Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
SMM #4


__ADS_3

terdengar dari luar sedikit samar...


"Chu Zuhn, sifat nada sebenarnya bagaimana?" tanya Xieng Yuang


"nada? gimana ya.. seperti kamu tau..  pintar pasti"


"maksudnya itu yang tipe tipe... ah sudah lah"


"oh ya bener kan, tipe nya itu dia pintar.."


dan ketika mereka akan berjalan..


aku berlari lebih dulu..


ketika sampai kelas..


aku melihat betapa gaduhnya kelas..


dua perempuan satu satunya pun malah tertidur


mau jadi apa kedepannya mereka..


mereka sekolah disini sedang tidak ada cita cita..


sama dengan pikiran ayah dan ibuku..


"nada? kenapa berdiri disini?" tanya Chu Zuhn


"tidak ada.."


ketika aku mulai menyusun rencana


aku berkonsultasi dengan Chu Zuhn


"oh boleh, ide bagus.. bagaimana kamu langsung menemui guru Noo Xue" ucapnya


aku menemui guru lalu menjelaskan..


"keputusan itu bagus, tapi kan kita kembali kan semuanya lagi pada pak direktur.. biar nanti saya usulkan ke pak direktur dulu"


"baik pak, makasih"


sesampainya dikelas..


"hei ketua" panggil Ming Du Suan


"ha.." jawab ku


"aneh, kenapa menurutmu guru Noo Xue memilih kamu menggantikan Zang Mheng jadi ketua, bukannya ini sekolah prioritas dan mayoritas lelaki? mana ada lelaki 97persen dipimpin oleh seorang wanita seperti kamu" ucapnya


"pelajari tugas materi pemberian guru kemaren, kamu belum bisa kan, nanti aku berikan catatanku untuk kamu pelajari" ucapku


dan ketika dua hari berlalu


"nada" panggil guru Noo Xue


"ya pak"


"ikuti saya"


dan ketika aku keluar..


guru Noo Xue memberikan kabar jika persetujuan sudah ditanda tangani direktur utama bahkan pemilik gedung Qyin Mecanic university


"wah serius pak?" tanyaku


"serius"


"makasih pak"


"okeh sekarang kita masuk dan saya akan mengumumkan penyerahan pengurusan rencana tertulis mu ini"


"baik pak"


ketika aku membalikkan badan..


sekilas aku melihat Xieng Yuang


"apa dia mengikuti ku lalu mendengarkan pembicaraanku dengan guru?" gerutuku


dan ketika sampai dikelas


guru memberikan penuh kepercayaannya


untukku memimpin kelas sebagai ketua kelas pilihannya..


"nada, aku kembali ke kantor, silahkan apa apa saja yang akan kamu sampaikan" ucap guru


dan aku berdiri didepan, lalu menjelaskan..


"selamat pagi semua" sapa ku


"sudah siang" teriak Ming Du


aku melirik arahnya, anak ini kurang vitamin mungkin ketika lahir..


mengesalkan...


kembali ke pembahasan topik..


"okeh,  teman teman, saya disini akan memberikan peraturan baru yang akan diterapkan dikelas ini" ucapku


"peraturan baru? eh ketua, apa ini peraturan dari sekolah?" tanya salah anak dikelas


"oh bukan, ini peraturan aku pembuatnya atas persetujuan guru Noo Xue dan pak direktur juga saya dapat tanda tangan pemilik gedung atas persetujuan penerapa peraturan" ucapku


"he.. kau sudah gila ya, seolah kau bisa rubah dunia dengan aturanmu?" teriak Zang Mheng

__ADS_1


"sudahlah, diam, saya akan jelaskan"


dan aku memberikan peraturan baru



saya aktifkan ruang baca buku, dan ada kartu kegunaan untuk setiap anak wajib masuk ruang belajar setidaknya 4x dalam sebulan


praktikum lebih sering daripada materi


masuk kelas penuh, jika ada yang tidak masuk, akan ada petugas cek ke asrama..


kreatif, aktif, dan berkondusif


boleh memiliki pekerjaan sampingan, asalkan tidak mengganggu fungsi utama belajar



"dan semua ada pemotongan point sama dengan peraturan sekolah yang sudah berjalan" jelasku


"he ketua, kau mau membunuh kami?" teriak Tang Xia


"membunuh?" tanyaku


"ketua, mengapa bisa kamu atur semua aturan itu.." teriak Zang Mheng


"ah ketua ini terlalu agresif urusan kelas" ucap Ming Du


"cukup.. berhenti.. ada alasan mengapa saya disini berdiri dan dipilih" ucapku


"apa alasannya?" tanya Ming Du


"kamu diam" bentak Man Nna pada Ming Du


"okeh cukup.. beberapa hari lalu saya melihat.. kelas lain dengan aturan yang mereka buat, dan mereka bisa menjadi satu kekompakan.. lihatlah keluar kelas, Zang Mheng, bukannya pergaulan kamu luas diluar kelas? coba bandingkan dengan kelas ini, kelas ini bahkan tertulis kelas buangan untuk anak nakal seperti Ming Du" ucapku


Ming Du berdiri dan menepuk mejanya


"he.. maksud kamu apa?" tanya Ming Du


"sudah lah, aku tau kamu keluar dari kelas lama mu karna kamu terlalu tidak bisa diatur.. dari sini, apa kalian tidak berfikir, jika kelas kalian hanyalah kelas buangan untuk anak nakal, dan yang lain juga, saya ingat betul, saya masuk dikelas ini hanya ada 9 murid, lalu yang lain, pindahan dari kelas masing masing bahkan sekarang mencapai 20 satu kelas ini" jelas ku


"kami akan menuruti peraturan itu dengan syarat" teriak Ming Du


"katakan saja" ucapku


Ming Du berjalan ke arahku sambil berkata..


"yang namanya ketua, pemimpin kelas, dan lainnya lah sematan untuk kamu, ditambah aturan baru dari kamu, bagaimana bisa kami satu kelas yakin, kamu bisa menjadi ketua yang baik?" tanya Ming Du


"ah jangan basa basi, katakan saja apa maksudmu?"


"oh okeh, gini.. guru Noo Xue memilih mu jadi ketua kelas karna..."


"Ming Du, katakan pada pointnya saja, kau terlalu membuang waktuku"


dan aku membaca persyaratan pertama tadi menggunakan bahasa inggris..


setelah membaca, semua terdiam menatapku termasung Ming Du


"apa yang kau katakan baru saja?" tanya Ming Du


"itu kubacakan persyaratan nomor satu"


dan aku bacakan lagi persyaratan nomor dua menggunakan jepang begitu seterusnya..


sampai setelah aku membacakan 5 persyaratan dengan bahasa berbeda


terakhir aku menggunakan bahasa indonesia


"sudah mengerti? kalau kalian masih belum bisa menerima persyaratan saya.. silahkan, ajukan kepada pak direktur, karna pak guru Noo Xue akan menolak kalian" ucapku menggunakan bahasa indonesia


"haa.. kamu pintar bahasa, itu bahasa indonesia, ah aku yakin kamu orang paling pintar diindonesia" ucap salah satu teman sekelasku


dan kembali menggunakan bahasa korea


"bagaimana? sesuai persyaratan ajuan mu, persyaratan saya sudah mulai diterapkan besok"


"ah ketua, persyaratan ke lima kau benar benar serius?" tanya Zang Mheng


"ya.. asal tidak mengganggu fungsi utama kerjaan dikelaa ini"


dan ketika esoknya aku mulai menerapkan sistem absen seperti disekolah sekolah diindonesia..


aku mengenalkan kebudayaan ku kepada mereka, karna aku lihat seluruh sekolah di korea tidak menggunakan cara ini untuk pemeriksaan absenisasi kelas


"okeh saya sudah tulis seluruh nama kalian disini, saya akan panggil satu persatu, jika tidak hadir, selepas pelajaran, saya akan mencari mereka" jelasku


dan ketika Ming Du tak ada dikelas..


selesainya aku urusan pelajaran hari itu, aku mencari Ming Du


tak perduli seluruh ruangan dan tempat di sekolah ini aku jelajah..


"hei ketua.. apa benar kau ketua kelas tiga kurikulum mesin?" tanya seseorang


"yah"


"ah, kenapa kamu tidak masuk kelas lain, aku lihat dan dengar dengar kamu pintar" ucapnya


"ah aku sedapatnya saja, kebetulan kelas lain penuh, jadi kebagian kelas ini"


"oh okeh, semoga harimu indah di kelas itu"


aku kesal dengan ucapan lelaki itu, tapi memang benar adanya seperti itu, bagaimana lagi


dan aku mendapati Ming Du sedang duduk bersantai dengan sebotol minuman wishky di lapangan basket

__ADS_1


aku mendekati nya..


"Ming Du" ucapku


"eh kau ketua, ada apa?"


"kau gila ya, membawa minuman ini ke ke sekolah?"


"kenapa?"


"jika bertemu guru kau bisa saja dikeluarkan"


"ah, ini korea, bukan indonesia ketua" ucapnya


oh iya ya.. ini korea..


ah kebiasaan di sekolah indonesia membiasakan sepatuh ini


Ming Du berdiri dan meninggalkan aku


"Ming Du, kemana?"


"ke asrama"


"ini jam sekolah"


"ah sudahlah"


dan aku tak peduli, aku mengikutinya bahkan sampai asrama...


ketika ia membuka pintu nya dan aku masuk juga kedalam nya


"nada?" ucapnya


"oh jadi seperti ini kamar mu yang katanya tidak mau ada seorang teman dalam satu kamar" ucapku


"keluar.. atau aku.."


aku duduk ranjang nya..


"keluar..." ucapnya


"aku keluar jika bareng kamu, dan ke kelas"


"oh okeh.."


tiba tiba dia menarik selimut lalu menyelimuti aku dan ia kini sudah ada tepat didepan wajah ku..


sedikit lagi dia mencium ku..


aku berlari, keluar dan berteriak..


"he.. gilaaaa.. anak bodoh, sial kau" teriakku kesal


dan ketika aku kembali ke kelas, semua cukup sepi..


sampai ketika aku akan kembali ke asrama...


aku melihat Chu Zuhn bersama  Xieng Yuang


"apa dia sekeras itu?" tanya Xieng Yuang


"kurasa tidak, tapi aku yakin.. dia ada alasan bersikap seperti itu, aku yakin betul dia benar benar fokus kepada sekolah nya"


"yaaa apa dia tidak ingin ada pacar.. menemani dia, kamu tau, kita pernah tidur berdua bahkan dia masih kaku" ucap Xieng Yuang


"haa.. kau serius, kau tidur sama nada?"


"iya.."


"waaah... berita bagus, harus aku katakan pada Man Nna dan juga Sun Mih"


suara telfon ku berbunyi, Sung Ma menelfonnya meminta ku pulang malam ini..


dan ketika tak satupun ada taksi lewat, karna takut kemalaman, akupun memutuskan untuk jalan..


diperjalanan, aku melihat Ming Du duduk sendiri di tepi taman


"Ming Du" ucapku


"ketua, haa.. haha.. kenapa kau ada dimana mana?" tanya nya


"aku akan pergi pulang melihat mama ku sendiri dirumah memintaku pulang malam ini, dan aku lihat kau"


dia mabuk berat.. akhirnya aku terpaksa membawa nya pulang kerumah ku..


"Nada, siapa dia?"  tanya Sung Ma


"ah dia teman sekelas ku ma, ketemu sudah mabuk berat"


"kenapa tidak kamu antar kerumahnya.."


"aku takut kamu menungguku lama"


"ah dasar anak bodoh, udah sana antarkan dulu"


"tapi makan dulu"


"oh yaudah sana makan dulu"


dan ketika aku mencari taksi dan mengantarkannya pulang..


selama perjalanan..


"kau menyusahkanku malam ini, tau kau menyusahkan aku biarkan kau diam di tepi taman itu, terserah dah sampai pagipun aku tak peduli, jam segini harusnya aku tenang tenang tidur" gerutuku..


"aku benci semua hal, semua mengajarkan hidup tapi tidak tau makna hidup yang bagaimana yang sedang aku alami" bentaknya tak sadar

__ADS_1


"aku. . "


__ADS_2