
dia memperkenalkan namanya kasih, tanpa pikir panjang karna waktu mepet jadi aku dimake over tak sempat pikirkan ada yang ganjal dari Kasih ini..
setelah semua selesai, aku hendak membayar justru uangku ditolak karna aku teman kost kakaknya, kamipun berdebat sedikit untuk masalah pembayaran karna aku gak nyaman jika gratisan, tengah perdebatan kami datang seorang cowok, dan berteriak ucapan sayang
aku kenal itu suara galuh, dan benar itu Galuh
"tapi kenapa dia panggil sayang?" Tanyaku dalam hati
lalu Galuh pun masuk..
"sayang? loh Cicha? Kok kalian berdua disini, udah pada kenal ya?" tanya Galuh
"kamu yang ada disini itu ngapain?" tanya Cicha
"cha, ini pacar aku" jawab Kasih
"dia mah udah kenal aku yankk, kan teman satu sekolah"
"oh ya?" tanya Kasih
Oh Galuh dan Kasih pacaran, dengan sedikit sembunyi-sembunyi aku bicarakan tentang muka kasih yang familiar menurutku pada mereka..
"em kasih.. aku pinjem Galuh bentar yaa" kata ku
"oh ya boleh aku tunggu didalam ya"
"eh galuh, aku kok familiar ya sama mukanya, kayaknya yang aku pernah ketemu tapi dimana gitu" tanyaku
"ah masak, perasaan mu aja kali, eh.. tapi bener juga sih kamu kalo familiar dia itu saudara kembar si Amara, temen satu geng ku itu loooh"
"ah masak, bercanda kamu ya. Tapi kalo bener pantes familiar hanya saja dia lebih cantik"
"sama aja kali cha, namanya kembar ya mirip lah, hanya saja dia feminim dan kakaknya tomboi"
"tunggu dulu, kalo Amarah dan Kasih itu kembar, dan kasih punya kakak yang bernama Camelia artinya mereka saudara donk?"
"iya lah cha, pake nanya lagi, jelas beda tipis gitu mukanya, lu nya aja yang over cuek, udahlah ayo masuk, kasih nunggu tuh"
"Berarti dalam data yang menunjukkan mereka yang dimaksud" tanyaku dalam hati dengan memasuki salon lagi
tiba-tiba handphoneku bunyi, dapat 5 panggilan tak terjawab dan beberapa pesan, 4 panggilan dari Rasha, dan 1 lagi panggilan dari Odie dan pesan dari baverlee teman kostku
"ada yang carik dek"
"dek cepet pulang lah kasian dia nunggu dari tadi" isi pesannya. saat hendak ku telfon balik Odi telfon dluan
"Dari mana ajah cobak, Rasha nungguin didepan kost mu" ucapnya di telfon
aku menjelaskan pada baverlee dan khirnya ku menghubungi dia untuk datang ke salon
(Dalam telfon)
"kamu dimana, katanya gak ada di kost?" tanyaku
"iya kak maaf aku lagi ada di salon, coba tanya ke temen satu kost ku yang namanya Camelia"
Sesampainya di depan salon datanglah Rasha, dan dengan mengagetkan ku Galuh menggodaiku dengan Rasha, dan kasih menyuruh nya masuk tapi Rasha menolak nya dengan alasan "lain kali saja pasti masuk kok"
Setelah diperjalanan kamipun bercerita tentang dia yang harus pindah sekolah, dan aku tentang suka duka sekolah disitu, kami bertukar pengalaman
sesampainya di tempat, iya mengajakku makan malam kali ini bukan berdua, tapi dengan teman-temannya, yaa tidak seperti dipikiran ku, kalau dinner ya berdua, tapi ini rame, yaa positif ajah lah justru bagus donk aku dikenalin ke temennya yang lain, gerutuku dalam hati
Temannya menggodaiku dan Rasha, mereka bilang pacar yang ke berapa, fiks kesimpulan ku Rasha playboy, cukup sampai disini mengharapkan dia, "untuk gak keburu cinta" gerutu ku dalam hati..
okeee balik lagi ke misi selanjutnya..
Misi lanjutan, karna aku sudah tau kemana aku harus mulai misi ini.. yaa.. aku mulai dari yang terdekat dan yang tertua, Camelia kakak kandung dari amarah dan kasih
__ADS_1
aku mencoba berbicara panjang lebar jelaskan dari awal sampai akhir, dia paham sekali dengan posisiku dan dengan sifat adiknya
"iya paham saya Cha, tapi gini"
camelia pun menjelaskannya
"aku pusing sudah sama anak itu, gak ngerti aku, aku pengen kok bantuin bayar sekolah tapi dia kebangetan kurang ajar, dah kayak gak butuh aku gitu" kata Camelia
"iya sih, terus kamu lepas tanggung jawab?"
"ya enggak, aku bantuin kasih aja biar kasih yang bantui kakaknya"
"terus kasih gak sekolah? kan harusnya sama ama si Amara?"
"nah itu karna kasih memilih berhenti dan bekerja asal kakaknya sekolah, saking kerasnya kakaknya pengen sekolah"
"astaga Amara itu ya" ucapku pelan dan nyesek
gak terpungkiri, sibuk perhatikan kedua adiknya, tapi dia tetap fokus pada kerjanya gimanapun dia anak tertua dan harus membiayai sedikitnya untuk adik dan dia sendiri, aku mengerti jadi dia
justru aku jelaskan lagi, aku hanya ingin membantunya, dan syukur dia mau membantu ku, dia mencoba menasehati adiknya tapi tak mau mendengarkan ucapnya bikin ku kesal
"kakak nya aja gak didengar gimana aku" gerutu dalam hatiku
dan ia mengusulkan untukku bicara pada kasih. Karna sedikit banyak nya yang didengar ya hanya kasih mungkin karna kembar jadi mengerti batin masing-masing dengan kembarannya..
Keesokan harinya saat pulang sekolah aku hendak menemui kasih disalon dan berangkat dari sekolah bareng Galuh,
sesampainya..
aku menjelaskan lagi kedua kali seperti yang dijelaskan ke kakaknya, dibantu Galuh akhirnya bersedia membantu, tiba-tiba kasih ingat sesuatu kalo setiap pulang sekolah, Amara pasti datang ke salonnya
lmaklum sejak dulu salonnya kan rumah mereka yaa cukup besar lah, terbilang salon nya masuk ruko (khusus rumah toko)
aku mulai bicara dengan Kasih dan Galuh..
tak lama..
terdengar motor berhenti
"itu Amara" kata Kasih
aku diminta bersembunyi dan hanya aku yang bersembunyi, Galuh tidak, aku bersembunyi dikamar kosong yang isinya barang-barang, bukan gudang kalo gudang barang-barang yang tak terpakai tapi ini barang masih baru-baru untuk keperluan salon kasih sepertinya
dan benar dugaan kasih, Amara datang
"lu ngapain disini?" tanya nya pada galuh dengan ketus
"lu lupa ya gua kan pacarnya kasih" jawab Galuh
"harusnya kalian putus, lu udah berkhianat sama gua dan Alex"
"apaan sih mar, ini urusan pribadi jangan disamain sama yang lain, aku sama dia gak ada urusannya dia sama lu"
"bikin malas aja" teriaknya karna kesal melihat Galuh
Setelah beres-beres Amara pun keluar dan kasih menyuruh galuh untuk pulang, karna kasih akan mengintrogasi kakaknya yang keras, Galuh mengajak Cicha pulang tapi Cicha masih ingin disana..
kasih sendiri tidak tau jika Cicha masih disana, ia pikir Cicha sudah pulang dengan Galuh..
Kasih menemui kakaknya dan mencoba berbicara..
"Amara, kamu gak capek ya bikin ulah, gak capek bikin susahnya aku sama kak Lia? Kapan sih kamu bisa berubah, kapan kamu bisa lihat pengorbanan aku sama kak Lia buat kamu?" tanya Kasih
Amara hanya melirik arah Kasih dan kembali memainkan ponselnya
"liat kak Lia harus banting tulang disamping dia nyari makan sendiri dan kuliah sendiri dia cari nafkah untuk kita" tambah Kasih
__ADS_1
"kita? kamu kali, dia gak perna tuh kasih aku apa apa?"
"iya dia kasih aku memang bukan kamu, tapi aku kasih kamu kan, apapun, termasuk sekolah ku" jawab Kasih
"kenapa? Ga ikhlas dia biayain kita? Gak ikhlas dia kasih nafkah kita? Lu kena hasut apa sama si Galuh ha?" Dengan nada kesalnya
"bukan gak ikhlas ataupun kena hasut tapi cukup liat aku aja, aku rela demi kamu, aku gak lanjut sekolah hanya karna pingin liat kamu yang sekolah, sampai kamu sukses dan kaya lalu aku berharap kamu bantu aku lanjut sekolah ku yang tertinggal" kata Kasih
lagi lagi Amara hanya diam..
"segitu besarnya pengorbanan ku untukmu, tapi kamu msih aja keras, masa lalu kita sama kan, tapi aku mampu jadi lebih baik bukannya tambah buruk, plis mar berubah demi aku, bukan demi lainnya, lihat bagaimana diposisiku, sebesar apa pengorbanan ku buat kamu" kata Kasih
Dengan wajah dan sikap biasa saja, terlihat Amara sudah sangat keras memang, tapi wajahnya tidak bisa berbohong,
aku tau dia memikirkan Kasih, ia mencoba mendengarkan kata kasih dan dicernanya baik-baik
"kamu makan yang ingin kamu makan, tapi aku enggak, kamu datang minta uang aku kasih, teman temanmu datang, makan, aku buatkan, apa kamu tau dibalik itu, aku sudah makan atau belum? enggak tau kan?" tanya kasih
aku melihat, Kasih benar benar sedih mengutarakannya sekarang, aku tak tega tapi jika aku keluar.. aku akan terlihat ikut campur urusan
"terserah kamu sudah mar mau apa, toh aku emang gak pernah kamu peduliin. Aku terus yang berkorban, kalo gak aku ya kak Lia, terserah kamu sudah penting aku sudah lepas uneg-uneg" kata Kasih
saat Kasih akan berjalan pergi, dengan sigap Amara memeluk kasih dengan menangis
meminta maaf dan berjanji akan memperbaiki dari awal, membantunya sekolah lagi, akupun ikut menangis melihatnya karna aku tau posisi mereka
"maafkan aku, aku memang bukan anak yang cukup membantumu tapi menyusahkanmu" kata Amara
"Amara, kita kembar, kamu ditinggal ibu bapak, aku juga, bahkan kak Lia juga, plis lah pahami aku" kata Kasih
"soal kak Lia, aku benci dia, dia gak pernah menoleh arahku"
"kata kamu, dia peduli banget diluar itu padamu"
aku pergi diam diam, menuju ke kost..
mengatakan pada Camelia..
"kaaak Lia" panggil ku
"wooh, aku masak, sini"
"masak apa nih?"
"masak capjay, gimana gimana, salon nya?"
"Kasih pinter banget ya kak"
"dia ahlinya salon memang"
"kak"
"emm"
"aku mau bicara"
"soal?"
"soal Amara"
aku menjelaskan pada Camelia tentang yang terjadi, dan aku memohon agar kak Camelia juga memaafkan adiknya..
"itu didepan kasih saja, itu pasti berlaku beberapa hari saja" kata Camelia
"kak, tapi janji sama aku, kalau mereka datang kesini, dan meminta mengobrol atau bahkan meminta maaf padamu, maafkan"
"Cicha, kamu gak perlu bicara itu, sebelum kamu berpikir begitu, aku sudah selalu memaafkan Amara"
__ADS_1