Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
SMM #8


__ADS_3

dan ketika perdebatan selesai..


hari cukup gelap saat ini..


entah ada apa..


suasana hati membuatku lupa segala hal yang seharusnya kulakukan untuk persiapan berlibur


dan ketika Xieng Yuang mengajakku jalan untuk membeli beberapa baju dan keperluan berlibur..


ketika aku baru membuka pintu mobil nya..


aku melihat mobil Mao Do baru datang..


"ayo" ucap Xieng Yuang


"bentar"


aku menghampiri mobil itu...


"jadi ke pantai nya weekend ini?" tanya Mao Do


"jadi pa.."


"ada perlu perlu baju, peralatan lainnya?"


"ini mau keluar sama teman ku"


"oh yaudah, papa transfer ke rekening kamu, 200RMB cukup?"


"ha.. kebanyakan itu pa"


"udah gakpappa"


dan Xieng Yuang menghampiriku


"emm pa.. kenalin, ini Xieng Yuang"


"oh, hai, Mao Do" ucapnya


"Xieng Yuang, emm paman..."


"iya, saya papa nya Nada.."


"ah... berarti juga..."


"papa nya Ming Du" jawab Mao Do


dan ketika aku pergi jalan..


Xieng Yuang menitipkan mobilnya di salah satu parkiran restoran..


lalu makan disana, dan berjalan kaki menyusuri beberapa penjual sepanjang perjalanan kami banyak macam macam yang di jualkan dengan harga cukup murah, jika disini, entah bagaimana jika barang ini diindonesia


hari itupun tiba..


dimana kami berlibur..


liburan hari ini adalah hasil kerja keras bersama kami.. ada andil Ming Du disini, tapi dia sudah tak lahi bersama kami..


"Nada.. yang lain sudah di bis.. apa kamu tidak naik bareng mereka?" tanya guru Noo Xue


"oh bareng kok pak, tapi saya menunggu Xieng Yuang, terus bapak?"


"oh.. ehm saya juga nunggu Su Paan, guru medica yang baru"


ah baru kusadari, mereka ada something..


dan ketika sesampainya di pantai..


"tidak turun?" tanya ku pada Xieng Yuang


"aku paling gak suka kesentuh air bersamaan dengan terik panas"


"oh..."


beberapa hari berlalu..


setelah liburan berakhir dan kami menjalani kembali aktifitas..


ketika itu aku sedang mengadakan rapat bersama beberapa teman Mao Do yang juga rapat besar karna yang datang beberapa pengusaha besar...


aku diminta menjelaskan tentang mesin, dan pembuatan mesin tanda bahaya..


proyek ini cukup besar..


aku membawa nama QyinMa tak sembarangan berperan..


"oh kalau tidak bisa sudahlah, jangan, tidak masalah" ucap Mao Do kepada asistennya


"baik pak"


aku menyapanya..


"ada apa pa?"


"oh ini, perusahaan yang kami undang ada satu tidak datang.. memang perusahaan ini susah untuk diajak kerja sama dan urusan undangan.. maklum saja pengusaha benar benar pengusaha pemiliknya"


"oh..."


dan setelah menjelaskan mesin yang akan dirancang oleh sekolahku


kami diminta merancang sebuah mesin pendeteksi bahaya..


bisa dilekakan dimobil, atau motor, atau kendaraan lainnya supaya kita tau jarak berapa meter lagi sedang terjadi suatu kendala..


dan butuh waktu selama 3bulan kami lakukan riset ini..


aku tak mau diganggu, pendidikan ku adalah utama, jika ribet dengan urusan cinta, aku rela lepaskan cinta itu..


begitupula dengan Xieng Yuang, yang selaly meminta ku meluangkan waktu cukup banyak untuknya.. tapi aku tidak bisa..


waktu 3bulan bukan waktu yang lama..


"kalau mau kamu putuskan saya, putuskan saja, maaf Xieng Yuang aku fokus pada sekolah"


"kamu terlalu teropsesi dengan sekolah ini, sampai saat nya kamu lupa seperti sekarang jika aku butuh kamu"


dan aku terus berjalan..


ia mencoba meminta maaf padaju dihari selanjutnya..


aku maafkan, tapi aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan yang sudah jadi tanggung jawabku..


dan hingga tiba bulan demi bulan berakhir...


aku pun menyelesaikan tugasku..

__ADS_1


percobaan dimulai dan kami lauching mesing yang dijual cukup fantastis itu..


uang sedikit demi sedikit ku tuai..


aku berbagi dengan Sung Ma..


memang dia bukan ibuku, tapi dia orang pertama di kota ini yang menjadikan aku anaknya..


namun ketika aku mulai banyak waktu menemani Xieng Yuang..


kami bahagia, tapi beberapa hari bahkan belum genap sebulan


aku mendapat kabar..


Xieng Yuang kecelakaan mobil..


aku berlari..


kerumah sakit yang di maksud polisi..


ketika aku datang, kedua orang tua nya memintaku menjaga Xieng Yuang karna mereka dimintai penjelaskan ke kantor polisi..


dan ketika aku masuk..


"silahkan masuk" sapa dokter


"gimana dok kondisi-"


"pacar kamu belum stabil.. tapi sudah membaik, tadi juga sudah sadar"


dan ketika dokter meninggalkan aku dan Xieng Yuang disana..


aku menghubungi Chu Zuhn, bahwa jam ini aku dan Xieng Yuang tak dapat hadir..


aku mengabari mereka Xieng Yuang kecelakaan, sorenya, setelah mereka sekolah, satupersatu datang menjenguk..


saat aku, Chu Zuhn, Sun Mih dan kebetulan Man Nna pulang lebih dulu..


"eh Nada.. Xieng Yuang bangun" ucap Chu Zuhn


akupun berjalan masuk, dan mendekatinya..


Xieng Yuang hanya duduk, terdiam, melirik sana sini seperti kebingungan..


tak lama kedua orang tua Xieng Yuang datang..


"mama.. papa, kalian dari mana?" tanya Xieng Yuang


"kami dari polisi, kamu istirahatlah, keadaanmu belum juga stabil.."


"kenapa mama tidak suruh saja asisten temani aku"


"loh, kan ada teman kamu"


"mereka teman ku?"


"iya.. disekolah QyinMa, ini pacar kamu"


"mama bercanda.. bagaimana bisa aku berpacaran sama wanita semacam dia" ucapnya


aku kaget.. aku benar benar tak menyangka.. yang dokter katakan itu benar adanya..


"gegar otak cukup parah... membuatnya kehilangan setengah dari memorinya.." jelasku pada kedua orang tua Xieng yuang juga beberapa temanku..


dan aku berjalan pulang..


sesampainya di asrama..


aku duduk berdua dengan Sun Mih..


tak lama? Man Nna datang..


Sun Mih menjelaskan..


"sabar.. mungkin memang bukan jodoh"


"iya Nada, aku cukup sedih, kisah cinta kamu dua duanya menyedihkan.. yang satu adalah kakak kamu, dan sekarang kehilangan memori ingatan"


aku ingin menangis..


aku benar benar rapuh..


ketika aku masuk kembali kekelas..


aku sedih melihat Xieng Yuang..


dan beberapa anak lainnya membantuku membalikkan ingatannya, tapi percuma..


bahkan video kami yang sedang bercinta tak ia akui, ia mengatakan " bisa saja ini editan, sekarang jaman canggih "


dan ucapan itu membuat aku menyuruh teman lainnya menghentikan membantuku mengingatkan ingatan Xieng Yuang..


aku cukup ikhlas..


dan hari baru dimulai, dimana tanpa cinta, tanpa kasih sayang lagi..


fokus ku hanya untuk masa depanku..


namun..


ketika beberapa bulan lagi kelulusan ku..


kepala sekolah memanggilku


mengatakan aku mendapat panggilan kerja..


wah ini benar benar hal yang sangat menyenangkan didengar..


belum lulus sudah ada yang menawari aku pekerjaan..


"yaa.. perusahaan air mineral yang cukup dikenal di negara ini, perusahaan besar, mendengar kepintaran kamu, mereka meminta kamu datang setelah lulus membawa beberapa sertifikat prestasi" jelas kepala sekolah


"makasih pak"


dan ketika hari kelulusan tiba..


sampai saat ini Xieng Yuang masih lupa siapa aku, siapa kita..


dan sehari setelah hari kelulusan itu..


butuh waktu sejenak untukku beristirahat penuh sebelum akhirnya datang ke perusahaan air mineral (Cheu City) itu yang aku dengar nama pemiliknya Fu Xao Dum Cheu (pak Fu Xao)


ketika seminggu berlalu..


kurasa badanku sedikit gemuk... ah selama seminggu ini aku menyempatkan waktu sedikit berolah raga..


ketika aku sampai di perusahaan Cheu City

__ADS_1


aku berjalan mendekati pintu utama yang cukup besar..


"pak.. saya Nada.. panggilan dari kantor ini dari QyinMa university" ucapku


"oh silahkan registrasi dulu"


dan selesai, aku diarahkan menggunakan lift..


aku hanya diam sampai beberapa kali orang bergantian masuk


tak lama seseorang menyapaku..


"ada yang bisa saya bantu?"


"ah.. emm.. hehe.. ruang pak Fu Xao dimana?"


"oh presdir.. ada diatas"


"presdir? ah maksudku yang ku cari Fu Xao"


"iya, dia presdir, presiden direktur"


"oh.. iya.. iya..."


"biar saya antar"


"pakai lift?"


"iya.."


"emm.. pakai tangga biasa saja.. saya sudah tau kok ruangannya, makasih" ucapku..


dan ketika aku mulai menaiki tangga, beberapa petugas kebersihan mulai bingung..


entah apa dipikiran mereka..


tapi aku melanjutkan jalanku..


ketika aku mengetuk..


"masuk" sapa presdir


aku melihat sudah ada lelaki yang menyapa ku tadi yang ku tolak ketika akan naik lift


"loh bapak kan?" tanyaku


"hehe iya.. kan sudah saya bilang pakai lift, lebih cepat"


"memang pakai apa dia?" tanya presdir yang masih takku ketahui wajahnya karna membelakangiku


"naik tangga presdir" ucap orang itu


dan ia melihat arahku..


wah, tampan, dewasa, berwibawa.. ah tapi itu hanya kesan pertama..


"kenapa naik tangga?" tanya presdir


"emm.. saya gak ngerti cara pakai lift" jawabku


dan lelaki itu tertawa, yaa asisten pribadi presdir


menertawaiku.. tapi tidak dengan presdir...


"mau apa kesini?" tanya presdir


"saya Nada pak, dari QyinMa"


lagi lagi, *** pribadi presdir yang bernama Xie Lung itu tertawa...


"ah kamu bercanda ya.. seingat ku Nada murid cukup berprestasi" ucap XieLung


"saya pak, ini kartu pengenal saya selama di QyinMa"


dan lagi lagi XieLung tertawa..


ia berbisik sesuatu yang tak kuketahui..


ah aku sepertinya jadi bahan pembicaraan mereka


"okeh, kamu kerja mulai hari ini, dan XieLung akan menjelaskan seluruhnya apa saja yang jadi tugasmu"


dan ketika hari dimulai, aku bangga, cukup bangga pada diriku, perusahaan ini cukup besar tapi merekrut ku untuk jadi karyawan nya..


dan ketika seiring berjalan nya waktu, aku terbiasa dengan pekerjaanku..


sampai suatu ketika..


aku masuk memberikan tanda pengenal..


lalu aku berdiri tepat didepan lift..


ketika aku masuk..


aku takut sendiri..


bingung, beberapa menit aku lewatkan hanya untuk berdiam didepan lift


hingga tibalah Fu Xao..


sikap dingin, wajah datar, tanpa senyum..


kurasa rahangnya sedang lengket..


ketika pintu lift terbuka.. Fu Xao menarikku dan masuk..


tinggallah aku berdua dengan Fu Xao disana..


"biarbaku jelaskan.. tadi tombol diluar untuk membuka pintu lift ini, lalu kamu pencet tombol ini kemana lantai tujuanmu" jelas Fu Xao


ketika aku rasa sedikit ada pergerakan..


aku memegang lengan Fu Xao ketakutan


"ini tandanya lift sudah berjalan.." jelasnya lagi


"maaf pak maaf"


setelah menjelaskan, tak lama pintu kembali terbuka..


aku keluar..


"kamu kenapa?" tanya presdir


"perutku mual, pusing.."


"cepat minum obat lalu kembali bekerja"

__ADS_1


"baik pak"


__ADS_2