
"kamu tau gak chef bram, aku nih ya habis umrah, yaaa sama keluarga, aku minta aja disana kamu dapat anak kembar, kan kamu suka kan, jadi aku doain" ucap sitha
"oh ya, pantes, asli chef sitha, seperti mustahil dokter istri saya yakin anak kami satu eh pas lahiran dua.."
"iya, kamu kan pernah bilang ingin anakmu kembar"
"iya makasih chef sitha"
dari sekian lama obrolan, sitha tak membahas sedikit tentang aku, hanya bram dan kedua anakku..
entahlah, tapi emang itu yang kudengar
"mama.. kenapa gak masuk ja" sapa abra..
"eh nak, iya papa lagi sibuk kayaknya"
"cuman tante sitha ma.. masuk ma"
bahkan kedua anakku tau didalam ada sitha.. arrhh pikiran ku penuh dengan negatif thingkink ini
aku pun menitipkan makanan untuk bram kepada anakku abra
sementara aku pergi
ya tuhan... gini dah kalo pernah buat salah dimasa lalu, dan liat orang yang kita sayang hampir melakukan itu pikiran jadi gak tenang..
aku benar benar takut karma itu kepadaku
malam nya ketika bram pulang, aku berpura pura tidur
"sayang... beib" sapa bram masuk kamar
aku masih diposisi ku berpura pura tidur
"dia tidur.. bukannya bisa tidur kalo aku temenin ya" gerutunya pelan
yaa aku memang bisa tidur jika ada aroma tubuh bram..
ketika bram harus pergi menginap diluar kota, aku takkan bisa tidur malam
bram memelukku dari belakang
"kamu pura pura ya sayang?" bisik bram
aku masih terdiam dengan berpura pura tidur
kelamaan bram juga tertidur...
paginya aku memang tak membangunkan bram, biasanya, bangun dan melek langsung bangunin bram baru turun dari kasur
pagi ini enggak, aku langsung ke dapur mwnyiapkan sarapan bram dan anak anak...
tiba tiba bram memelukku dari belakang
"beib... kamu kenapa tidur duluan semalem" ucap bram
"apa sih, lepasin, ntar dilihat anak anak juga gak enak"
esok harinya...
kembali aktifitas, tapi terlihat bram masih dengan telanjang dada dan hanya memakai kolor
"kamu gak pergi ke sekolah?" tanyaku
"enggak, sampek kamu bilang berhari hari ini kenapa cuek"
"cuek apa sih, aku kan tetep siapin sarapan, nyiapin perlengkapan kerja, beres beres rumah sama anak anak, apa yang berubah?"
"yaa itu iya, tapi sikap mu loh, kenapa sih?"
"ya gakpapa"
aku membuka lemari karna aku akan mengambil baju hem kerja milik bram terletak diatas.. aku mengambil dengan susah payah, bukannya membantu justru bram mengangkatku dan membawa ku keatas ranjang tidur
"apa, gaenak sama anak anak, kamar udah dikunci.."ucap bram
"kamu ini apa sih"
bram terus menciumi bibirku..
"aku gak berhenti, sampai kamu bilang, knapa kamu"
"gak papa ah elaaa... lepasin, masih pagi loh"
ketika bram memperkosaku pagi itu..
__ADS_1
akupun mengatakan jika aku tak suka perlakuannya dengan sitha
"beib pagi pagi kamu dah giniin aku, males aku nah" ucapku
"salah sendiri gak bilang kenapa"
"hmm.. aku tuh gak suka kamu deket sama sitha"
"sitha? emm... buat apa kamu cemburu?"
"gak suka aja"
"my heart, my brain, my mind, and in my eyes there are only you, not him, not them"
"I know, I really know, but I don't like you being close to other women even when it comes to work, bukannya kamu orang yang tak mau dekat dengan wanita lain, bukannya kamu orang yang cuek pada wanita lain, bukannya itu caramu memperlihatkan cintamu?"
"okey, okey, aku akan lebih tegas dan gak akan dekat dengan wanita lain demi kamu.. you know I got a punishment from God when I knew you were close to other chefs ... but I wouldn't let you get the same punishment as me that day"
aku memeluknya untuk membiarkan nya mengeluarkan sesuatu cairan dan menyelasaikan permainan ini
daaan dia benar benar berubah.. ia benar benar lebih dan lebih lagi tak terlalu menganggap jika wanita lain mendekatinya... ohh thanks god
tapi... bukan sampai disini masalah nya.. kemaren, bram masih terbilang banyak haters karna galaknya di beberapa acara memasak ataupun acara offline.. tapi kini sejak perubahannya yang semakin galak dan tegas.. entah mengapa banyak wanita yang sering berkomentar tentang suka nya mereka pada perubahan bram..
diliat liat chef bram ganteng yaa
kak... kok makin cool aja.. tegas juga iya uuch keren..
dan bla blaaa blaaaa masih banyak lagi yang memuji tentang suamiku
dan ketika ketenaran menyapa suamiku.. bukan alasan tepat hanya karna aku dan bram pasangan chef yang digandrungi tapi masih ada yang tak suka dengan hubungan kami
bahkan banyak juga yang berkomentar pada abra dan acnez kedua anak kembar ku
bahwa netizen menyayangkan abra dan acnez memiliki ibu dan ayah seperti kami..
lalu kenapa? bukannya anak seperti mereka yang berbakti itu jarang yaa dijaman milenial kalo kata anak jaman sekarang?
chef cilik ternyata latar bagroundnya bonyok chef semua.. pantes pinter
si kembar chef cilik ini udah cantik dan ganteng, juga bakat dari kecil
si kembar chef ini ternyata anaknya si chef galak judes sama si chef cantik lembut tapi gak bisa urusin rumah
beberapa komentar masuk ke lama pribadi akun kedua anakku.. tapi mereka tak memperdulikan..
sampai suatu hari ketika bram sedang harus keluar kota, dan ruangan diambil alih oleh ku...
aku iseng memiskol telefon kepada bram, tapi bram justru menelfon balik
"apa beib?" ucapnya
"hehe iseng, kamu gak sibuk?"
"enggak, kebetulan rehat, kamu dikantor?"
"iya... "
karna tak sempat mematikan video calling dari bram, aku membiarkan nya karna mengobrol dengan sitha yang tiba tiba masuk tanpa permisi
"chee... chef bra...ma" ucap sitha kaget
aku bersikap biasa saja, karna memang aku tak ingin ribut
"kenapa gak pakai ketuk? apa sudah biasa orang asing masuk tanpa mengetuk keruangan ini" ucapku
"eh, chef yoora, memang chef brama kemana ya?"
"brama ke bogor, meet n great"
"oh... emmm oh iya.. kamu pernah gak sih sama chef brama salah argument, atau beda pendapat, dan lainnya?"
"untuk itu sering"
"soal apa?"
"soal yaaa image kali yaa... dia kan gak suka saya pakai image lembut untuk sifat chef itu harus tegas"
"emmm sering begitu?"
"sering banget lah, tapi pupuk aja sih buat hubungan makin erat"
"emmm.. iya jangan kasih kendor, nanti cowok lain masuk, makin berantakan dan ancur kan"
"nah itu, eh tapi emang kenapa harus cowok, biasa aja kan cewek lain berusaha merusak dengan memulai dari hal sekecil mempengaruhi" ucapku menyindirnya
__ADS_1
tapi kurasa ia tak paham maksudku adalah dirinya
"banyak tau di media masa yang pengen kalian pisah, yaaa namanya juga image udah jauh beda, ditambah kamu dibandingkan dengan saya belum lagi brama dengan chef vandra"
"ah soal itu kecil, yang paling penting satu point, mau bagaimana pun saya istri bram.."
"ahh benar itu" ucap nya terlihat jijik
setelah saling ngobrol, sitha pun muak mungkin mendengarkan celotehanku yang membanggakan diri pemilik sah chef brama..
setelah sitha pergi, bram memanggilku
"beib"
"ha beib" ucapku
"udah jangan didengar, dia mah"
"jelas dong, aku penting kamu milikku"
"yes.. you are the winner"
tak lama abra masuk
"mamih... papi sama acnez lama?"
"lama ya enggak, malem pulang kok"
"yaaah malem"
"kamu kenapa?"
"aku nitip baju ke acnez apa dibeliin?"
"acnez kan gak pelupa, nanti pasti dibeliin"
"kalo lupa suruh papih anter aku dong mih ke butik"
"iya iyaaa"
yaaa kedua anakku memang tak pernah berani untuk membuka percakapan dengan ayah mereka. karna terlalu tegas dan galak menurut mereka, tapi jika dikatakan takut, acnez maupun abra menyangkal, karna bukan takut justru mereka tak ingin kegalakan ayahnya keluar...
hehe padahal intinya sama yaaak.wkwk
suatu ketika, dimana bram turun tangan untuk pembelajaran peserta didiknya
dan karna kebetulan bram masuk dalam kelas abra, bram memang tak pernah membedakan anak ataupun peserta didik lainnya, dan abra maupun acnez tau itu
ketika abra melakukan kesalahan, abra juga akan mendapatkan punishment atau hukuman setidaknya
"abra... masakan apa ini?" tanya bram
"chicken flour cheese chilli"
"chicken flour cheese chilli or chicken cheese?" tanya bram tegas
abra hanya diam menatap masakannya
"Try to taste your own food ... what's lacking ... is this spicy cheese why doesn't it taste spicy?"
"iamm.... not..."
"okay, You enter three emergencies ... please think about the dishes for other menus with the spicy cheese flavor, next"
itu abra, anak lelaki emang harus didik lebih keras dari wanita, lalu bagaimana dengan cara mendidik bram disekolah kepada anak perempuannya
"do you cook venison meat ingredients?"
"yes chef..."
"do you know how to process?"
"i know"
ketika membelah daging
"okay... the cooking level you cook is always right ... as well as now, but not the spices.."
terdiam sejenak...
"Your cuisine today is bland ... ok, you didn't get away today, your punishment is to prepare all the needs of your other friends"
yaaa walaupun cara mendidik bram terbilang kejam, tapi abra dan acnez selalu dapat pengertian dari saya untuk mengerti jika memang seperti itu bram bersikap untuk lebih mendisplinkan anak anak didiknya..
sejak ketenarannya memang bram tak pernah lagi turun tangan ke masing masing cooking room.. dan ia mengatakan padaku memang sengaja hari ini untuknya memantau kedua anaknya dibawa kaki tanganku
__ADS_1
sampai ada salah satu kawan bram yang memang dekat dengan bram mengatakan jika bram keterlaluan untuk menjadi seorang pendidik terutama didepan anaknya..
"hey ... no matter who my child is then I can differentiate ... but the matter of how my child can be disciplined is taken control of someone other than me ..." jawab bram disana