Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
ANS #2


__ADS_3

sesampainya, hadie diperlihatkan teman teman niara juga semua berkelas, tapi mau berteman dengan niara bahkan membantu niara dengan memesan beberapa barang


"niara, ayo kita berkumpul" ajak salah satu teman niara


"iya mikha, gampang, kapan kapan"


"ini aku kasih buat ongkos jalan"


"eh gak ah jangan"


"ambil niara"


"enggak"


tapi mikha terus memaksa


sejak dekat dengan niara, memang membuat hadie lebih banyak pelajaran, sebulan belakangan, tepatnya sejak dekat dengan niara yaa..


hadie merasa melupakan segala urusan nya, ia melupakan pikiran jelek tentang ia tak butuh teman dan menganggap wanita hanya bayaran..


"pak, ini buku laporannya" kata salah satu karyawan


"oh ya, jam istirahat langsung istirahat, saya ganti peraturan, sesibuk apapun harus jam istirahat di gunakan" kata hadie


"waah benar pak? baik pak saya beri tahu lainnya"


karna sebelumnya hadie sangat ketat, jika salah satu karyawan sedang deadline, ia tak dapat jatah istirahat makan siang


setelah pulang, hadie memastikan semua telah pulang.. tak seperti biasanya dimana ia tidak peduli jika s pulang ia pulang lebih awal


"kamu belum pulang?"


"belum pak" jawab salah satu karyawan


hadie meminta karyawan itu pulang jika waktunya pulang


"pulang, kan ada hari besok kan?" tanya hadie


yaa begitu banyak pengaruh baik masuk dipikiran dan kebiasaan hadie sekarang


jika suka pada gadis pengaruh akan lebih mudah diterapkan memang..


Sejak saat itu keduanya terbiasa dengan kebersamaan, hadie sering membantu niara bekerja


"kamu jangan sering datang kesini, kamu kan pasti punya kesibukan" kata niara


"iya udah deh aku melamar pekerjaan ke kamu"


"haha becanda aja"


suatu hari bertemu andrew ketika hadie dirumah niara membantu merapikan pesanan pesanan pelanggan


"niara" sapa andrew


"hai"


"oh ya, ini aku mau kenalin teman ku" kata adrew


teman yang dimaksud andrew adalah lelaki yang sama dengan lelaki yang ditemui niara di rumah makan, yang tidak mau membayar makanan


"kamu" sapa niara kaget


tapi lelaki ini juga ternyata adalah sepupu atau anak dari kakaknya papa nya si hadie


"bang.." sapa hadie


"tunggu, niara kenal, dia kenal, dia siapa?" tanya andrew


"dia teman baruku, dia hadie" kata niara


"terus kenapa kenal temanku ini?" tanya andrew


"dia yang kuceritakan bertemu di restoran itu" bisik niara


"ahh" ucap andrew kaget


"terus kamu kenapa kenal?" tanya andrew lagi pada hadie


"dia sepupu aku"


"oh"


"waah kebetulan, kita ketemu, oh jadi kamu pacarnya adikku?" tanya lelaki itu


niara tak memperdulikan ucapan lelaki itu


"izam" sapa lelaki itu


"niara" jawab niara tampa menoleh


dan ini pertemuan setelah kejadian di rumah makan itu


Niara pun keluar dari rumahnya


"Ra.. jadi keluar sama aku?" Tanya andrew


"Oh tidak, niara akan keluar denganku" ucap jawab hadie


niara pun pergi dengan hadie


Mereka pun berlalu


"okeh kau boleh sekarang bersenang, tapi jangan harap niara akan jadi milikmu" ucap izam dalam hati


Entah perasaan ini untuk niara karna suka atau karna dendam nya baik dendam kepada Angga, ayah hadie atau kepada niara sendiri


ketika sedang bersantai


"hai ra.." sapa andrew


"hai ndrew"


"gak ada pesanan antar?"


"belum ada"


diam beberapa detik


"Ra.. kamu mau gak menikah denganku?" tanya andrew


"Menikah, kamu pikir menikah itu segampang itu" jawab niara

__ADS_1


"Lah terus susahnya apa? Aku suka sama kamu, untuk biaya aku ada, kamu mau hidup mewah juga bisa ktita sudah lama kan kenal"


"Maaf andrew, aku begitu kenal kamu, baik memang tapi aku belum siap juga kok"


"Tapi aku memang menyukaimu"


"Yaa karna kau tau aku , dekat denganku"


Niara pun berlalu, aku berusaha untuk menyakinkannya..


ia melakukan semua yang ia inginkan asal dia bisa melihat niara bahagia, karna memang tulus menyukainya


Apa lagi saat melihatnya membantu sesama dengan rendah hati, inilah yang dia cari, dia yang diingin, wanita kuat dengan segala kekurangannya dan wanita pintar untuk menjaga dirinya sendiri tanpa menunggu penjagaan lelaki lain


tipe ideal andrew sejak dulu


"aku anggap kamu kakakku, lebih berharga dari teman bahkan pacar, tolong mengerti" kata niara


mencoba mengerti, andrew pun melupakan tentang ajakannya menikah dengan niara


bahkan meminta maaf berkali kali karna lancang dengan ucapan menikah itu


niara benar, menikah bukan hal mudah


harus banyak yang disiapkan


beberapa hari berlalu..


karna tidak ada pekerjaan, andrew sengaja menemui izam


"Bisa beritahu aku dimana ruangan pak izam?"


"Oh sudah bikin janji pak?" tanya karyawan


"Sudah, bilang saja aku andrew"


"Sebentar saya telponkan pak izamnya"


setelah menelfon


"silahkan pak, dilantai dua sebelah rak dinding buku"


"terimakasih"


andrew menuju ruangan izam dan sesampainya


"andreew, hai, ada apa? tumben nih?"


"lagi pengen main"


"Jangan berbelit-belit kau mau apa kesini?"


"haha tau saja, cuman mau tanya aja, kemaren itu beneran sepupu mu?"


"Yaa, si hadie? iya dia sepupuku"


"emm, dia suka deh kayaknya sama niara"


"iya kah?"


"emm"


"kenapa izam?"


"ya gak, ini, dia cantik tapi bela dirinya hebat loh dia"


"iya sih"


"Aku ingin kita bersaing secara sehat untuk mendapatkan niara" ucap izam


seketika andrew kaget


"dengan siapa?"


"dengan hadie"


"kamu suka?"


"tertarik, Tunggu tanggal bermain lah"


yang namanya manusia, pasti ada fase lelah..


meluhat wajah niara pucat seperti sedang sakit


"Ra, kamu kenapa?" tanya hadie


"gak papa"


hadie memberikan perhatian kepada niara


setelah memastikan niara lebih baik lagi..


hadie pun pulang


tapi saat diluar rumah niara, sudah ada beberapa orang suruhan izam.. mengobrol beberapa menit dengan hadie, beberapa dari mereka terpancing ingin menghabisinya


tapi sedang bertengkar, tiba tiba andrew datang


"siapa kalian" bentak andrew


"mereka suruhan izam" jawab hadie


seketika itu, andrew menelfon izam


didepan banyak orang itu


"halo, izam.. Dengar baik-baik, gua bilang bersaing sehat, bukan licik seperti ini" kata andrew


"ndrew, gue gak suka ya lo biarin hadie deketin niara"


"itu biar jadi urusan sendiri"


setelah menutup telfon, orang itu diperintah untuk pulang


"izam apa maksudnya?"


"dia suka sama niara" jawab andrew


Keesokan harinya, niara yang tau keributan didepan rumahnya kemaren memaksa untuk andrew memberi tahu alamat tempt berkumpulnya izam..


setelah tau tempat markas berkumpulnya teman teman segeng nya izam

__ADS_1


"izam.."


"Niara? Kau kenapa disini?"


"yang lain tinggalkan markas, gue akan berbicara empat mata" bisik izam pada salah satu temannya


"Baik bos" ucap anak-anak buah izam


duduk berdua dengan izam dan menanyakan apa maksud kemaren izam menghajar hadie


wajah kesal sudah tampak


"ada apa?" tanya izam


"kenapa menghajar hadie? sampek luka-luka?"


"kamu harus tau siapa hadie, dia anak dari keluarga tidak berterima kasih, dia justru membuang ku dan keluargaku setelah mereka sukses"


"Atas dasar apa, aku harus percaya sama kamu?"


"Kamu boleh bertemu kedua orang tua ku langsung"


"gak peduli, itu bukan urusan ku, tapi jangan membuat masalah setitik saja diwilayah rumahku"


setelah memarahi izam..


"aku suka sama kamu, itu alasan utama" kata izam


tapi niara tak peduli, ia terus saja jalan


beberapa hari berlalu, andrew berniat menemui hadie di kantor kerjanya..


menemui hadie lalu mengobrol


"soal izam, aku tau aku gak ada urusannya, tapi berhati hatilah, dia masih ada dendam denganmu ditambah kamu menyukai gadis disukainya" kata andrew


"iya, aku paham"


menuju kantor hadie, dan disana andrew menceritakan semua tentang perasaan izam pada niara


beberapa hari berlalu, ketika sibuk dengan pekerjaannya, hadie tidak sama sekali bisa membantu niara. .


tapi hadie selalu memberikan kabar..


tak lama ayah hadie datang, ayahnya tak sengaja melihat anaknya sedang senyum dengan ponsel


"Kamu mau kenapa,?" Tanya arie, ayah hadie


"pa"


hadie akhirnya menceritakan tentang gadis yang disukai nya kepada arie, ayahnya


arie awalnya ragu, karna ia tau bagaimana anaknya itu mengganggap orang lain dengan rendahnya


setelah tuntas bercerita, arie mengawasi para pekerja


semua berubah, disiplin, rapi..


"selamat pagi pak" sapa satpam yang sedang berkeliling


"pagi"


"oh ya, pak.. pada rapi, apa ada karyawan yang bekerja disini dengan managemen besar? karna saya lihat semua rapi, ruangan aroma nya juga emm"


"tidak ada pak, kami masih sama, tidak bertambah atau berkurang pekerja, semua aturan baru pak hadie"


"hadie?"


"iya, sudah jalan ke empat bulan ini, pak hadie baik pak, dia memanagement waktu sangat pas sekarang, hal kecil ia perhatikan misalkan aroma ruangan dan beberapa meja kursi"


sejak itu, arie percaya, anaknya berubah karna pengaruh cinta


ia ingin tau siapa gadis yang diceritakan tadi..


apa dia juga berpengaruh dalam perubahan segalanya?


meninggalkan mereka.. kini beralih kepada izam..


izam memang pintar membagi waktu nya untuk bekerja dan berkumpul dengan teman temannya..


izam masih merasa jika ia tidak butuh siapa siapa


semua pemikirannya sama dengan hadie di masa lalunya


izam mulai mendekati niara..


ia menyukai niara sejak tau hadie menyukai niara


karna dalam pikirannya..


hadie adalah lelaki yang sangat jauh dari perasaan cinta, ia bahkan manusia berhati beku, lalu bisa luluh dengan sekejap karna cinta?


bertemu di perusahaan makanan miliknya..


niara kebetulan sedang mengantarkan sebuah barang kepada salah satu karyawan tempat itu


izam yang melihat ada niara. ia memperhatikan dari balik jendela lobi


"ada yang bisa saya bantu pak?" sapa satpam jaga


"tidak, kembali fokus pekerjaanmu"


"siap pak"


lalu  memerhatikan niara lagi


sampai ia melihat salah satu karyawan nya menyapa niara


"hai, sudah lama?" tanya pelanggan itu


"gak kok kak, oh ya, barangnya, ini kan, dua ya?"


"iya dua, waah bayar nya kemaren sudah transfer, masuk ya"


"sudah, sudah ada laporan masuknya, terimakasih kak"


lalu menyapa karyawan itu


"siapa dia" tanya izam


"itu niara, teman lama saya sekolah, adik kelas, jualan online jadi saya pesan barang perlu saya pak"

__ADS_1


__ADS_2