Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Wangi Pramu Ditha


__ADS_3


hai.. seperti yang sudah sudah sebelumnya, saya lagi lagi berkarya dengan percintaan..


lagi saya ingatkan, jika ada pengetikan typo atau lainnya bisa comen saja..


terimakasih..


btw ini tentang kisah gadis bernama Wangi ya tapi permula nya saya masukkan dari sisi kehidupan Restu Ali, jadi langsung baca saja


Restu Ali Hartanto atau Restu


yang ketika itu sedang duduk dibangku ruang kelasnya..


restu masih duduk dibangku kelas 9


ia memiliki teman cukup dekat ketika duduk disekolah dasar, namun keduanya terpisah karna harus bersekolah dipilihan berbeda


ketika restu yang sedang duduk diteras rumahnya, temannya yang bernama irza lewat didepan rumahnya bersama seorang teman perempuannya


"hai za... kemana?" tanya restu


"eh, hai res.. nih nyari barang buat kerja kelompok besok"


"oh..."


sekilas teman irza itupun memandang lalu kembali memainkan ponselnya


sejak itu, abdi terkesan pada sosok teman sahabatnya itu.. namun seiring waktu berjalan, restu pun bisa melarutkan perasaan yang membuatnya penasaran itu...


hingga waktu berlalu, ketika restu mulai memasuki masa SMA nya..


ia yang cukup terlambat datang dihari pertamanya pun tergesah gesah mencari tempat duduk yang pas hingga ia berkenalan dengan salah satu teman sebangkunya disana


"kenalin, gue abdi priatmaja, panggil aja abdi" sapa teman baru restu itu


"hai, iya, gue restu" jawab restu


"restu? panjangnya?"


"ya restu, nama ku terlahir tanpa nama panjang"


"oh.. gitu doang ya.. simple"


"hehe ya gak kali, ngapain sih sampek nama panjang?"


"oalah kupikir beneran, ya gakpapa"


mereka pun mengobrol dan menjadi teman cukup baik, abdi yang lebih terbuka sering ajak restu menggodai beberapa cewek disekolah termasuk senior, restu hanya memperhatikan tanpa mengikuti kegilaan abdi..


yaa abdi terkenal dengan lelaki yang tak perna jaim, ia sering mendekati cewek disekolah untuk hiburan..


hingga berjalan 6 bulan atau setengah semester, setelah itu seorang murid baru dikenalkan bu guru kepada murid dikelas restu..


"perhatian... tadi saya sudah diberi info jika dikelas ini akan ada murid baru, berhubung murid baru sudah datang, saya perkenalkan.. silahkan masuk" ucap guru


jelas semua pandangan kepada murid baru..


dan seperti berusaha mengingat, restu sadar, murid baru itu adalah teman irza yang pernah membuatnya penasaran


"makasih bu" ucap murid baru tersebut


murid baru yang bernama wangi pramu dietha memang gadis yang dikenal dengan sopan kepada yang lebih tua namun jika mereka menghargai dan juga sopan kepadanya, jika tidak, sudahlah, akan tau nanti kalo baca sampai habis ceritanya


"saya wangi pramu ditha, dan saya pindahan dari SMA mardisila 12" sapa wangi


"oh iya, wangi ini pindah karna pekerjaan ayahnya yang harus berpindah juga, jadi karna wangi bukan hanya murid baru disini tapi juga orang baru disini tolong bantu dia mengenal lingkungan, paham abdi?"


"loh bu.. kok saya?" jawab abdi


"ya karna ibu tau kamu sering godain cewek"


"kalo ini gak godain deh bu, tapi harus pacaran sama aku"


beberapa murid pun menyoraki ramai ramai abdi


"yasudah, kamu duduk dibangku kosong itu, disamping Azwa"


"makasih bu"


tepat disamping restu ia duduk hanya beda meja


jelas restu tak henti henti nya mencuri pandang kepada wangi


wangi yang terbilang juga pemberani, ketika pelajaran selesai yang lain pergi untuk ke kantin dan jajan diluar,  wangi menyapa restu karna ia merasa dirinya jadi pusat perhatian restu


"hai... sudah tau nama aku kan? kamu siapa?" sapa wangi

__ADS_1


"oh iya, saya restu.."


tiba tiba abdi menyapa wangi mengajaknya ke kantin sekalian mengenalkan lingkungan


"boleh.. ayok" wangi pun mengiyakan ajakan abdi


"ayo bro, kaga ikut lu?" tanya abdi


"emang boleh? gak ganggu?"


"yaudah kalo gak mau"


"nitip aja"


"idih nitip, ikut aja, males gue titap titip"


"yaudah gak usah"


ketika abdi berjalan berdua dengan wangi, banyak topik yang mereka bahas untuk saling mengenal..


dan ketika mereka kembali ke kelas..


guru masuk hanya memberikan tugas dan mengerjakan nya lalu meninggalkan kelas karna harus rapat


"kamu tadi kenapa gak ke kantin?" tanya wangi


"emm... enggak"


"biasa, dia kaku kalau ama cewek, tapi kalo udah deket, iyuuuh lebay" ledek abdi


"haha gitu ya.." wangi pun tertawa lalu melirik kearah tasnya


"ini bekel aku kamu makan aja, belum ada guru kan"


"ha.. tapi.."


"enak ya dikasih bekel" sambar abdi


abdi yang merebut bekal pemberian dari wangi pun membuat wangi sedikit kecewa dan mengambil lagi dari tangan abdi


"eh kamu kan tadi sudah makan, ini buat dia, aku tadinya gak mau makan dikantin karna ada bekal, biarin dia makan ini" ucap wangi


malu malu restu menerima bekal itu, namun tak ia makan disana, sepulangnya dirumah barulah ia makan bekal pemberian dari wangi..


esoknya..


"makasih ya"


"hehe aku juga lupa jadi aku bawa pulang"


"gakpapa kok"


"eh iya.. gimana disekolah ini?"


"emmm baru hari kedua, masih biasa aja lah.."


"emm... eh iya, kamu temannya irza kan?"


"ha.. kamu tau sama irza"


"kamu lupa? aku kan yang ada dirumah ketika kamu sama irza mau cari barang untuk kerja kelompok katanya"


"emmm.. ah iya iya"


"iya itu aku"


"oh iya yaa lupa aku. gak begitu merhatiin sih"


"hehe iya"


dan hari pun berlalu, ketika dibulan ke 3 mereka jadi teman satu kelas, cukup waktu untuk wangi menjadi teman bersama restu dan abdi


namun yang lebih menonjol memberikan perhatian adalah abdi, yaa memang abdi sudah menceritakan pada restu jika ia menyukai wangi..


itulah membuat restu akhirnya semakin menutup diri


dan ketika ujian kenaikan kelas, restu sering bermain dan belajar bersama dirumah wangi..


keduanya semakin memupuk rasa suka pada masing masing..


hingga ketika sedang belajar dan restu melihat disalah satu pojok bawah dibuku wangi berinisial R yang tentunya ia merasa itu dirinya..


"itu siapa?" tanya restu bertanya inisial tulisan dibuku wangi


"emm.. bukan" ucap wangi menutup lembaran itu kelembaran lainnya


restu pun kembali fokus dan menulis dengan diam diam surat untuk menyatakan perasaannya kepada wangi, ketika berpamitan pulang, restu pun meninggalkan kertas itu seolah tertinggal dan kelupaan

__ADS_1


"eh punya restu ya? waduh dia udah jauh belum?" gerutu wangi


dan melihat kearah luar ternyata restu sudah cukup jauh..


ia pun menyimpan di atas buku nya supaya besok tidak lupa ia bawa namun ketika akan memasukkan ke dalam tasnya, surat itu justru terbuka karna terkena kipas angin


akhirnya wangi membaca isi surat..


aku tau itu inisial R untukku, gak papa kok kalo kamu gak ngakuin, tapi aku mau bilang aku sebenernya suka sama kamu, tapi aku takut abdi tau dan marah karna akhir akhir ini kamu dekat dengan abdi.. aku disini cuman mau bilang makasih sudah mau jadi temen aku.. tapi aku gak mau lebih dari teman.. kalau kamu memang suka juga sama aku.. bilang sama aku jangan diam.. biar aku tau bagaimana perasaan kamu dan harus gimana perasaanku ke kamu


membaca pesan itu..


esoknya wangi datang kesekolah dan ketika restu menyapanya, ia bersikap seperti cuek...


"hai.. naik apa kesini?" tanya restu


wangi hanya melirik dan duduk menyiapkan untuk pelajarannya..


restu pun bingung, ia berfikir apa karna surat itu wangi cuek padanya dan ketika abdi yang menyapa justru wangi merespon nya...


restu yang awalnya sering jalan bertiga bersama wangi dan abdi kekantin kini tak ikut karna takut ia akan dicuekin


"ayo.. kaga bediri lu kaga laper?" sapa abdi


"enggak, aku bekel kok"


"oh yaudah, gue duluan ya"


terlihat wangi terus berjalan dengan cuek tanpa menyapa restu, ketika keduanya sudah pergi..


"bodoh, sudah mu bilang jangan taruh surat itu, buang saja, jadinya dia menghindar, kamu itu bukan levelnya" gerutu restu dalam hati menyesali perbuatannya..


ketika pulang sekolah...


"wangi, aku duluan ya, mama aku sakit" ucap abdi


"oh yaudah gakpapa"


ketika restu masih duduk sedang menyiapkan diri untuk pulang dengan tak bersemangat


wangi meletakkan surat diatas meja restu yang kemaren ditinggalkan oleh restu dirumahnya


"jelas dia akan marah" gerutu restu dalam hati


"aku gak suka sama cara kamu" ucap wangi


"ha.. iya maaf, aku gak bermaksud, aku cuman...."


"harusnya kamu ngomong langsung, lebih menghargai aku"


yang tadinya restu menunduk takut, ia kaget dengan ucapan wangi yang bisa dipastikan artinya wangi tidak marah


"maksud kamu?"


"iya.. maksud aku kamu lebih gentle dan bicara didepan muka aku sekarang"


"aaa... a.. aku"


"ya kamu benar, inisial itu nama kamu, dan aku tau kamu berbohong ketika aku bertanya warna, angka, dan huruf faforit yang kamu jawab berhubungan dengan aku"


"aku..."


"kamu bukan suka angka 4, kamu suka karna tau aku lahir ditanggal itu, kamu juga bukan suka huruf w, karna aku berinisial w, dan aku juga tau kamu bukan suka warna hijaulumut karna aku sering memakai perlengkapan berwarna itu"


terdiam sejenak..


"kalo kamu suka bilang, aku pasti menghargai, soal tadi bukan karna aku menolak kamu menyukai ku, supaya kamu lebih berani aja" sambung wangi


"yah aku mau jujur ada abdi, aku harus jaga perasaan"


"ngapain kamu jaga perasaan, belum tentu abdi suka sama aku"


"dia suka sama kamu"


"mana buktinya? gak ada kan?"


"ya dia sering kok curhat ke aku"


wangi membalikkan badannya membelakangi restu


"sekali lagi, bukti itu ketika kamu berani mengatakan langsung bukan dari belakang seperti seorang penggemar, saya bukan artis"


wangi pun pergi meninggalkan restu, esoknya barulah restu masih belum memberanikan diri membuktikan kepada wangi jika ia menyukai wangi


"wangi.." panggil restu


"iya" jawab wangi yang masih saja sibuk dengan ponselnya

__ADS_1


"jangan marah sama aku soal kemaren ya" ucap restu memohon


"iya lah, ngapain, udah ah, bahas lainnya" jawab wangi santai


__ADS_2