Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Ariana Kamila


__ADS_3


hai guys, nah kali ini aku bawain cerita atas nama Ariana Kamila,


nah masih ingat gak aku sudah janjiin buat up story tentang nama ini?


dan sekarang baru sempat up nya, makasih yang sudah stay waiting for my story..


yuk lanjut..


-POV KAMIL-


namaku Ariana Kamila, banyak temanku memanggil aku dengan nama belakang ku.. karna dirumah aku juga dipanggil Kamila, ingat panggil Kamila, jangan dipotong lagi menjadi Mila, aku tidak suka, karna aku lebih suka dipanggil KAMIL


nah kisah ku dimulai saat aku masuk pertama di bangku kuliah, aku mengambil jurusan sastra, aku suka sastra, dari dulu..


aku tak membawa kisah apapun ditempat baru itu, karna aku memang sudah menata yang lalu untuk pantas tidaknya kulanjutkan ke lembaran baruku


"Kamila.." panggil Steffi


Steffi atau dengan nama panjangnya adalah Steffinia, teman baru yang baru kenalan di acara ospek kampus beberapa hari lalu..


ya perkenalan yang unik, hanya karna nama dipapan perkenalan kami menyatu jadilah kita berteman, namaku sandal sementara ia japit.. cocokkan?


yang pernah ikut ospek tahun 90an paham dengan nama nama aneh yang didapat per murid akan ikut ospek ini


yaa sahabat memang dipertemukan dengan banyak cara, mungkin kami, satu dibandingkan seribu cara unik didunia


"stef? ada apa?"


"bareng"


"oh alah, ya ayok"


steffi memang manja, sangat manja, entah di aku atau ke beni, pacarnya..


aku terlahir dari keluarga cukup kaya, tapi masih standar nya kok, masih ada diatas aku, karna diatas langit masih ada langit


"he... standar dari hongkong lu? orang keluarga lu ninggalin harta seabreg begitu" jawab steffi


hehe anggap saja steffi mendengarkan ucapan ku ini padahal itu jawaban dari pikiran ku saja selintas, jika sampai Steffi dengar pasti ia mengatakan itu


yaa.. aku memang ditinggali banyak harta oleh kedua orang tuaku, tapi apalah arti semua, tanpa aku dapatkan lagi kasih sayang dari kedua nya?


ayah? pergi meninggalkan ku ketika ibu melahirkan aku, dan ibu ku pergi meninggalkan ku ketika aku ujian masuk ke kuliahku, yaa baru baru ini lah, itu pun karna ingin bebas saja tanpa mengurus anaknya


masih mau mengatakan bahagia hanya dengan harta?


aku memutuskan, harta banyak tak semua milikku, ada titipan untuk kaum orang-orang miskin, yatim piatu, fakir, orang yang berjuang dijalan Allah yang pasti


"kamil.. jalan yuk ntar sore" ajak Steffi


"males ah, lu sama Beni pasti"


"ya enggak lah, kita bertiga, sama Nugra.."


Nugra alias Nugraha sama dengan Steffi, sahabat ku


"serius?"


"iya, mau kan?"


"boleh deh kalau ada teman nya aku"


sorenya, setelah dari kampus berakhir, kami bertiga langsung menuju ke tempat karaoke


"ah pesen nah, kaga asik nih gak ada makanan" ucap Nugra


"lu sih makan mulu, tuh perut, karet yak?" Ledek Steffi


semua yang membayar pengeluaran untuk hari itu adalah Kamila, yaa Kamila...


"mil, gakpapa nih?" tanya Nugra


"santai, udah nikmati, enjoy kawan" ucapku


kamipun kembali bersuka ria


esoknya saat tepat sebulan kuliah, aku bertemu dengan seorang lelaki cool, cuek, tapi matanya seolah tak lepas dari aku


"eh eh stef, tuh anak siapa?" tanyaku


"itu? tauk"


"kenapa?" sambar Nugra


"itu loh, siapa tanya Kamila" jawab Steffi


"itu, Yopi, cowok cool dikampus, sangking cool nya dia pilih pilih tuh soal cewek, makanya jomblo" sambar Nugra


"ah masak lu?" tanya Kamila


"lah lu tau dari mana?" ucap Steffi kepada Nugra


"Yaelah dia kan sekelas sama abang gue, Jefri"


"Oh iya sih, si Jefri kan?" tanya Steffi


menurut cerita Nugra, ada tiga cowok cool dan semua satu geng yaitu paling cool, Yopi, kedua Deni, ketiga Jefri, Jefri kakak kandung Nugra

__ADS_1


kalo Yopi tau kan kenapa gak punya pacar? ya karna begitu, dia terlalu pemilih, sementara Deni, terlalu playboy, menurutnya jika bisa dekat dengan perempuan tanpa berpacaran kenapa tidak berteman saja


dan Jefri.. cool sih, tapi biasa kok, gak cuek juga gak banyak cewek, rata rata lah


yaa.. walaupun aku gak pernah ketemu sama Jefri apalagi Deni.. Yopi saja baru hari ini ketemunya..


beberapa hari kemudian, Yopi mendekati ku


"hai" sapa nya


"em hai" jawabku


"Yopi" ucapnya mengulurkan tangannya


"oh, aku Kamil"


"oh Kamil"


hari-hari pun berlalu, sejak perkenalan itu, memang aku lebih dekat dengan Yopi, ditambah dengan Yopi yang sering meminta ini itu dan aku tidak pernah pelit pada semua orang


"Kamil" panggil Steffi


"eh stef" jawabku


"kamu deket sama Yopi ya"


"hehe iya"


"bikin gemes atau pegel gak sih?"


"enggak, kenapa?"


"kan dia cuek"


Steffi memang sering mengingatkan aku tentang Yopi untuk aku lebih berhati-hati dari seorang Yopi, karna memang Steffi tidak suka dengan Yopi


"kamu kenapa sih" tanya Kamil


"ya gak papa"


"yang kaya gak suka sama aku"


"bukan sama kamu, sama Yopi"


"loh ya kenapa?"


"gak tau gak suka aja"


"heeeemmm"


"yaudah sih terserah kamu aja deh" ucap Steffi


"kamu aneh deh stef"


"heeeeyoooo, pada ngapa?" ucap Nugro


tiba-tiba saja Nugro datang


"Nugro, kebiasaan" ucap Steffi


"eh stef, mil, kita jalan yuk, film baru nih"


"apa sih, lu moroti mulu ke Kamil ya" bisik Steffi


"ha, apa sih, ya enggak lah, kan gue juga punya duit"


"Ya ta-" ucapnya terputus


"yaudah yuk" ucap Kamil


"mil?" ucap Steffi


"udah anggap aja refresh otak soal Yopi"


"hem"


"ayok"


kami pun kembali melakukan aktivitas yang dilakukan seminggu sekali, berfoya ria..


aku yang sering membeli makanan untuk orang-orang pengemis dijalanan dengan harga makanan yang tidak murah membuat kedua sahabatku heran


"kok gitu sih ekspresi nya?" tanya Kamila


"kamu kok boros sih, itu makanan mahal mil, kamu beliin buat mereka yang paling murah juga mereka bakal seneng banget" ucap Nugro


"ets jangan salah Nugro, justru karna mereka tidak pernah merasakan ini semua kita harus kasih, kan biar setidaknya mereka pernah merasakan"


"nanti kalo uangmu habis?"


"nah ini nih, kalo soal uang habis, harta habis hanya karna memberi orang begini, jangan salah, jangan, justru itu kita akan mendapatkan yang lebih besar, apa? yaitu doa"


aku pun menjelaskan mengapa aku bisa dikatakan boros


tak lama Yopi menelfonku


"yaaa apa sih" ucap Kamila


"uusss, pelan-pelan, dengerin tuh"

__ADS_1


aku mendengar jika Yopi mengatakan ia hanya suka dengan kepadaku hanya karna uangku, hanya karna aku sering memberikannya banyak barang makanya Ia memperjuangkan aku


aku yang mendengar hanya menanggapi dengan biasa, karna memang aku sedang ada di lubang cinta penuh bunga


hingga saatnya Yopi menyatakan bahwa dirinya mengajak sebuah hubungan berpacaran, tanpa banyak berfikir, Kamila menerimanya


"apa? pacaran?" tanya Steffi


"lah lu udah gila ya?" tanya Nugro


"enggak, aku akan menuliskan sejarah bagaimana aku bisa menaklukkan seorang Yopi"


saat hubungan berjalan 6bulan


aku mendapatkan masalah baru, ia dinyatakan oleh pengacara keluarga ku jika banyak tagihan kartu kredit hanya karna terlalu royal dalam pengeluaran sementara diriku masih kuliah, belum berpengalaman kerja


Yopi yang mendengar kabar itu, menanyakan pada ku


"sayang.. anak anak bilang kamu bangkrut itu gak mungkin kan? bilang sama aku mereka hoax!" ucap Yopi


"a.... a... aku"


"kamu kenapa?" sentak Yopi


"aku..."


"jadi beneran kata semua orang, kamu sudah miskin? kan aku sering bilang, jangan sering boros kasih orang yang gak kamu kenal apalagi gembel, malah kamu kasih makanan mewah, udah udah aku capek sama sifat kamu, aku mau kita selesai aja" ucap Yopi


"apa? sayang, enggak yang jangan"


"udah lepasin, jangan lagi hubungi aku"


melihat Yopi yang sudah sering menghindari ku sahabat ku, Nugro dan Steffi bertanya, ditambah saat sedang drop nya aku, membuat Steffi bertanya-tanya


"mil, kok dia cuek? ada masalah ya?" tanya Steffi


"em, aku"


"kenapa?" tanya santai Nugro


"aku putus"


"putus?"


"iya"


"gila aja, pacaran udah habis berapa kamu keluar duit buat dia" gerutu Steffi


"gila bener, manusia gak punya otak apa ya? masih ada ajaaaa manusia watak setan begitu" ucap Nugro


"udah udah, gini, sekarang lupain dia, aku bilang juga apa Kamilaaaa.... Udahlah, dia bukan lelaki baik" ucap Steffi


aku memeluk Steffi


"sekarang kamu tau dia siapa kan?"


"iya"


"udah, fokus, sama kuliah, kita sekarang bisa santai, lama lam kita akan lembur berat karena santainya kita ini"


"iya mil, udah, ada kita, gimana keadaan mu juga kita masih sahabat mu"


saat aku pulang dari rumah Steffi baru menginap, ku rasa esoknya libur, aku kembali ke rumah dengan jalan kaki


sebenernya cukup jauh, tapi aku ingin menenangkan diri atas kebodohan ku langsung jatuh ke pelukan lelaki seperti Yopi yang akan mencampakkan aku


saat sedang ditengah jalan, memang salah ku, mau melintasi jalanan tapi tidak fokus, hampir saja sebuah mobil menabrak nya


"aaaaaaaaarrrgh" ucapku teriak histeris


tiba-tiba keluarlah lelaki yang tadinya akan menyalah kan Kamila namun tak jadi


"he... lu mau mati jangan di mobil gua, salah salah lu bisa bisa gua yang dipenjara begok" teriak lelaki itu sembari keluar dari mobilnya


lelaki itu adalah Deni, Deni Ari, aku yang masih terpejam terkaget kan dengan sapaan yang mendadak lembut dari lelaki ini


Deni adalah teman dari Jefri dan juga Yopi


"sori..." ucap Deni kepadaku


aku membuka mata pelan


"ah ku kira sudah mati" jawabku


"hem, sori ya"


"aku yang minta maaf, maaf ya, aku gak sengaja"


"aku yang minta maaf, karna kurang fokus"


"ehm, tapi gak papa kan?"


"enggak"


"deni" ucapnya mengulurkan tangannya


"deni?"


"iya, temannya Yopi"

__ADS_1


maklum karna memang aku tidak pernah tau apa dan bagaimana nya Deni


akhirnya aku bertemu, tapi aku harus berhati-hati karna menurut Nugro, ini lelaki paling manis ngomong


__ADS_2