
yang paling sering membantunya menanyakan mengapa harus diam tak mengumbar pernikahannya
"memang mbak nya kenapa kok gak mau ada orang yang tau kalo pak santa itu suami mbak?" tanya viko
"yaa.. gak mau aja vik. udah biar mereka tau sendirinya"
"ada perbedaan menonjol dari pak santa daripada mas restu ya?"
"ada, restu itu condong yang ke aktif.. dia akan nengatakan yang dia tidak suka, dia akan lakukan yang dia suka, dia akan bilang di tidak suka, berbeda dengan santa yang seharian diam pun dia betah, hanya saja santa lebih ke kontak fisik, ia selalu memberikan kemesraan yang aku inginkan dan tak aku dapatkan" jelas wangi
"ouh begitu"
wangi benar yakin seberapa besar ia mencintai santa, bahkan ia tak tau apa akan ada hal yang sama terjadi seperti sebelum nya, ketika wangi salah memilih dan akhirnya kembali pada restu...
itu masih jadi misteri, yang wangi tau.. ia sudah menikah dan harus menjaga keutuhan rumah tangga nya, tidak lagi egois memikirkan pribadi
hari terus berlalu, ketika itu wangi bersama santa di toko roti wangi..
restu mendekati wangi..
"wangi.. nanti malam keluar yuk, aku udah beli tiket nonton berdua, ini bagus loh, aku pernah liat trailer nya"
"em..." wangi melirik ke arah santa
melihat wangi melirik kearah santa, restu juga melirik ke yang sama.. tak lama yanti datang
"santa..."
"yanti?"
"santa.. temen ku birthday, ikut yuk, masak aku sendirian, acaranya harus sama pasangan"
"ha?"
giliran santa melirik kearah wangi..
"gimana?" tanya yanti
"emm.."
tanpa perjanjian, keduanya menolak..
"kenapa wangi?" restu
"emm.. aku..."
"kenapa?"
"terima aja kali.. gakpapa, tinggal jlan ini" sambar santa
"dih, tuh ceweknya ngajak juga kenapa ditolak, ini kan urusan aku, kamu ya urusin urusan kamu" jawab wangi cetus
sore nya ketika sama sama pulang..
"gak jadi terima tawaran restu?" tanya santa
"ngapain jalan sama dia bukan siapa siapa aku, aku ngehargai kamu kali" ucap wangi
santa memeluk wangi dari belakang dan menciumi leher wangi yang ternyata restu masuk tanpa izin membuka pintu rumah wangi
"wangi" sapa restu
"restu?"
dengan cepat santa melepaskan pelukannya
"apa yang kalian lakukan itu hina..."
"hina gimana?" tanya santa mendekati restu
wangi menahan tangan santa.. yang sejak ia mengenalnya, wangi tak perna melihat espresi wajah santa seperti saat ini
"bi siti.. kamu ya.. ini tempat jadi tempat zina kenapa diam? kamu tau apa yang mereka baru saja lakukan? enggak kan?" bentak restu
santa menghajar wajah restu karna kasar pada yang lebih tua darinya
"jaga bicara anda dengan yang lebih tua" bentak santa
"restu.. pergi.. jangan disini, kamu hanya memperkeruh suasana" bentak wangi
Beberap hari kemudian.. yanti yang bersiap datang ke toko roti wangi
"kamu sedeket apa sama santa?" tanya yanti pada wangi
"ha.. aku biasa kok kak seperti pelanggan sama pekerja"
"enggak mungkin, setiap hari dia ada disini selain di kantornya.. padahal dulu setauku dia di deket deket Kantornya doank"
" ya kalo kakak gak percaya ya gakpapa"
"terus kemaren laki laki itu pacar kmu?"
"bukan kak"
"oh calon pacar?"
"enggak"
"terus?"
"sama kayak kakak sama santa kok"
mereka pun saling mengobrol hingga ketika melihat kearah luar, santa yang baru sampai..
__ADS_1
"kan, sudah dipastikan, jam makan siangnya pasti disini" jawab yanti
"memang kakak siapa nya santa sih, kok over?"
"hei.. kamu bilang saya over? hei.. wajar lah, santa pacar saya"
tiba tiba restu masuk
"tenang aja kak, dia gak bakal ganggu pacar kamu, saya kenal dia lama" jawab restu
yanti hanya tersenyum nyerngit
ketika santa masuk..
"yanti?"
"santa, apa ini?"
"oh nasi bungkusan"
"buat siapa banyak banget?"
"buat karyawan disini lah"
"ngapain sih belikan, mereka kan kerja"
"ya kerja untuk siapa?"
"ya untuk dia, bukan kamu kan"
"yaudah sih aku lagi ada kelebihan uang"
ketika yanti menarik tangan santa, santa justru menarik tangan wangi yang sedang dipegang oleh restu
"mbak.. ini bagikan ya.." ucap santa
"ya pak makasih"
santa menyiapkan makanan di piring untuk dirinya dan wangi saja..
restu melirik sinis, juga terkadang melirik arah yanti
begitupun dengan yanti..
menatap keduanya sinis, yanti menarik tas nya dikursi sebelahnya dan berlalu, berharap santa menahannya, justru santa asik makan bersama wangi..
santa pun kesal ia kembali ke meja mereka dan mendebrak nya
"kalian pacaran ya?" tanya yanti
santa melirik yanti dengan dingin
"santa" teriak yanti melempar sendok yang berisi nasi yang akan dimakan santa
santa masih diam..
berdirilah santa dengan ekspresi marahnya..
"kamu tau saya paling tidak suka membuang makanan.. gak pantas.." bentak santa..
satpam pun bertindak cepat dengan mengusir yanti..
melihat itu, akhirnya restu pergi dengan sendirinya sebelum santa mengusirnya juga
beberapa hari berlalu..
ketika itu wangi yang sudah bersiap untuk pulang kekampungnya bersama suaminya dan kedua kalinya santa datang untuk waktu cukup lama di desa kelahiran istrinya..
memang cukup jauh perjalanan, ketika waktu menunjukkan pukul 22:00 wib..
ditambah mereka pulang dengan sepeda motor gede milik santa
cukup malam mereka memutuskan untuk tidur dan menginap hotel terdekat..
dan ketika selesai memesan, membayar, lalu mereka tidur, dengan kondisi yang sama sama sedang berpakaian minim karna akan tidur..
sejam berlalu, suara dobrakan pintu kamarnya membuat wangi kaget..
"eh pak maap nih ada apa ya" tanya wangi
"kami sedang razia hotel ilegal" ucap salah satu polisi
"ya mbak, kami dapat laporan dikamar ini ada pasangan zina"
"ha?"
wangi membangunkan santa
"apa? ada apa?" tanya santa
"bangun.. kalian sedang berzina disini?"
"ada apa ya pak?"
"silahkan menjelaskan dikantor saja, kalian sudah tertangkap basah.."
"maksudnya apa ya pak?"
setelah sampai kantor..
ternyata tempat yang wangi dan santa kunjungi untuk istirahat itu terkenal dengan hotel ilegal yang sering dipesan para hidung belang untuk bercinta dengan wanita bayaran juga pekerja *** yang sering membawa pelanggan ke hotel itu..
"bapak tadi bilang ada yang laporin? siapa pak?" tanya wangi
__ADS_1
pak polisi menunjuk arah belakang wangi dan santa
"restu?" ucap wangi
"apa kalian kenal?" tanya polisi
polisi lainnya mempersilahkan restu duduk bersama wangi dan santa disana
"begini pak.. soal hotel itu ilegal saya gak tahu pak, yang saya tau saya butuh istirahat untuk perjalanan... ditengah jalan saya liat ada tulisan hotel itu masuk cukup besar.. karna sepeda saya bisa masuk gang nya saya pilih hotel aja sekalian bermalam dihotel itu, dan untuk kami yang dituduh berbuat zina oleh bapak ini (menunjuk arah restu) mungkin bapak perlu mempelahari lagi buku nikah kami sekaligus akta nikah, dan surat sah lainnya jika kami terbukti pasutri sah bukan yang dituduhkan" jelas santa
betapa kaget nya restu mendengar jika keduanya sebenarnya sudah menikah..
ketika wangi memberikan buku nikah yang dipegangnya..
akhirnya polisi membebaskan wangi dan santa tanpa bersyarat..
dan polisi pun salah paham karna wangi dan santa memesan kamar di tempat yang salah, ditambah aduh an dari restu memperkeruh suasana
saat terbukti..
polisi mengizinkan keduanya untuk pergi..
"pak.. dia terlalu suka sama istri saya.. jadi kebakar api cemburu aja kalo liat kita sekamar.." ucap santa
ketika akan pergi, santa justru balik ke arah restu
"bahkan kalau kita berzina ditempat tadi pun.. tidak akan ada larangan atau pidana untuk kami berdua.. anda lucu" ucap santa tanpa segan didepan beberapa polisi
wangi menarik tangan santa..
dan santa mencium kening wangi didepan restu
"inipun gak salah kan pak? suami mencium istri?" tanya santa
wangi menarik lagi tangan santa..
"udah ah.. kamu ini, jangan memperpanjang" ucap wangi
"kesel lah, repot amat sih dia"
"yaudah jangan diterusin.."
"jalan aja ya lanjutin, kamu kuat kan?"
"iya kuat"
dan mereka melanjutkan perjalanan..
sementara restu harus bertanggung jawab didepan polisi menjelaskan maksudnya..
setelah enam hari berlalu, kurang 8 hari lagi waktu wangi dan santa berlibur di kampung halaman wangi..
ketika akan kepasar, wangi menemani ibunya dan ditemani juga oleh santa....
"bu.. wangi kapan datang?"
"udah seminggu kok bu.."
"waduh berapa hari disini?"
"dua minggu"
"yah irza kok bentar?"
"iya irza kan beda kerjaan sama wangi"
"itu siapa buk?" tanya ibu irza menunjuk santa
"santa" sapa santa menjabatjan tangannya
"ini menantu saya buk" jawab ibu wangi
"loh udah nikah wangi?"
"iya sudah cuman kecil kecilan.. soalnya mereka yang mau.. gak tau deh kenapa, sibuk sama kerjaa. yang gak bisa ditinggal aja buk" jelas ibu wangi
malamnya ibu irza menghubungi irza memberitahu wangi yang sudah menikah, irza jelas kaget karna irza tak mengetahui hal itu..
berharap restu meresponnya dengan wajah kaget karna ia membawa kabar buruk, namun wajah restu terlihat tanpa ekspresi atau datar..
"kok biasa?"
"udah tau"
"serius?"
"iya.. mereka udah nikah tanpa kita ketahui"
"oh pantes ibu aja dikampung gak tau res.. tau tau kemaren mereka pulang papasan sama ibu aku didepan rumah aku.."
"hemm..."
"terus apa karyawan wangi pada tau ya?"
restu mengangkat kedua bahunya tanda ia tak tau
wangi dan restu kembali ke tebet - jakarta dan kembali untuk aktifitas masing masing..
wangi memberi tahukan kepada seluruh karyawannya jika ada teman atau orang bertanya sudah jangan ditutupi lagi pernikahannya dengan santa
"loh mbak... emang banyak yang tau sudah?"
"enggak sih, cuman sudah ada rencana kalau dirayakan nanti"
__ADS_1
"oh ya, emang iya?"
"iya.. nanti kalian semua libur, datang ke pestaku.. jadi tiga kali selenggara.. nanti dirumah ku, dirumah santa, baru di sini, dan yang disini besar besaran dah, kalian terserah dateng ke tiga tiga acara apa yang mana aja terserah sudah, kusus kalian nanti bawa tanda pengenal aja kalian pekerja disini"