Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
WPD #3


__ADS_3

suatu ketika restu terdiam di kamar nya dan merindukan seorang wanita dewasa, sabar, tak pernah marah ataupun melarangnya dalam keputusannya ia juga mendukung.. siapa lagi jika bukan wangi...


dan  wangi yang justru bertemu dengan rinto kekasih barunya yang bersifat sok berkuasa...


rinto yang sering memerintahkan semenah menah kepada beberapa karyawan kekasihnya


hingga suatu hari ketika restu bersama raisa jalan disebuah taman, mereka sedang mengobrolkan sesuatu penting yang membuat raisa terus mengomel kepada restu..


entah apa yang sedang terjadi pada keduanya, tapi seketika itu juga irza tetangga restu dan juga teman baik wangi melihat restu yang hanya diam dibentak oleh seorang wanita


ketika terlihat raisa pergi meninggalkan restu


barulah irza mendekati restu..


"irza" sapa restu


"dia siapa? kenapa marah marah?"


"dia pacar aku, dia memang sering marah kalau aku keluar makan bareng teman ku tanpa mengajaknya"


"ih dasar cewek alay, pacarmu? putusin, ngapain pacaran sama dia, cewek lain banyak diluar sana yang gak nyusahin"


ternyata raisa mendengar kan ucapan itu menyiram air mineral ke wajah irza


"raisa" bentak restu


"siapa dia, suruh kamu putusin aku? kenapa dia selingkuhan kamu? okey sebelum kamu minta putus aku yang akan mutusin kamu" bentak raisa


"raisa, kamu apaan sih, dia itu..."


"lepasin lu pikir lu doang laki? " bentak raisa


"eh restu, jangan jadi begok karna cinta, cewek murahan pakai lu pacarin" ucap irza


raisa pun marah dengan ucapan itu dan hampir menampar pipi irza namun restu menahan tangan raisa


"jangan kasar sama dia, kalau mau pergi, ya sana pergi saja" jelas restu


"restu...."


restu menarik tangan irza dan berlalu dari tempat itu


"restu, kewarteg, laper"


"yaudah ayok"


ketika duduk menunggu pesanan makanannya datang..


"emmm.. udah, tuh tangan gemeteran aja" ucap irza


"hemm... enggak kok, eh kamu kok ada di sini?"


"aku kan emang lagi disini udah dua bulanan, pengen main ke rumah paman, eh tau tau betah"


"ha... rumah paman? paman yang mana?"


"paman ali"


"oh pak ali, emang disini?"


"iya..."


"terus akhirnya kamu tinggal disini?"


"tempat ini terlalu asing untukku seorang, tapi entah kenapa aku betah dirumah, dan karna tadi aku sedang cari obat merah untuk anak paman, eh aku liat ada kamu"


"emm.... oh iya.. kamu terakhir kabar mau menikah kan?" tanya restu


"iya, tapi gak jadi.."


"yah serius? maap ya.."


"iya iyaaa.."


dan setelah cukup lama mereka mengobrol hingga restu mengantarkan pulang irza


restu lupa memberikan kabar kepada wangi..


dan ketika ia berniat minggu dihari libur menyambangi toko kue milik wangi..


ia melihat wangi sedang berpelukan dengan rinto


dan salah satu karyawan disana mendekati arah restu ketika tau restu datang


"bang... abang tau kan sama pacarnya buk boss yang baru?" tanya karyawan


"iya..  kenapa?"


"dia ada niat jelek sama bu boss bang, dia pengen ambil alih toko ini, kan toko udah gede eh dia malah mau rebut dengan cara licik"


"ha..  kamu serius?"


"iya bang, aku memang gak ada bukti, tapi abang tau aku kan, mana pernah bang aku bohong?"


"iya iya... paham"


"mana rinto itu sering semenah menah, berasa jadi boss disini"


"oh ya?"


"rinto itu bang.. berasa orang paling hormat disini, semua orang dianggap kacung sama dia"


dan laporan viko itu terdengar oleh salah satu karyawan lain dan membenarkannya..

__ADS_1


"makasih makasih, sekarang saya tau apa yang akan saya lakukan" ucap restu


" bang.. mo ngapain?"


"udah tenang aja"


"bang, jangan bilang aku bang"


"tenang tenang"


dan restu mendekati arah wangi yang berdiri didepan rinto, kekasihnya


restu memeluk wangi sontak rinto marah


"hei.. apaan ini, siapa kamu?" bentak rinto


"restu?" ucap wangi


restu mencium pipi wangi..


rinto pun menarik lengan restu..


"saya sudah capek, dengan semuanya.. saya capek diam dan tak mengatakan bahwa saya sebenarnya menyukai kamu wangi, saya sudah memendam lama perasaan itu" ucap restu


"restu" ucap wangi


dan ketika dua satpam membantu rencana restu, keduanya menarik dan membawa keluar rinto


"wangi, kamu buang aku seperti ini karna dia? iya?" teriak rinto


wangi kembali menatap arah restu, ia masih speechless..


"liat pembalasanku" teriak rinto dan ia pun pergi


restu, makasih ya" ucap wangi


"kamu kenapa mau bertahan sama lelaki seperti itu?"


wangi hanya menunduk, restu pun membawa nya masuk dan duduk disalah satu meja didalam toko kue itu dan wangi berusaha meyakinkan dengan bertanya apa ucapan restu tadi benar


"emm... kamu tadi... bilang.. kamu udah lama memendam perasaan itu, maksudnya beneran?" tanyanya


"ha.. enggak, tadi itu kan cuman bisa bantu kamu lepas dari dia"


"oh cuman akting" ucap wangi menunduk


"emm... iyaa, em enggak maksudnya iya aku emang sayang sama kamu, kan kita teman,  kita harus saling jaga, kita sama sama perantau di kota orang kalau bukan aku, siapa lagi yang menguatkan kamu"


dan ketika restu menuju toilet dan meninggalkan tas nya, wangi sadar jika ponsel restu beberapa kali berbunyi seperti ada telfon masuk


"restu, itu ada telfon, dari tadi, udah banyak mungkin panggilan masuk, kamu silent sih"


"iya hape ku sering eror padahal gak aku silen, bentar aku liat.."


"oh irza" jawab restu


"irza?" tanya wangi


"iya irza, eh aku belum bilang ya, astaga maaf aku lupa... aku kasih tau kamu kalau irza sekarang ada didaerah lapangan merah"


"lapangan merah? samping balai desa?"


"iya.. "


"ah masak? sejak kapan?"


"udah dua bulan, tapi aku tau baru semingguan"


"kok kamu gak bilang"


"lupa lupa"


"hemm.. ayok kesana"


"bentar bentar aku telfon balik dulu, dia ada apa telfon"


baru mau ditelfon, irza sudah menelfon nya lagi, dan wangi langsung merebut ponsel itu dari tangan pemiliknya


"speaker aktif" ucap restu


wangipun menspeaker aktifkan


"hallo"


"iya hallo, emm... bisa bicara sama restu?"


"gak bisa" jawab wangi


"oh iya maaf.. makasih mbak"


"irzaaaaaaaaa" teriak wangi


"emm..."


"aku wangi"


"wangi?"


"iya..."


"kamu sama restu?"


"iya, dia di tempatku kerja"

__ADS_1


"loh, kamu kerja di tebet juga?"


"iyaaa"


"aaah aypk ketemuan, kangen, udah berapa tahun kita gak ketemu, sumpah hampir 10 tahun loh"


dan restu pun menjemput irza dirumah irza untuk datang ke toko kue milik wangi


dan ketika restu dan irza sampai


"ini res tempat kerja wangi?" tanya irza


"ini tempat kerja wangi maksudnya toko kue milik wangi"


"oh usaha sendiri"


dan melihat teman nya datang, wangi berlari dan memeluk irza dari dalam


"ayo masuk masuk" ajak wangi


mereka pun mengobrol...


ketika karyawan yang tau akan posisi boss nya. karywan pun menawarkan untuk membantu mengambilkan sesuatu yang diperlukan


"mbak biar saya saja, mbak lanjutkan"


"oh yaudah mbak, ambilin di freezer kue tart mini, tiga bawah sini semua ya, sama buatkan juice lemon nya"


"iya mbak"


dan setelah sampai hidangan bikinan wangi


"emmm... enak kok, emm kamu kok gak buatkan aja cabang cabangnya biar makin terkenal" tanya irza


"ah aku mending fokus sama satu ini dan aku perbesar sebesar besar nya"


"iya sih, tapi kan semakin maju"


"untuk bisa maju, tidak harus membuat cabang kok"


mereka pun sering jalan bertiga dan memosting kebersamaan... dengan caption persahabatan terindah


dan suatu saat ketika mereka bertiga sedang launch


restu mengatakan jika sebenarnya irza lah yang mempertemukan pertama antara restu dan wangi


"dan kamu tau, sebenernya yang pertama kali mempertemukan kita itu ya dia ini kan" ucap restu kepada wangi


"ah iya, aku denger kabar kok kalian pacaran, sumpah kalian cocok kenapa harus putus"


mendengar ucapan irza, keduanya menunduk


"emmm makanan nya enak ya disini" ucap irza yang merasa bersalah karna pertanyaannya


"iya yah, enak loh, referensi nihh" jawab wangi


diantara mereka bertiga yang terikat jam kerja adalah restu, membuat ia tak sering hadir ketika akan jalan, sementara wangi dan irza yang kerja waktu yang tak berpatokan, membuat keduanya lebih banyak waktu luang...


hingga akhirnya ketika irza semakin betah tinggal disana namun ia tak memiliki uang lebih untuk tinggal di kota orang, irza memberikan masukan untuk bekerjasama


dan mereka pun bekerja sama dalam satu usaha..


tak jauh dari kemampuan ketiganya..


mereka memilih untuk membuka usaha baru bertiga tetap dengan masakan berbagai macam kue, dessert, atau makanan camilan, dengan konsep pesan antar online dan pemasaran keren untuk menarik pelanggan..


mereka menyediakan makanan seperti salad buah, brownis lumer, jasuke, dan semacamnya


usaha mereka begitu ramai, tak ingin dianggap pilih kasih, wangi membagi waktunya setengah untuk usahanya yang utama yang kedua usahanya bersama irza dan restu tersebut


selama bersama.. irza terus mendesak keduanya untuk mengakui jika keduanya masih ada perasaan


hingga suatu hari ketika toko nya tak terlalu ramai, wangi meminta izin ke toko kue tart nya


restu yang akan mengantarkan tak diizinkan oleh irza dengan alasan irza tidak bisa menghandle sendirian semuanya..


namun tak disangka, ketika wangi pergi selama 10 menit kemudian raisa datang..


ia memberantakan beberapa kursi dan meja disana..


dan mengobrak abrik tokoh tersebut..


"oh jadi kalian usaha bareng disini, he.. cewek pelakor, ngaca lu gak sebanding cantik ama gue" bentak raisa


"mau kamu apa sih?"


turun restu mendengar kegaduhan itu


"raisa" bentak restu


"ini alasan kamu tinggalin aku ya?"


"apasih? kenpa berantakan, gakpunya otak apa?"


"otak gue? lu yang ancurin goblok"


"mulut dijaga"


ketika sedang berdebat dengan restu, dari belakang irza menyiramkan air jeruk di kepala raisa


raisa pun kaget.. dan membalikkan badannya lalu menampar irza..


"raisa" bentak restu membantu irza yang terpanting karna tamparan raisa

__ADS_1


raisa pergi dan ketika membalikkan badan, raisa menyiramkan air teh yang ada disalah satu meja pelanggan dan melemparkan kearah irza bersama gelasnya


__ADS_2