Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
APP #4


__ADS_3

uang yang diberikan  pras 50ribu empat lembar (200ribu total). Tapi istri ayi melihat gerak gerik putih mencurigakan,  ia curiga putih tak memberikan seluruh uang pras diamplop itu..


Ia pun menemui pras sedang bersama dengan sivilia


"mas" sapa gita, istri ayi


"mbak,  kenapa? " tanya sivilia


"aku mau tanya nih sama mas pras,  mas mau dateng ke acara nikahan kasih uang kan,  ke mbak putih,  kasih berapa mas..? "


"200ribu"


"coba nanti cek lagi,  aku liat cuman dua lembar dimasukin,  kan harus nya 4 lembar"


"ah masak iya" tanya sivilia


"ia vi.. "


Ia menunjukkan foto nya


"mas" ucap sivilia


"oh,  ini, dia tukerin ke uang pribadi nya ini"


"maksudnya"


"iya,  didompetnya kan ada 100ribu dua lembar,  dituker sama dia,  sia emang suka pegang uang kecil,  kalo beli bahan apa diluar kalo uang nya gede takut penjualnya bingung masih cari tukeran,  dia gitu kok orangnya.. Nanti deh,  aku buka amplopnyaku ganti yang baru lagi nanti"


Tak lama putih menitipkan tasnya karna ponselnya ketinggalan..


"ini kan amplopnya"


Saat dibuka,  benar saja jika isi nya tetap 200ribu, hanya saja dituker


"emm.. "


Dua minggu setelah pernikahan.. Putih kembali menuju rumah teman pras yang beberapa hari lalu menikah..  Ia datang membawa kado berisikan 2 sepray dan selimut tebal dengan harga cukup mahal..


Yaaa..  Putih memang orang yang sangat tidak perhitungan dengan uang..


Banyak yang ia bantu dengan uang..


Takdir berkata lain,  bukan tentang kehabisan harta dan jatuh miskin,  justru mama ima, orang tua pras lah yang jatuh miskin..


Hidupnya sederhana,  dan beberapa anaknya justru sibuk dengan urusan keluarga masing-masing


Tetangga barunya tak sama sekali menyapa apalagi memberi nya makan


Sampai saat dimana putih menyempat kan waktu untuk berkunjung..  Dan membawakan makan untuk mama ima


"ma.. "


"put.. Kok sendiri,  pras mana? "


"pras ke luar negri ma,  ada urusan"


"terus ayi,  sivilia"


"sibuk,  ma,, tadi udah aku tawarin,  repot.. Jadi sendiri deh kesini "


"aku kangen.. Aku rindu anak-anak... "


Karna tak mau berlarut,  putih menyuguhkan bawaannya..


"makan ma,  putih masak tadi sama mas pras kesukaan mama"


"aduh makasih , maaf ya selama ini mama sering marah sama kamu"


"maaa.. Udah ya..  Dimakan"


Tak lama ada seseorang mengenali mobil yang dikendarai oleh putih tadi..


"permisi" teriak seseorang..


"siapa ma? "


"em.. Gak tau ya.. Bentar mama bukain"


ima menuju pintu,  dan diikuti oleh putih


"cari siapa? " tanya ima


"buk,  orang yang punya mobil disini kan?"


"ia,  itu anak saya,  ada apa ya.. "


"saya bu,  yang punya, kenapa ya" tanya putih


"mbak,  inget saya.. "

__ADS_1


"emmm siapa ya?"


"mbak,  inget anak kecil yang lari dikejar ayahnya karna ayahnya mau memukulnya.. Itu anak saya,  anak saya cerita bilang dibantu oleh mbak ini,  tapi karna ayah nya terus berlari,  ayahnya tertabrak mobil"


"oh,  anak itu,  iya bu,  tapi saya tidak tau kalo ayahnya tertabrak bu"


"iya,  saya juga taunya pas anak saya balik ke saya lalu menunjuk kearah mobil ini, jadi saya ingat,  mbak menyelamatkan nyawa anak saya, mbak juga bungkusin dua mie ayam untuk anak saya"


"oh,  hehe iya,  itu kelihatan anak ibu pucat,  saya tanya belum makan"


"iya mbak,  anak saya memang dua hari gak makan sama ayahnya suruh kerja, saya bisa apa mbak,  semua berkat mbak"


"udah bu,  saya iklas membantu waktu itu"


"kalo tau ibu ini, ibu mbak,  saya kenalan dan dekatin diri mbak,  maaf ya bu"


Sejak itu, ibu itu sering membawakan jajan,  makanan,  dan apa yang ia miliki


"bu,  jangan dibawa kesini"


"gkpapa bu,  makan bersama Kita,  kita sama sama sendiri"


"anak ibu itu kemana? "


"anak saya sekolah,  menempuh pendidikan dibiayai oleh orang tua sahabatnya"


"oh"


Banyak yang membantu ima begitu banyak yang mengetahui jika mama ima adalah orang tua suami putih..


Yaa..  Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan Pula..  Terkadang Kita tak tau kapan itu tapi itu akan pasti terjadi


Beberapa hari kemudian,  saat ima semakin tua,  dan memutuskan untuk putih membawa nya pulang..


Pras pun tak setuju,  bahkan ia berfikir akan mengirim ima ke panti jompo..


"mas.. Kamu ini apa sih,  jangan lah,  dia orang tua kamu,  kita wajib membantunya"


"dia semakin tua,  kamu tau kan, dia berapa kali ngompol dikasur. Berapa kali muntah tak tau tempat,  berapa kali kita harus buang beraknya"


"ya kita harus iklas"


Mendengar debatan pras dengan putih,  untuk pertamakalinya ima menuliskan keluh kesah nya disebuah buku diatas selembar kertas


...Aku menua.....


...Tapi aku tak mau disisihkan...


...Anak-anak ku......


...Kalian tau aku membesarkan kalian dengan uang,  dengan keringat.....


...Aku membersihkan berakmu,  membersihkan ompolmu,  aku rela menggendongmu kemana pun...


...Aku rela kehilangan berat badanku untuk melahirkanmu.....


...Aku menyusui mu,  akupun merawatmu.....


...Kau bertanya sebuah benda padaku, aku jelaskan, kau bertanya lagi, aku jelaskan kembali,  tapi mengapa saat aku ingin tau suatu benda, ku bertanya kau pun menjawab,  ku bertanya ulang kau membentakku...


...Nak..  Aku rindu.. Maaf jika aku menghidupi dengan hasil kotor,  tapi itu yang bisa aku lakukan untuk membuat kalian bisa berdiri dan sukses......


...Dan kini,  jangankan menggendongku,  menyuapi ku,  bahkan membuang berak atau ompolku,  untuk membiarkan aku menikmati kesuksesan mu saja kau berat.....


...Tuhan.....


...Aku penuh dosa,  tapi apa aku tak pantas dihargai oleh anakku?...


Tulisan ima..


Dan yang hanya mampu mengurusi nya hanya putih..


Dan dengan hasil keputusan ketiga anaknya,  ketiga anaknya memilih mama ima untuk tinggal di panti jompo


"pras,  mama gak mau pras.   Mama mau sama kamu, sana anak-anak "


"maaaa... Bukan pras, ayi, atau sivilia jahat ma,  ini justru kebaikan mama,  disini mama gak akan ada yang mengurus,  disana,  mama akan dirawat,  diperhatikan"


"gakpapa pras mama disini,  kamu sibuklah sendiri dengan keluargamu mama gak papa pras.. "


Putih hanya bisa menangis ketika pras dengan tega mengirimkan ima ke panti jompo..


Tak sengaja mereka bertemu seorang pemilik panti jompo yang ternyata juga seorang dokter ahli kejiwaan


"permisi dok,  bagaimana untuk persyaratan mama saya masuk ke sini? "


"silahkan bapak isi formulir ini,  lengkap,  dua lembar,  pertama lembar Biodata ibu,  kedua alasan dan beberapa kemungkinan mengapa ia memberikan pada panti jompo


Setelah mengisi formulir barulah mama ima diantar oleh putih menuju dokter yang akan menunjukkan kamar..

__ADS_1


"mbak ini ingat saya? " tanya dokter. .


"siapa ya? "


"saya agung mbak,  dokter disini sekaligus pemilik, saya orang yang pernah mbak kasih uang aaktu itu bensin saya habis,  mbak kasih saya uang 20ribu untuk saya beli bensin,  dan akhirnya saya tidak telat datang ke persidangan pemilihan mahasiswa,  jika tidak atas mbak,  saya mungkin gagal menggapai cita-cita.. "


"oh,  yang itu,  iya saya tau"


"belum lagi saya ingat sekali itu,  mbak ini membeli nasi bungkus dan memberikan di helm saya.. Saya belum sarapan mbak,  uang tidak ada,  mbak kasih saya makan,  syukurlahsaya tepat waktu bahkan bisa makan terlebih dulu,  kalo tidak,  saya tidak akan konsentrasi karna kelaparan"


"hemmm,  itu saya gak beli,  saya bikin,  kebetulan lagi males cuci piring alhasil pakai bungkus nasi, dan kebetulan saya mau kasih mama saya eh dia menolak,  jadi saya kasih daripada mubazir"


"oh,  ini ibu mbak?"


"ibu suami saya,  saya titipkan kesini pak,  saya titip ke bapak ya"


"ya mbak,  jelas.. Saya jagain"


Beberapa hari kemudian.. Suara telfon berbunyi diponsel putih


"halo,  dengan siapa? "


"saya mbak,  dokter arya.."


"eh dok,  tau dari mana nomor saya"


"saya disuruh ibu ima menelfon mbak,  dia bilang minta fotokan kegiatan anak-anak nya,  apa bisa ibu datang kesini membawa foto"


"oh,  baik dok siang nanti saya kesana"


Sesampainya dirumah sakit,  ia disambut oleh dokter arya


"ini yang saya tunggu.. " sapa dokter arya


"siang dok, gimana mama saya"


Dokter arya mengarahkan putih


Sesampai nya diruang kamar mama ima..


"ayo masuk"


"dok, bagus sekali kamarnya.. "


"oh jelas,  untuk orang terdekat mbak putih harus maksimal,  saya sengaja kasih ibu ima kamar nomor satu terlengkap karna memang saya yang memberikan"


"apa gak nambah ke uang pemasukan? "


"gak perlu dipikirkan mbak "


Kamar yang lengkap,  dengan televisi,  AC, toilet dalam,  dll


Saat mama ima keluar dari toilet..


Ia senang melihat putih


"putih"


"ma... Apa kabar ma? "


"mama baik put,  mama kangen sama anak anak,  mana fotonya"


"ini ma"


Hanya bisa menatap sedih dan menangis.. Putih tak mampu membendung air mata nya..


Ia keluar kamar dan terlihat ada dokter arya didepan pintu luar..


"putih" sapa dokter arya


Putih tak kuasa menahan. Ia pun tak sadar memeluk arya..


Yaa bagaimana tidak senang jika seorsng dokter sebagai lelaki biasa juga dengan segala yang ia ketahui risiko nya justru menyukai putih sekalipun ia tau putih milik orang


"dok,  aku gak kuat dok,  kenapa mas pras tega,  kasian mama dok,  pengen rasa nya aku juga tinggal disini,  biar dah dok saya yang mengasuh,  tidak perlu perawat tapi biarkan saya disini dok"


"kamu mau tinggal disini? Aku kasih kamar sendiri ya"


"enggak dok,  jangan,  aku mau tidur aja sama mama ima"


"kamu yakin? Apa tidak nantinya akan mengganggumu"


"enggak dok,  plis boleh dok"


"iya boleh"


Mengetahui istrinya tak pulang sampai larut malam bahkan saat ia pulang pun istrinya masih tak ada dirumah, ia berkeliling tengah malam mencari putih ke club yang sering putih kunjungi tapi tak ada yang melihat putih datang.....


Ia pun menunggu dirumah hingga tertidur karna kelelahan..

__ADS_1


Paginya ia kesiangan, jadi membuatnya berangkat kerja pun terlambat,  ia meliburkan diri untuk mencari putih saja, bertanya pada beberapa teman nya tak ada yang tau keberadaannya,  bertanya pada mbak darni juga tak ada orangnya, bingung mencari kemana


__ADS_2