Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Abraham Mahdani Utama


__ADS_3


haai gess..


saya bawa cerita baru, sebenarnya ada 2 kisah tentang adik kakak ini


jadi cast ini atas cerita dari Abra, anak pertama


baru setelah ini aku buatin untuk Acnez, anak kedua


nah kalo ada yang nanya..


"kak.. kenapa sih gak di jadikan satu?"


jawabanku...


kan berbeda alur ceritanya.. kalo jadi satu ya intinya ya mereka sama aja kan.. yaa pokok intinya sengaja aku pisah supaya aura nya keliatan..


yang mau fokus sama acnez ya cerita setelah ini.. ini bagi yang fokus kepo dengan cerita abra dulu..


begini ceritanya gaess..


seorang lelaki yang menyukai temannya, awal kenal hingga mereka menyebut pendekatan, masih tak terlihat sifat asli sang cewek, namun ketika tiga bulan setelah hari jadi itu


cowok baru sadar jika gaya hidup wanita nya terlalu ambisius dalam barang ber merk..


disisi lain, sang cowok memiliki teman wanita juga ditempatnya sekolah khursus masak milik ayahnya..


wanita itu selalu ada disaat sang cowok sendirian, butuh teman...


oh ya gaes..


jangan lupa like..


juga share ke temen temen kalian ya..


btw makasih masih mau jadi pembaca setiaku..


.


.


.


Abra.. begitu panggilannya..


ketika itu, Abra dan temannya mencoba cafe baru didaerah dekat kampus salah satu pacar teman Abra..


"widih.. gila gue jauh muter sana sini belok kanan kiri.. untung gue kagak nyasar.." teman Abra disana


"lah cewek lu mana?" tanya teman Abra lainnya


"kaga jadi ikut"


"yaaah gimana sih.."


"eh si Abra mana?"


"palingan anter adiknya pulang.."


"em... adiknya yang.."


"heem"


tak lama Abra datang dan ketika semua sudah berkumpul, mereka pun makan..


tapi ditengah makan, salah satu teman mereka disana disapa seseorang yang baru datang mengenalinya


"hai.. Rafly ya?" sapa gadis itu ke salah satu teman Abra yang berkumpul disana bernama Rafly


"yaa.." jawab Rafly


"hei raf.. gue.. Niken.. lupa?"


"Niken, emmmh astaga elu..?"


"iya, apa kabarmu?"


"boleh gabung nih?" tanya Niken


"boleh dong, em.. kenalin ini temen temen gue" sapa Rafly


"haai salam kenal ya" sapa Niken


Niken teman dekat Rafly..


namun karna Niken harus ke luar kota membuatnya harus berpisah dengan Rafly dan membuat jarang sekali bertemu


Niken terbilang cukup sosialita memang, barang nya cukup mewah dan pasti mahal hingga Niken terkesan pada Abra, teman Rafly disana


karna Niken tau selera, Niken tau jika outfit dikenakan Abra terbilang fantastis walaupun hanya kaos perpaduan dengan jaket levis dan celana pendek levis tapi semua Niken tau jika harganya cukup dibilang tidak murah


setelah teman teman Rafly termasuk Abra bubar..


"eh Raf.. itu, tadi, cowok yang duduk diujung sana siapa?" tanya Niken


"baju putih kan, soalnya cuman dia sih pakai putih" jawab Rafly


"iya, dia siapa? agak berbeda ya dari teman kamu yang lainnya?" tanya nya


"Abra nama dia"


"emmm Abra?"

__ADS_1


"suka yaa lo?"


"enggak lah, tanya doang, penasaran"


beberapa hari kemudian bak cinta datang ulam tiba.. mereka dipertemukan dalam toko buku dibagian buku buku untuk masakan..


"kamu" sapa Niken


"yaa?"


"kamu Abra kan?"


"yes.. iam abra"


(ya.. aku abra)


"dont talk indonesian?"


(tidak berbicara indonesia?)


"i know indonesian.."


(tidak)


"emmm okay.. i am friend a Rafly"


(emmm oke... saya teman purlo)


"ah..i know.."


(ah.. saya tau)


keduanya pun saling mengobrol disana


dan selama dua bulan jalan kedekatan keduanya tak diragukan namun setiap ditanya apakah mereka ada hubungan oleh teman teman Abra ataupun teman Niken keduanya kompak menjawab sekedar teman biasa


tidak heran, Abra menyukai Niken yang berpenampilan selalu dewasa namun elegan..


keduanya menjalin hubungan mesra tanpa status.. dan setelah minginjak bulan kelima dari awal perkenalan, mereka memutuskan untuk berpacaran..


tanpa ragu Niken menerima Abra, dihari itu juga, sebagai tanda terima kasih, Niken mengajak beberapa teman Abra termasuk Rafly untuk merayakan hari jadinya itu..


"waaah, makan makan kita dong?" tanya Diko


"iya nih, kan jadian, ada pajak jadian" jawab Morza


"yaaa deh terserah saja lah kalian"


dan setelah menjalani cukup lama..


semakin hari memang Abra semakin kagum.. karna sesibuk sibuknya Niken, ia tetap mengajak Abra kemanapun Niken pergi


mulai dari jalan sama teman, arisan barang branded, makan diresto mahal, selalu membawa serta Abra...


tepat dihari bahagia adik dari ibu Niken, Niken mengundang Abra datang ke resto untuk makan bersama tante Monita, adik dari mama Niken itu


Niken tak memperbolehkan Abra membawa kado, karna Niken tau Abra tak pandai memilih barang yang ia inginkan


sesampainya diresto dan Monita yang sudah datang disana menyapa mereka


"hi .. are you niken's boyfriend?" tanya Monita


(hai.. kamu pacar niken?)


"niken have told?" tanya Abra


(niken sudah bilang?)


"yaa... where you from?"


(yaa.. kamu asli mana?)


"indonesia"


"indonesia, Indonesia but can't speak the language"


(indonesia, indonesia tapi tidak bisa bicara berbahasa?)


"emm i know, don't speak"


(emm aku tau, tapi tidak bicara)


keduanya mengobrol.. sampai saat mereka sudah selesai makan, Niken dan Abra tetap tinggal diresto


"lets hang out" ajak Niken


(mari kita jalan-jalan)


""wait, I have something for you"


(tunggu, aku ada sesuatu untukmu)


"what?"


(apa?)


Abra menyodorkan bingkisan berisi sepatu kets


"What? You choose this?"


(apa? kamu memilih ini?)


"yes"

__ADS_1


(ya)


"Are you seriously asking me to use it, it's too cheap ..."


(Apakah kamu serius memintaku untuk menggunakannya, itu terlalu murah ...)


"I don't think it's cheap or not. the model is good"


(saya tidak berfikir itu murah atau tidak, tapi itu bagus)


"not! You save, you give to someone else, or give it to your sister"


(tidak! Anda menabung, Anda memberi kepada orang lain, atau memberikannya kepada saudara perempuan Anda)


btw. sekedar pemberitahuan saja, jadi, Abra memang sering diluar negri, bisa dihitung berapa lama ia diindonesia, jadi i selalu memakai bahasa inggris


Abra tau jika orang lain bicara bahasa indonesia, tapi ia merasa ribet dan belibet ketika ikut mengobrol dengan indonesia


kembali kepada Niken yang benar benar menolak pemberian karna dibawa harga yang standar, dan itu membuat Abra cukup merasa kesal karna tidak dihargai tapi ia mencoba sabar saja


suatu hari.. ketika Abra mengatakan kartu kredit nya ketinggalan karna memang ketinggalan ketika dirumah Acnez, adiknya..


"What? You want to walk. Just like I don't carry credit cards, also cash, then what do we expect from the road?"


(Apa? Anda ingin berjalan. Sama seperti saya tidak membawa kartu kredit, juga uang tunai, lalu apa yang kita harapkan dari jalan?)


"try to be more open, we don't need to go with money, we can do it another way, be happy"


(Cobalah untuk lebih terbuka, kita tidak perlu pergi dengan uang, kita bisa melakukannya dengan cara lain, ayo berbahagia)


"be happy you said? no.. I'm home ... I'm tired of taking a break ... bye"


(berbahagialah kamu bilang? tidak.. aku pulang.. aku lelah butuh istirahat, dah)


bahkan Niken pergi begitu saja..


yaa akan terlihat serendah itu seorang Abra ketika ia tak sedikit saja memegang uang..


dan Abra menuju kearah mobilnya lalu pergi dengan banyak pikiran tentang Niken yang marah karna mereka tidak jadi makan karna drama dompet ketinggalan malah Niken meninggalkan Abra


Niken memang lebih dewasa dari Abra tiga tahun namun sikapnya seperti lebih mudah dari abra 13 tahun..


namun ketika ia memikirkan Niken yang mulai berubah.. ia tak sengaja menabrak sebuah mobil didepannya..


Abra pun marah, langsung keluar lalu mendekati arah mobil itu


"hey ... why did it stop suddenly?" bentak Abra


(hey... kenapa tiba tiba berhenti?)


ketika membuka kaca jendela mobilnya.. wanita itu mengatakan jika ia meminta maaf karna mendadak rem.. namun baru saja mengatakan maaf, tak lama wanita itu pingsan..


"hei, you kidding?" tanya Abra kesal


(hei, kau bercanda?)


"wake up.." teriak Abra lagi


(bangun)


Abra yang bingung justru meninggalkan mobilnya dan menguncinya ia menelfon salah satu temannya membawa mobilnya sementara ia membawa mobil wanita itu, menuju rumahnya..


sekali lagi.. rumahnya.. rumah pribadinya..


yaaa cukup lama, hampir satu jam wanita itu pingsan, akhirnya ia sadar juga


wanita itu terlihat bingung, ia melihat sekelilingnya merasa asing, lalu melihat Abra


"hei.. siapa kamu?" teriak Ayudia..


Ayudia adalah gadis yang membawa mobil yang mendadak rem didepan Abra sampai membuat Abra sedikit menabrak bagian belakang mobil gadis itu


"already up? You suddenly braked right in front of my car, but you fainted, really you are also troublesome" ucap Abra


(sudah bangun? Anda tiba-tiba menginjak rem tepat di depan mobil saya, tetapi Anda pingsan, sungguh Anda juga merepotkan)


"sorri, emm.. thanks.. excuse me" jawab Ayudia


(maaf, emmm trimaksih, permisi)


"where do you want to go?"


(mau pergi kemana?)


"go home.. em.. thanks.."


(ke rumah, emm, trimakasih)


"em.. wait.. I just accidentally saw your learning card ... did you go to school at this cooking school" tanya Abra menunjukkan kartu miliknya


(Saya baru saja tidak sengaja melihat kartu belajar Anda ... apakah Anda pergi ke sekolah di sekolah memasak ini)


"yeah .. are you in the same place?"


(yaa.. apa kamu ditempat yang sama?)


"yes... but why I never saw you"


(yaa.. tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu?)


"em ... I'm only studying in this school, not main, I have another general school"


(em ... Saya hanya belajar di sekolah ini, bukan utama, saya punya sekolah umum lainnya)

__ADS_1


__ADS_2