Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
SMM #3


__ADS_3

mulai dari perkenalan, hingga sekarang bahkan aku tak lagi sedikit ada rasa sungkan kepada nya karna aku rasakan ketulusan dia..


ditambah orangtua ku entah gimana, bagaimana, lagi apa, dan mengapa tidak berkabar


"maafkan kami nada.. kamu beruntung dapatkan dia.." ucap Man Nna


dan ketika esoknya Chu Zuhn mengirimkan video hasil rekord nya, dimana Man Nna benar benar marah besar didepan meja guru dan memarahi seluruh isi ruangan yang sering membantu Zang Mheng mengerjai Nada


"kalian bukan hanya mengerjai seperti lelucon pada nada, tapi kalian lebih menyakiti, kalian harusnya berhati dan juga berotak, pakai otak dan hati kalian bersamaan, nada adalah orang asing dinegara kami, dia di buang kedua orangtuanya karna kedua orang tua nya sedang bermasalah dan sekarang tidak ada kabar, dia di korea ini tinggal dengan orang asing yang memberikan ketulusan menganggap nada anaknya.. dan sekarang, dia putus sekolah, sudah puaskah kalian?" bentak Man Nna


dari video rekord itu, perhatianku benar benar hanya tertuju pada Xieng Yuang yang bahkan ketika Man Nna menjelaskan dia memakai airphone ditelinganya


dan beberapa menit kemudian...


aku memutuskan menghubungi guru Noo Xue untuk menerima tawaran kembali ke sekolah dengan syarat.. bekerja sama dengan baik antar murid dan antar guru..


dan Noo Xue menanggapinya..


tanpa ia tau, apa ia yakin bisa, tapi aku yakin bisa


dan beberapa hari kemudian..


setelah semua persyaratan diterima atas dasar keputusan satu kelas, Noo Xue datang kerumah ku dan memberikan surat itu bukti itu


dan ketika kau kembali...


kini aku sudah kembali ke asrama..


aku rindu masa masa aku, Man Nna, Sun Mih..


kami bertiga bercerita di atas ranjang masing masing.. tentang masalalu kami, masa kecil kami..


esoknya aku bersiap jalan ke sekolah..


aku duduk, dan ketika aku melihat beberapa murid lain juga datang..


dan aku melihat Xieng Yuang..


melirikku dan duduk tanpa menyapaku


aku membuang muka, aku masih kesal, kecewa besar.. bagaimana tidak, dia merebut perawanku


dia yang membantuku dari sekumpulan Zang Mheng dan dua temannya tapi dia yang menghajarku..


dan ketika jam selesai..


aku berjalan melewati nya..


namun, ia menggenggam tanganku untuk menahanku...


"oh.. nada, aku dan Sung Mih duluan deh" ucap Man Nna menarik tangan Sun Mih


ku lepaskan tangannya menyentuhku..


ketika ruangan hanya ada aku dan Xieng Yuang


"maafkan aku" ucap nya


"maaf?" tanya ku menatapnya


"aku tergoda malam itu, entah setan dalam tubuhku kehilangan kontrol dan kendalinya"


"hemm.. Xieng Yuang.. kamu yang membantuku dari ancaman Zang Mheng dan dua temannya.. kamu membawa ku pergi, ternyata kamu yang...."


"kamu pingsan, aku bawa kerumah, dan aku sudah katakan maaf karna setan dalam tubuhku sedang tak terkendali"


"hemm.. bahkan, Man Nna sedang marah besar, kau memakai airphone ditelingamu"


"untuk apa aku mendengarkan ocehan gaduh dia, sedang aku sudah mendengarkan sendiri dari mulutmu" ucap nya


"ha.. kamu dengar sendiri? kapan aku menjelaskan?"


"kamu jelaskan ketika bersama Man Nna dan Chu Zuhn"


dia ternyata juga berada di sekitar rumahku ketika itu aku menjelaskan siapa aku dan siapa Sung Ma


dia meraih tanganku..


meminta maaf...


"aku tidak pernah melakukan itu sebelum nya kecuali dengan mu malam itu"


ah.. dia apa dia benar benar mengatakan itu


aku pun keluar dan kaget Man Nna juga Sun Mih ternyata mengintip dan menguping pembicaraan ku dengan Xieng Yuang


"nada" ucap keduanya


"kalian, ngapain disini, oh kalian liatin aku ya" ucapku


"kamu sudah tidur dengan Xieng Yuang?" tanya Sun Mih


"emm.. iya"


"waaah, yeeeeeaah"


keduanya girang?


ah ini aneh..


"kalian kok" ucap ku

__ADS_1


"kita seneng tau, kalian itu cocok banget, udah lah jadian aja, mana liat video itu" ucap Man Nna


"video apa?"


"video kamu tidur bareng Xieng Yuang, uuuch pasti romantis?" ucap Sun Mih


haaa.. dalam konten di indonesia, ini pemaksaan dan juga pemerkosaan, dan mereka mengatakan ini romantis..


oh tuhan benar kata Sung Ma


tempat dan kota ini terlalu bebas untuk anak muda bisa dengan mudah tidur tanpan ikatan pernikahan


dan tak lama Xieng Yuang menyodorkan ponselnya kepada Man Nna dan Sun Mih untuk menunjukkan video hasil rekord nya lalu ia menarik tanganku


"eh itu, eh jangan Man Nna, kembalikan, Sun Mih"


dan ketika Xieng Yuang mengajakku ke rumah nya


"ngapain kesini?" tanya ku


dia tak menjawab hanya diam..


"kau sedang memakai airphone tak mendengarku apa memang tuli" gerutuku


dan Xieng Yuang menciumku dengan paksa


"lepasin, ah sial kau" teriakku


dan ketika aku ragu masuk kerumahnya..


ia menarikku dan masuk..


ia menuntunku ke kamarnya..


"mau ngapain" tanyaku


"ayo lah, kita bermain lagi, kemaren aku bermain tanpa lihat kamu berekspresi" ucapnya


"hei.. lepasin, jaga sikap mu"


"jaga sikapku yang mana?"


"lepasin, bagaimana aku hamil?"


"ya tinggal lahirin"


"siaaaaal, lepasin, jangan macam macam"


"apa sih yang macam macam, sudah lah, di kota ini, hal seperti itu wajar dilakukan"


"iya. wajar, dilakukan oleh hewan"


"enggak, jangan bodoh" ucapku


"okeh lah, cium saja"


belum aku menyetujui, dia langsung mencium bibirku..


ah tak masalah daripada terjadi kedua kalinya..


dan ketika ia melepaskan bibirnya di bibirku..


"kamu orang pertama mampu membuat setan ditubuh ini seperti terbakar" ucap nya berbisik ditelingaku


ah kupikir hal sama, waktu itu karna aku pingsan, jika aku terbangun di setengah permainannya akupun akan menikmati seperti ciuman nya tadi..


dan ketika ia kembali memelukku.. meletakkan wajahnya di dada atas ku


"kau tau.. wanita satu satu nya yang aku ajak kencan itu kamu" bisiknya pelan membuat ku geli


"ah, itu kan katamu, aku gak paham faktanya"


"udah, jangan ragukan, percaya sama aku.. kau sudah kenal aku cukup lama sejak kita satu ruangan kelas belajar"


dan seketika aku teringat beberapa orang mrmbuat topik pembicaraan tentang dia..


ada yang menyebutnya lelaki freezer lah, beku lah, dan lainnya


ya aku akui memang ia, dia tidak sama sekali terlihat selembut sekarang mulai dari awal kenal bahkan kepada wanita sekalipun..


ah tapi aku tidak boleh terjebak..


ini hanya rayuan..


bisa saja dia mengarang cerita untukku penuh mempercayainya..


dan ketika waktu berjalan..


seseorang mengetuk pintu kamar Xieng Yuang


ia pun membukakan nya..


"ada apa bi?" sapa Xieng Yuang kepada pembantunya


"ini pesanan air minumnya"


"oh ya terimakasih"


dan pembantu itu melirik kearah dalam kamar Xieng Yuang..


ia melihatku, ah pasti ia akan mengatakan kepada ayah Xieng Yuang atau ibu Xieng Yuang

__ADS_1


"dia pembantu?"


"yaa, dia pekerja, ini minuman permintaanmu"


"makasih, emm tapi dia tau aku disini apa dia tidak akan melapor ke ayah dan ibumu?"


"tidak akan, lagipula dia bilang pun tak ada masalah kan"


ah okeh, aku mulai bisa mengikuti alur kebebasan hidup di negara ini...


dan esoknya..


ketika aku bersiap berangkat..


Xieng Yuang menyapaku dan mencoba mencium ku.. aku menghindar.. yaa aku tak mau disama kan dengan orang tidak se etitude dengan ajaran ku sejak kecil..


"kenapa?" tanya nya


"kemaren bukannya kamu sama sekali tidak menolak ciuman itu"


"oh itu aku kasih penjelasan, kemaren adalah terakhir kita berhubungan.. mulai hari ini, jalan masing masing.. aku tidak mau lagi jadi budak mu"


aku berjalan pergi.. ia mengikutiku, sesekali memanggil nama ku pelan...


aku tetap terus berjalan..


dan ketika sampai didalam kelas..


"Man Nna? siapa dia?" bisikku


"oh dia anak baru, nanti mungkin dikenalkan oleh guru"


dan ketika perkenalan..


guru mengenalkan murid baru bernama Ming Du Suan..


"ahh coba perkenalkan namamu" ucap guru


"hai semua, aku Ming Du Suan, dan alasan mengapa aku pindah.. karna my pasion, aku tidak suka dengan situasi yang bukan sama sekali ada bakat ku" jelas Ming Du Suan


dan ketika guru menanyakan


"pesan, kesan, dan komentar pandangan pertama kamu di ruang kelas ini?" tanya guru


"dia" ucapnya menunjuk arahku


"ah.. dia Nada.. memang ada apa dengan dia?"


"entah, sejak masuk pertama kali, baru dia aku lihat dengan tampilan seaneh ini"


dan beberapa anak menertawai ucapan itu..


arrrgh sial.. dia siapa sih..


dan ketika kami sudah dibubarkan..


guru Noo Xue  meminta kami kembali duduk


"ah, beri saya waktu sebentar" ucap Noo Xue


"ah guru, apa kau tidak tau waktu, ini sudah jam kami pulang, kami sudah mengantuk" gerutu beberapa anak


"iya, tenang tenang, sebentar, janji"


dan ternyata Noo Xue hanya memberikan informasi dari manager utama sekaligus pemilik


jika akan ada peraturan baru..


meminta suara tiap ruang kelas dan Noo Xue mempercayai aku menjadi penanggung jawab untuk pembuata peraturan baru..


yaaah.. ini hal super besar, tanggung jawab ku besar, benar benar perlu strategi khusus supaya melesat tidak meleset


"guru, bagaimana bisa kamu percayakan hal besar itu yang sebenar nya tugas ketua, ketuanya kan Zang Mheng" gerutu teman ketua itu


"sudahlah, biarkan guru berkeputusan, aku kau suruh urus itu, bisa bisa kepala ku pecah" jelas Zang Mheng


"nah kau dengar itu?" tanya Noo Xue


"guru, kau ambil saja jabatan ku jadi ketua, berikan pada nada" ucap Zang Mheng


"ha.. ku serius?"


"iya serius, saya sudah pecah, dan menyerah"


dan akhirnya, aku pengurus sekalipun menjadi ketua baru..


dan sejak aku mendapat gelar itu..


entah sejak kapan aku lebih dekat dengan Zu Mang Xyie.. murid lelaki paling pintar setara denganku..


entah aku merasa cocok saja dengan nya..


mulai dari membaca, menonton, hobi, bahkan kami punya misi yang sama membuat kami saling nyaman


dan ketika aku mulai berdiskusi dengan Sun Mih juga Man Nna.. aku melihat Chu Zuhn berjalan keluar kearah Xieng Yuang


"ehmm aku ketoilet sebentar" ucapku pada Sun Mih dan Man Nna


ketika aku mengikuti..


mereka masuk kedalam aula

__ADS_1


__ADS_2