
tya menuju rumahnya yang sudah ada beberapa keluarga nya dan keluarga Bayu yang membantunya
Tak lama setelah tya membereskan setiap ruang supaya jika ada tamu tidak repot masih membereskan
Lalu tya masuk kedalam kamarnya dan melihat ke sekeliling nya lalu menangis, mengingat betapa cepat nya semua berjalan, baru kemaren dirasa ia tidur bersama dengan bayu, kini hanya sendiri, bukan masalah itu yang mendalam baginya, masalah Ray yang harus menjadi yatim diusia yang sangat kecil untuknya
"Permisi"
Baru saja selesai beberes, sudah ada lagi tamu datang
Adik perempuan Bayu yang menerima kedatangan tamu, dan karna tidak enak dengan tamu yang datang, tya pun keluar dengan mata merah nan bengkaknya yang sangat terlihat ia baru saja menangis
Iya menyambut kedatangan tamu yang baru saja datang yang ternyata robi, bos besar di kantor suaminya, karna ia tak tau siapa robi, ia pun tak mengenali
"Saya turut berduka atas kepergian bayu" ucap robi
"Makasih, maaf saya bicara dengan siapa?"
"Oh saya robi, atasan Bayu"
"Oh pak robi, maaf pak saya tidak mengenali, maaf"
"Iya, tak apa, lalu bagaimana dengan Ray?"
"Ray masih belum tau pak, saya bingung bagaimana dan kapan harus menceritakan nya"
"Yang sabar, saya turut berduka, semoga kamu dan keluarga ditinggal tabah, saya sudah mendengar kronologi nya dari polisi, pas dihari saya dapat info, saya mendatangi polisi untuk informasi, jadi saya tau ceritanya, Bayu cukup baik dengan saya, maka dari itu saya cukup kehilangan dia, selain bisa jadi karyawan yang bisa diandalkan, Bayu juga baik kepada saya"
"Iya pak, Bayu juga sering menceritakan kebaikan pak robi membantu kami"
"Hem bisa aja dia"
Sejenak terdiam, Robi kembali membuka pembicaraan, sebenernya ia ingin mengatakan pesan terakhir Bayu kepadanya
"Sebenernya.." ucap robi terputus
Karna kedatangan beberapa teman tya, mulai dari anissa, Dania, Gilang, dan juga fiko
"Tya" panggil Anissa dan Dania
"Nisa, Nia"
"Kok bisa, gimana ceritanya?"
"Em yaudah tya saya pamit" ucap robi
"Loh, tadi kan bapak mau ngomong katanya?"
"Oh itu saya mau bilang kalo saya pamitan, ada urusan kerjaan"
"Oh gitu, kirain apa, yasudah pak makasih, jadi ngerepotin loh"
"Iya gakpapa"
Setelah robi berlalu
"Tya, itu siapa?" Tanya Anissa
"Itu bosnya Bayu"
"Oh"
"Eh gimana jadi ceritanya" tanya Dania
Tya pun menceritakan hasil pemantauan polisi, dan serangkaian peristiwa yang dialami nya sedari pagi
"Ya ampun, kok jadi ngeri ya, ikatan batin segala" ucap Dania
"Iya dan, ngeri Lo ty, eh tapi gimana sama Ray?"
"Ray sih gak tau, bingung juga cari tau gimana"
"Harus kasih tau secepat nya ty, ditutupi lama-lama juga akan tau" jelas Gilang
"Iya tapi gimana, bingung"
Selama pengajian berlangsung dan sampai pada hari pertama dimana tya hidup menjadi single mom, Ray yang selalu menanyakan ayah nya
Tya bingung menjawab dari kebohongan ke kebohongan lain itu sangat sakit baginya apalagi bagi Ray jika nantinya dia tau, tapi tya bisa apa?
Beberapa hari berlalu, tya pun berfikir, jika terus begini, ia tidak akan bisa melanjutkan hidup, ia harus bekerja, melanjutkan perjalanan Bayu membesarkan anak mereka
"Halo.. Nissa?" Ucap tya menelfon anissa
"Iya, halo.. kenapa ty?"
"Ini nis, aku minta tolong boleh ya, nanti kalo ada lowongan gitu, lowongan apa tah, kamu kabari aku ya" ucap tya
"Oh gitu, kamu mau kerja? Emang udah siap?"
"Udah kok"
"semoga saja ada ya ty, nanti aku kabari lagi"
"Iya, makasih ya"
Lalu tya menelfon dania begitupun Gilang menanyakan hal yang sama
Selama seminggu, tya tak mendapatkan kabar dari anissa, Dania, atau Gilang, tya berfikir mungkin memang mereka bukan siapa-siapa menurutnya jadi mereka tidak mau membantu nya
Sampai akhirnya saat tya mendaftarkan Ray kesekolah dasar, karna Ray sedang di sekolahnya ia mencari sendiri untuk mendaftar kan ray sekolah dasar
Sesampainya di lokasi ia mendaftar kan ray dan tercatat dibuku pendaftaran, ketika ia menuju jalan pulang
"Pak....." Ucap tya karna sedikit lupa
"Tya kan?"
"Iya pak"
"Saya robi, masak udah lupa"
__ADS_1
"Oh iya pak robi, cuman lupa nama aja pak, tapi wajah ingat kok"
"Eh kamu ngapain kesini?"
Tya tak sengaja bertemu lagi dengan robi
"Oh saya mau daftarkan anak saya pak"
"Si Ray?"
"Iya, coba siapa tau bisa dapat, kan sekolah favorit katanya, eh bapak ngapain?"
"Oh ini saya pengen lihat anak saya, gimana kalo disekolah"
"Oh iya pak? Yang mana?"
"Itu kelasnya diujung"
"Boleh tau pak?"
"Boleh, ayo sayang antar"
Sesampainya dikelas Veri (anak dari robi)
"Oh yang itu pak, lucu ya, imut"
"Hem makasih"
"Pasti anaknya nurut, baik, liat itu, belajarnya aja konsen"
"Yaaa itu opini publik"
"Maksudnya?"
"Ya sebenernya juga dia itu nakal sekali, kamu tau ya berapa kali saya ganti pengasuhnya cuman sehari besoknya pamit berhenti, cari lagi eh gak betah lagi, begitu dah seterusnya"
"Oh ya pak?"
"Iya, Bayu juga tau kok, kan sama Bayu si Veri juga Deket, tapi gitu, jail banget"
"Hehe, anak kecil pak, jangan dibikin pusing, sabar"
"Apa karna saya salah kasih nama ya?"
"Salah? Salah bagaimana?"
"Salah, saya kasih nama Veri, untuk nama orang kan itu sangat buruk, kebanyakan juga yang menyandang nama itu adalah anak yang nakal"
"Ya enggak lah pak, orang gak ada hubungannya kok bisa bilang begitu?"
"Ya habis, bayangin berapa kali saya harus ganti pembantu"
"Memang ibunya kemana?"
Robi terdiam menatap ke arah Veri lagi
"Pak?"
"Ada yang salah ya dari pertanyaan saya?"
"Oh enggak, semua pertanyaan pasti ada kok jawaban nya, tapi"
"Oh saya bisa jaga rahasia kok pak" ucap tya tersenyum
"Haha bisa aja" ucap robi menyentuh kepala tya
"Maaf" ucap robi
Karna robi tak sengaja, ia melepas cepat-cepat tangannya dan wajah memerah
"Iya pak"
"Jadi sebenernya ibu si Veri, yaitu istri saya meninggal, kecelakaan, sama dengan bayu"
"Ya ampun pak saya minta maaf pak"
"Iya gakpapa"
"Terus Veri nya bagaimana, apa tau soal ibunya?"
"Ya dia tau, awalnya juga saya tutupi, akhirnya tau, mungkin dia mendapat sifat begitu karna hal itu"
"ya enggak lah pak, Veri kan masih kecil, usia menentukan sifat asli saat ia nanti sudah berusia belasan" jelas tya
"Eh ya ampun, kamu kan mau daftarkan Ray ya? Jadi saya ajak cerita hehe maaf"
"Oh udah kok pak daftarnya"
"Oh, Ray nya? Apa jam segini belum pulang?"
"Masih dua jam lagi kok pak, baru masuk soalnya sekolahnya ada meeting dadakan jadi masuk agak siang"
"Oh gitu"
"Oh iya pak, kata bapak tadi, Veri nakal, Veri membuat banyak bibi bekerja jadi berhenti?" Tanya tya
"Iya, memang, kenapa?"
"Tapi kalo sikap nya ke bapak sendiri?"
"Ya gitu, jail sekali, sementara saya sibuk tya, jadi ribet ngurusi nya"
Tiba-tiba suara bel istirahat berbunyi
"Loh bel istirahat apa pulang?" Tanya tya
"Oh, itu istirahat"
Tak lama Veri keluar, mendekati papa nya yang sedang duduk dengan wanita
"Papaaaaa" panggil nya berlari ke arah robi
__ADS_1
"Udah Istirahat ya?" Tanya tya
Veri menarik lengan papa nya untuk berbisik siapa wanita itu
"Pa, ini Tante siapa?" Tanyanya
Namanya juga anak kecil, bilangnya bisik, tapi suara bisikan terdengar membuat tya tersenyum lucu
"Oh iya Tante ada bekalnya anak Tante ini, kan anak Tante sekolah, jadi nanti biar Tante bikinin dirumah, Veri mau?" Ucap tya mengeluarkan kotak bekal
"Wah kentang goreng Tante? Aku suka loh Tante, ini mayonaise nya apa? Kalo pedas aku gak mau" ucap Veri
"Original dong, kan anak Tante juga masih kecil, jadi masih belum bisa pedas"
"Wah, aku boleh minta gak Tante?"
"Veri, itu kan punya anaknya Tante ini" ucap papanya
"Udah gakpapa, Veri mau kan? Ini untuk Veri, dihabisin boleh loh"
"Wah bener Tante?"
"Bener, sini duduk di samping Tante"
Veri mendekat ke arah tya
"Tadi Veri tanya apa bisik ke papa nya ya?" Ucap tya mendekati Veri
"Tanya Tante siapa"
"Tante ini namanya tya, temannya papa, oh iya, Tante punya anak sama dengan Veri, Veri harus bahagia masih punya papa, anak Tante gak punya papa, cuman punya Tante"
"Emang kemana papa nya?"
"Ke surga, sama Mama nya Veri"
"Surga itu apa?"
"Nanti Tante lanjutin cerita tentang surga ya, sekarang udah waktunya Veri masuk lagi, ini kotak bekalnya biar Tante bawa"
"Makasih kentang goreng nya ya Tante tya"
"Yeee Veri ingat nama Tante tya"
"Kalo tantenya cantik, Veri ingat"
"Hehe bisa aja"
Veri pun masuk
"Em pak, saya pamit kalo gitu, soalnya kan masih jemput Ray"
"Oh iya iya, jadi telat ya?"
"Enggak kok"
"Pulang jam berapa?"
"Nanti sih, masih bisa santai"
"Saya anter?"
"Jangan"
"Udah gakpapa"
"Iya pak saya juga gakpapa, sendiri aja"
"Loh serius ini"
Tya berlalu meninggalkan sekolah Veri
Sesampainya di sekolah Ray, cukup lama akhirnya jam pulang pun berbunyi
Karna jam pulang nya sama dengan Veri, Ray pun menuju rumahnya sementara Veri....
"Loh pa, Tante tya kemana?" Tanya Veri
"Tante tya pulang sayang"
"Kok disuruh pulang?"
"Papa gak nyuruh pulang, tapi kan Tante tya harus jemput anaknya"
"Yahhhh... Kapan lagi bisa ketemu lagi ya pa?"
"besok lagi ya?"
"Beneran besok? Tante tya kesini?"
Robi menepuk keningnya
"Gak tau kapan, kan Tante tya sibuk"
"Papa kan, gak sayang sama Veri, yaudah kalo gak bisa ketemu lagi mending Veri pulang aja kerumah jalan kaki"
"Eh kok gitu Veri, yaudah iya deh maaf"
"Besok ketemu kan?" Tanya veri
"Em"
"Yaudah" ucap Veri ngambek
"Iya besok"
"Bener, janji pa?"
"Iya"
"Yaudah ayo pulang"
__ADS_1
Esoknya, karna robi sibuk dan tidak bisa menjemput Veri seperti biasanya