
Setelah mandi dan menunggu papa nya pulang kerja, veri Teru bertanya kapan papa nya pulang
"Tante, kok gak ada datang papa?"
"Bentar lagi ya sayang"
Tiba-tiba robi datang
"Assalamu'alaikum"
"Papa kok baru datang udah langitnya gelap" ucap Veri
"Loh jawab dulu salam papanya Veri" ucap tya
"Waalaikum salam pa"
"sayang, papa banyak kerjaan, kamu ada apa nunggu papa?"
"Veri mau ikut Tante tya pa"
"Ikut? Kemana?"
"Gini pak, saya mau pulang, kan hampir seminggu ini, rumah pasti kotor, gak ada yang bersiin, jadi malem ini saya minta izin pulang, besok malamnya saya balik, tapi Veri minta ikut"
"Loh, Veri, kan Tante mau bersih-bersih rumah nya, kasihan Tante, rumahnya gak ada yang bersiin"
"Pokoknya, Veri, mau ikut"
"Veri nakal ya"
"Pa Veri mau ikut"
"Em tya, gini, klo kamu ajak Veri kerumahmu menginap apa kamu keberatan?"
"ya enggak lah pak, justru saya takut tidak dapat izin dari pak robi"
"Saya izinin, tapi saya yang anter kalian"
"Baik pak"
"Veri ikut boleh ya, tapi yang gak boleh jangan nakal" ucap robi
"Iya pa, makasih"
"Iya, yaudah sana siapin baju ganti sama seragam besok"
"Iya pa"
Sesampainya dirumah tya
"Ayo masuk pak" ucap tya
"Iya"
"Aduh kan bener, pasti gersang"
"Gara-gara pekerjaan dirumah saya ya?"
"Enggak lah pak, hemmm ayo Ray sama Veri tidur satu kamar dikamar Ray ya, Veri mau kan?"
"Mau kok tante"
"Yaudah ayo Tante anter, besok kan sekolah"
"Ya Tante"
Setelah menidurkan Ray dan Veri
"Udah tidur?" Tanya robi
"Udah, itu tidur semua"
"Yaudah kalo gitu saya pamit, kan gak enak kalo keliatan orang, besok saya jemput?"
"Oh enggak usah pak, besok saya sepagi mungkin anterin sarapan, langsung antar anak-anak kesekolah"
"Waduh gak keribetan?"
"Gak kok, kewajiban saya juga kan, kan bapak sudah bayar saya"
"Yaudah saya titip Veri ya"
"Ya pak"
Paginya, tya memasakkan sarapan Ray dan Veri
"Veri, Ray, ayo bangun, udah pagi" ucap tya
"Bunda..."
Tak lama Veri pun bangun
"Tante..."
"Ayo bangun, mandi barengan ya"
"Iya bunda"
Setelah mandi mereka pun sarapan
"Kok ada yang dibungkus bunda?"
"Ini buat papa nya kak Veri sayang, kan papa nya kak Veri harus sarapan juga"
"Oh buat papa ya tante, berarti kerumah papa juga"
"Iya sayang, ayo makanya makan lebih cepat lagi ya"
Sesampainya dirumah robi, terlihat robi yang sedang ribut dengan seorang wanita didepan teras rumahnya
"Assalamu'alaikum" ucap tya
"Assalamu'alaikum pa" ucap Veri mencium tangan robi begitupun Ray
"Waalaikum salam, eh anak papa ucap cakep, mau ke sekolah ya, Ray juga cakep, waduh pada siap ke sekolah ini?"
"Iya pa, kan dianterin sama Tante tya"
"Tante tya?" Tanya perempuan itu
"Udah kamu pulang sana, bikin bete pagi-pagi, bikin hari diawali sial saja" ucap robi
"Mas, jangan gini dong, aku nih adiknya istrimu, tolong hargai aku mas"
"Udah udah, ribet kamu, em tya kamu langsung anter anak-anak ya"
"Ya pak, ini sarapan untuk bapak"
Si perempuan yang sedari tadi dengan robi adalah Adis, Adis tiba-tiba melemparkan rantang berisi makan pagi untuk Robi
"Apa-apaan ini?" Tanya Adis
"Astaga" ucap tya
"Tante Adis, itu sarapan buat papa tau, kok dibuang? Tante jahat ya" ucap Veri
"Veri, kok kamu belain orang lain daripada Tante, Tante ini adiknya Mama kamu loh"
"Tante jahat"
"Eh aduh, ayo berangkat, nanti telat loh Veri nya" ucap tya membawa pergi Veri
"Pa Veri berangkat"
"Ya sayang"
"Pak, saya bawa mobil sendiri, itu yang kotor tolong bersihkan ya" ucap robi
"Baik pak"
__ADS_1
Yaaa... Adis adalah adik dari istri robi, tapi Adis menyukai Robi sejak kakaknya menikah dengan robi
Tapi sejak meninggalnya kakaknya, justru menjadi peluang emas bagi Adis mendekati robi, sementara robi selalu bersikap biasa saja bahkan bersikap dingin
Karna kepikiran dengan robi yang belum sarapan, setelah Ray dan veri masuk ke dalam kelas masing-masing, tya berencana membeli kan makanan untuk Robi dan mengantar nya ke tempat kerja robi
"Ada yang bisa saya bantu Bu" ucap receptionis
"Oh, ini mbak, saya bisa bertemu dengan pak robi?"
"Pak robi sedang ada jadwal Bu, maaf saya sedang bicara dengan siapa?"
"Saya tya bu, pengasuh dari anaknya pak robi, tadi pagi saya antar sarapan tapi ada sedikit problem jadi saya belikan lagi, saya titipkan saja ya, kan takutnya justru menganggu"
"Oh bisa Bu, silahkan"
"Makasih mbak"
"Ya Bu"
Setelah meeting selesai, receptionis memanggil Robi yang kebetulan akan mengecek situasi di bagian HRD
"Pak" panggil receptionis
"Ya, ada apa?"
"Ini pak, tadi waktu bapak meeting ada yang menitipkan ini, katanya dari bu tya pak"
"Tya? Sekarang kemana?"
"Pulang pak, takut mengganggu bapak katanya"
"Oh"
Robi menghubungi tya
"Halo, tya kekantor tadi ya?"
"Iya pak, tapi bapak lag ada meeting jadi saya titipkan itu ke receptionis"
"Waduh repot repot aja kamu, kok gak nunggu saya?"
"Takut bapak sedang ribet jadi saya pulang"
"Waduh makasih ya tya"
"Iya pak"
Saat mengambil titipan dari tya, tiba-tiba Adis datang
"Mbak, mana titipannya?"
"Oh ini pak"
Robi membawa tapi ia membalikkan badan
"Mbak, lain kali kalo atas nama tya, apalagi bersama anak saya, Veri, langsung kasih tunjuk ruangan saya saja" ucap robi
"Baik pak"
"Apa" ucap Adis
"Kamu"
"Tya? Siapa tya?"
"Bukan urusan kamu"
"Ya urusan aku lah, ini kan perusahaan milik kakak aku juga"
"Tapi gak ada berhak atas kamu, dan inget, saya pemilik tunggal disini"
"Tapi mas"
"Security, amankan" ucap robi
Pulang kerja, ia bersiap-siap mandi lalu menjemput Veri
"Assalamu'alaikum" ucap robi
"Papa, yeee papa datang"
"Hai sayang, udah makan belum?"
"Udah dong, kan makan siang, kalo makan malem kan belum malem"
"Waduh iya bener, ini papa bawa apa"
"Apa itu pa"
"Ini mobil-mobilan untuk Veri, yang ini ubtuk Ray"
"Wah bagus pa"
"Iya Om, bagus" ucap Ray
"Seneng gak?"
"Seneng" jawab keduanya
Tya membawa segelas teh hangat
"Ini pak, diminum"
"Waduh makasih ya"
"Iya pak"
Setelah cukup lama terdiam, robi membuka pembicaraan
"Tya, aku baru ngerasain diperhatiin seperti hari ini oleh seorang wanita" ucap robi
"Maksud nya apa ya?"
"Saya merasa ada rasa nyaman sama kamu, jujur, sebenernya sebelum Bayu meninggal, ia menitipkan kamu pada saya, tapi saya berpura-pura tidak mendengarnya cuma karna saya ingin berfikir tidak negatif"
"Mas Bayu bilang begitu? Yaampun"
"Maaf saya baru kasih tau kamu, karna saya sempat mau bilang pertama pertemuan kita tapi papasan sama teman kamu"
"Maaf ya jadi ngerepotin bapak"
"Iya gakpapa, yaudah saya minta mulai sekarang jangan panggil saya bapak, panggil saya robi"
"Ha, enggak lah, jangan pak, gaenak"
"Yaudah lainnya asal jangan pak, ketuaan"
"Apa yaaa?"
"Mas deh"
"Yaudah mas ya"
Sejak itu tya memanggil Robi dengan panggilan mas robi
Semakin hari tya dan robi semakin dekat, ditambah dengan ray dan Veri terlihat semakin dekat seolah menyetujui kedekatan orang tua masing-masing
"kamu tau gak kenapa aku yakin sama kamu?"
"Kenapa?"
"Karna saat aku lihat veri, dia bisa menemukan senyumnya yang sudah lama hilang"
"Udah takdir mas"
"Iya, semoga kamu bisa jadi ibu buat anakku"
"Eh jangan lupa juga. Kamu harus bisa jadi ayah dari anakku"
__ADS_1
"Pasti, oh iya, bagaimana Ray? Apa sudah tau bagaimana kondisi kamu sebenernya"
"Nah itu, aku belum sama sekali menceritakan, takut, takut salah"
"Yasudah, kamu tenang saja. Nanti aku bantu"
Robi, perlahan mendekati Ray, sama seperti tya mendekati Veri pertama kali, dan Ray menyukai Robi, robi mulai berinteraksi, memberikan pengertian, memberikan contoh contoh kecil
"Hai ray" sapa robi menjemput nya
"Hai Om, bunda kemana?"
"Bunda ada kok dirumahnya, hari ini yang jemput Ray, sama Veri, Om ya"
"Memang kenapa bunda?"
"Oh bunda gak papa kok"
Tak lama Veri datang
"Papa"
"Hei, sudah semua? Sekarang pulang"
"Pa, Tante tya kemana?" Tanya Veri
"Tante tya dirumah"
"Kita ke Tante tya kan pa?"
"Iya, ini"
Sesampainya di taman
"Pa, kok kesini?"
"Ya Om, katanya mau ke bunda?"
"Sini, duduk disamping papa, ver, sini kamu juga ray, duduk disebelah Om yang sini"
Setelah keduanya duduk
"Om mau cerita deh sama Ray"
"Apa Om?"
"Kalo misalkan, Om titip baju ke Ray, terus cukup lama baju itu Om minta lagi, Ray marah enggak?"
"Enggak, kan bajunya punya om"
"Nah, gini ya, Om kasih tau, bentar lagi bunda datang, nunggu bunda aja ya"
Tak lama tya datang
"Bunda" ucap Ray memeluk nya
"Tante, Veri boleh peluk juga gak?"
"Boleh dong, sini"
Tya mendekati robi
"Apa ini sudah benar?"
"Yakin"
"Apa Ray masih terlalu kecil"
"Udah kami tenang"
"Nah, Ray, Om lanjutkan ya, Ray harus sabar, Ray bukan lagi anak kecil, Ray harus tau kalo ayah Ray, teman Om robi itu sudah meninggal, artinya udah dipanggil sama Allah, Allah menitipkan pada bunda, dan sekarang diminta kembali, sama seperti baju yang tadi Om bilang"
Ray terdiam, menatap tajam ke arah tya, tya tak kuasa menitihkan air mata dan memeluknya
Tapi Ray melepaskan tangan tya
"Bunda gak cerita sama Ray" ucap Ray menangis
"Bunda takut Ray marah nak, bunda takut Ray gak ngerti" jelas tya
"Berarti sekarang Ray cuman punya bunda?"
"Iya sayang"
"Bunda jangan ninggalin Ray sama seperti ayah ya bunda"
Tya memeluk erat anaknya itu
Robi membiarkan situasi itu mulai mencair, robi mengajak Veri, mencari es krim disekitar
Tak lama ia pun datang dan dengan empat eskrim
"Nah, sekarang nangisnya udah, kan ray udah punya om, panggil aja Om ini papa. Sama seperti kak Veri panggil Om ya"
"Boleh Om" ucap Ray
"Pa, berarti aku panggil tante tya sama seperti Ray manggil bunda ya"
"Boleh sangatlah" ucap tya
Veri memberikan eskrim untuk tya dan robi memberikan untuk Ray
Mereka pun saling bercanda gurau, melepas segala penat
Hubungan tya dan robi pun dibawa mereka ke jenjang yang lebih serius
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
List Cast :
Septyara Lestari - Tya
Robi - bos Bayu
Bayu - pacar Anissa, suami Tya
Roy - anak Tya dan Bayu
Veri - anak Robi
Dania - sahabat
Anissa - sahabat
Joni - teman Tya
Fiko - pacar Dania, pacar Tya juga
Gilang - sepupu Fiko, pacar Tya juga
Wati - pacar Gilang
Adis - adik ipar Robi
Dodi
__ADS_1