
aku lihat Fu Xao masih tertidur..
kurasa dia tak harus berangkat ke kantor, karna hari ini hari minggu..
aku membuka jendela kamarku..
dan tak lama Fu Xao terbangun..
"pak.. sudah bangun?" tanyaku
"aku dimana?"
"dirumah ku pak.. kan hari minggu.. lanjutin aja tidur gakpapa"
"emm.. semalam kenapa lama?"
"maaf pak, saya lupa"
"saya pusing"
tiba tiba ia jatuh pingsan..
menunggu beberapa menit dia sadar lagi..
"pak"
"Nada, tolong anter saya pulang"
"bapak demam pak, saya antar ke dokter saja ya"
karna badannya cukup lemas, aku menelfon untuk ambulan datang dan dokter mengatakan ia harus dirawat inap karna kecapekan..
tak lama XieLung datang setelah ku kabari
ketika Fu Zao bangun..
"bapak terlalu memikirkan pekerjaan, harusnya masih tetap jaga kestabilan tubuh kamu" jelasnya
"iyaa.. kamu gak kerja?"
"saya kumpulin uang beli laptop dan garap laporan disini selama bapak koma"
"xieLung" panggil Fu Zao pada asistennya
"saya pak?"
"pak Dum Za sama bu Su Zuan datang?"
"sudah saya kabari tapi belum datang.."
"oh.."
tak lama ketika XieLung izin ada urusan sebentar..
seseorang masuk..
lelaki, tinggi, gagah, cukup keren..
"kak.. kamu tidak apa apa?"
"gakpapa"
"terus apa kata dokter?"
"gakpapa, dokter bilang kecapekan saja"
dan ketika aku liat ia menemanu Fu Zao sampai tertidur..
ia baru menyadari ada aku disana..
"kamu.. kamu siapa?" tanya nya
"oh.. kenalin.. aku Dum Zao" ucapnya
"oh.."
"aku adiknya, kamu siapa?"
"aku karyawan kok, kebetulan tadi XieLung ada urusan"
kami mengobrol sampai tak sadar jika cukup lama sampai Fu Zao terbangun..
"heeeem" teriak Fu Zao
"eh kak"
"pak"
"bicarakan apa, sampai saya bangun kalian tidak dengar?"
"ehm... heh ini obrolin film kak"
"emm pak, ini tadi saya belikan makanan bubur diluar, langganan ibu saya.. coba yah"
dan aku menyuapinya..
ketika aku berpamitan pulang..
"emm Nada.. boleh minta kontakmu" tanya Dum Zao
"oh boleh"
kami pun dekat.. sejak itu aku dan Dum Zao sering jalan bersama..
mereka kakak adik, tapi sifatnya jauh berbeda, sementara Dum Zao sering tertawa menghiburku sedangkan Fu Zao, yaaaa.. begitulah
ketika hari berjalan semestinya..
Fu Zao kembali mulai beraktifitas selepas keluar rumah sakit..
ketika aku melewatinya yang akan naik lift. ia menarikku, dan masuk ke lift bersamaan..
kedua kalinya..
dan yang aku takutkan benar benar terjadi..
lift rusak, jantungku mendadak sakit karna ketakutan..
memahami aku karna ia tau sebelumnya sudah kukatakan aku takut karna hal ini ketika naik lift..
ia memelukku..
aku terpaku, ketika aku menyenderkan kepala ku di kedua dadanya yang cukup besar..
kurasa aku pegang takkan ia sadari, karna memang ia pun sibuk bingung dengan rusaknya lift..
tapi aku salah..
ia menyadari ketika aku meremas kedua dadanya itu..
ketika aku melirik ke wajahnya, ia sudah nelihat ku dengan aneh..
"eh.. hehe ammn itu" ucapku ketika ketahuan
"ngapain tanganmu?"
"emm enggak, gak ngapain ngapain"
ketika Fu Xao menelfon bagian listrik untuk membantunya...
dan setelah cukup lama menunggu akhirnya lift terbuka dan kami keluar..
sejak itu aku tak henti henti nya berfikir kotor tentang dada Fu Zao..
esoknya, setelah kejadian di lift..
terjadi kembali kedua kalinya ketika aku memutuskan menyelesaikan tugas hingga cukup larut malam..
__ADS_1
ketika itu lampu tiba tiba mati..
aku ketakutan dan duduk menutupi dua mataku..
tiba tiba sepasang sepatuh berada didepanku..
tak perduli itu siapa.. aku peluk erat ketakutan..
ketika aku melihat.
"pak presdir?" ucapku
"kamu belum pulang?"
"belum pak, dirumah suntuk.. jadi sekalian aja selesaikan pekerjaan di kantor"
"emm... ikut apa tunggu disini?"
"kemana pak?"
"keruang listrik, mau benerin dulu"
"ikut pak"
dan aku tak mau melepas pelukanku..
sesampainya..
setelah lampu sudah terang, spontan aku melepaskan pelukanku karna lupa itu adalah boos besarku..
tapi justru aku terjatuh
namun karna kebodohanku..
justru aku menarik baju Fu Zao, ia pun ikut terjatuh..
tepat didepan wajahku..
sedikiiiit lagi ia mencium bibirku..
ketika lamou kembali mati, aku sontak kaget dan tepat mencium bibir Fu Zao..
beberapa detik, dan tersadar aku melepaskan ciuman itu dan memeluk tubuh kekarnya lagi..
ia membangunkan badanku untuk membenarkan listrik lagi..
ketika sudah terang, kami pun bergegas pergi sebelum mati lagi..
"ya tuhan, aku lupa" ucapku..
aku lupa janji bertemu malam ini dengan Dum Zao
"eh kemana?" tanya Fu Zao
"pulang"
"aku antar"
"ha.. gak pak, saya ada urusan lain"
"urusan lain? ini sudah malam ada urusan apa?"
"emm.. mau ketemu sama Dum Zao"
"Dum Zao?"
"iya.. janjian jam 10 malam mau jalan"
"oh yasudah.."
sesampainya sudah ada Dum Zao di sana..
"maaf ya, gak telat kan, mepet dikit doang"
"iya gakpapa, udah selesai di kantor?"
kami pun berjalan menyusuri kota..
berdua.. makan di pinggiran kota..
ah malam itu cukup indah..
bintang tak ada yang keluar..
karna rajanya bintang sedang jalan bersamaku
dan ketika malam itu harus berakhir..
sesampainya aku didepan rumah...
Dum Zao berpamitan pulang..
ketika aku berjalan sedikit ke rumah, karna rumahku menghadap ke belakang ke arah View sungai dan pepohonan..
ketika aku sampai didepan rumah ternyata sudah berdiri Fu Zao
"pak presdir?" sapa ku kaget
"kenapa semalam ini? tidak tau ibu menunggu mu?"
"ah.. aku sudah kirim kabar ke mama sekarang pulang cukup malam"
"emm.. kemana saja sama Dum Zao"
"ke.. jalan jalan saja"
"emm..."
ia mendekatiku..
"atau jangan jangan kalian"
"apa?"
"pacaran?"
"pak, aku baru kenal dia belum genap sebulan.."
"siapa tau.. sudah sama sama klop, eh tapi bapak kok disini, ngapain ngurusin pribadi, memang jika ada hubungan sama adik boss masuk ke masalah utama pekerjaan pak?"
"ha.. bukan bukan... tapi.. tapi tadi sudah kusuruh Sung Ma mengunci pintu lalu tidur.. sekarang kamu ikut saya.."
"ha.. kemana?"
ia menarik tanganku mengikuti nya ke mobil...
dan ia mengajakku untuk duduk di tengah keramaian kota...
"kamu tau kenapa saya ajak kamu kesini?"
"enggak" jawabku
"aku disinilah mencari keramaian, hidupku terlalu sepi, aku selalu sendiri.. aku butuh orang orang sedikit gaduh untuk menenangkan pikiranku"
"emm... baru tau sih kalau tenangin pikiran cari yang ramai"
aku tertawa heran..
bisa begitu yaaa. dimana mana ya harusnya cari tempat sepi untuk tenangin..
"bapak sih, terlalu fokus kerja kerja, gak. ikir hiburan itu perlu" ledekku
"tapi saya gak seburuk kamu"
"ha.. kenapa jadi aku?"
"iya.. kamu kan fokus fokus fokus, eh jaman nya sudah canggih malah jadi orang ketinggalan jaman"
__ADS_1
"emm.. ya kita sama berarti, sama sama ya jangan menghina lah"
dan ketika kami memutuskan pulang..
setengah sadar, ini bukan jalan pulang kerumahku..
ah tapi aku sudah ngantuk berat..
tengah malam aku bangun..
aku melihat sudah berada dikamar..
dilaci samping ranjang tidur ada foto Fu Zao
aku turun dan mencari keberadaannya ternyata tertidur di meja kerja dirumahnya..
aku mendekatinya dan menyelimutinya, juga menemani tidur di kursi depannya..
ketika pagi..
aku sudah kembali ke ranjang tidur itu..
dan aku berpamitan pulang..
namun Fu Zao memaksa mengantarkan ku
sesampainya dirumah aku mandi, beres beres, dan siap berangkat..
aku melihat Sung Ma bersama Fu Zao sedang mengobrol
"semalam tidur dirumah kmu, aduh jadi direpotin, kamu sih"
"gakpapa bi.."
"semalam hujan tidak?"
"enggak, cuman memang udaranya sangat dingin"
"emm.. ia, biasanya bangun tengah malam anak itu, aku lihat keluar kelihatan langit sedikit pucat, ku kira hujan"
"emm iya.."
"maa, berangkat" ucapku
"eh ini bekalmu"
"iya ma"
kami pun berangkat..
ketika naik di lift..
"ayo, diem aja"
"aku takut" ucapku
"tadi pagi sudah aku suruh XieLung untuk panggil orang benerin kok, jadi selesai"
"iyaaa... tapi"
"udah naik"
dan ketika sampai di lantai kantorku..
"Dum Zao" ucapku
Dum Zao sudah ada dikantor..
"kamu ngapain disini?" tanya Fu Zao
"aku, nyari Nada.. oh iya.. nanti malam jalan lagi?" tanya Dum Zao
"enggak, dia itu banyak kerjaan dikantor, malam kamu ajak jalan, waktu nya istirahat dan tidur berkurang" jawab Fu Zao
"lah kan terserah jawaban Nada kak"
"oh okeh" ucap Fu Zao berjalan pergi masuk ruangan nya
dan akupun mengiyakan..
beberapa hari ini.. kami sering jalan berdua cukup malam.. tapi Fu Zao benar..
jika seterusnya begini, waktu efektif tidurku berkurang..
dan ketika sudah jarang kami jalan berdua malam hari, aku yang baru menyelesaikan tugas hingga malam, pun pulang... kulihat langit pucat..
tanda mau hujan..
ah tak peduli aku lanjutkan jalan pulang
ketika tengah perjalanan hujan benar benar turun dan aku tak bawa persediaan apapun..
payung, pelindung, dan lainnya
tapi Fu Zao tiba tiba datang
"pak presdir" ucapku
"kenapa hujan hujanan"
"gak bawa pelindung pak, bapak kenapa kok hujan hujanan?"
"gakpapa, mobil mogok"
"oh..."
kami berjalan menyusuri kota malam itu dengan jalan kaki dan hujan yang turun malam itu..
ketika sampai dirumahku..
"pak, masuk dulu, besok pagi saja pulang" ajakku
"oh boleh?"
"boleh dong"
dan ketika malamnya aku merasa cuaca sangat dingin..
Sung Ma membangun kanku membawakan segelas teh panas..
dan Fu Zao yang membantuku meminum kan teh..
"kamu dingin, kamu demam" ucap Fu Zao
"iya, anak ini bandel, kalau kena hujan dia pasti sakit, tapi masih aja mainannya hujan" gerutu Sung Ma
dan malam itu, aku tidur dikamar ku ditemani Fu Zao yang memelukku ketika tidur..
badannya hangat..
aku bisa melanjutkan tidurku penghilang lelahku seharian ini
paginya..
aku terbangun dan melihat Fu Zao tertidur disampingku..
kamipun bangun dan bersiap kekantor
beberapa hari kemudian
beberapa karyawan lain banyak mendekatiku dan bertanya apa aku berpacaran dengan Fu Zao
padahal tidak..
mereka merasa aku dan Fu Zao akhir akhir ini sering datang dan pulang bersamaan..
tapi dari sekian pertanyaan, justru pertanyaan berbeda dari dalam hatiku..
__ADS_1