Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
DA #2


__ADS_3

yang terbilang cukup sering menggunakan jasa keduanya dalam sebuah party


"Te... Kita perlu karyawan jelas kan te.. gimana kalo kita cari teman dekat atau saudara kita yang nganggur" ucap Vian


"Oh iya, bustomi kan dikerjaannya banyak tuh kendala, gimana kalo kita tawari aja"


"Iya bener itu"


Tak lama mereka pun mendapatkan beberapa karyawan.. dan Agatha memutuskan untuk menetapkan karyawan sebagai pekerja tetap dan yang terpilih hanya 10 orang pertama yang diterima


Setahun berjalan, tak terasa mereka sering jalan, makan, nonton, ya anggap saja masa pacaran setelah menikah, karna mau ngapain juga bebas kalo sudah disahkan...


Terlihat juga perubahan sangat signifikan antara wajah sebelum nya dan wajah sekarang dari Agatha..


Terlihat, Agatha lebih cantik karna sering nya perawatan ke salon, bahkan tak tanggung ia berani tampil seksi ketika pemotretan bersama sang suami menjadi model Weding Organizer yang didirikannya


Hingga sampai ke semua telinga orang melalui media informasi, televisi, ia dan suami sekaligus usahanya dikenal, dan bahkan sampai keteliga Faldo..


Betapa kagetnya Faldo mengetahui jika itu adalah orang yang pernah ia sakiti dan tinggalkan


suatu pagi, Vian terbangun lebih dulu dari istrinya, Agatha


Ia menatapi lekat arah wajah istrinya.. dan merasa beruntung karna istrinya adalah seorang wanita yang tak mudah tergoda hanya karna harta, tahta, maupun wajah


Namun ketika ia mulai meraih dan menyentuh rambutnya, terasa suhu badan Agatha panas, namun Agatha berselimut seolah sangat kedinginan


"Te... Kamu kenapa, sakit ya" ucap Vian


Tak biasanya memang, Agatha terlihat begitu pucat


"Sayang... Gakpapa kan, sayang" ucap Vian


"Em... Iya, gakpapa kok sayang..." Ucap Agatha terdengar lesuh


"Kamu sakit, kita ke dokter ya"


"Nantik aja tapi ya, sekarang aku masih lemes"


"Yaudah deh"


Akhirnya Vian sebagai pemilik utama kantor yang didirikan nya dengan istrinya membuat nya tak hadir hari ini, karna istrinya sakit, hingga pukul 8 pagi masih tak ada perubahan dari kondisi Agatha, Vian pun dengan paksa menggendong istrinya masuk mobil dan menuju rumah sakit


Setelah diperiksa, hasilnya berkata jika Agatha mengalami tyfus.. membuatnya demam bahkan panas tinggi


Tiga hari sudah Vian tak datang ke kantor, digantikan oleh Bustomi, namun Agatha tak mau jika Vian mementingkan nya hingga akhirnya kejadian bangkrut dahulu terulang lagi karna hal yang sama, yaitu karna dirinya


"Om, kamu kerja gih" ucap Agatha


"Kerja gimana, kamu dirumah sendiri gitu"


"Kan ada mamang"


"Satpam ya kerjanya didepan lah, bukan jaga kamu"


"Ya aku gak mau ya kamu kejadian terulang karna masalah yang sama dan gara-garanya aku"


"Terpenting buat aku ya kamu"


Dengan keras kepalanya akhirnya membuat nya mengambil keputusan bahwa ia akan datang ke kantor untuk bekerja jika istrinya pun ikut datang bersama nya


"Mana mungkin, aku sakit" ucap Agatha


"Kamu bisa lah tidur di kamar yang ada diruanganku"


"Enggak ribet kah?"


"Udah, kalo kamu mau aku kerja kamu ijut, biar aku bisa lihat kamu juga rawati kamu sambil kerja"


"Iya deh, daripada kamu lama gak kerja, terbengkalai"


Mereka pun menuju kantor dan sesampainya tak lantas langsung Agatha tidur, ia menemani suami nya sejenak sebelum akhirnya tertidur di sofa..


Saat tertidur di sofa, Vian mendekati arah Agatha dan menyangga kepalanya dipaha nya


Terdengar suara ketukan pintu


Dengan cepat ia membuka pintu


"Pak, saya kirim Laporan"


"Oh iya, makasih, ini bagian apa?"


"Ini bagian konsumsi, ditanggal 25 kemaren lusa"


"Oh baik saya cek, kamu bisa kembali ke pekerjaan kamu nanti saya antar dokumennya"


"Baik pak"


Karyawan pun terheran, mengapa Vian tak mengizinkan satupun masuk ke dalam ruangannya..

__ADS_1


Akhir nya Vian mengangkat istrinya ke dalam ruang kecil belakang pintu ruangan kerjanya


Tak lama bustomi datang


"Selamat siang pak" ucap Bustomi di alat pengenal sebelum masuk ruangan


"Siang, masuk"


Melihat Bustomi masuk dengan mudah semakin membuat karyawan lain heran


"Siang pak Vian" sapa Bustomi


"Siang pak bus, ada apa"


"Masih aja pak bus"


"Haha, Anda ada apa"


"Oh tidak, saya sedang free, melihat banyak pembicaraan dari anak lain diruangan mu memang ada apa, kau tak izinkan mereka masuk"


"Ya ampun, bukan ada apa, ada Agatha tertidur, gak mungkin saya biarkan ada yang masuk kan"


"Loh ada Agatha"


"Iya nih tidur, sakit dia, karna gue gak mau ninggalin dia sendiri jadi gue paksa aja ngikut"


"nah loh" ucap Bustomi kaget


"Salahnya sama sama keras kepala, jadi begini dah" ucap Vian sembari mengerjakan laporan yang lama ia tinggal


Mendengar dan menguntit pembicaraan Bustomi dan Vian, salah satu pegawai pun kesal melihat betapa besarnya cinta Vian kepada istrinya


Nama pegawai itu adalah yani..


Yani adalah karyawan yang terbilang cukup lama, namun ia tak bisa membaca situasi dimana ia harus berbuat hal yang tak seharusnya diketahui banyak orang terutama atasan nya


Melihat dari CCTV didepan pintu ruangan kerja nya, Vian meminta Bustomi melihat rekaman CCTV nya..


"Bus..sini, liat ini"


"Apa pak"


Melihat rekaman Bustomi pun kaget


"Ngapa dia" tanya Bustomi


"Tauk, kelihatan kesel tau alasan apa, banyak karyawan gak diperbolehkan masuk"


"Hem masak sih"


Lama kelamaan, sikap nya terlihat begitu menonjol, dimana ia menunjukkan rasa tak suka nya ketika melihat Agatha, istri atasannya datang


Berbeda ketiga Vian, atasannya datang sendiri seolah banyak hal yang ingin ia pamerkan kepada Vian


Tak lama ada seorang mahasiswa magang, yang juga sangat tak disukai oleh Yani, melihat Yani yang semakin hari menjadi jadi, membuat Vian memutus kan menggantikan posisi Yani sebagai ketua penyelenggara undangan untuk artis pengisi, digantikan kepada gina


"Terserah, saya kasih kamu pilihan, keluar atau kamu pindah posisi dengan gina" ucap Vian tegas


"Pak jangan pak, saya masih bisa kerja lebih baik kok"


"Bukan soal lebih baik, tapi sikap kamu kepada istri saya"


"Loh, kok bapak bawa urusan pribadi di pekerjaan"


"Apa kamu bilang? Pribadi? Kamu tau siapa dibalik terbangunnya usaha ini, istri saya, Agatha, tanpa adanya dia, tidak akan ada kamu bekerja disini, okeh sekarang saya yang putuskan kamu berhenti, saya kasih pesangon 3 kali gaji"


"Pak tapi pak"


"Tau kan jalan keluarnya Dimana!"


"Baik pak"


Setelah keluar dari ruangan vian..


Gina diberikan pekerjaan barunya sebagai pegawai tetap pengganti Yani


"Pekerjaan kamu baru, bisa tanya ssms Bustomi" ucap Vian


"Baik pak"


"Silahkan kembali"


"Makasih pak"


Sesampainya di meja kerjanya, Bustomi yang mau menjelaskan kerja baru dari gina pun izin ke toilet


"Aduh, saya kebelet, tungguin ya"


"Ya pak"

__ADS_1


Gina mendekati arah Yani. Yang sibuk beberes


"Hai kak, keburu sih, ceroboh, seperti ini harus lebih halus dari bubur kak, kalo kasar akhirnya kelabakan, eh hasilnya kehilangan pekerjaan, kakak tenang, saya disini pengganti kamu, saya suka sama pak Vian, sejak awal bertemu, jadi saya balaskan dendam kamu" ucap gina


"Hem, saya yakin kamu takkan bisa melakukan hal apapun"


"Okeh, saya buktikan"


"Okeh, berapa kontak kamu"


Keduanya pun bertukar nomor ponsel


Hari pun berlalu, gina pengganti Yani pun memulai misi nya..


Cara pertama yang ia tempuh mencari tau masa lalu dari Agatha


Ia pun mendapat kan Informasi jika sebelum dengan Vian, Agatha dengan lelaki yang sangat ia cintai namun ia ditinggalkan


Gina menemui lelaki itu, yang tak lain adalah Faldo


"Kak Faldo" sapa gina saat menghampiri rumah Faldo


"Iya, saya, siapa ya"


"Oh perkenalkan, saya gina, saya tau soal Anda dari masa lalu Agatha, benar bukan"


"Ada hubungan apa kamu dengan Agatha"


"Oh, saya hanya karyawan nya saja kok, mau memberikan kesempatan Anda bertemu dengan Agatha"


"Kamu serius, bisa, okeh, kapan"


"Besok, saya tunggu dikantor saya, ini alamatnya.."


Esoknya Faldo pun datang ke kantor gina yang juga kantor Vian dab Agatha


Karna Vian dan Agatha satu ruangan yang sama, terlihat betapa kagetnya Agatha melihat CCTV depan ruang kerjanya ada Faldo


Ketika tau siapa yang datang, lantas membuat Vian langsung menatap arah Agatha


"Em, om, aku bukain dulu" ucap Agatha


"Hmmm" jawab Vian


"Faldo" sapa Agatha


"Em, hai"


"Kamu tau dari mana kantorku"


"Kamu kan cukup tenar, gampang lah cari alamat mu"


"Kurang sopan ya ngobrol di tengah pintu" teriak Vian terlihat cemburu


"Eh iya, masuk Faldo" sapa Agatha


Setelah duduk di sofa ruang kerja Agatha


"Kamu udah enak ya, aku gak nyangka kamu bisa secantik ini"


"Eheheeeeee." Ucap Vian


"Hem, bisa aja"


Beberapa menit mengobrol, Faldo pun berpamitan


"Siyah, yang mantan terindahnya datang nih, girang amat"


"Ya ampun Om, kamu cemburu"


"Wajar gak sih cemburu"


"Om, aku tuh udah gak ada perasaan apapun"


Waktu berjalan, menunjukkan kesetiaan Agatha tak bisa diragukan lagi, sepenuhnya kini Vian percaya pada istri nya...


Melihat lapangan pekerjaan yang sedikit dan banyaknya pengangguran jalanan, membuat kedua pasangan ini memilih untuk membuka usaha baru, dinamakan pujasera..


Segala kebutuhan makanan tersedia mulai dari yang berdompet tebal hingga berdompet tipis..


Dan spesial dari pujasera ini adalah pekerja nya yang sengaja diambil dari anak pengangguran yang cari hidup dijalanan, berbeda dengan pekerjaan lainnya yang hanya duduk menunggu pelamar kerja datang, mereka justru terjun dan menawari mereka yang hidupnya kelam menjadi lebih baik


Dan sebanyak 25 toko berdiri, dan disetiap tokoh terdapat minimal 5 pekerja, itupun sukses dan laris dipasaran, tak hanya orang orang biasa yang datang, pelancong dari luar negri hingga artis artis tanah air pun turut banyak terlihat disana...


Setelah usaha nya sukses, mungkin karna doa atas rasa terima kasih beberapa karyawan nya, dan mungkin juga doa dari sebagian pekerjanya yang mendoakan untuk mendapat kan momongan pun terkabul


Usia kandungan kini sudah hampir 3bulan..


Hingga banyak acara digelar..

__ADS_1


Tak terasa hari kelahiran tiba..


__ADS_2