Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
DHP #1


__ADS_3

"ah.. maksudnya itu. . apa, aku tidak sengaja saja lewat liat kamu didalam ruangan ini, ada apa dengan ku digta?"


"aku hanya butuh istirahat, aku kelelahan saja.."


"ah.. baiklah kalau begitu"


ketika keduanya tidur..


dan moza terbangun karna mendengar suara salah satu benda terjatuh. . .


"ahai.. hoi.. siapa itu?" ucap moza terbangun


moza tak sadar jika ia menendang digta sampai terjatuh..


"ha.. digta.. kamu.. kok.. digta.. ha.. ngapain kamu bisa disitu?" tanya moza


digta melirik dengan kesal


"sini aku bantu.." ucap moza mengulurkan tangannya


dan ketika digta berdiri lalu duduk diatas ranjang rumah sakit..


"itu.. bajumu.. anuh.." ucap moza


melihat kearah dadanya..


ternyata bajunya terbuka kancingnya terlepas..


digta menarik tangan moza.. meletakkan tangan itu ke dadanya..


moza pun memandangi dengan sangat tajam....


"kenapa dengan wajahmu" tanya digta menepuk pelan pipi moza


"aku mendengar jantung itu berdetak"


"iya lah, kau kira aku mayat jantung tak berasa?"


"iyaaa maaf.."


beberapa hari kemudian..


ketika keduanya semakin terlihat dekat..


membuat digta bertanya tanya mengapa moza seperti orang aneh dan seperti orang awam yang tidak tau sama dunia yang secanggih ini


"ya.. gak.. karna aku bukan orang sini" jawab moza


"ya kamu bukan orang dari sini, tapi kan di kampung tempat tinggalmu setidak nya ada secuil pengertian dunia.."


"aku bukan orang bumi digta.."


"maksudkamu?"


"aku manusia luar bumi.. aku tidak pernah tinggal dibumi, dan aku berharap aku bertemu orang bumi yang baik, untung aku bertemu nya dengan kamu"


"iyaa.. aku paham...kamu sedang bercanda.."


"engga digta.. untuk apa aku bercanda.. aku alien bumi"


"enggak... kamu bercanda.. itu lucu moza... hentikan tolong jangan pernah bercanda hal itu didepanku" bentak digta


"digta.."


"jangan.. jangan sentuh saya.. saya permisi.. saya pergi..."


"tapi digta.."


"terima kasih.."


dan digta pun pergi..


karna digta menumpuk pikiran kotor dan jelek tentang moza..


dan beberapa hari kemudian..


ketika moza duduk dipinggiran jalan tepat disebrang sungai dekat TPU..


moza duduk dengan menatap arah langit dengan wajah nya yang pucat...


ia benar benar tak lagi berdaya untuk merubah menjadi wanita fresh..


tiba tiba seorang lelaki yang melihat moza turun dari motor besar nya..


ia berjalan kearah moza..


lalu mendekati moza


"kalo memang dia hantu.. kenapa bisa secantik ini?" tanya endru dalam hatinya...


lalu endru menyodorkan jaket..


moza menoleh kearah..


"ha.. dia melihatku?"


moza sadar betul ia sedang tidak menggunakan kalung yang biasa dipakai nya supaya orang lain melihatnya....


"pakai" sapa endru


"kamu.."


"pakai, lama, saya pakaikan"


dan endru memakaikan jaketnya...


ketika endru duduk disamping moza..


"gak mungkin kan dia bisa melihat aku, atau dia indigo?" gerutunya dalam hati


terdiam cukup lama..


"apa kau hanya akan disini?" tanya endru


"iya.. yaaa.. iya.  memang kenapa?"


"pulang ke rumahku"


"nanti kalau ada orang lihat"


"yang akan liat hanya orang yang indigo seperti aku bukan?"


dan benar..


yaaa.. benar.. endru adalah anak indigo..


jadi tanpa moza memakai kalung itu ia akan melihat moza..


"siapa namamu?" tanya endru


"moza"


"oh.. aku endru"


"oh.. endru..."


"iya, yaudah yuk pulang?" ajak endru


"emm.. kemana?"


"kan sudah ku bicarakan.. kerumahku"


"kau serius?"


"serius.."


"serius lah"


ketika endru berdiri, betapa tingginya endru, bahkan moza hanya setinggi siku tangan endru..


"kamu apa?" tanya endru


"aku?"

__ADS_1


"kamu mati karna apa?"


"mati?"


"jujur saja"


"aku tidak pernah mati..."


"oh kamu vampir?"


"vampir?"


"kamu bisa kena matahari?"


"bisa..."


"terus kamu apa?"


"aku?"


"iya, apa?"


"aku..  bukan dari bumi"


"alien?"


"apa itu sebutanku dari orang bumi?"


"iya lah" endru menarik tangan moza..


mereka pun berjalan kearah rumah endru


"endru.. apa dirumah kamu tidak ada orang?"


"tidak.. aku sendiri dirumah ini"


"oh.. apa kamu alien?"


"bukan lah, aku manusia bumi"


"lalu kenapa kamu sendiri.. alien itu lahir sudah sendiri.. bukannya kalau manusia bumi lahir dari orang tua?"


"oh.. dasar bodoh.. tanya yang jelas.. ya orang tua ku sudah tua.. aku memintanya untuk tinggal dirumah lain dengan perawatan suster pribadi.."


"oh, lalu apa orang tuamu sama seperti kamu?"


"tidak.. aku indigo karna kecelakaan, bukan keturunan"


"oh... emm.. endru.."


"apa?"


"apa kau ada otak atau hati manusia? aku lapar"


"tidak ada lah.. aku manusia.. makan pun dimasak dulu"


"ah aku benci masakan manusia"


"yasudah"


"tapi aku mencium kaki ayam?"


"ceker? ada di freezer cuman aku belum masak, oh iya mentah ya.. kalo kamu mau aku ambilkan"


"aku mau"


dan moza benar benar memakan ceker ayam tanpa direbus matang


"ini tidak ada darahnya endru, bagaimana bisa kamu dapatkan ini tanpa darah?"


endru hanya diam..


dan saat moza duduk didepan televisi..


"endru.. itu apa?" tanya moza


"itu tivi"


"iya.."


"kenapa bendanya aneh?"


"itu tempat manusia bumi lihat berita, film, issue dll"


"waaaah"


ketika moza serius memperhatikan televisi..


lama kelamaan endru tertidur..


"endru.. apa bisa aku masuk kedalam sana?" tanya moza


"endru.. itu mereka gimana caranya masuk?" tanya nya  lagi


kesal tak ada jawaban..


"endru.. eh kamu tidur?" tanya moza..


moza pun memakaikan selimut ke tubuh endru..


moza duduk dilantai tepat didepan wajah endru..


"endru makasih ya.. kamu baik sama aku, aku tidak tau bagaimana aku jika tidak bertemu kamu, bagaimana kabar digta ya? apa digta mengatakan kepada banyak orang jika aku bukan orang bumi?" gerutunya pelan..


terdengar suara ketukan pintu...


moza pun berjalan mendekati pintu, dan membukakan pintu..


moza lupa jika ia tidak terlihat..


"pintu main buka sendiri.. gak dikunci tumbenan anak ini" gerutu perempuan itu..


"endru tidur.. ada apa kau kemari?" tanya moza


"endru.. ndru" panggil perempuan itu...


"endru tidur.." teriak moza


dan ketika melihat endru tidur di sofa depan televisi.. perempuan itu mendekati arah endru dan akan mencium endru..


namun moza teriak supaya perempuan itu tak sampai tercium endru..


"hei.. jangan sentuh endru.. endru tidur.. dia kelelahan, tolong" teriak moza


endru terbangun mendengar jeritan moza


"mozaa.. moza.. kenpaa moza?" tanya endru


"endru, dia mau mencium mu"


"nova?"


"endru.. aku lihat kau tidur"


"kenapa kau bisa masuk?"


"pintu tak dikunci, dan tadi kebuka sendiri"


endru melirik kearah moza yang berdiri disampingnya..


"hem" ucap moza membuang muka


"ini sudah malam, kau pulang, gak baik masuk kedalam rumah lelaki malam hari"


"ah.. aku cuman kembalikan flash kamu"


"kenapa tidak besok saja ditempat kerja?"


"aku pulang lembur jadi sekalian kan lewati"


"alesan itu, alesan.." teriak moza


"cukup" ucap endru

__ADS_1


"apanya?" tanya nova


"maksudnya kamu pulang saja.."


"iya iya.. maaf pak" ucap nova


dan ketika nova keluar dan pergi..


"kamu tidak tidur?" tanya endru


"aku tidak bisa tidur"


"kenapa?"


"aku memang tidak bisa tidur"


"oh tidak pernah tidur maksudnya"


"iya.."


dan ketika  paginya


"endru.."


"iya.."


"kau sedang apa?"


"sarapan"


"sarapan.. itu apa?"


"makan, ini makan pagi"


"ih bau sekali itu, apa, kenapa ada aroma busuk bawang putih ya"


"ya namanya nasi goreng.. kamu dari mana?"


"aku dari kamar mandi, mainan air.. panas"


"masak sih panas"


"iya"


dan setelah selesai makan..


"endru aku ikut" ucap moza


"boleh"


"sebentar aku pakai benda ini"


"benda apa itu?"


"jika aku pakai dileherku, aku akan dilihat oleh orang"


"eh jangan dipakai, justru disaat begini kamu harus tak terlihat"


"mengapa begitu?"


"sudah nuruti saja. "


"iya iya"


daaan sesampainya dikantor..


"eh mau kemana, berdiri disitu saja"


"aku mau lihat itu"


"itu apa?"


"itu manusia balon?"


"eh jangan... ikut aku masuk..."


dan diam diam ketika endru sibuk menggarap laporang di komputer yang ada dimeja nya..


endru tak sadar jika moza mengambil kalungnya yang ada ditas endru..


setelah mendapatkan itu, moza berjalan kearah admin depan lalu memakainya dan memainkan balon boneka yang ada didepan kantor endru


tak lama administrasi yang melihat menyapanya..


"permisi kak, ada yang bisa syaa bantu?"


"oh.. ini apa?" tanya moza menunjuk balon


"oh itu balon kak.. memang nya ada apa kak?"


"apa dia hidup"


"ya balon kak, cuman dalamnya isi angin.."


"oh.. apa aku boleh lihat isinya?"


"ya gak bisa kak.. kan angin mana keliatan"


moza tetap memaksa nya untuk membuka isi balon itu.. dan karna kesal pelayan adminidtrasi pun membentak dengan nada keras supaya moza tidak melakukan itu


mendengar keributan, endru melirik kearah tempat moza duduk dibelakangnya


"moza.."


ketika tau moza tak ada.. dan kalung juga tak ada, pasti itu ulah moza


endru bergegas lari..


"moza.." teriak endru


"pak endru"


"emm.. saya yang urus dia.. ada apa ini?"


"ini pak nona ini memaksa untuk membuka balon ini"


"oh maaf ini adik saya dari kampung jadi emang dia kaget kalau lihat yang begini.. maaf maaf"


"oh iya pak saya juga minta maaf sudah membentak"


dan endru menarik tangan moza


"endru.. tanganmu keras.." teriak moza


endru pun melepaskan tangan moza lalu menatap mata moza


"moza.." panggil endru dengan sedikit nada tinggi..


melirik arah kanan kiri dan merasa aman, endru menarik kalung moza..


"sudah ku bilang kan, diam di bawah sana.. tunggu aku kerja, kan kamu maksa ikut dan juga janji nurut, kok masih..."


"maaf endru" ucap moza menunduk


dan tak sengaja satpam melihat kearah endru yang terlihat ngomong sendiri..


"pak pak, sini sini.. tolong lihat..  itu pak endru?"


"iya pak itu pak endru"


"apa dia sedang bicara dengan setan.. wah disana tempat setan pak, bahaya kan kita kalau istirahat disana pak"


"oh iya iya, ia keliatan itu pasti dia ngomong sama mahluk halus.."


dan ketika endru berjalan kearah pintu utama kantor, satpam melihat endru seperti menggenggam tangan seseorang.. namun endru melepaskan ketika endru sadar satpam memperhatikannya..


"siang pak endru" sapa satpam


"siang pak"


dan endru pun masuk kedalam..


ia sadar.. jika moza tak dibelakangnya..

__ADS_1


__ADS_2