Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
SMM #5


__ADS_3

"kamu tau.. aku tidak percaya orang bilang tuhan itu ada, tuhan itu nyata, aku lahir juga bukan karna tuhan, karna memang ayah dan ibuku atas dasar cinta, dan aku tidak percaya omongan orang yang penuh kebohongan tentang tuhan akan memberikan hal indah ketika kita bersabar" bentaknya lagi..


setelah ia meluapkan emosinya..


"mungkin dia minoritas atheis.. tidak mempercayai agama dan tuhan" ucap supir taksi


aku baru sadar, jika ada orang selain aku dan Ming Du...


sesampainya.. aku mengetuk pintu rumahnya


"Ming Du" ucap seseorang ibu


"bibi.. benar ini rumah dia?"


"iya, saya ibunya"


"ah, saya antarkan dia, tadi ketemu sudah mabuk berat"


"ah, kau siapanya?"


"aku teman sekelas nya"


"kamu sekolah di QyinMa?"


"iyaa"


dia melihatku aneh, mengapa bisa aku mau sekolah disana..


dan setelah membawa Ming Du kekamarnya..


"bi, aku pamit pulang, maaf tadi aku antarkan dia pulang semalam ini, karna aku tadi masih pulang kerumah untuk mengabari ibuku dulu" ucapku


"oh tidak apa.. terimakasih"


ketika aku akan keluar..


"nona, kemarilah sebentar" ucap seorang lelaki


"ah.. saya?"


"iya, duduk sebentar nak" ucap ibu Ming Du


dan mereka ternyata orang tua Ming Du..


mereka menjelaskan jika Ming Du memutuskan untuk menjadi orang yang tidak mempercayai adanya agama dan tuhan karna beberapa alasan


mulai dari dua kali kegagalan nya berpacaran karna keduanya memutuskan meninggalkan Ming Du selamanya ke dunia lain..


dan beberapa masalah keluarganya yang membuatnya cukup membebani pikiran..


"aku akan bantu kalian sebisa mungkin.." ucapku


"agama kamu apa? tuhan mu siapa?" tanya ayah Ming Du


"agamaku islam, dan aku milik tuhan Allah"


"oh okeh" ucap ayah Ming Du seperti kaget


akupun berpamitan pulang dan menghubungi Sung Ma karna aku akan kembali ke asrama saja..


dan ketika esoknya kembali kesekolah..


Ming Du masih tidak masuk..


dan setelah pelajaran aku memutuskan untuk menuju rumah Ming Du


dan aku sengaja membelikan beberapa buah segar untuk ku jadikan salad buah..


kubuatkan cukup banyak untuk Man Nna juga Sung Mih..


dan aku menuju rumah Ming Du..


sesampainya dirumah itu aku melihat dia duduk santai dengan sebolot minuman bersoda tinggi


"itu minuman soda nya terlalu tinggi, jangan terlalu banyak" ucapku


"ketua? ha haha bahkan kau tiba tiba datang dihadapanku, kau makluk semacam setan ya?" ucapnya


"aku yang mengantarmu pulang semalam kau mabuk berat, dan hari ini kamu tidak lagi masuk kelas"


"apa yang kau bawa ditanganmu?"


tak lama ibu Ming Du keluar..


"Nada?" sapa Yin Xu, ibu Ming Du


"ehm bi, oh ini untukmu dan bapak, semoga suka"


"wah apa ini?"


"salad buah"


"wah aku bawa kedalam ya, makasih loh"


dan akupun duduk disamping Ming Du


"hemm... lalu selain memberikan salad untuk mama ku, kau mau menyuruhku datang lagi kesekolah?"


"tentu.. tapi besok, sekarang jam selesai.."


dan kembali diam saling duduk menghadap arah yang sama...


"apa membuatmu tidak percaya tuhan" tanyaku


tiba tiba dia menatap mataku tajam..


dan ia benar benar seperti menahan marahnya terlihat kedua matanya


"kenapa?" tanya ku..


dia masih saja diam


"hentikan tatapanmu, aku takut kamu jatuh cinta karna cukup lama menatapku" ucapku


"hemmm... aku memang tidak percaya tuhan.. dan agama, aku juga tidak butuh teman, kenalan, dan lainnya" jelasnya

__ADS_1


terdiam beberapa detik, ia pun mendekati wajahku..


"lalu apa urusan denganmu?" ucapnya


"coba sedikit meluangkan waktumu membaca buku tentang keagamaan"


"kamu siapa?"


"aku ketua kelas, aku bertanggung jawab penuh tentang kamu"


"ah.. terserah terserah kau"


"besok datang ke kelas dan ikut aku"


"kemana?"


"tunggu saja besok"


esoknya ketika kembali kesekolah, aku lihat Ming Du benar datang ke sekolah..


setelah pelajaran selesai..


"ikut ayok" ajakku menarik tangannya


"kemana?"


"udah, tinggal jalan aja susah kamu"


dan aku menuju ruang baca..


disana aku mengajarinya beberapa hal tentang kehidupan dengan kaitan nya bersama tuhan..


aku sedang mencoba, bukan sedang iseng..


aku berharap bantuan ini setidaknya membuka mata nya


"nah jadi ketika kamu melakukan hal baik, kamu nanti akan dapar hal baik, jika buruk yang didapat juga buruk, bukan soal hukum alam, tapi soal ada nya tuhan.."


dan sejak itu aku dengan Ming Du sering menghabiskan waktu untuk membaca beberapa buku keagamaan..


"agama aku kristen, aku kristen saja, kedua orang tuamu juga sama kristen jan, tapi aku hanya sedikit mengajari agama lain  yang hanya aku ketahui saja"


jam berakhir hari itu..


Man Nna malam ini tak pulang ke asrama karna ada urusan diluar.. begitu pula Sun Mih..


aku cukup bosan tanpa mereka diasrama..


akhirnya aku meminta untuk Ming Du melanjutkan pelajaran keagamaan sore itu..


dan ketika beberapa orang sudah bepergian, tinggallah Xieng Yuang..


cukup lama ia duduk dibelakang memperhatikan ku bersama Ming Du..


dan akhirnya tak lama ia pun pergi..


"sini ponselmu" ucapku


"sedikit lagi, bentar"


dan ketika dimulai pembahasan...


"apa agama kamu membahagiakan kamu?" tanyanya


"tentu.. tidakpun aku akan berfikir tetap positif"


"lalu jika aku mulai mempercayai kekuatan cinta?" tanya nya


"ha.. bagus.. perlahan kau bisa menerima fakta kehidupan bahwa semua ada perjuangan juga proses tak mudah"


dan ketika aku hari itu memutuskan untuk pulang, karna esok kelas hanya ada sore..


akupun berjalan keluar sekolah mencari taksi..


tiba tiba Ming Du membuka pintu mobilnya..


"masuk" ajak Ming Du


"ha.. kemana"


"cepat, masuk saja, aku antar kamu pualng ke rumahmu"


"tidak perlu, aku menunggu taksi"


"hari keburu gelap"


akupun masuk..


"sebelum pulang bagaimana kalau makan diluar sebentar?" tanya nya


"mama ku masak dirumah"


"oh okeh.."


namun ketika kami asik mengobrol, ditambah aku sedang tidak fokus karna Ming Du mengatakan ia mulai sedikit terbuka..


tiba tiba mobil dikendarai kami dihantam mobil lain membuat kami kecelakaan


dan aku ingat betul...


sesaat sebelum aku pingsan..


Ming Du pun terluka beberapa di wajahnya


ketika berada di ambulans..


aku mulai sadar, tapi badanku lemas, jantungku masih kaget..


dan ketika aku sampai dirumah sakit..


aku mencari keberadaan Ming Du..


Pagi sudah tiba..


aku bahkan tidak tau dimana ponselku untuk menghubungi Sung Ma..

__ADS_1


dan ketika melihat arah Ming Du..


"dok.. bagaimana teman saya?"


"ah apa kamu sudah membaik, kenapa memaksa turun?"


"aku baik kok, cuman kaki ku sedikit sakit"


"oh teman kamu tidak kenapa napa, hanya jantungnya kaget.. jadi masih belum bangun"


dan ketika dokter pergi..


aku menunggunya..


tak lama  Yin Xu, ibu Ming Du datang..


"kamu..." bentak nya padaku


ia marah bukan main, wajar saja, aku paham posisi dan situasi nya...


dan ketika ia selesai memaki maki menuduhku..


ia menelfon suaminya..


"Ming Du.. jika memang salah ku, maafkan aku.." ucapku menangis menyentuh lengannya..


beberapa menit, Ming Du terbangun...


"Ming Du" ucapku senang


"ketua Nada?" ucapnya


"iya aku"


"maafkan aku, kemaren malam, aku bermaksud untuk aku mau bilang.. padamu, jika aku sudah percaya pada cinta, kasih sayang, dan tuhan" ucapnya


"ha.. syukurlah..." ucapku..


"sejak aku kenal kamu, aku percaya tuhan itu ada dan berperan menemukan kita dalam satu situasi" ucapnya


"apa yang kau bicarakan"


ia menyentuh tanganku..


mengatakan ia suka padaku..


"maafkan aku sering melawan setiap apa yang kamu ucapkan, selalu menyangkal apa yang kamu katakan" ucapnya


aku duduk dan tersenyum...


"aku sudah biasa.. aku sebelumnya juga tidak mengenalmu, dan sekarang aku paham siapa kamu jadi aku harus bisa lebih bersabar menghadapimu untuk sebuah misi dalam kelas"


"kelas, kelas, kelas, okehlah, mengapa hanya kelas dipikiranmu? kamu tidak suntuk, lelah, capek, mengatakan hanya berurusan dengan kelas kelas kelas"


"aku terlalu mencintai kelas dan seluruh teman ku, aku tidak rela jika banyak yang berkata tentang keburukan dikelas, aku ingin kelas 1 point lebih unggul dari kelas paling diminati, itu saja"


"okeh... kamu bilamg mencintai kelas dan seluruh teman dikelas, tapi aku tidak bisa.. aku bisa hanya mencinta satu orang.."


"siapa?" tanya ku


"kamu... Nada.. setahun berakhir kamu bertahan dengan sikapku, kamu berhasil menaklukan aku, kamu mau tidak menjadi pacarku?" tanya nya


"Ming Du..." ucapku pelan..


"maaf aku tidak bisa.." jawab ku


"mengapa?"


"aku sudah berkali kali mengatakan fokusku oada kelas dan teman dikelas"


"aku mendukungmu tentang itu, tapi apa tidak bisa cinta dan sekolah berjalan beriringan?"


"kurasa tidak, kamu belum kenal siapa aku.. bagaimana aku, kamu orang baru.. jadi aku minta fokuskan dulu dirimu dengan sekolah ini, bukan karna aku.. karna perbaiki nilaimu"


dan tak lama Yin Xu masuk..


ia hanya diam, tak lama ayah Ming Du pun turut masuk..


dan Yin Xu mengajakku berbicara diluar


"maafkan aku" ucap nya


"soal apa bi?"


"soal tadi aku menyalahkan mu, makasih kamu sudah bantu sedikit membuat anakku menjadi lebih terang"


"sama sama..."


dan ketika esoknya Ming Du mulai masuk...


"Ming Du.. kamu yakin masuk hari ini?" tanyaku


"emm yakin Nada.."


"yasudah biarkan aku bantu kamu"


dan ketika Man Nna dan Sun Mih membawakan tas milik Ming Du dan mereka berjalan ke kelas lebih dulu..


setelah aku masuk bersama Ming Du


beberapa anak menanyakan beberapa hal yang inti pertanyaannya sama...


apa aku berpacaran dengan Ming Du..


aku jawab, aku tidak berpacaran dengan Ming Du, aku hanya membantu nya lebih baik dan akhir akhir ini Ming Du juga membutuhkan ku..


membuat kami terpaksa sering bersama...


dan beberapa hari kemudian...


ketika banyak yang berspekulasi tinggi dengan hubungan ku dan Ming Du..


mereka pintar..


aku sedang menyembunyikan hubungan ku dengan Ming Du yang sebenarnya kami sudah menjadi pasangan kekasih diatas perjanjian tentang Ming Du lebih bisa menerima keberadaan tuhan dan mengikuti agama yang dianut keluarganya..

__ADS_1


aku tidak mengorbankan agama ku dan agama siapapun, aku lakukan dengan mengorbankan perasaanku


__ADS_2