
Setelah menidurkan putih, pras melihat sekeliling kamar putihyng ternyata sama dengan kamar nya penuh dengan foto diri, dan kamar putih pun penuh dengan foto diri walaupun banyak berjejer dengan teman putih lainnya
Yaa, kesimpulannya putih menyukai koleksi foto sendiri
Tak lama putih terbangun dengan berteriak histeris memanggil ayahnya..
"AYAAAAAH" teriaknya
"put, kamu kenapa?"
"mas, ayah, dimana? "
Putih melihat ke layar ponselnya..
Mbak darni.. Beberapa kali panggilan tak terjawab
Dan lagi panggilan masuk..
"halo, mbak darni.. "
"halo, dek, kamu dimana sih kenapa mbak telfon gak ada jawaban, kamu dimana? "
"aku dirumah mbak, mbak dimana ya? Mbak sama ayah kan. Ayah gak ada soalnya dirumah"
"dek, ayah dirumah sakit berlian, sekarang kamu kesini ya"
"ayah, kenapa mbak"
"kakak tunggu ya"
Dengan cepat putih menuju rumah sakit.. Dan sudah tak lagi tertolong..
"beliau terkena serangan jantung, mendadak, jadi tak kaget pihak kedokteran mendapatkan pasien seperti ini, tau penanganan, sementara kami sudah melakukan terbaik, tapi semua kembali ke takdir, sekarang beliau tenang dialam sana" jelas dokter
"ayah.... Jangan pergi ya... Yaaaa aku sama siapa yah... " teriak putih
Putih menarik tangan ayahnya, mengeluh eluhkan dirinya sendiri
"yah, ibu udah pergi, mbak darni nikah ikut suami, masak ayah juga ikut ibu, yahhh bangun, ibuu tolong jangan bawa ayah bu" teriak putih menangis
Setelah pemakaman..
Putih masukke dalam kamar ayahnya, duduk disebuah meja tulis, dan membaca catatan terakhir
Tuhan..
Tunjukkan jalan terang untukku..
Tunjukkan arti keiklasan jika suatu saat aku pergi meninggalkan dunia ini menemui istriku..
Tuhan, ajalku dekat.. Lindungi darni dan putih.. Jagakan mereka dalam lingkar kebahagiaan..
Tuhan
bagaimana aku tidak terkapar sakit hati
Aku mendengar ucapan dari sebuah bibir dimana ankku menyatakan dirinya tak mempertahankan kehormatannya..
Oh tuhann..
Aku gagal menjadi ayah, apa yang kulakukan didunia ini sampai aku kebobolan seperti ini..
Tuhan..
Jika boleh meminta, aku ingin putih bersama pras, bukan tentang siapa dia dan apa jabatannya tapi..
Tentang pras yang meyakinkan aku bahwa ia bisa menjaga ankku putih..
Kumohon tuhan jodohkan keduanya..
Semoga ini bukan suatu paksaan dariku tapi permintaan terakhir untuk anakku
Terdengar sedikit konyol, tapi aku hanyalah seorang ayah yang menginginkan kebahagiaan kedua putrinya
Itulah tulisan terakhir membuat putih menangis sekencang-kencangnya..
Beberapa hari berlalu, ia tak lagi bertemu dengan pras..
Ia meminta mbak darni mengatakan jika ia menerima lamaran pras.. Namun mbk darni menolak, menyuruh nya mengatakannya sendiri..
Sementara ima yang susah payah mendekatkan pras dengan wanita lain yang sama sekali tak ia kenal
"maaa stop, aku gak mau dijodohkan, maa, aku udah besar, bisa cari jodohku sendiri, mama sama papa bukan hasil perjodohan kan, ngapain jodohin aku.. "
"ya terus.. "
"aku cinta sama putih"
"lalu putih apa cinta"
"aku yakin dia cinta.. "
"dengar ya, seminggu kedepan, kita datang ke rumah putih, tapi jika ia menolak, kamu langsung melamar gadis pilihan mama.. "
"okeh"
Seminggu berlalu, dengan penuh Percayanya, ia pun bersemangat datang menuju rumah putih
Ia mengetuk pintu tak juga ada yang membukakan..
Pras menelfon namun terdengar suara ponsel berada didalam..
Cukup banyak ia menelfon nomor putih namun tak satupun diangkat..
Ia baru kepikiran jika ia memiliki nomor kano, suami mbk darni
"halo mas.. Ada putih disana? Ini saya pras mas"
"oh, pras, ini putih, masuk rumah sakit"
"rumah sakit mana mas?"
"rumah sakit berlian.. Tepat dikamar rawat ayah, kamu kalo kesini ya datang aja, dirumah gak kan ada orang"
"ya mas aku kesana"
"siapa? " tanya ima
__ADS_1
"putih masuk rumah sakit, aku kesana ma.. "
"yaudah mama ikut"
Sesampainya dirumah sakit
"mas..." sapa pras
"pras.. "
"mana putih? "
"didalam.. "
Melihat dari balik pintu ia membuka pintu namun dicegah oleh dokter yang berada didalam
"maaf pak, pasien sedang ditangani, silahkan menunggu diluar"
"ta... Pi... Dook... "
Beberapa menit berlalu, hingga waktu menunjukkan satu jam mereka duduk menunggu putih disana..
"mbk darni mana mas? "
"mbak darni gantian sama mas kan juga harus jagain sekecil "
"oh... "
Ima memanggil anaknya
"pras.. Sini"
"kenapa ma"
"masih nunggu sampek kapan.. Perjanjian kan, artinya gak ada kepastian, jadi kamu harus menikah dengan pilihan mama"
"maaa.. Stop.. Ini rumah sakit, gak pantes mama ngomong soal perjodohan, apalagi putih sakit ma"
"okeh, gini, mama tunggu kepastian besok pagi, besok pagi gak ada kelanjutan dan masih begini, kamu harus nurut sama mama, nikahi yuna"
Berharap semalam ini putih terbangun, ia pun, berputus asa, saat melihat kearah jam, menunjukkan pukul 7 pagi, dan tinggallah sejam waktunya berharap pada putih untuk akhirnya pergi..
Tak lama mbk darni datang
"kenapa mas, sejak kapan dia masuk rumah sakit, gimana ceritanya" tanya pras
"seminggu mungkin.. Kondisinya gitu, tiba-tiba membaik, tibatiba lagi buruk, seperti tadi, mungkin shock " jelas mbak darni
"shock? "
"iya, soal ayahnya.. "
"jelas mbak, itu pasti"
Dan tinggallah menghitung hitungan detik saja, waktu menunjukkan pukul 8.00 pagi..
"mas.. Mbak.. Aku pamit, ada urusan lain" ucap pras
"iya, pras, makasih ya, kamu disini untuk putih"
"iya mbak"
"halo, iya ma..."
"jam 8 ayo, mama sama adikadikmu siap, yuna juga siap, cepet pulang"
"ya maaa.. Ini udah di mobil jalan pulang"
"oke, mama tunggu.. "
Sebagai seorang lelaki, ia pun harus membuktikan ucapannya..
Banyak pikiran melanda otaknya, semua bersangkutan dengan putih..
Sementara putih, belum satu menit kepergian pras.. Ia tersadar..
"dokter, adik saya kenapa teriak dok" tanya darni
Beberapa perawat pun menangani..
Setelah menangani, dokter menuju arah darni
"bu, adiknya sudah sadar, tapi perlu adaptasi pengenalan dari awal.. "
"loh, kenapa begitu ya dok"
"iya, benturan cukup keras dikepalanya membuatnya harus kembali mengulang dan mengenalkan satu satu kisahnya, tapi ibu gak perlu kuatir, karna putih cukup perlu diingatkan, setelah itu cerita selanjutnyaia akan mengenal.. Seperti saya contohkan, mari masuk, biar saya jadi orang pertama mengenalkan siapa mbak darni ini"
"baik dok"
Setelah masuk ruangan, benar, hanya senyum biasa bak tak saling kenal dilemparkan oleh putih kepada mbak darni
"putih, saya bawa siapa? Ini mbak darni, mbak kandungnya putih, ingat? "
"ingat dok, mbak darni"
Mbak darni memeluk tubuh putih
Hari hari berlalu, jika ia tak diingatkan, ia takkan ingat pada siapapun
Suatu saat ketika ia selesai jalan, bersama Temannya, ia bertemu dengan pras
"putih" sapa pras
"em... Siapa ya? "
"pras put, lupa, terakhir aku ketemu kamu pas lagi koma, udah lama gak ketemu kamu ya"
"emmm... "putih tampak bingung
Hingga salah seorang temannya pun menjelaskan
"em, put, ini pras, kakaknya sivilia"
"oh, mas pras.. " ucap putih
"nah"
__ADS_1
Pras menarik tangan teman putih
"memang kenapa? "
"yaaa sejak koma itu, dia perlu diingatkan lagi mulai awal, jika sudah diingatkan, ia akan mengingat cerita selanjutnya"
"oh... "
Esoknya, pras menemui putih dirumahnya kebetulan hari weekend, jadwal untuk mbak darni pulang
"hai mas.. Masuk" sapa putih
"iya, makasih, emmm mbak darni ada? "
"ada.. "
Putih kearah kamar mbak darni
"mbak, dicari orang "
"siapa dek"
"pras"
"pras? Dimana? "
"didepan.. "
Darni yang kaget. Bergegas menuju arah depan rumah
"pras"
"eh mbak"
"duduk atuh, kamu lama gak kelihatan.. "
"iya mbak, sibuk kerjaan doang kok, oh iya mbak, ada apa ya mbak, sama putih"
"dokter menyatakan putih memiliki kelainan karna benturan dikepalanya.. Ia harus diingat kan tentang beberapa orang baru ia bisa mengingat Selebihnya, penyakityang hanya akan dialami oleh beberapa orang saja didunia.. "
"oh, terus kapan sadar nya mbak?"
"nah, sadar nya belum satu menit kamu pamit, dia sadar.. "
Pras pun menatap kearah jauh, belum satu menit, seandainya ia masih menunggu, mungkin ia sudah bahagia saat ini bisa bersama nya
Tapi semua sudah terlambat sangat besar..
Pras sudah terlanjur menikah dengan yuna, karna dokter waktu itu menyatakan tak ada harapan baik untuk pemulihan putih, untuk itu ia berani mengambil langkah menikah dengan yuna
Kedekatan keduanya kembali terjalin, putih yang memang tak tau jika pras menikah dengan wanita lain merasa biasa saja dekat dengan pras
Hingga suatu ketika ima melihat pras bersama dengan putih
"pras" teriaknya
"mama"
"pulang, kalo sampek yuna liat kamu, sakit hati dia "
"enggak ma"
"pulang.. "
"emmm mas, gppa pulang aja" ucap putih
"yaudah, pras pulang, setelah nganterin putih"
Setelah mengantar barulah ia pulang
"pras.. "
"iyaaa"
"tolong dong jaga perasaan yuna.. Dia istrimu, bukan putih"
"ma berapa kali pras bilang, jangan pernah melarang pras dengan putih, mama boleh deh larang aku seket sama siapapun tapi jangan putih, karna pras gak bisa.. "
"lalu ngapain, kamu menerima pernikahan"
"karna pras seorang lelaki yang harus menepati janjinya.. Jadi mama, jangan pernah lagi melarangku"
Hari demi hari berlalu, kedekatan pras dan putih pun sampai ketelinga yuna
Yuna yang penuh dengan banyak pertanyaan di otaknya...
Yuna mencari informasi ke beberapa orang teman pras
"emm, hai" sapa yuna ditempat biasa nongkrong pras
"hai, apa yun, tumben ada apa kesini?" sapa banu
"ehmmm.. Aku mau nanya deh bang"
"soal pras"
"iya, si pras ada hubungan apa sih sama si putih"
"oh soal itu, lebih bagus lu tanya aja sama orangnya, dia lebih tau hubungan keduanya, gue ma taunya ya mereka emang pernah deket, selebihnya dont know"
Melihat banu seperti ada yang ia tutupi
"ehmmm mas ikbal" sapa Yuna disana
"eh, kamu yun, ada apa? "
"mas, putih itu siapa sih"
"putih? " ikbal menunjukkan foto nya dengan putih dan yang lain juga
"oh, ini, dia siapa sih, apa dia kenal sama pras?"
"bukan kenal lagi lah, saling cinta sih gue tau, eh tapi lu jangan salah paham lu tanya gue jawab ya"
"emmm, oh jadi kalian?"
"iya kenapa?"
__ADS_1
"gaaaakk, gak apa"