadi-jadi, Liya berteman dengan teman Liya yang bernama Inayah, yang biasa dipanggilnya Nay, dia wanita mal , yang sering lalu lalang dengan banyak pria dan ini membuat Liya menjadi-jadi ketika sudah berteman juga dengan Nay


"kamu kenapa berani ambil resiko pekerjaan BO?" tanya Liya kepada Nay


"seolah dunia milikku saja, tanpa melihat kearah depan apa resiko terbesar saya tanggung, kan itu urusan saya, apalagi dunia makin gila, gak ada yang murah jaman sekarang kan Liya" jawab Nay


"hemm bener juga"


"ngomongin aku, kamu gimana? bukannya sama deh ma aku, kupikir kamu juga cewek open BO"


"iya aku buat teman temanku saja"


"tapi teman temanmu bayar kan?"


"ya bayar"


"ya udah sama sama BO, siapapun yang penting bayar sama aja namanya BO say"


"iya aku paham"


kehidupan bebas dijalani, suatu ketika, saat bermain gila dengan pacar teman sendiri itu sering dilakukan oleh Liya, termasuk pacar dari Lidia


jalan, ngobrol, nonton, makan, dengan suami orang, sudah sering baginya, umbar kemesraan, umbar aurat, bahkan memberikannya secara gratis bagi setiap mata yang melihat pun sering dia lakukan


sampai akhirnya....


belum genap 2 tahun kuliah.. sekitar baru menginjak semester ke dua, Liya harus mengalami kecelakaan, patah tangan kanan.. dan ada cerita anehnya dalam kecelakaan yang ia alami

__ADS_1


waktu itu Liya baru pulang dari kuliah, karna teman Liya membookingnya untuk sekedar *****-***** (bahasa anak sekarang) Liya pulang pukul 9 malam..


ditengah perjalanan, di daerah rawan kecelakaan memang tempatnya, Liya melihat beberapa orang pengendara motor menerobos arah depan dari sebuah truk pengangkut mobil yang sedang terdiam ditengah simpang jalan (belokan)


karna melihat beberapa pengendara nekad jalan ya Liya ikut jalan, tapi Liya merasa ambil bagian tengah artinya Liya berada diposisi tengah dimana depan belakang sudah ada pengendara lainnya


tepat saat Liya yang melintas, tertabraklah dia dan lebih herannya, depan dan belakang Liya (si pengendara lain), sedikitpun tak tersentuh oleh truk itu, yaaa.. hanya Liya mengalaminya, heran bukan?


setelah truk itu menyambar Liya, Liya terpental bersamaan dengan motor yang ia kendarai, melesat jauh beberapa meter membuat tangan Liya mengalami patah karna peristiwa itu


lebih parahnya lagi, tak ada seorangpun yang membantu Liya, hanya mengelilingi nya dan saling bersahut-sahutan memanggil Liya, karna mereka tidak ada yang berani menyentuh Liya


"malam, permisi, saya lihat korban" kata polisi


"ini pak"


tapi tak ada yang membopong Liya akhirnya ke tepian jalan hingga polisi datang, polisi mencari alat komunikasi Liya, memintanya untuk mengabari ibu Liya


"bisa saya minta hapenya dulu dik?" tanya polisi


"yaa pak"


"ini saya telfonkan dulu orang tua anda"


setelah mengabari orang rumah, Liya pun dilarikan ke arah rumah sakit terdekat, tapi ditolak dengan alasan parah, ya patah yang dialaminya parah sehingga harus dibawa ke yang lebih lengkap peralatan nya, dan akhirnya harus menempuh jarak lumayan jauh


selama perjalanan dimobil polisi yang waktu itu membawa Liya untuk membawa ke RS, didalam mobil berada Liya sudah tak mampu


"asshadu.." ucap Liya terpotong


tak sanggup lagi menahan sakit dan ketika Liya sudah mengikhlaskan ia harus menerima nasib nya yang harus mengeluarkan roh dari tubuh, tak lama polisi menanyai namanya


"nama nya siapa dik?" tanya polisi itu


"Liya pak" jawab Liya


"ohh" jawab polisi itu kembali diam


yaa hanya nama yang polisi itu tanya waktu itu, dan Liya menjawabnya, tak lama setelah kedua kalinya Liya merasa sudah tak sanggup dan sudah mulai menarik nafas keras-keras


akhirnya mencoba menghembuskan nafas terakhir tapi justru polisi itu menanyai nya lagi soal nama panjang, terpaksa ia menjawab nya


"kalau nama panjangnya dik?"


"Camelia nur azizah pak"


"oh okeh"


ketiga kalinya, Liya sudah merasa ini adalah waktu yang tepat ia menghembuskan nafas terakhir, justru polisi kembali menanyakan kesibukanny, lagi dan lagi Liya harus menjawab


"kesibukannya apa? kuliah ya?"


"iya pak" jawab Liya


"oh okeh"


tapi untuk terakhir kalinya, dirasa ini sudah tepat waktunya Liya harus pulang, yaa pulang kepada sang penciptanya, Liya harus benar-benar pulang


dan setelah menghembuskan nafas, polisi mencegahnya lagi dengan bertanya bahwa ia mengenal Liya yang seorang wanita bookingan


"aku kenal kamu yang sering dapat panggilan buat BO" kata polisi

__ADS_1


__ADS_2