Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
P&I #1


__ADS_3

"apaan sih"


"kenalin, gue Endru dan gue tau lu Lita, udah naik"


"mau kemana?"


"pulang lah"


Endru mengantarnya pulang


Endru lelaki yang dipilih Lita untuk menjatuhkan hati nya


keesokan harinya entah karna malas atau masih sakit Lita tak berangkat sekolah


namun Endru menjenguknya, sejak itu mereka semakin dekat hingga suatu hari Endru menyatakan cinta dengan biasa jauh dari kata romantis tapi Lita menerimanya


"aku suka Lita, sama kamu" kata Endru


"dih, kamu bilang suka, gak ada romantisnya banget"


"ya aku bgini, kalau mau ayo pacaran"


"yaa aku mau, untung aku sayang sama kamu, kamu kaya begini, gak kuterima"


seiring berjalannya waktu, Lita mengenal sosok Endru yang awal berkenalan jutek super duper sekarang periang dan orang jail


bagaimana tidak.. Lita sering dikerjainya dan beberapa kali Lita masuk perangkap nya


salah satu kejailannya


tiba-tiba datang salah seorang teman Endru yang sering bermain basket datang ke rumah Lita


"Lita.. assalamualaikum"


"yaa.. waalaikumsalam cari siapa ya?" tanya Inda


"cari Lita nya ada"


"oh ada kak, sebentar saya panggilkan"


beberapa menit kemudian Lita keluar


"loh kak Seto, sendirian aja?"


"iya Lita, tolongin Endru lit"


"kenapa lagi dia?"


"pingsan lit"


betapa terkejut nya Lita karna memang Aulia, ibu Endru berpesan kepada Lita untuk melarang Endru beraktivitas membuatnya lelah


Lita dan Seto menuju lapangan basket yang biasa Endru dan teman-teman nya bermain


sesampainya disana Lita mendapati Endru yang tergeletak ditengah lapangan basket yang hanya ditonton beberapa teman nya


"Endru.. ndree please jangan gini Endru, please bangun aku gak mau kehilangan kamu, aku sayang sama kamu ndru" ucap Lita sesegukan sembari memeluk Endru yang tengah pingsan


tapi tiba-tiba Endru tertawa terpingkal-pingkal membuat Lita kaget


"kamu ngerjain aku lagi?" tanya Lita


"haha habisan kamu lucu kalo ekspresinya kebingungan gitu makin imut"


"apaa sih? ngeselin daaah"


yaa itu belum seberapa, ada lagi kejailan Endru


hari hari berikutinya, tiba-tiba Aulia menelfon Lita, karna Lita hanya memiliki telfon rumah Aulia menelfon nya


"halo, dengan dengan keluarga amanah dan saya Lita ada yang bisa saya bantu"


"ini mamanya Endru lit"


"oh tante Aulia? maap te gak tau soalnya"


"gakpapa nak, oh ya kamu bisa gak datang kesini temenin Endru, dia lagi sakit, demam, pusing katanya tapi tante masih ada keperluan ini"


"Oh bisa tante, kapan"


"sekarang ya"


"iyaa.. Lita berangkat ya te"


sesampainya dirumah Endru

__ADS_1


Aulia sudah ada didepan teras sedang menunggu


"itu nak masuk ayok, liat tuh dia menggigil dari semaleman, gak mau makan, sana kamu temenin tante mau siap-siap dulu ya"


Lita memasuki kamar Endru


"nyet, kenapa lagi?" tanya Lita lembut


"eh nyet udah dateng?"


"iya.. nyet, aku dateng, kamu jangan kecapekan makanya ya"


nyet adalah panggilan sayang keduanya, mereka ingin panggilan sayang berbeda memang


tiba-tiba Aulia datang dengan semangkuk sup iga kesukaan Endru,


"kamu suapin ya lit, itu obatnya didalam laci atas sendiri, kalo perlu apa-apa panggil pembantu aja yaa, itu dirumah tamu sudah tante masakan buat kamu juga"


"makasih tante"


Aulia pun berlalu


"nyet, sini mendekatlah"


Lita sedikit demi sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah Endru dan hampir berciuman namun lagi lagi yaa lita masuk perangkap Endru dan Endru tertawa terpingkal-pingkal


"santai aja kali nyet tuh muka, tegang amat"


"kamu kerjain aku lagi"


Endru mengangguk


"lalu mama mu gimana?"


"mama taunya aku sakit beneran"


"wah bahaya kamu ya nyet ngeselin banget"


yaa begitulah sifat Endru yang sering mengerjai kekasih nya namun tak melulu jail, ada juga beberapa yang membuat wanita mana yang tak leleh seperti salah satu contohnya


saat ulang tahun Lita yang hanya dirayakan dengan andre berdua, Andre memberi kado setumpuk berisikan beberapa kue tart mini buatan Endru,


karna Endru tau Lita sering membuat itu, lalu boneka dari raksasa hingga yang terkecil, bunga, coklat raksasa, tas, sepatu dan beberapa barang lainnya


dan yang paling tak bisa dilupakan Lita saat Lita mendapatkan surprise dari kekasih nya itu, Endru meminta untuk Lita menutup matanya dengan dasi milik Lita yang ala ala punk rock emo dan menuntunnya ke suatu tempat


"jalan saja nyet, aku tuntut kok"


sesampainya ditempat yang dituju, Endru membuka penutup mata Lita dan saat Lita membuka matanya terkejut mendapati dirinya berada didalam lingkaran berbentuk dengan lilin-lilin dan beberapa bunga dengan semerbaknya dan taman yang indah disetting sedemikian rupa membuat malam itu serasa romantis


Lita tak pernah menyangka betapa bahagia nya mendapatkan sosok Endru,,


dengan masih teringat bayangan semalam, dengan penuh semangat ia berangkat sekolah dan ingin segera bertemu dengan Endru namun setelah cukup lama menunggu, Endru tak datang, ia ingin sekali ke rumah Endru tapi canggung


dan memutuskan pulang tapi sesampainya dirumah ia bertemu kakaknya Angel


"dek, kok baru pulang?" sapa Angel


"iya kak, ada urusan sebentar tadi"


"oh iya tadi ada telfon dari mamanya Endru katanya"


"oh ya kak? ngomong apa?"


"Endru dari pagi tadi dilarikan kerumah sakit katanya"


"yang bener kak" terburu-buru menuju kamarnya


"iya, kamu mau kesana dek?"


"iya kak ini lagi ganti baju"


"dianter kak Adam ya"


"gausah kak bisa sendiri"


"gak kakak izinin kalau gak sama kak Adam"


"ih kakak iya deh terserah"


"kak.. aku berangkat ya.."


"yaa hati hati sayang, Adam nitip loh"


"iyaaa sayang"

__ADS_1


"aduh cepetan kak Adam"


mereka pun menuju rumah sakit


Sesampainya benar Endru sedang disana


sehari.. duahari.. tigahari.. belum juga sadar


Lita bertanya pada kedua orang tua Endru, teman-teman Endru dan bahkan dokter yang menangani Endru kenapa dengan Endru mereka tak menjawab apa apa hanya menjawab kalo Endru tak bisa lelah sedikit itu membuat Lita bingung


dan akhirnya Endru siuman


beberapa hari lagi ia memulihkan kondisi nya dan kembali sekolah karna memang ujian kelulusan


Ddan motor diambil alih oleh Lita, dari kedua saudaranya hanya Lita yang bisa mengendarai mobil maupun motor


dan ia mengantarkan Endru dan mengantarkan Endru hingga kondisi nya pulih setelah beberapa hari benar kondisinya pulih seperti semula..


mereka seperti sedia kala hanya saja Lita lebih ketat menjaga Endru agar tidak kembali drop


tak terasa waktu sudah mengharuskan Lita dikelas akhir SMP nya sebelum masuk SMU


sedangkan Lita masih tetap dengan Endru


pada suatu hari ia drop lagi yaa Endru drop lagi untuk kedua kalinya namun karena seringnya dijailin oleh kekasihnya dan untuk hari itu membuatnya tak percaya..


Lita tetap meminta Endru datang persiapan ulang tahunnya


sesampainya Endru dirumah Lita, dengan kursi rodanya tak membuat Lita begitu saja mempercayai kondisi drop Endru dan menyuruhnya membantu persiapan..


saat hampir semua selesai.. Endru berbisik pada Lita bahwa ia mencintai Lita sampai mati


"monyetku.. aku sayang sama kamu


aku tepati janji ku untuk menjadi kan kamu yang terakhir.. dan ini yang terakhir


aku titipkan kamu pada Seto karna sahabatku baikku.. semoga kamu bahagia sama dia"


ucap Endru berbisik kepada Lita


tiba-tiba Endru terjatuh dari kursi rodanya dan mengantarkan ke rumah sakit yang ternyata sampai dirumah sakit sudah tidak bernyawa..


"Endruuuuuu" teriak Lita dengan kerasnya


"Lita, sabar Lita" ucap Aulia


"Endru kamu harus bangun"


membuat Lita terpuruk menyesal kebodohan yang harus membuatnya kehilangan kekasih nya


dan apakah ia harus menerima Seto.. Lita rasa bukan hal yang tepat untuk nya tapi jika belum mencoba Lita takkan tau bagaimana Seto padanya..


Seto cukuplah kuat untuk menerima sifat keras Lita dengan sabar.. beda seperti lelaki pada umumnya yang keras jika wanitanya keras.. Seto tetap lembut dan bukan berarti juga Seto letoy mirip perempuan..


hanya saja Seto tak ingin karna ego nya membuat Endru sahabatnya tak tenang dialam sana


setelah lama bersama nya.. Seto mengajak sahabat lamanya untuk pengganti pemain diposisi Endru..


bernama Adif dan Endru pun mengenal cukup baik hanya saja tak terlalu dekat seperti Endru pada Seto karna Lita Sering bersama Seto untuk menemani nya bermain basket, Adif yang melihat sosok Lita tertarik pandangan pertama nya..


mencari tau dari Seto dan Seto mencoba jadikan comblang.. dan benar kedekatannya membuahkan hasil seperti perkiraan Seto..


Lita dan Adif pun berpacaran.. entah mengapa Seto belum memiliki rasa suka pada lita sebagai kekasih hanya sebagai teman baik


selama setahun berpacaran meskipun tak seindah saat Lita bersama Endru.. namun Lita sangat menjaga Adif..


namun suatu hari.. saat seminggu hujan lebat tak henti membuat adif rindu untuk terakhir kalinya kepada Lita.. sebelum akhirnya meninggal kan Lita selamanya


waktu itu dimalam hari hujan cukup lebat tak mengurungkan niat Adif bertemu Lita, dengan kekuatannya menerjang derasnya hujan hingga akhirnya sepeda yang dikendarai Adif tak terkendalikan hingga menabrak trotoar dan adif terlempar dari motornya..


ketika dilihat oleh beberapa warga terdekat ia sudah didapati meninggal.. dan warga membawa nya kerumah Adif berbekal ktp Adif


sedangkan dirumah Lita yang sedari tadi sudah menunggunya terdengar suara ketukan pintu rumahnya


saat Lita membuka pintu rumahnya sudah berdiri Adif disana


"ay.. kok basah kuyup.. ayo masuk" sapa Lita pada Adif hanya diam


"nih pakai anduknya dan aku mau buatin teh anget dulu ya" kata Lita


namun saat berbalik badan, Adif mencegah Lita untuk ke dapur


"ay.. bentar" saat menoleh betapa terkejutnya Lita dengan wajah Adif yang pucat mirip mayat hidup


"tuh kan, pucet banget loh, kenapa?" Adif hanya diam lalu memeluk Lita dan berkata

__ADS_1


"ay.. semoga kamu tetap bahagia tanpa aku ya.. kamu harus tau aku sayang banget sama kamu, yaa kamu bukan yang pertama tapi kamu yang terbaik dan terakhir buat aku.. jaga diri baik-baik ya.. aku sudah menitipkan mu pada Seto.. sahabat baikku.. tapi aku juga selalu jaga kamu dari alam lain hanya saja Seto orang yang tepat untukmu"


bisik Adif dalam pelukan Lita


__ADS_2