
setelah sampai di bar kfc, naomi tepat disamping edzard
"kak.. kentang dua, sama choco hot" ucap naomi
sebenarnya edzard mengenali wajah naomi, namun ia kembali hanya diam, dan tak lama naomi menoleh kearahnya
"eh sepupunya agan kan?" sapa naomi
"eh iya.. hehe"
"waah sama siapa? sama agan?"
"sama adikku"
"agan?"
"bukan"
"emm.. duduk dimana?"
"masih nyari"
"oh.."
edzard pun berlalu namun ia bingung kemana liani
setelah menelfon liani yang tak diangkat sampai naomi selesai dengan pesanannya..
"duduk sama aku aja" sapa naomi
"oh makasih"
setelah naomi duduk, melihat liani masih disana..
ketika liani meminta nomor kontak naomi, liani melihat beberapa panggilan tak terjawab dari edzard..
"bentar nom, aku angkat telfon kakaku"
"oh iya"
setelah mengarahkan edzard, edzard awalnya tak mengetahui jika didepan liani ternyata naomi sampai saat naomi menoleh iya terkaget
"lah, kakak kamu ini tah?" tanya naomi
"lah iya, kak edzard, kamu kenal?"
"ya aku tau nya dia sepupunya agan"
"loh kenal kak agan?"
"temen aku sih, udah lama"
"waaah dunia sempit ya" ucap liani
"iya, sempit banget" ucap edzard dalam hati..
"duduk kak" sapa liani
"eh kak, tadi belum minta kontaknya berapa dah?" ucap liani
"oh iya.. nih.. "
naomi memberikan kontak dan betapa senangnya edzard tanpa harus mencari kata kata untuk meminta kontak naomi kepada agan
setelah semua berlalu, sampai akhirnya edzard berhasil mengcopi nomor naomi ke hapenya..
ia masih tak berani menyapa naomi..
"edzard" sapa liani
"ha.."
"besok anterin gue lagi"
"ogah"
"ih.. ayo"
"agan aja"
"agan nolak"
"yaudah berangkat sendiri aja"
"pliss"
"yaudah deh sekalian gue beli PB buat hape gue"
"nah gitu dong"
esoknya...
"emang lu kemana?" tanya edzard
"ketemuan sama naomi, aku tanya tanya dia kerja apa katanya jual jasa doang"
"jual jasa gimana?"
"yaa dia paling pinter sama yang namanya nail art"
"apa itu?"
"cowo tau apa? begini doang nanya"
"wajar"
"itu seni lukis pake kutek dikuku"
"oh.."
dalam hati edzard..
"memang yang menonjol dari seorang naomi dari yang kukenal juga kuteknya sih, kek gak pernah gue liat dia polosan tuh kuku"
setelah bertemu namun harus menunggu, edzard sengaja menghindari naomi, karna menurutnya ia terlalu bodoh untuk seorang wanita yang satu ini..
dulunya dia yang dikejar kini ia yang mengejar..
"gue cabut deh, pulang cari taksi"
"yaudah deh.. makasih"
seperti yang akan diprediksi akan terjadi.. edzard tidak benar benar meninggalkan liani disana untuk 1 buah informasi tentang naomi..
ia duduk tak jauh dari tempat liani bersama naomi..
"kamu itu emang sering ya pakai kutek, awal kita ketemu sama foto yang kamu ksih tunjuk ke aku, sampek hari ini beda beda tuh kutek"
"ini aku kasih tau, ini ladang uangku sih. gak seberapa tapi emang ada anak yang males buat ngurus tapi pengen" jelas naomi
menjelaskan beberapa tentang pengetahuan naomi dan mengajari liani, sembari itu naomi mengatakan jika dirinya memang tak bisa lepas dari kutek..
"aku sih emang kutek pertama kali ku ingat nomor dua setelah ponsel kalo lagi keluar rumah" jelas naomi
"ah masak.. tapi kamu mending mana keluar tanpa kutek atau make up"
__ADS_1
"keseringan sih pake yaa dua duanya, yaa make up gak tebel amat. seenggak nya bedak kek, pelembab apa kek"
"em.. eh jadi sat aja bagus banget.."
beberapa hari berlalu, liani kembali pulang karna masa liburnya habis..
sementara agan sedang PKN atau kuliah lapangan keluar kota
sendirilah edzard..
leluasa ia kesana sini, dan ia memberanikan diri mulai bergaul dengan beberapa teman agan..
"bro.. memang selain naomi gak ada ya cewek nongkrong disini?" tanya edzard
"ya ada lah, cewek gue sering.. cuman emang akhir ini sibuk, yang lain ada kok cuman gak serutin naomi emang"
teman ditongkrongan menyambut edzard karna memang agan sempat mengenalkan edzars kepada beberapa temannya itu..
suatu hari ketika itu, seorang yang sangat jarang berkumpul disana akhirnya datang..
seorang lelaki dikenal dengan dunia hipnotis...
namanya zoni, terlahir dari seorang yang indigo dan memiliki kelebihan yang menurutnya jadi kekurangnya.. ia dikenal bisa menghipnotis siapapun..
untungnya.. Zoni adalah seorang yang baik, tidak memanfaatkan untuk kejahatan..
"dabro" sapa zoni
"watsap broo" sapa salah satu teman tongkrongan
"bro.. doi siapa?"
menunjuk kearah edzard yang duduk bersama naomi dan beberapa teman lainnya..
"sepupunya agan.. dari jakarta, tinggal disini sama agan"
"baru tau.. sejak kapan?"
"tauk.. tapi deket sama kita akhir akhir ini sih.. yaa sejak agan sibuk emang dia sering kesini, agan yang nyuruh, katanya biar ada temen bro"
"oh.. dia suka sama naomi ya?"
"masak?"
"aku nanya"
"oh.. gak tau deh"
zoni berjalan mendekati arah naomi bersama edzard disana..
"hai nom" sapa zoni
"kak zoni?" sapa naomi kegirangan
"apa kabar kamu?"
"baik.. kakak disana gimana?"
"baik.. kamu masih sibuk ngutek?"
"iya kak"
"wah.. nurun apa naik?"
"stabil sih"
"emm... "
"kakak gak bawak oleh oleh buat aku?"
"apa?"
"ini"
zoni mengeluarkan sebuah bunga dari balik badannya..
"ih.. gak mau.. hasil sulap"
melihat gelagat zoni, edzard hanya duduk terdiam, kaget..
edzard yang dulunya sama sekali tak percaya tentang hal magic jutru dicengangkan ulah zoni..
"bro.. bengong aja.." sapa zoni
"eh.. hai"
"aku zoni"
"oh.. edzard"
"oh edzard namanya"
"iya. kenapa ya?"
"enggak, sepupunya agan ya? tau dari anak anak saya"
"iya. "
mengobrol beberapa dan perlahan dengan matanya zoni menghipnotis edzard untuk terus mengatakan tanpa membohongi diri sendiri tanpa ditutup-tutupi
"kamu.. edzard... hanya akan mengatakan hal sebenarnya tanpa kamu tutupi, setiap ingin berbohong semakin membuatmu mengatakan sejujurnya" sugesti zoni
"iya" jawab singkat edzard
"siapa kamu?"
"saya edzard.."
"asal?"
"jakarta.."
"kenapa dari jakarta pindahnya kekota lebih kecil?"
"karna mama saya meminta saya untuk berubah"
"sudah kah kamu berubah?"
"belum"
"kenapa?"
"saya bingung mulai dari mana untuk permulaan mencari kerja, jujur saya bukan orang yang bisa cepat bergaul"
"lalu kenapa kamu bisa cepat bergaul dengan teman disini?"
"karna ada naomi"
"naomi?"
"iya.."
"maksudnya gimana nih, gimana?"
"awalnya saya pindah kesini emang gak bakalan bisa hidup, disini saya bakalan sendiri, selain agan tapi sejak saya kenal naomi saya yakin saya bisa"
__ADS_1
"wadidaw.. okeh okeh.. gini.. apa sebelumnya kamu sudah bicarakan ini?"
"belum. "
"sama siapapun?"
"siapapun"
"waaah.." jawab zoni exited plus heran
"memang nya kenapa gak bilang? kalo saya lihat kamu seorang yang gampang dapetin cewek" ucap zoni lagi
"itu dulu.. saya gak yakin sama diri saya didepan naomi.. karna kata agan, Naomi bukan tipe yang cepet suka sama orang.. lagian saya juga takut kalo naomi tau saya jauh sama dia"
"em.. gini.. saya kasih saran.. saya tau naomi.. saya tau bagaimana dirinya.. kamu bisa dekati dia asal kamu kerja, bukan pengangguran.."
"iya itu, saya bingung buat mulai dari mana"
"karna kamu terlalu berbesar gengsi"
"yaa.. karna.. jujur aja nih, saya pengen pacaran sama naomi"
"naomi tidak pernah mau pacaran, dia tidak percaya pacaran"
cukup lama akhirnya semua kembali normal....
"makanya kerja" ucap beberapa anak disana..
edzard kebingungan tapi anak ditempat tongkrongan bersikap biasa ketika sudah tau edzard menyukai naomi...
beberapa hari kemudian.. ketika naomi jalan bareng zoni..
ketika itu edzard baru datang ke tongkrongannya..
melihat naomi dengan zoni..
beberapa hari ini memang naomi dan zoni kerap terlihat bersama.. sesekali bergandengan tangan.. jalan berdua..
selama berdua, memang edzard tidak pernah mau ikuti kecuali naomi sedang sendiri.. edzard tak perna absen mengintai naomi kemana pun..
"nom" panggil zoni pelan
"ya kak" jawabnya sambil melihat menu di buku menu
"kamu gak suka sama anak baru itu?"
"edzard?"
"hem"
"biasa aja"
terdiam sejenak zoni membaca pikiran naomi yang ternyata memang tak ada rasa apapun pada edzard
zoni memang seikat sama edzard.. tak jauh beda.. sama sama suka pada naomi tapi sama sama menyembunyikan..
hanya saja lebih dewasa zoni menghadapi naomi....
haripun berlalu.. suatu hari ketika didalam rumah agan hanya ada edzard sendirian, naomi yang kebetulan akan mengantarkan flashdisk milik agan hanya bertemu edzard
"hai... ed" sapa naomi
"eh kamu"
"em.. agan ada?"
"agan bukannya jadwal kuliah"
"ah masak.. apa dadakan kalik"
"gatau juga"
"ehmm yaudah aku balikin ini aja"
"punya agan?"
"oh.. iya makasih.. eh masuk dulu nom"
"iya.. makasih"
naomi meminta segelas air putih pada edzard dan diambilkan olehnya..
"nih" ucap edzard
"iya.. makasi"
tak beberapa lama
"aku boleh kan numpang santai dulu"
"oh boleh kok boleh"
kedua nya duduk berdua di ruang tamu rumah agan dan edzard..
edzard lekat tak lepas melihat dan memperhatikan seluruh wajah naomi
"bahkan untuk menodai nya saja aku tak ingin lakukan, hari ini aku benar benar merasakan apa itu cinta" ucap edzard dalam hati..
terdiam cukup lama, banyak pertanyaan dari otaknya tentang naomi..
"kamu mikir apa?" tanya naomi
"enggak.."
"yakin?"
"hehe iya kok"
"em.."
lama kelamaan terlihat naomi mengantuk dan perlahan tertidur..
beberapa menit edzard melihat naomi tertidur, edzard mengangkat tubuh naomi dan berencana untuk memasukkan kedalam kamarnya..
tanpa niat kotor sedikit pun.. namun ketika akan memasuki pintu kamar edzard, suara agan mengagetkan edzard
"ed sapa?" tanya agan dari belakang badan edzard
"eh.. kaget gua"
mengenali wajah itu, agan langsung kaget
"eh.. naomi" ucap agan
"dia.."
"eh.. lu boleh bejat, lu boleh mainin cewek bukan dia.. ngerti" bentak agan
"eh.. sumpah.. gue gak apain dia.."
"itu gelas ada dua di ruang tamu, jangan jangan lu kasih dia"
"apa? obat tidur... heeee... makanya yang dilihat jangan drama alay gitu terus, jadi begini pikirannya, terkontaminasi kan, aneh aneh" ucap edzard santai
akhirnya edzard membawa naomi kekamar agan..
__ADS_1
karna agan tak percaya pada edzard..