Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
DA #4


__ADS_3

"Ini istri saya pak, Agatha, kebetulan istri saya sibuk sama usahanya, saya yang dititipi anak untuk jemput sekolah teledor pak, saya mengaku salah, tapi ada teman berbaik hati untuk menolong saya.. Angel pak, kebetulan lewat depan sekolah anak saya dan membawa anak saya, tapi diperjalanan mau ke istri saya Angel menghubungi saya dan saya lega, karna saya pun baru ingat saat Angel menelfon itu" jelas Vian


Dan terkuak siapa yang benar


"Soalnya gini pak, ada wanita lain yang mengaku suruhan bapak menjemput anak bapak namun dengan paksa"


"Siapa pak?"


"Gina, apa bapak kenal?"


"Gina?"


Dijelaskan polisi, dan barulah Agatha tau siapa gina dan bagaimana kejahatan wanita itu


Saat polisi ingin menahan gina, dengan hati baiknya Agatha membebaskan gina dengan syarat gina berhenti dari pekerjaan nya


"Loh ya gak cukup lah, kalo gak ada Angel, anak kita gimana" ucap vian


"iya.. paham, tau kok, tapi udah lah, maksudnya dia aja kita gak tau, siapa tau dia benar baik, jemput Kaka, kan siapa tau"


Akhirnya Vian pun memenuhi keinginan Agatha


Ketika keluar dari kantor polisi, Agatha menyatakan kekecewaannya pada gina yang ia percaya selama ini


"Saya kecewa kamu seperti ini"


"Tapi saya gak bermaksud kok jahat sama Kaka Bu"


"Iya saya tau, tapi cara kamu salah"


"Salah dari mana, ya yang salah ibu lah, bisa gak ngurus anak demi kerjaan"


"Eh yang salah saya, istri saya sudah menitipkan pada saya, tapi saya yang lupa"


"Tapi tetep ini kewajiban seorang ibu"


"Eh, jangan asal bicara ya.."


"Buktinya, ada baik tapi dibelakang"


"Apa?"


"Istri bapak ini pecandu bir"


"Hei hei hei, saya tau siapa istri saya, saya paham betul siapa dia, dan saya tau siapa kamu sekarang, percuma kamu menjelekkan istri saya, karna orang yang benar-benar mengenal nya takkan pernah percaya fitnahan orang lain"


Tak lama bustomi dengan ayah ibu Vian dan Agatha pun datang


"Saya menghargai kamu, karna saya pikir kamu baik, Dengan wajah cantik tak membuat saya curiga kamu jahat, tapi hari ini saya paham betul kamu bagai mana" ucap Bustomi


"Hei kamu dengar ya, walaupun saya bukan ibu yang melahirkan Agatha, tapi saya kenal betul siapa dia" ucap Mama Vian


"Apalagi saya papa nya, jelas tau bagaimana anak saya" ucap papa Agatha


Merasa terpojok, gina pun berlalu


Tanpa datang ke kantor untuk mengambil beberapa barangnya ia pun tak lagi terlihat di sekitar kantor, mungkin malu, atau kesal rencana nya gagal


Sebulan berlalu...


Esoknya ketika pulang dari sekolah anaknya mereka menuju pujasera


Kaka meminta menelfon papanya untuk berpamitan


"Pa.. Kaka ikut Mama ya"


"Oh Kaka mau ikut Mama ke pujasera"


"Iya pa"


"Iya udah, hati-hati ya sayang"


"Ya pa"


Sesampainya lokasi


"Gimana hari ini?" Tanya Agatha


"Baik Bu, oh iya tadi ada ibu ibu datang ke lapak mie ayam goreng marah-marah"


"Loh marah karna apa?"


"Kurang tau ya Bu, kalo gak salah komplain"


"Yauda makasih, kamu lanjut kerjanya"


Agatha menuju lapak yang bermasalah


"Siang Siti" sapanya


"Siang Bu"


"Gimana"


Memang Agatha tipe bukan orang yang bertanya lebih dulu, namun ia ingin kesadaran masing-masing pekerjanya untuk selalu jujur dan menceritakan kepadanya


Dan semua pekerjanya paham hal itu


"Ini Bu, tadi ada pelanggan pesan 10 bungkus mie, tapi satu saya lupa kasih cabai, kan masing-masing minta 10biji cabai"


"Lalu gak kamu kasih sama sekali"

__ADS_1


"Iya Bu, ditambah ayamnya kan sedikit, ya nunggu bang oji bikin lama, sementara pelanggannya keburu"


"oh, yaudah gakpapa, coba suruh sini oji saya yang akan mengurus didapur hari ini"


"Baik Bu"


"Yaudah kalian untuk beberapa menit jaga stand di depan saja, saya akan masak didapur"


Agatha pun memasak sengaja untuk pelanggan yang sudah bermasalah, berharap ingin mengambil hatinya untuk tidak membenci lapaknya


Setelah memasak... Ia pun menuju rumah pelanggan


"Siti, lain kali ada komplain, hubungi saja saya.. hari itu juga, kalo bikin toping nya jangan dadak nunggu habis semua baru bikin, udah tau menipis langsung bikin ya"


"Ya Bu, maaf"


"Udah udah, gakpapa"


Agatha bersama sang anak menuju rumah Tia pelanggan bermasalah


"Selamat siang bu" ucap nya


"Siang"


"Sebelumnya saya mau bilang terima kasih sudah menjadi pelanggan tetap di lapak mie ayam goreng pujasera"


"Oh ini pemiliknya"


"Iya bu, saya datang untuk meminta maaf, dan saya ingin memberikan ini sebagai permohonan maaf, saya mohon ibu tidak mempermasalahkan lebih jauh soal kemaren"


"Ya yaaa.. iya deh, tapi kamu gak perlu sogok saya"


"Oh bukan sogokan Bu, ini tulus bikinan saya sendiri sebagai tanda maaf"


Beberapa hari kemudian, tepat saat dirinya ingin mengecek kondisi di pujasera nya


Ia melihat salah satu pelanggan nya yang sedang memarahi pekerjanya


"Kamu itu, saya bilang pesan 4pakai madu, yang 1 gak pakai" ucap pelanggan


"Iya Bu saya salah"


"Anak saya alergi madu, lihat alhasil kejang, apa kamu bisa membayar pengobatan nya?"


"Maaf Bu"


"Em, selamat pagi bu" sapa Agatha


"Siapa dia" tanya pelanggan dengan ketus


"Ini atasan saya bu"


"Perkenalkan Bu, saya Agatha, pemilik pujasera"


"Iya Bu, komplain soal apa Bu"


"Saya pesan 5 minuman, yang 4 pakai madu, satunya gak usah, malah dikasih madu semua, anak saya kejang Bu"


",Ya ampun saya minta maaf Bu"


"Pecat aja dia, itupun gak bisa ya menebus kesalahan nya pada anak saya"


"Em... Begini Bu, saya tidak bisa langsung blak-blakan memberhentikan pekerja saya, saya mungkin hanya kasih materi dan pemahaman kembali, tapi untuk kasus ini saya benar-benar meminta maaf, saya mohon ibu memahami situasi dimana pekerja saya sibuk dengan banyaknya pelanggan, membuatnya bingung serba repot, untuk hari ini ibu tidak perlu membayar semua yang sudah dipesan, dan saya akan bertanggung jawab atas pengobatan anak ibu, saya yang menanggung"


"Okeh, saya memaafkan, dan tidak perpanjang asal serius Anda menanggung pengobatan, karna jujur, saya sedang krisis keuangan"


"Iya bu, gak masalah, saya yang nanggung"


Dan setelah mengurus segala materi untuk pengobatan anaknya dan bahkan Agatha memberikan lebih uang untuk jaga-jaga


Agatha kembali ke pujasera


Disambut dengan wajah takut oleh pekerjanya, justru Agatha tak sama sekali marah


"Kamu kenapa begitu, udah saya tidak akan marah, serius, kamu tenang aja, saya udah mengurus semua"


"Saya pikir ibu pantas memotong gaji saya atau bahkan memecat saya"


"Ya enggak lah, ini kan usaha syaa, kamu hanya bekerja, ya saya yang bertanggung jawab"


"Makasih ibu, ibu terlalu baik"


"Heeem bisa ya merayu"


Dan tak lama di waktu yang sama, melihat gina datang membawa lamaran ke lapak sebelah Agatha berbincang dengan pekerja yang bermasalah baru saja


"Mbak, saya mau melamar kerja disini dimana ya taruhnya" ucap gina


Kebetulan memang gina tidak tau pemilik itu adalah orang yang pernah ia jahati


"Oh, bisa bertemu sama manager kami, ibu ila.. silahkan beliau berada di ruangannya, Anda lurus saja, nanti diujung Anda kekiri dan dikiri ada ruangan Anda ketuk saja"


"Oke makasih"


Gina pun menuju ruangan ila


"Masuk" teriak ila mendengar pintu ruangannya diketuk


"Siang Bu"


"Siang"

__ADS_1


"Ibu permisi, saya mau menaruh surat lamaran bekerja"


"Oh bisa, silahkan duduk"


Melihat beberapa pengalaman nya, ila sempat meragu akan menerima gina, namun Agatha masuk tanpa mengetuk


"Siang" sapa Agatha


"Siang bu" sapa gina


"Kamu kenapa"


"Ini Bu, ada pelamar"


Gina melihat kearah Agatha pun kaget


"Hai gina, kamu cari kerja?"


"Bu Agatha"


"Iya, saya pemilik ini"


"Oh maaf Bu saya gak tau, saya permisi gak jadi mendaftar"


"Loh kenapa"


"Saya tau tidak akan diterima, ditambah ekspresi wajah Bu ila tadi tidak yakin sama saya"


"Oh gini ya gina, kamu bisa bekerja disini, kamu butuh pekerjaan untuk keluarga kamu dan ibu kamu sakit saya paham, jadi kamu bisa bekerja disini"


Agatha menarik lamaran ditangan gina dan memberikan pada ila, dan gina sudah resmi menjadi pekerjanya


"Ila, kasih seragam kepada dia, masuk lapak yang mana yang kurang pekerja ya"


"Bu Agatha, makasih" ucap gina mengejar Agatha


"Iya Samasama"


Sejak itu gina berubah benar-benar baik dan ingin membalas kebaikan Agatha demi ibunya.. ia sadar Agatha mang orang baik


Vian yang tak mengurusi soal pujasera pun tak tau tentang gina


Kehidupan membaik, dan benar.. gina benar berubah dan mulai membayar kesalahannya kepada orang yang pernah ia Jahati namun membantunya


Hingga saat dimana Vian tahu gina bekerja dengan Agatha yang berawal marah. Agatha menjelaskan mengapa ia menerima dan hanya karna ingin membantu


"Ayolah om, anggap aja dia orang baru minta kerjaan sama kita, kita kan harus bantu selagi bisa" ucap Agatha


"Okeh, tapi aku juga akan utus salah satu orang untuk menjadi kaki tangan sekaligus mata ku mengawasi dia"


"Siapa?"


"Kalo aku kasih tau gak lagi jadi seorang mata-mata dong"


Agatha dengan Vian pun tertawa hari itu..


Yaaa... Mereka menerima gina bekerja dan kelamaan juga Vian memaafkan gina karna gina memang seorang yang benar berubah..


.


.


.


.


.


.


.


-SELESAI-


List Cast #


Daniella Agatha - Agatha


Alviansyah / Vian - suami


Angkasa Priawan - anak


Faldo - mantan pacar


Karin - pacar Faldo


Tania - ibu Agatha


Bustomi - sepupu Vian


Ila- manager pujasera


Danial


Yani - staff pujasera


Gina - staff pujasera


Angel - staff pujasera


Siti - staff pujasera

__ADS_1


Tia - staff pujasera


__ADS_2