
setelah raisa pergi..
restu pun memeluk irza yang kesakitan akibat tamparan raisa..
saat itu juga wangi datang
"restu, irza" sapa wangi
restu dan irza langsung melepaskan pelukannya
"oh maaf mengganggu.. permisi"
"wangi, gak seperti yang kamu liat wangi, dengerin aku dulu" ucap irza
"gakpapa gakpapa, aku cuman butuh waktu untuk sendiri... permisi"
ia pun pergi...
dan hari hari berikutnya, wangi tidak bisa dihubungi apalagi ditemui...
sementara wangi yang ketika itu pergi dan berdiam diri diruang kerjanya lalu..
ia bertanya tanya apa yang ia lihat sebuah kebetulan atau sebuah rahasia diantara keduanya
seorang pelanggan yang melihat wajah wangipun diam diam masuk ke ruang kerja wangi..
karna tak semua karyawan sedang sibuk, jadi tidak ada yang fokus ada orang asing masuk ke ruang kerja bossnya
"permisi" sapa wanita itu
"emm iya... ada apa ya kak... apa ada kritik dll?"
"emm... enggak kak, cuman tadi pas kakak masuk saya liat wajah anda sedang ada masalah.. maaf jika saya lancang masuk"
"oh tak apa.. makasih sudah care sama saya"
"kakak kenapa? oh ya kenalin kak saya ayna"
"oh hai ayna... kamu panggil aja wangi"
"oh okay.. memang kamu kenapa wangi?"
wangi tak segan menceritakan yang baru ia alami
"menurutku sih ya.. udah kamu jangan ambil pusing, kamu ditemukan oleh wanita itu untuk kenal mantan kamu itu saja sudah bersyukur seharusnya"
sejak obrolan itu mereka pun saling dekat seperti sahabat... namun ia juga tak menghindari kedua temannya itu, irza dan restu namun ia memutuskan untuk berhenti bekerja sama
"lebih baik saya berhenti, dan saya iklaskan yang sudah masuk dana dari saya, anggap saya saya investor yang hanya lewat" jelas wangi
"wangi.. kamu salah sangka soal itu"
"iya wangi, kamu denger dulu penjelasan kami"
"maaf.. tapi memang dari awal saya tidak akan bisa untuk membuka cabang atau membuka usaha baru.. pasti akan ada masalah "
ia pun pergi dan menuju ke kantornya lagi...
ayna pun kini menjadi teman yang baik untuk wangi dan usahanya, banyak yang dilakukan ayna untuk membantu wangi..
dan ketika waktu berjalan... restu terus membujuk ayna untuk membantunya namun ayna terus menolak... karna ia lebih menghargai wangi
ayna terus menolak untuk membantu restu
karna ia berada dipihak wangi..
dan mengerti akan situasi hati sahabatnya itu, ayna membujuk kakak nya untuk mengisi kekosongan wangi..
ia meminta enggar, kakaknya untuk mengembalikan baju pesta yang dipinjam dari wangi..
ayna menceritakan semua kepada kakaknya tentang wangi dan restu yang akhirnya enggar mau membantu ayna berniat baik
enggar pun menuju alamat yang dimaksud adiknya
enggar pun turun dari motornya dan bertanya pada satpam
"pak.. ini pelangi wangi kan?" tanya enggar
"iya... ada yang bisa saya bantu?"
"pak.. nitip ini untuk mbak wanginya"
"oh dari siapa ya mas?"
"dari ayna"
"oh non ayna, baik mas..."
dan karna banyak pelanggan yang datang membuat satpam lupa untuk memberikan bingkisan itu kepada wangi karna cukup lama dan tak ada kepastian, ayna menelfon wangi
"iyaaa na ada apa?"
"kakakku udah dateng kan? kok dia gak kasih kabar ya?"
"kakakk?"
"iya.. emang gak ada yang anter baju?"
"gak ada nih"
"ah masa, aku suruh kakakku kebetulan lewat sana"
"gak ada aynaa"
"ah dodol kakak nih, yaudah bentar ya"
ayna menelpon kakaknya
"hallo kak"
"iya, apa lagi?"
"apa lagi gimana kakak belum kasih kirim itu baju?"
"udah"
"udah apa? dia bilang gak ada"
"masak sih, udah aku kasih satpam loh"
"kakakakkk ih ngeselin, ya kasih ke Orangnya kak"
__ADS_1
"ya kakak gak kenal, malu lah"
"kakakk... balikgak, terus ambil dan masuk temui langsung"
"tapi"
"cepet"
terpaksa enggar pun kembali menuju toko roti wangi
dan secara kebetulan, ia bertemu wangi yang sedang menanyakan titipan orang pada satpam
"oh ini mbak orangnya... dia tadi nitipin ke saya, saya nya lupa sibuk memperhatikan costumer pada rame datang"
"oh kamu ya yang kirim, kakaknya ayna kan? masuk kak"
"em iya makasih"
"kalo ada restu sama irza bilang saya rapat ya pak" bisik wangi kepada satpam
satpam pun mengangguk tanda mengerti
mereka pun masuk..
dan mengobrol..
wangi meminta salah satu pekerjaannya untuk menyiapkan tart mini menu baru di toko rotinya
"eh gak usah repot ya"
"enggak lah kak"
"emm.."
"oh ya kak... kata ayna kakak sering balapan liar ya kak?"
"ha.. dia cerita tentang aku?"
"ya pas itu aku yang nanya tentang keluarganya dia cerita juga tentang kakak"
"emm... apalagi dia bilang?"
"gak ada sih, apa ya?"
dan kue tart mini yang masuk menu baru pun datang
"kan sudah saya bilang jangan repot"
"kakak musti nyoba karna ini menu baru dari tempat saya"
"emmm.. bahan apa?"
"bahan kimia kak, hehe masak makanan disamain ma bahan bahan"
"hehe lucu kamu ya, ya maksudnya varian nya apa"
"oh varian jeruk, makanya coba aja, unik loh rasanya"
"emm... ada ya tart jeruk?"
"ini kan ada"
"hehe iya"
yang dulunya enggar hanya akan tidur, nge ps, dan nyampah dirumah kalau sedang off kuliah, kini ia sering pergi setiap hari berpamitan kuliah..
padahal ia menuju toko roti milik wangi
dan ketika suatu saat ketahuan oleh adiknya..
"emm. yang sering pamitnya ke mama kuliah, eh tau tau di pelangi tart" ledek ayna
"loh kakak emang kuliah kok, tapi pulang mampir"
"ih awal nya sok sok nolak nih. tau tau eh.. eh.. eh.."
"kapan kakak nolak?"
"hadeh, kesannya kakak nolak kak pertama kali aku minta kakak anterin baju kesana"
"hemmm.. jangan ledek kakak deh"
terdiam sejenak keduanya, ayna yang sibuk dengan game online di ponsel kakaknya asik tiduran..
"na" sapa enggar
"hemm"
"kamu kok gak pernah cerita punya temen kaya wangi dari awal?"
"dih, kakak mana pernah ngurusin temen aku?"
ayna pun banyak menceritakan tentang wangi..
dan ketika berjalan setahun wangi dekat dengan enggar..
enggar tak merencanakan mengatakan jika ia suka pada wangi.. namun kesempatan itu datang yang tak mau di siakan oleh enggar
"aku waktu pertama ketemu sebenernya terkesan sama kamu" jelas enggar
"ha.. maksudnya ka?"
"aku suka sama kamu, maaf aku gak bisa romantis tapi aku cuman langsung bilang gabisa basa basi juga"
"emm.."
"terus kelanjutan sama restu gimana?"
"entah kak, mungkin aku akan berani nampakin lagi kalau sudah ketemu sama prang baru yang jadi pacar aku"
"aku mau"
"maksudnya kak?"
"aku mau temenin kamu jadi pacar boongan kamu"
"hah"
"salah ya?"
"masak iya jadi pacar boongan, gak romantis nya kebangetan kakak mah"
__ADS_1
"ya kan biar kamu gak mutus tali silahrturahmi"
"emm.. terus bilang cuman jadi pacar boongan? kalo pacaran beneran emang gak berani?"
"emang kamu terima?"
"yaaa... gitulah"
"kamu beneran terima kalau aku minta kamu jadi pacar aku?"
"iya.. tapi pacar beneran, mana ada pacar boongan"
"iya... jelas lah, aku bilang gitu kan takut kamu nolak kalo pacar beneran"
"ehhmm"
"jadi terima nih"
"iyaaa... lah"
tiba tiba restu masuk..
"restu" ucap wangi
"dia pacar kamu? "
"emm... saya enggar" sapa enggar
"restu.."
"kok kamu masuk? satpam didepan ngizinin?"
"gak ada satpam"
melihat kearah luar dan benar tak ada satpam disana
"viko viko, cari pak satpam kemana"
"iya iya mbak"
dan tak lama satpam masuk
"dari mana pak?" tamya wangi pelan
"toilet non, maap"
"yang lain?"
"haduh gaktau non, pada lengah mereka" ucap satpam melirik kearah wangi dan baru menyadari ada restu
"gakpapa deh, balik kerja aja"
"gitu doang mbak?" tanya viko kesal, karna ia terlalu semangat jika ada pertengakaran
"iya gimana lagi, udah pak balik kerja"
"iya..."
"kakak tunggu aja diruang kerja ku ya, aku urusin ini dulu"
"oh gitu? iya deh"
"dia pacar kamu?" tanya restu
"emm"
"aku denger tadi dia nembak dan kamu terima"
"terus masih tanya?"
"kamu masih marah?"
"marah apa?" tanya wangi
"kamu marah kan?"
"enggak lah, ngapain marah, saya bukan siapa siapa"
"tapi kan"
"saya hanya alumni hati, kalau kamu datang bukan untuk mengulang tapi hanya sekedar membahas kenangan" ucap wangi
"kamu gak sama loh ma kemaren kemaren"
"lagi pula kalian juga sahabat kan, ngapain aku marah?" ucap wangi meninggikan ucapannya ketika saat kata sahabat
"kamu masih marah aku yakin"
"enggak, mau bukti, mana irza? aku bicara, atau aku telfon"
wangi pun menelfon irza meminta nya untuk datang
setelah irza datang..
wangi pun menjelaskan kepada keduanya Jika ia tak marah
ia juga mau mendengarkan ucapan dan penjelasan keduanya tanda ia mengerti dan tak lagi ada masalah
"oh iya irza, aku kenalin ke pacar aku ya" ucap wangi
ketika wangi menelfon enggar untuk turun dan bergabung, tapi irza melirik kearah restu
dan tak lama enggar turun
"pas sekali, kalian kumpul, aku kenalin ini pacar aku"
"enggar" sapa enggar
"irza" ucap irza bingung..
"yaudah masih mau duduk? silahkan pesen apa za, res, kalian pesen aja, kan seperti biasanya.. oh iya ini sahabat aku disekolah sayang..."
"oh.. iya iya aku paham kok"
dan setelah dihari ke 30 atau satu bulan mereka jadian, ayna marah mengetahui itu, dan meminta keduanya untuk stop
"kamu apaan sih na.. kamu kan yang suruh enggar untuk ngisi kekosongan aku, terus kenapa sekarang kamu marah kita jadian?" tanya wangi
"bukan gitu wangi, aku tuh kenalin untuk kalian berteman, supaya bisa terhibur kamu gak kepikiran restu bukan untuk pacaran" jelas ayna
"loh ya tapi kalau perasaan minta begitu gimana, kamu bisa jelasin?"
__ADS_1
"wangi.. aku kenal kamu, aku tau kamu, kamu masih cinta sama restu bukan kakak aku. aku juga gak iklas kakak aku cuman jadi pelarian"