Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
RFPR #2


__ADS_3

faye yang sedang membeli indomie cup cepat saji pun keluar dan mencari tempat duduk


"hai, kamu yang dirumah tante sundari kan?" sapa faye


"ehm iya, aku anaknya"


"oh, inget sama aku?"


"ha, inget kok anaknya pak sadewo"


"hehe iya.. inget"


"untung saja tanya dulu sama mama" ucap haidar dalam hati


"kamu ngapain disini?"


"aku wifian aja"


"oh, berapa, 5000 kan dua jam ya?"


"iya kalo kamu make wifi?"


"em.. aku gak make, kan aku kesini cuman beli minum, atau mie cup begini habis Langsung pulang"


"oh... eh iya, aku haidar.."


"emm kan tadi udah"


"aduh bodoh, kenapa malah ngucapin lagi" ucap haidar dalam hati


"yaudah aku duluan" ucap faye


"em bareng deh"


"loh kamu bukannya wifian"


"udah selesai kok keperluannya"


"oh... yaudah"


haidar pun mengantarkan faye ke tempat kost nya


"ayo masuk" ajak faye


"boleh?"


"boleh, ada orang kok didalem"


"oh okeh"


setelah masuk


"mau ku buatin minum?" tanya faye


"enggak usah, udah, gakpapa, dulu aku sering main kesini, kan anak nya mama kustin temen ku dulu"


"oh ya... hehe"


"iya, aku pamit ya.."


"eh iya, makasih anterin aku ke kost"


"iya..."


beberapa hari kemudian..


saat kembali faye menuju ke toko buku..


"uh semoga saja tak bertemu lelaki itu, malunya aku, pasti dia tau siapa aku" gerutunya dalam hati


tapi tak seperti yang diharapkan.. justru faye bertemu dengan lelaki itu..


faye berusaha menghindar tapi lelaki itu justru memanggilnya


"hei" teriak lelaki itu


"mampus, dia manggil, pasti mau ngeledek aku, mana aku gak pakai make up pula" geturunya pelan


"kupanggil kau tak dengar, kuping utuh dua tapi gak bisa denger ya.. sayang" ucapnya


"ngeselin sih, apa?" ucap faye


"gimana gantungan tas mu kemaren, bisa bener?"


"ya ampun fix dia tau aku tanpa atau pakai make up" ucapnya dalam hati


"kok diem, rusak ya?" tanya nya lagi


"bener kok, makasih"


"iya.."


faye kembali mencari buku namun lelaki itu menyodorkan buku horor yang pernah ia akan ambil namun diambil dulu olehnya..


"apa ini" tanya faye


"kau ingin membaca komik ini kan, ini bawa aja punyaku" ucapnya tetap dengan wajah datarnya


"beneran?"


"nih"


"makasih, aku pengen banget sebenernya, asli, makasih banget"


"ya.. oh iya, faye" ucap faye..


"odi.."


"oh okeh"


mereka pun duduk diteras toko buku itu


"kamu suka ya horor gitu" tanya faye


"suka" Jawaban yang singkat


"em..."


terdiam sejenak..


"kau sering ke toko ini, kau pekerja disini?" tanya faye


"bukan" jawaban dingin keluar


"emm..."


"kau pemiliknya ya?"


"bukan" dan lagi jawaban datar itu


"oh..."


melihat ke arah jam tangannya, faye harus beranglat kerja


"em.. aku duluan ya, takut telat kerja.."


"iya.."


setelah faye berlalu


"astaga itu anak, dinginnya kebangetan" gerutunya


esoknya..


saat ia menuju ke toko buku, ia melihat odi yang duduk dibangku samping taman kecil milik toko itu


"hai" sapa faye

__ADS_1


odi melirik kearah faye lalu terdiam


"kamu kenapa?"


"gakpapa"


"oh okeh"


terdiam cukup lama...


canggung...


  canggung...


     canggung...


"emmm aku boleh ngomong?" ucap faye


"apa?"


"kamu kan tau sama wajah asli ku sama wajah pakai make up ku, jangan kasih tau orang lain ya.."


"tenang aja" jawaban santainya


"memang kamu gak ilfil liat muka aku yang tanpa make up"


"biasa aja"


"oh okeh, emm... tapi aku mohon ya sama kamu, jangan kasih tau banyak orang"


"ya.."


kesal dengan ucapannya yang selalu pendek


"kamu nih diajak ngomong datar amat..." ucap faye kesal


"em...."


"tau dah"


faye pun berdiri


tapi odi menyentuh tangan faye


"jangan pergi dulu"


"em.. okeh"


tak boleh pergi tapi hanya duduk bersama melewati waktu dengan sia sia tanpa sepatah kata pun


seiring berjalannya waktu..


kedekatan faye dengan odi pun terus berjalan


suatu hari..


haidar ingin menyatakan perasaannya pada faye tertunda karna melihat sedang ada lelaki lain di kost an faye..


saat mengetaui lelaki itu odi..


"odi" sapa haidar


"eh dar.."


"kamu balik kerumah ini?"


"diajak faye"


"kamu kenal sama faye?"


"loh kalian kenal?" tanya faye


"dia kan anaknya bu kustin, pemilik kost an kamu" jawab haidar


"oh ya.. kamu sering datang kesini kok gak pernah bilangkamu anaknya pemilik kost ini?" tanya faye


"ya untuk apa" ucap odi santai


mendapatkan bukti baru mencengangkan


"oh jadi anaknya bu kustin yang bule katanya korea itu dia" ucap saffa


" ganteng banget, tajir pula, siapa yang mau nolak" sambar ovi


"aku aja baru tau ini itu anak ku kustin"jawab jane


"iya aku juga baru tau ibu pemilik rumah ini punya anak setampan itu" jawab saffa


"jadi iri sama si faye.." sambar misha


mereka terus menguping pembicaraan bertiga antara faye, haidar, dan odi


"hemmm apa faye sudah tau kau psikopat?" tanya haidar


odi menarik kerah baju haidar..


"emmm... eh udah, jangan ada ribut dan kekerasan disini" ucap faye..


odi melepaskan tangannya..


"berhati hatilah dengan lelaki disampingmu itu, salah salah kau bisa jadi korbannya" ucap haidar pada faye


setelah haidar pergi, odi pun berpamitan pergi..


"kau kemana?"


"pulang..." jawab santai odi


"oh yaudah, makasih ya udah main ketempatku"


"iya.."


setelah mereka bubar..


"fay.. itu anaknya bu kustin ya?" tanya ovi


"aku baru tau juga fay" sambar jane


"iya aku juga bru tau ini kak jane" jawab faye


"gantengnyaaaaa.." ucap misha


"kan kak jane sama mbak ovi yang duluan disini masak gak tau.."


"taunya sih cerita daerah sini aja" ucap jane


"iya.." sambar ovi


setelah kejadian itu..


faye tak lagi pernah bertemu dengan odi di toko buku


"mbak, cowok tinggi, putih, yang kamaren sama saya terakhir kesini kapan?" tanya faye


"terakhir kesini ya waktu sama mbaknya kan,yang beli buku komedi"


"oh itu ya, lama berarti, makasih mbak"


faye yang sudah susah payah dandan untuk bertemu dengan odi pun gagal..


"fayee... ada yang nyari fay" teriak jane


"males..." ucap nya pelan


"fay, dipanggil, dicari noh sama odi" ucap jane membuka pintu kamar faye


"ha.. odi.. oh ya kak jane suruh tunggu.."

__ADS_1


"cepetan, dari tadi juga"


"iyaaa iyaaa"


setelah membenarkan make up..


"dari tadi ya?" tanya faye


"iya, ngapain aja sih dikamar? masih make up? percuma, kan aku tau wajah asli mu" ucap odi


"em.. ya gakpapa cuma pengen aja, em kamu ada apa datang?"


"aku cuman ingin mengatakan sama kamu makasih kamu sabar sama sikap dingin aku" ucap odi


"tenang aja, dicuekin kamu, dingin sikapmu itu bagaikan makan sehari hari buatku"


"em... aku mau bilang kalau aku setelah selesai skripsi dan wisuda akan bekerja di tempat kerjamu" ucap odi


"ha.. kamu serius?"


"iya, aku sudah melamar dan diterima, mereka mau menunggu aku untuk lowongan ini, bulan depan mulai aktif"


"ah okeh"


setelah odi pergi


"faye.. dia tau wajah aslimu?" tanya jane


"iya kak, panjang ceritanya.."


"intinya saja bagaimana bisa?"


"ya aku sering ketemu dia di toko buku itu waktu tanpa make up, setelah ketiga kalinya aku kesana pakai make up dia ngenalin wajah aku dari tas yang kupakai"


"oh.. udah ganteng, baik hati pula, gak mandang dari segi wajah"


"mmmm"


skip waktu..


sebulan kemudian ~


"faye" sapa odi


"odi, kamu hari ini ya kerja?"


"iya, kenalin, saya pengawas kamu dan lainnya"


"emmm iya saya penjaga di sini aja"


"iya.. panggil pak dong"


"ah iya pak"


"nah itu enak di dengar.."


sepulangnya..


"aduh dia kerja ditempatku, semoga saja ia tak memberi tahukan pada lain orang tentang wajah tanpa make up ku" gerutunya dalam hati


sesampainya dikost...


"faye... aku udah mandi, sana kamu mandi" ucap mbak ovi


"faye tidur kayaknya mbak" jawab misha


"anak jorok, tidur langsung pula"


esoknya..


"selamat pagi faye" sapa odi


"odi, em pak odi"


"gimana tadi malam?"


"tidur.."


"oh bener juga, nanti pulang sore kan, jalan yuk?"


"jalan? kemana?"


"enggak tau"


"emmm yaudah"


setelah pulangnya...


"pak, kok kerja ditempatku, gak cari kantor lebih gede" tanya faye


"pengen deket sama kamu aja"


faye menatap tajam wajah odi


"enggak, dia cuman menggoda mu" ucap faye dalam hati untuk dirinya


"sekarang aku yang tanya.. kenapa sih harus pakai make up setebal ini, menyerupai topeng"


"aku capek aja sama bullying.."


"emmm..."


"oh iya, bukannya mau ngungkit masalah yang lama, aku cuma penasaran, kamu sama haidar dulu berteman?" tanya faye


"berteman, dekat"


"lalu kenapa bisa saling bermusuhan?"


odi menceritakan jika masa lalu nya dengan haidar karna dulunya mereka berteman namun ketika tau adik haidar menyukai odi namun odi menolak karna memang odi tak terlalu memikirkan soal cinta dan pacaran..


akhirnya membuat adik haidar mati bunuh diri


"hanna?" tanya faye


"iya, dia adik haidar, kamu tau?"


"nenek haidar adalah adik dari ayah mama ku"


" oh kalian masih saudara?"


"iya saudara"


"bagus"


"bagus apanya?"


"emmm maksudnya bagus kan kalo bersaudara, kita orang lain aja harus bersaudara "


"ohh iya"


"maksudnya bagus, karna aku tak ada saingan" ucap odi dalam hati


hari pun berlalu, keduanya disibukkan dengan pekerjaan masing masing


sejak odi memberikan ucapan selamat pagi dengan hotdog dimeja faye namun faye tak sempat memakannya..


justru tempat makan itu tertinggal si kantor..


esoknya jelas basi..


terpaksa faye membuangnya, namun odi melihat jika makanan dari nya dibuang..


sejak itulah odi tak pernah menemui faye.. apalagi menghubunginya..


hari hari berlalu, faye tak ingin terlebih dulu menyapa, takut disangka kegatelan sama atasan...


selama sebulan berlalu, hingga akhirnya pesan masuk ke ponsel faye yang berisikan

__ADS_1


"besok malam kita bertemu... ada yang mau ku bicarakan.."


dengan secepat kilat faye mulai memikirkan untuk memakai apa saat ketemu odi


__ADS_2