
"Okeh, aku tau ambil dari salah satu buku di tas mu waktu kita makan malam"
Oh dia tau dari selembar kertas dibuku ku, tapi mengapa aku tak menyadari jika lembar itu hilang..
"Kamu takkan tau, karna itu kertas takkan hilang, aku memfoto nya" ucapnya
"Oh okeh"
"Sekarang jawab aku"
"Ya maaf, aku mau kamu ada kualiti time dengan merri saja" ucapku tenang
"Merri? Apa hubungannya?"
"Merri bilang padaku suka padamu, lalu aku beri kesempatan dia dekat denganmu"
"Ya bukan dengan cara kamu menjauh kan mal" ucap nya
"Iya aku tau itu salah, maaf" ucapku
"Okeh, jangan diulangi"
Esoknya, aku dan Pras kembali seperti biasa, dengan merri juga, hanya saja aku menjaga jarak saja, takut merri salah paham, beberapa hari berlalu, Pras datang padaku, bercerita tentang kejadian beberapa hari lalu antara dirinya dengan merri
Ia bercerita bahwa merri dua hari lalu mengatakan cinta pada Pras, dan Pras menolaknya dengan yakin, menurutnya Pras menyukainya merri padahal maksud Pras hanya menghargai merri karna ini juga kemauan ku
Tapi semua jadi berantakan, pantas saja merri beberapa hari dingin padaku..
Tapi bukannya itu hak dari Pras menerima atau tidaknya, harusnya tidak ada hubungannya denganku, tapi kenapa merri seolah menghindari ku
"Lalu?" Tanyaku
"Ya aku bilang aja aku tidak bisa, mungkin kalau teman bisa, maybe..." Ucap Pras
"Ya apa alasannya"
"Cinta kan tak bisa dipaksa, aku cinta sama yang lain" ucap Pras
"Orang lain? Siapa?"
"Ada lah, oh iya, kamu gal kerja?"
"Kan udah sore, udah pulang" ucapku
Beberapa hari berlalu, sekitar lima hari berlalu setelah Pras menceritakan, merri mendekati ku saat aku sedang menjaga toko
Dia marah pada ku, dia menuduhku menyuruh Pras tidak menerimanya..
"Kamu kenapa sih mer" tanyaku
"Aku kenapa, bukannya kamu bilang ambil saja jika jadi kebahagiaan ku, kenapa kamu jadi alasan untuk Pras menolakku" ucap nya
"Pras menolakmu" tanyaku
"Gausah sok tanya tanya, aku tau kamu udah tau semua, alasan Pras nolak aku karna dia suka sama wanita lain, bukan aku, yaitu kamu" ucapnya
"Apa" ucapku
"Aku rasa kamu tau" ucapnya
"Enggak, gak tau" ucapku
Tak lama Bu riza datang..
"Kenapa, ada apa ya" tanya Bu riza
"Mom, dia jahat, busuk mom, momi tau pras kan, dia nolak merri mom, karna dia suka sama anak ini" ucap merri mengadu
"Loh ya kan memang Pras itu dekat pertama disini dengan Kumala, dia dekat dengan Kumala momi tau itu, kenapa kamu tiba-tiba bilang suka kamu aneh, bikin momi malu saja"
"Momi belain dia ketimbang aku mom?"
"Ya gak gitu"
"Yaudah momi artinya pilih dia mending aku pergi"
"Jangan mer"
Aku mendekati Bu riza
"Mom, aku mengundurkan diri saja, tidak papa, maaf jika aku membuat merri begitu"
Aku berlari mendekati merri
"Aku pamit, aku berhenti mer, maaf" ucapku
"Bagus" ucap merri
Aku berjalan menuju pulang ke kost, kurasa kost ku sudah tak kupakai, padahal baru aku bayar tadi untuk satu bulan ke depan, untungnya pemilik kot memberikan separuhnya untuk saku ku
Aku pulang menuju rumah orang tuaku, entahlah bekerja dimana lagi aku, mungkin usaha sendiri, jual beli online, Bantu beberapa teman ku yang berjualan secara online
Saat aku keluar untuk mengambil barang di rumah temanku karna ada teman ku yang lain memesan, Pras mendekatiku
"Mal" ucapnya
Aku mempercepat laju sepeda motorku, aku tak lagi menghiraukan nya
Beberapa hari kemudian, ada pesanan masuk di ponsel ku, aku tak tau nomornya, dia bilang dia pesan jaz setelan, untuk meeting katanya.. berwarna hitam..
Warna kesukaan ku.. hitam dan merah..
Setelah sepakat untuk bertemu alias cod untuk memberikan dan membayar barang.. disalah satu kafe yang tak jauh dari tempat ku mengambil barang pesanan, ternyata Pras, melihat ku yang celingukan sana sini mencari orang yang memesan, Pras memanggilku, dan berkata
"Aku yang pesan itu" ucap Pras
"Pras" ucapku
"Iya aku, berapa"
__ADS_1
"Oh oke 450 aja" ucapku
"Ini"
Pras mengeluarkan uang dari dompetnya
Aku ambil uangnya, aku berikan kembaliannya, lalu aku pergi tak sempat duduk belaka, tapi Pras memegang tanganku
"Kumala, kenapa kamu" tanyanya
"Gak papa"
"Kamu berhenti kerja di sana?"
"Iya"
"Kenapa"
"Karna sebuah nama"
"Nama?"
"Iya"
"Siapa?"
"Prasetyo Anggara"
"Aku?"
"Iya, gara-gara kamu, gara gara kamu aku harus keluar, harus kehilangan pekerjaan, harus pergi dari tempat bertahun-tahun aku bekerja"
"Alasan nya?"
"Karna merri bilang jika kamu menolaknya karna kamu bilang kamu suka wanita lain, dan wanita itu aku"
"Ya kan aku jujur"
"Kenapa gak bilang dari awal sehingga aku bisa menjaga mu dari merri"
"Ya aku gak tau harus bagaimana, yang aku bisa hanya diam-diam suka sama kamu"
Kenapa harus diamdiam, kamu tidak tau aja aku pun sudah suka sama kamu, hanya saja kamu selalu menunda ucapan cinta itu, yaa aku tau itu
"Maafin aku" ucapnya
"Aku yang minta maaf, mungkin aku kurang peka" ucapku
"Kau memaafkan ku" tanya pras
"Jelas"
Sejak itu aku dan Pras pun semakin dekat, tercium oleh merri membuatnya marah padaku didepan Pras waktu aku dan Pras sedang makan siang
"Kamu bilang kamu tidak suka, nyatanya apa? Kamu jalan, aku banyak dengar berita kamu jalan sering sama Pras. Jangan bilang kalian pacaran" ucap merri
"Merri, enggak mer" ucapku
"Liat ini, bahkan Pras mempermalukan ku didepan umum hanya untuk membelamu" ucap merri
"Bukan aku, tapi kamu sendiri yang mempermalukan dirimu sendiri" ucap Pras
Pras menarik tangan ku, dan membayar ke kasir untuk makanan
Aku hanya diam, nurut dengan Pras yang menarik tanganku, karna cuman Pras yang ku punya memang, aku tak munafik
"Harusnya kamu tidak diam" ucapnya
"Udah jangan dibahas, apa kau masih lapar?" Tanyaku
"Iya.."
"Yaudah nasi goreng langganan ku ya"
Aku menuju kios pinggir jalan penjual nasi goreng, temanku penjualnya
"Hai mal, makan?" Tanya nya
"Iya yon, dua ya"
"Okeh"
Setelah memilih tempat duduk, Pras membuka pembicaraan
"Kau sering kesini?" Tanya nya
"Hemhem, kenapa, kau tidak level ya, makan di pinggiran?" Tanyaku
"Enggak, gak gitu, aku mah woles, udah gak papa"
Tak lama pesanan datang..
"Monggo tuan putri" ucap diyon
"Eh iya makasih yon"
"Orang Jawa ya?" Tanya Pras
"Eh iya mas, Jawa campuran Jakarta"
"Oh ya kah, ya berarti sama, saya juga soalnya, hehe"
Mereka terlihat akrab dan sejalur sih saat cerita, biarlah aku asik makan ini
"Eh, pacarnya Kumala ya" tanya diyon
"Diyon, apasih" ucapku
"Calon, berdoalah yon" ucap Pras
__ADS_1
Malam itu indah, karna teman ku terakhir yang dekat denganku akhirnya bisa dekat dengan teman baruku, Pras..
Hari hariku lebih indah dengan kebersamaan ku dengan Pras tapi tidak untuk keuangan ku yang suram..
"Hei, kamu kenapa" tanya Pras
"Pras, maaf, lagi bingung aja nih"
"Bingung, soal apa?"
"Soal kerja, aku bingung Pras harus kerja dimana"
"Kerja di kafe ku"
"Kamu punya kafe?"
"Hemhem, ini alamat nya, bawa persyaratan nya, dan ini persyaratan nya"
Aku membaca beberapa persyaratan, ternyata kafe yang sering Pras ajak aku makan siang di sana..
"Kafee mild, ini kan..." Ucapku
Tapi saat aku bertanya, terlihat Pras sudah berlalu
Esoknya aku menuju kafe yang dimaksud dengan pakaian rapi dan membawa beberapa persyaratan..
Aku masuk ke pintu utama lalu mendekati kasir..
"Mbak, permisi ya, untuk taruh lamaran sebelah mana?" Tanya ku
"Oh silahkan ditinggal disini, nanti saya antar berkasnya, silahkan tunggu di ruang belakang saya.." ucap kasir
"Baik"
Aku menuju ruang tunggu, tak lama mbak kasir tadi memberikan ku pakaian dan kunci laci diruang ganti wanita
"Saya diterima mbak" tanyaku
"Ya, kamu bisa mulai bekerja, selamat bekerja" ucapnya
"Makasih mbak"
Hari itu aku mulai kerja, dan beberapa hari berlalu, aku tak pernah bertemu dengan pras, bertemu saat aku sudah dirumah
Karna penasaran, aku bertanya pada teman ku, kadek devi..
Teman baru tapi berasa sudah lama kenal, dia memang baik sekali
"Dev, direktur disini siapa?" Tanyaku
"Direktur? Pak Ketut" jawab nya
Kok pak Ketut, lalu Pras siapa, apa jabatannya disini, kenapa dia dengan gampang nya memasukkan ku jadi pegawai disini
"Kalo Pras, ada gak?" Tanyaku lagi
"Pras? Ada, tapi pemilik kafee mal"
Astaga, ternyata pemilik, ku kira hanya pekerja namun jabatannya saja yang tinggi
"Kenapa mal?" Tanya devi
"Enggak"
"Kamu kan Deket ya, banyak yang bilang, kamu masuk juga gampang tanpa training, karna kamu dekat dengan pak Pras kan?" Tanya devi
"Ha, biasa aja kok Dev"
"Cerita lagi, atau nantik kan malam Minggu, nginap ya di kost ku, cerita kita"
"Oh, oke, tapi aku gak bawa baju lagi, gimana ya"
"Udah, pakai bajuku gak papa lagi, kan ngelas juga di kamu" ucap devi
Sorenya, saat sudah pulang, Pras memanggilku
Kebetulan lah, aku juga ingin bertanya soal dia pemilik kafee bukan pegawai
"Mala" panggil Pras
"Pra.. pak Pras" ucapku
Hampir saja keceplosan
"Kamu mau pulang? Aku antr?" Tanya nya
"Udah mau pulang pak, sama devi"
"Oh sama devi, bukannya tak searah?"
"Iya aku mau menginap di kost nya"
"Oh, apa kamu bawa ganti baju?"
"Devi pinjami"
"Iya pak saya pinjami" sambar devi
"Iya pak" sambarku lagi
"Aku ada yang mau dibicarakan sama kamu, tapi nantik, entah kapan" ucapku bisik
"Oh okeh"
Aku pamit pulang, lalu jalan menuju kost devi, percakapan selama dijalan
"Kalian deket kok, apa jangan-jangan pacaran ya" ledek devi
"Enggak kok Dev"
__ADS_1
Sesampainya di kost, devi mandi aku menunggu, untuk bergantian
Malamnya, aku bercerita dengan devi tentang kedekatanku dengan pemilik kafee