
Jordi pun masuk dan menyapa Rangga
"Ha.. siapa dia.. siapa..." Ucap Rangga
"Rangga, ini gue"
"Siapa.. siapa . Gak kenal, siapa"
"Rangga, dengerin ya, dia ini Jordi, teman kamu, tinggal di California sekarang disini mau jenguk kamu, jangan gitu ya sama orang yang jenguk" ucap gilsha lembut
"Jordi? Siapa itu, siapa?"
"Jordi itu temen gilsha"
"Temen gilsha? Iya...temen gilsha?"
"Iya, boleh kan jenguk Rangga?"
"Boleh, kalo temen gilsha boleh"
"Nah, gitu dong"
Terlihat jelas memang kini semua ucapan dan kebenaran memang pada gilsha...
"Sebenernya aku kemaren mau minta maaf tapi aku takut, aku takut aku malu"
"Malu?"
"Maafin aku udah kasar, aku hanya lihat cover dan baca sinopsisnya, bukan baca cerita nya"
"Iya gakpapa"
"Daaaan sebenernya aku..."
Saat akan menyatakan cintanya, telfon tanda panggilan masuk di ponsel gilsha
"Em, bentar ya pak" ucap gilsha
"Oh iya"
Tak lama gilsha pun kembali ke arah Rangga lalu ke arah Jordi
"Maaf ya pak, lama"
"Iya, dari siapa?"
"Dari Fitro pak"
"Fitro"
"Iya, udah mluncur kesini katanya"
"Oh, gitu, yaudah saya pamit aja"
"Loh, kenapa pak"
"Ya kan gak enak sama orang lain kalo saya ketemu Fitro justru ribut"
"Oh, iya sih pak, oh iya pak, tadi mau bicara apa ya?"
"Ha.. kapan?"
"Tadi"
"Oh cuman mau bilang belikan kamu makan sih, tapi saya rasa pasti fitro datang bawa makanan"
"Oh, Hem iya pak"
"Yaudah.. saya pamit"
Hari-hari pun berlalu, seiring berjalannya waktu, dan karna memang sering terbiasa oleh keadaan membuat gilsha dan Fitro yakin untuk lebih serius.. menjadi sepasang kekasih..
"Emm.. sha" ucap Fitro
"Hem"
"Gue... Suka sama Lo"
"Ha.."
"Ya gue tau mungkin terlalu cepet tapi ini udah pas kok, dengan berapa tahun kita berteman, persahabatan kita juga lama, aku gak ragu akan bilang suka"
"Hm...."
Belum genap sebulan, Fitro menyatakan ingin keseriusan nya lebih dari sebatas berpacaran..
"Kamu yakin?" Tanya gilsha
"Iya"
"Kita belum ada sebulan"
"Ya tapi kita udah saling kenal bertahun tahun lamanya"
__ADS_1
"Emm... Yaudah bilang sama orang tua ku"
Akhirnya memutuskan akhir bulan ini akan bicara kepada keluarga masing-masing..
Jordi yang hanya bisa meratapi kesalahan nya berfikir...
"Mungkin gilsha gak akan pernah mau sama orang psikopat seperti ku" ucapnya pelan
Dan saat ia mendengar tentang rencana Fitro mau pun gilsha untuk melanjutkan ke pelaminan, ia sangat lah shock
Jordi tak sengaja mendengar percakapan keduanya ibu sahabatnya yang saling menceritakan kebanggaan nya masing-masing kepada gilsha
"Ya syukur lah mbak, gilsha dapat orang baik, Fitro itu gak cuman tampang ganteng juga baik, sopan, mana anaknya rajin banget bantu keluarga saya sering lihat dia belanja ke pasar gak malu, dia bilang disuruh ibunya" ucap Mama pandu
"Nah, lagi ya, gilsha udah baik banget, sama anak saya bahkan dia mampu loh ngatasin yang saya aja udah lempar dia kerumah sakit jiwa, kadang juga saya lemes liat anak saya, tapi gilsha tetep aja telaten" jelas Mama Rangga
"Iya.. bener, pas dah, Fitro orang paling tepat. Gak tau deh jadinya keluarga mereka gimana udah lakinya baik banget, bini juga hadeeeeh baik nya minta ampun. Dua orang yang sama-sama berhati malaikat" jelas Mama pandu
Mendengar itu membuat wajahnya kepanasan...
Ia menyusun rencana untuk memberikan pelajaran pada keduanya namun saat ia sudah matang dan sedikit lagi mencapai sukses membunuh Fitro, justru ia salah sasar..
Yang ia bunuh adalah kakak Fitro yang kebetulan baru saja menikah belum genap dua bulan pernikahan..
Melihat ia salah orang, dan tak lama Fitro baru saja datang bersama dengan gilsha, dengan paniknya Jordi pun turut membisikkan pisau ke perut Fitro didepan gilsha.. membuat gilsha pingsan seketika ketika tau jika orang yang akan menikah dengan nya beberapa hari kedepan tewas dihadapan wajahnya
Tak bisa berkata-kata apalagi menjelaskan, yang kebetulan banyak saksi mata disana meminta izin kepada gilsha untuk melapor ke pihak berwajib..
Yaaa.. sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga.. pepatah yang sangat tepat untuk Jordi saat ini..
Yaa.. sesaat setelah ia menghabiskan dua nyawa dalam satu waktu pun nembuat ia harus berlari ke California menyembunyikan diri sendiri. Namun usahanya gagal, ia berhasil ditangkap oleh polisi dan masuk dalam penjara..
Setelah pulang nya ia ke Indonesia hanya untuk menjadi tawanan balik sel penjara pun ia dapatkan, 10 tahun penjara.. mungkin setimpal, tapi sesungguhnya tidak
Lalu bagaimana kabar gilsha pasca selesai nya hal itu menimpa nya?
Yaa.. gilsha memutuskan untuk pergi ke pulau Dewata Bali, karna disana ia akan mencari hidup baru, dengan bekerja sekaligus bisa membuatnya Berlibur secara bersamaan..
Yaa... gilsha bekerja di salah satu bisnis tour yang bekerja menjadi pengantar turis dalam maupun luar untuk berkeliling daerah Bali..
Dengan pekerjaannya, sedikit Demi sedikit terlupakan segala yang membuat ia shock
Hingga ia dipertemukan oleh seorang lelaki yang super nyebelin dan super bikin kesel..
Bernama doivi..
Bagaimana tidak kesal.. yang pertama, ia tidak mau diantar oleh pekerja lain jika tidak gilsha..
Naik sarana kendaraan dari tempat bekerja harus steril dengan tisu basah dan kering..
Belum lagi mandi harus dengan air mineral.. yaaa.. air mineral, jika kebanyakan orang untuk minum, dia untuk mandi.. Semua harus serba steril..
Karna memang gilsha seorang yang telaten dan sabar, hanya gilsha yang bisa membuat kondisi membaik ketika doivi memburuk
Karna kesabarannya itu, membuat tempat kerja gilsha yang diberi nama JIRAN TOUR.. mendapat penghargaan dari seorang doivi.. yaa doivi adalah salah satu orang berpengaruh di Bali, tak ada yang tau itu., Karna memang sengaja disembunyikan oleh doivi
"Saya bisa bicara sama atasan kamu?" Tanya doivi
"Bisa pak, tapi sebelum nya memang ada komplain apa ya pak"
"Saya perlu bicara sama atasan kamu, tolong panggil"
"Baik pak, tapi sebelum nya saya selaku pekerja lain meminta maaf jika memang ada kesalahan atau hal yang kurang berkenan" jelas gilsha
"Ya ya sana panggil bos kamu"
Gilsha menuju ruang pemilik usaha itu
"Siang pak"
"Siang, ada apa gilsha"
"Ini pak, ada salah satu costumer yang ingin bertemu bapak"
"Ya, tinggal kamu catat saja bagian mana yang di komplain"
"Sudah pak, tapi orang itu memaksa bertemu sendiri dengan bapak"
Antoni pun menuju lobi
"Siang pak" sapa Antoni selaku pemilik usaha tour ini
"Siang, ini bapak pemilik?"
"Ya saya... Bagaimana pak"
"Nah, saya kesini hanya ingin memberi investasi, gak seberapa tapi bisa membantu untuk memperbanyak sarana pekerja, juga untuk jaga jaga saja"
"Waduh pak, dalam rangka apa ya"
"Dalam rangka saya puas dan bangga bisa dilayani semaksimal mungkin oleh pekerja bapak bernama gilsha"
"Gilsha? Maksud nya bagaimana ini ya pak"
__ADS_1
Doivi menjelaskan jika ia suka dengan cara kerja gilsha
"oh ya saya pikir untuk apa, terima kasih sekali lagi pak untuk donasi" ucap Antoni
"Iya.. oh iya, saya bisa minta bio tentang gilsha.."
"Bio.. sebenernya gak bisa pak, gak boleh memberi tahu identitas kepada orang asing, tapi khusus bapak boleh.. bentar pak saya ambilkan.."
Tak lama Antoni datang dengan beberapa berkas bio hingga laporan kerja gilsha
Cukup lama mempelajari membuat nya cukup mengenal siapa gilsha..
"Baik pak, saya kembalikan.. saya cuman perlu kontak person" ucap doivi
"Iya pak"
Tak lama setelah doivi pergi, Antoni memanggil gilsha
"Ya pak... Bapak panggil saya" ucap gilsha
"Iya, silahkan duduk, jadi begini, ada seorang costomer kita memberikan donasi cukup banyak untuk saya menambah dan memperbanyak sarana pekerjaan yang lebih bervariasi.. tapi saya ingin memberi kepada kamu sedikit untuk tambahan uang diluar gaji"
"Loh jangan pak, gakpapa buat bapak"
"Enggak lah, buat kamu, untuk kamu yang udah kerja baik selama ini juga, sekalian juga permintaan maaf saya"
"Permintaan maaf?"
"Iya, karna kemaren si donasi ini meminta bio dan mengambil kontak kamu, jadi saya minta jika dia hubungi kamu tolong ya bersikap baik"
"Oh gitu, ya gakpapa pak"
"Iya udah ambil ini, untukmu"
"Beneran pak"
"Chas, dan asli, udah ambil"
"Makasih pak"
Beberapa hari berlalu, saat sedang kerja, ponsel gilsha berbunyi tanda telfon masuk tapi tak ia kenal nomornya..
"Hem.." suara seseorang mengagetkan nya
"Eh.. pak, mau tour lagi? Kemana pak?" Tanya gilsha sembari menyembunyikan ponselnya
"Itu saya panggilan masuk" ucap doivi
"Oh, ini nomor bapak? Saya kira siapa, saya save nanti aja ya pak, masih jam kerja"
"Iya.."
"Oh iya bapak kesini ada apa ya?"
"Saya ada perlu, mau minta antar kamu ke Kuta"
"Bisa pak, sebentar, saya ambil kontak mobil"
"Eh, gausah, pake mobil saya.."
"Loh, tapi kami pakai sarana pak"
"Iya tau"
"Ya kalo itu saya perlu izin bos"
"Sudah biar saya yang izin, kamu tunggu aja di lobi"
Tak lama setelah meminta izin kepada Antoni, dan Antoni mengizinkan, tak lama ia dan Antoni menuju lobi
"Gilsha, yasudah saya bebaskan kamu hari ini tanpa kerjaan, kamu bisa anter pak doivi, beliau juga kan costomer"
"Tapi pak"
"Udah gakpapa"
Gilsha dan doivi pun berjalan bersama mulai dari makan, ke pantai..
Sampai saat mereka mampir ke sebuah warung ikan bakar langganan gilsha saat weekend dengan beberapa temannya..
Awalnya doivi tak mau duduk karna tidak higienis
Tapi dengan segala macam perdebatan dengan gilsha pun akhirnya ia mau
Setelah memesan makanan, awalnya tidak mau memakannya karna jorok, takut masaknya tidak steril, karna ia tidak melihat sendiri
"udah makan, coba deh, enak beneran enak.."
"Enggak.. kamu ini makan jorok amat"
"sini aku suapin, beneran enak"
Saat menerima suapan dan merasakan makanan itu memang enak dilidah doivi
__ADS_1