Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
ACR #4


__ADS_3

mereka pun makan bersama


esok paginya..


saat sarapan..


Cicha bangun pagi, ia akan pergi bersama Rasha, setelah mandi, ia sudah bersiap siap dan rapi.. ia mendengar suara motor.. tanpa ia melihat dari jendela kamarnya, ia pikir itu adalah Rasha..


ia turun, membukakan pintu tapi yang datang Aries..


"Aries" sapa ku


"waaah rapi, wangi, mau keluar?"


baru menyapa Aries, Rasha datang bersama seorang gadis, entah siapa gadis ia bawa itu


"emm, aku sudah janjian sama Rasha, Ries" jawab ku


"oh.. jadi mau pergi?" tanya Aries


"emm kalau kamu mau main dulu gakpapa kok, kita ngobrol saja" ajak Rasha..


"enggak deh gak usah"


"beneran gak papa, aku juga mau ngenalin adikku" kata Rasha..


"oh ini adikmu?" tanya ku


aku persilahkan mereka masuk, dan juga mengajak Aries..


kami saling berkenalan, adik Rasha bernama Marsha ini ternyata akan masuk ke sekolah ku..


"oh iya, bentar lagi kita kenaikan ya? kecepat sekali loh" ucapku


"iya gak terasa kak, aku juga bakalan SMA" jawab Marsha


"haha makin gede kan jadi gak kerasa" jawab ku


kami mengobrol, Aries juga terlihat cukup dekat dengan Rasha, karna memang pembawaan Rasha baik dan cepat bergaul tapi juga tetap sopan..


kami mengobrol hingga siang...


Setelah beberapa hari kemudian aku merasa misi untuk Amara sudah cukup.. tapi tak seperti dugaanku, disekolah dia tetap cuek padaku setidaknya dia tak mengerjaiku, tapi kenapa saat berpapasan seolah dia tak melihatku?


"apa mungkin adiknya tak memberi tahu bahwa ide itu datang dariku? atau justru karna ide dariku buat dia tidak menyapaku?"


Terlintas di pikirku, tapi biarlah, terpenting dia mulai berubah, saat bel istirahat berbunyi niatku keperpustakaan pinjam buku untuk besok, tapi setelah guru keluar, Alex ketua geng rusuh itu datang dan masuk ke kelas ku...


"kalian semua, keluar" teriak Alex


memerintah teman sekelasku untuk keluar seluruhnya kecuali aku...


"kecuali kamu" ucapnya menunjuk arahku


dan semua menurutinya karna takut.. tinggallah aku dan Alex berdua dikelas, kurasa dia akan mengintrogasi ku tentang teman-teman nya yang sudah mulai melepaskan kebersamaan dengannya..


aku sudah siap jika itu terjadi..


"udah gak perlu basa-basi, mau lu apa? Lu tau lu bikin orang yang paling berkuasa disini marah, dan lu tau akibatnya apa?" tanya Alex


aku hanya diam.. lalu aku berdiri


"kamu pikir aku takut? sadar kamu itu bukan siapa-siapa disini, yang kaya raya bapak kamu, bukan kamu, coba ikuti jejak temen mu deh, berubah selagi belum terlambat"


"banyak omong untung cewek lu"


"lah kenapa kalo gua cewek? Trus mau apa kalo gua cowok?"


"dari awal lu disini bikin masalah bikin gua emosi, juga Rasha pacar lo itu, belom lagi Galuh, Bima, Aries, lu hasut buat ninggalin gua, gua tau semua?"

__ADS_1


"bagus deh kalo Amar berubah, itu yang gua mau"


"siapa yang suruh loh masuk dalam hidup gua?" bentaknya


"dih apaan, lu nya ajah yang begok masukin gua ke hidup lu"


"awalnya,, gua suka sama lu, dengan sikap lu yang beda dari cewek yang gua kenal makin hari gua makin suka sama lu, tapi sejak lu mulai urusin hidup gua dan masuk ke hidup teman-teman gua, lu cewek gila" bentaknya


seketika aku terdiam, dia bilang apa? dia bilang "suka", tapi aku harus tahan.. dia mencoba menjatuhkanku..


Sekali lagi tak sama seperti perkiraan ku


"dia melabrak ku atau mengutarakan hatinya?" Ucapku dalam hati


aku benar benar baru tau tentang perasaan yang baru saja dikatakan oleh Alex..


dan seolah dia mendengar semua ucapanku dalam hati ia menjawab


"bukan gua labrak atau nyatakan perasaan hanya saja mau tau kejelasan, kenapa lu berani-beraninya ngerusak semua yang gue punya?" tanya Alex


"aku.." ucapku terpotong


Alex mendekati arah ku.. ia berjalan mendekatiku dan menatap tajam kedua mataku


"dengarkan aku! mulai hari ini, lu musuh bagi gue" ucapnya..


aku hanya diam dengan penuh kebingungan..


"kenapa? Lu kaget gua tau isi hati lu, gua tau semua tentang lu, dengar sejak aku berdiri dihadapan ini sekarang, gua nyatain lu musuh, lu gak lebih dari wanita gila, cari muka di kehidupan gue" bentak Alex


Alex membalikkan badan dan berjalan, ketika akan sampai pintu, aku memanggilnya


"aku minta maaf, kalau aku buat kamu tidak nyaman, aku hanya membantumu lebih baik" kataku


"kamu membantuku lebih baik? harus nya kamu gak perlu susah susah ambil teman teman ku satu persatu.. cukup dah kamu dekati aku karna aku suka sama kamu sejak awal sebelum Aries menyukai mu bahkan sebelum Rasha menyukaimu" kata Alex


Alex membuka pintu dan pergi..


dia benar.. kenapa aku dulu tidak mengambil hati dia saja, lalu perlahan merubah kebiasaannya, tentu tanpa perlu susah payah kan aku melakukan banyak Misi...


Setelah kejadian dalam kelas itu, Alex cukup hebat mengerjaiku, suatu hari dia membawa beberapa fotocopy pelecehan yang isinya foto ku dan keterangan bahwa aku cewek B.O


ada nomer telfon ku yang kesebar pula lewat kertas fotocopian tersebut, ia menunjukkan pada ku dan melempar beberapa lembarnya dalam kelasku..


ia lari ke atas gedung paling atas dan melempar kertas dari atas hingga berhamburan dan siswa lain mengambil nya


aku mengikutinya, aku ikuti larinya hingga ke atas sana..


"hentikan Lex" teriak ku


aku malu, semua mulai membicarakan ku..


seketika aku tiba tiba merasa pusing.. dan aku pingsang, lalu tidak tau apa yang terjadi sampai aku bangun dan berada di ruang kesehatan sekolah


para guru membantu, mengambil semua lembaran kertas itu lalu membakarnya..


akibat ulah alex itu, salah satu murid memberikannya pada kakaknya, bernama Dheki...


entah dari mana, ketika baru pulang dari jam sekolah, aku melihat seseorang menyapa ku, berdiri di atas mobil..


"Cicha?" tanyanya


"iya"


ia menyodorkan lembaran itu..


aku pun berjalan meninggalkannya tapi ia menarikku dan memaksaku..


karna malu, juga aku harus buru pulang, karna isi dikepalaku sudah hampir meledak, aku meninggalkan nomer ponselku yang ternyata dia sudah tau dari lembaran itu, aku memintanya agar menghubungiku lain waktu..

__ADS_1


sampai dikamar, aku buang tasku, aku buka semua baju seragam ku menyisahkan dalam, aku membantingkan tubuhku ke ranjang tidur dan menatap langit...


esoknya..


Aku mencoba mendatangi nya tapi tak kutemui dimana-mana sampai akhirnya aku bertemu dengan Amar


"Amara" sapa ku


Amara menoleh arahku..


aku sebenarnya ragu menyapanya lebih dulu, tapi dia satu satu kunci bisa kutanyai, karna dia paling dekat dengan Alex


dia memberitahu ku, tempat Alex biasa diami, rumah kosong bekas kebakaran tak jauh dari sekolah aku mendatangi nya dan meminta penjelasan tentang semua nya


Sesampainya ditempat ini ia terkejut melihat ku tiba-tiba datang dengan marah-marah


"kamu.. tau dari mana tempat ini?" bentaknya


aku mendekati arah Alex dan menceritakan jika ada kakak dari salah satu murid dikelas yang mengajakku berkencan karna lembaran yang ia sebarkan sudah ramai sampai diluar sekolah bahkan


"tau dari mana lu gua disini?" Ucapnya dengan nada keras


"udah lu gak perlu tau, sekarang mau lu apa gua tanya? mau bunuh aku disini? bunuh saja" jawabku


"hem tanya mau gua apa? elu mau gua"


"maksut lu, gua kenapa?"


"gua mau lu nemenin gua kita disini sudah berdua, gimana kalo gua kasih tau dimana surga dunia itu?" tanya Alex..


"maksutlu apaan sih gak ngerti gua, lu jangan coba-coba ngalih pembicaraan ya" bentakku


Alex menarik ku dan berusaha membuat baju ku terlepas, ia mencoba melecehkan aku, tapi karna aku terus menolak dan memaki makinya, dia kesal mungkin, langsung menarikku dan mengikat badanku di kursi yang ada disana..


lalu ia menyiram gas mengelilingiku dan menyalakan api, aku kaget, karna ia benar benar melakukannya..


dia membunuhku, dia akan membakarku hidup hidup rasanya


tapi terburu ia sadar, melihat aku yang sesak napas, dia menembus api itu lalu mengangkatku, dan membawa pun keluar


lagi lagi aku pingsan karna rasa kaget itu, dan aku terbangun berada di tempat yang masih sama, masih bersama Alex juga..


melihat ku bangun.. ia mencoba melecehkanku lagi, menggenggam tangan ku kasar


"aku bukan cewek bodoh seperti dipikiran mu" ucapku kesal, di menciumi bibirku, itu ciuman pertamaku, dengan menangis aku memohon lepaskan aku


" bukannya kamu bilang belum semua terlambatkah?" Ucapnya, ya aku memang pernah mengatakan itu tapi bukan untuk maksut ini


Dia mencuri ciuman pertamaku, ia menikmati nya, tapi aku tak mengikuti alurnya, dengar kasar ia terus menciumi bibirku, hingga ku mendorong nya dan iya hanya mengucapkan"terima kasih bodoh"


lalu begitu saja meninggalkan ku sendiri


Betapa sedih, marah, emosi, jadi campur aduk, aku terasa hanya air mata yang menetes, memikirkan kenapa setega ini, aku benar benar merasa kotor hari ini..


Aku berlari pulang ke kost ku.. ku rebahkan badanku, hanya bisa diam dan sudah beberapa hari aku tidak masuk sekolah


yaa semua itu hanya karna aku kehilangan ciuman pertamaku untuk orang sejahat dia, aku berniat menghentikan misi sampai disini dan ikut ayah kembali ke kampungku


tapi teringat sebentar lagi ujian kenaikan akhirnya aku memutuskan untuk tinggal lagi disini dengan segala keterpaksaan, esok nya hari Minggu lebih tepatnya, teman-teman ku menjengukku


"cha kenapa gak masuk beberapa hati ini? Kamu ada masalah atau gimana?" tanya Odie


"gak papa cuman gak enak badan aja" jawabku


"kecapekan tuh, habis kalian bandel" menunjuk Aries dan Bima


"haha, oh ya makasih ya kalian sudah mau jadi temanku"


"iya.."

__ADS_1


Akupun hanya diam,.. sesaat suasana hening datang lalu Galuh membuka percakapan


"kamu gak terasa ya, udah satu tahun disini, berteman dengan kita" kata Galuh


__ADS_2