
Diana Indri - Dindri
wanita yang membalas dendamnya kepada beberapa orang sekitarnya yang sering orang sakiti
*cerita sedikit panjang dari sebelumnya yaa guys, selamat membaca, love kalian semua..
Dindri yang dulu, adalah seorang yang setia, ia sangat mencintai kekasihnya.. bernama Gandi Soebroto..
hanya karna ia tergoda oleh wanita lain, bernama Hevi..
awalnya Dindri tak curiga, karna ia memberikan kepercayaannya kepada Gandi..
cerita gandi dipertemukan oleh hevi, saat gandi sedang ada acara makan siang bersama orang dikantornya..
saat semua sudah selesai makan, dan melihat seorang wanita cukup mempesonanya dengan tergesah gesah sampai meninggalkan bil sekaligus dompetnya
"kaaak" teriak pelayan disana tapi wanita itu tak mendengarkan
"kenapa kak?" tanya gandi
"ini kak, belum bayar bil, tapi dompetnya ketinggalan"
"biar saya bayar bilnya nanti dompetnya saya kejar kan ke orangnya" ucap gandi
"begitu kak, baik, silahkan kak bilnya"
setelah membayar bil, gandi bergegas mengejar wanita itu, dan hampir saja ia masuk taksi
"mbak" teriak gandi
gandi menghampiri wanita itu
"eh, kok..." ucap wanita itu kaget dompetnya ditangan lelaki itu
"em, ini dompetmu ketinggalan"
"ya ampun, thanks ya, belum juga bayar bilnya"
"udah kok, bilnya"
"oh kamu bayar sama apa? pakai uang disini? oh yaudah gakpapa. makasih"
"bukan kok, itu bilnya aku bayar pakai uang didompet ku"
"oh ya, waduh aku kembaliin deh"
"eh apaan, udah jangan, gausah, gakpapa santai aja" ucap gandi
"lah taksinya malah jalan"
melihat keduanya sepertiakan lama, supir taksi meninggalkan keduanya
"em, memang mau kemana?"
"kerumah sakit, aku keburu, adik aku sakit, oh yaudah aku anter, motorku disana, tapi pake motor bisa kan?"
"boleh kok"
sesampainya dirumah sakit, setelah selesai dengan urusannya, wanita itu keluar lagi
"gimana?"
"baik kok, eh btw makasih ya, udah anterin, baru kenal padahal, makasih banget"
"iya gakpapa, adik kamu itu sakit apa?"
"drop aja sih, emang dia terusan sibuk sekolah, sampek sering lupa makan sama lupa waktu.."
"emmm"
"eh iya sekali lagi makasih loh" ucap wanita itu
"iyaaa santai kok"
"aku hevi" ucap wanita itu
"oh, aku gandi, salam kenal"
"iya, semoga adikmu cepat sembuh ya"
"iya, makasih"
esoknya gandi membatalkan bertemu dengan Dindri karna memang ingin menjenguk adik hevi
"hai" sapa gandi
"eh kamu, em gandi kan"
"iya, nih aku bawain roti, sama buah juga"
"waduh makasih ya.."
setelah setengah jam gandi disana, ia berpamitan pulang namun ia meminta nomor hevi sebelum berpamitan
"eh, vi, boleh minta nomor mu enggak?"
"boleh, ini"
sejak itu mereka semakin dekat dan akrab, sampai akhirnya hevi menunjukkan rasa sukanya
"hem... aku sangat sangat banyak berhutang budi sama kamu, makasih ya kamu udah jadi orang paling baik dihidupku" ucap hevi
"iya sama sama, aku sebenernya suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?" ucap gandi
"kamu serius?"
"ya dong, gimana?"
"yaa aku mau"
mereka pun resmi menjadi sepasang kekasih
__ADS_1
berjalan tiga bulan..
Dindri yang sengaja mencari tau penyebab berubahnya gandi kepadanya pun mendapat kejutan bahwa gandi sudah menyelingkuhi nya dengan wanita lain
"gandi" panggil Dindri ketika gandi sedang bermesraan dengan wanita lain itu
"Dindri, kok kamu disini?" ucap gandi kaget
"dia pacar kamu, oh jadi dia yang membuatmu berubah, dingin sama aku?"
"enggak gitu"
Dindri sama sekali tak menerima penjelasan apapun dari gandi..
"dia siapa?" tanya hevi
"hei, gue yang tanya ke gandi harusnya, kamu siapa"
"aku..."
"dia bukan siapa siapa, Dindri" ucap gandi
"gue gak tanya elu, tanya dia.. denger gue pacar gandi"
"bener gandi?" tanya hevi kepada gandi
"emmm..."
gandi bingung menjawab apa
"dasar cewek perusak hubungan orang" ucap Dindri
"hei, jaga bicaramu dengan dia"
"ada yang salah? benar kan gur, kenapa, lu belain dia?"
"udah ya, aku males debat, tengkar, males ribut ribut gini, paham kan... jadi kamu pulang, kita putus aja, aku lebih pilih dia dari kamu, aku bosen sama kamu" ucap gandi
"gandi, kok kamu jahat" ucap Dindri
"udah sana, pergi" usir gandi
"dasar cewek pelakor, anjing lu, liat pembalasan gue.. gue kejar lu sampek ubun ubun, sumpah liat aja" ucap Dindri kepada hevi
"udah sana pergi" usir gandi
dan tampaklah ekspresi bangga terpancar dari wajah hevi
Dindri pun tidur diatas ranjangnya, tak lama ia beranjak dan duduk didepan alat rias nya..
"apa sih kurangnya elu dari cewek tadi, lu lebih cantik, lu lebih putih, lu lebih semampai, lu lebih baik lah pokok, tapi kenapa gandi sama dia, apa sih yang diambil dari gandi, sampek dia rebut dari lo, gandi gandi, lu harusnya bersyukur gue terima lo, sementara yang ngantri dibelakanglu banyak gan.. dan lu, cewek selingkuhan gandi, pembalasan gue akan gue buat bertubi tubi sakitnya dari ini, liat aja nanti" ucap Dindri
esoknya Dindri yang masih duduk dibangku sekolah kelas 10, bersiap siap, karna hari minggu ia jalan bersama teman temannya bak anak muda jaman sekarang....
"Dindri" teriak beberapa temannya yang menyusul dengan mobil super mewah
Dindri keluar, membuat keempat temannya pun terpukau
"iya, ini gue, eh, udah jangan aku kamu, pake gue lu, biar keren coy" ucap Dindri
"lu kesambet jin tomang kah Dindri?"
"apa sih, jin tomang, enak aja, udah. sekarang kita ganti gaya pakaian kita"
"oh okey"
merekapun berbelanja
"lu yakin gakpapa Dindri?" tanya viola
"yakin, emang salah?"
"enggak sih"
"ya cuman lu makin kece badai sumpah" ucap serli
"lah lu juga biasanya susah amat keluar, ngapel mulu sama si gandi"
"gue putus"
"hah putus" ucap keempat temannya bersamaan
"iya"
"kenapa?"
"pelakor"
"oh, udah jamannya sih say. udah dipikir sambil ngopiiiiiii" ucap serli
"hmmm... makanya gue pengen jadi yang beda"
"wah bener lu Dindri, kita harus berubah"
"hmmm, wajib" ucap Dindri
"terus punya rencana apa lu selanjutnya.." tanya sisi
"rencana.... rencana.. apa ya.. ya gue pengen lupain dulu semuanya" ucap Dindri
"hemmm.. kita support kok, lu semangat.."
"makasih guys"
"widih, guys eh, sadisss" ucap bella
beberapa hari berjalan, dengan tampilan baru Dindri, membuat lelaki tajir, tampan, nan kece semua pada kecantol bak magnet
tapi Dindri tak sama sekali ingin membuka hati, karna bagi Dindri memang gandi masih melekat jadi yang terindah...
sampai ia dipertemukan oleh dean..
lelaki paling tajir, mobil mewah dua pintu, rumah bak istana megah, gaya anak kekinian abis, maco, dan eksis di medsos..
__ADS_1
mereka dekat, namun Dindri mengingatkan untuk dean tak terlalu dalam padanya.. karna ia masih sibuk dengan dunianya
"Dindri, kalau aku mau serius, kamu mau?" tanya dean
"yaa aku sebenernya bisa kok buka hati ku, untukmu, tapi aku sibuk dengan pekerjaanku disekolah, belum lagi tugas menumpuk, yaa kamu tau lah sibuknya anak sma bagaimana, dan kamu boleh kok deket sama cewek mana pun, gak harus aku sih.."
dan saat sepulang ia belanja disupermarket.. ia melihat seorang wanita yang ia kenali dengan lelaki..
saat akan pulang, Dindri melihat lebih dekat, dan ternyata itu hevi..
"dia... wanita itu?" ucapnya
ia mengenali wajah hevi
saat hevi sibuk mencari barang, dan lelaki itu ke toilet, Dindri mengikuti lelaki itu
tak lama lelaki itu keluar
"hei" sapa lembut Dindri
"em, iya"
"Dindri" sembari mengulurkan tangan
"saya?" tanya lelaki itu
"iya, kamu..." ucapnya manja
dalam hatinya berkata..
"wah mimpi apa gue semalem bisa kenal cewek super kece, cantik, mana wangi, gile"
"gue ivan.. "
"emm... salam kenal, oh iya tadi gue liat lu sama cewek, itu pacar lu?" tanya Dindri
"ehm itu adik kok, adik kandung gue"
"oh, adik, hmmm kirain pacar.. siapa namanya?"
"hevi, namanya hevi"
"oh hevi ya.. eh iya ini kontakku kalo kamu gak keberatan simpen aja"
"oh iya makasih"
ivan kembali kearah hevi dengan wajah sumringah
"bang, napa dah lu" tanya hevi
"hem kaga"
ivan hanya membayangkan dia bisa dekat dengan wanita secantik Dindri
malamnya, ia menghubungi Dindri dan hari demi hari ivan makin suka pada Dindri..
"emmm jadi maksud kamu kamu suka sama aku?" tanya Dindri
"ya lelaki mana yang nyia nyiain cewek secantik kamu, dia mah gila"
"gila ya..."
dengan terpaksa, Dindri menerima cinta ivan..
"aku ada permintaan kalo jadi pacarku" ucap Dindri
"apa?"
"kenalin aku sama hevi yang pernah ketemu di supermarket itu, apa bener dia cuman adik kamu"
"ya ampun kamu masih belum percaya?"
"belum sih"
"yaudah aku kenalin besok malam ya, tapi sama dia aja, adikku satunya sama papa ku gak ada dirumah, acara masing masing sih"
"ya udah gakpapa, besok tapi jemput ya.."
saat ia dikenalkan pada hevi..
"dek kenalin ini pacar kakak" ucap ivan
dan saat yang masuk adalah Dindri, betapa kagetnya ia.. tapi ia berpura pura tak kenal
"hai, hevi, saya Dindri, masih ingat?" tanya Dindri
"loh kalian kenal?" tanya balik ivan
"oh, sebatas papasan doang sih yang.. waktu itu ketemu di toko aksesoris kan ya" ucap Dindri
yaaa, Dindri sudah mulai beraksi..
melalui ivan, ia akan membalaskan dendamnya pada hevi yang merebut pacar yang sangat ia cintai
"sayang, aku masuk dulu ya, ganti baju" ucap ivan
"iya sayang" jawab Dindri
tak lama hevi mendekati arah Dindri
"ngapain sih duduk disini, disana kenapa, jauhan" ucap Dindri
"mau kamu apa? deketin abang aku?"
"mau aku? ya pacaran lah"
"enggak mungkin cuman itu, aku tau masku bagaimana, dia orang yang biasa aja, dan kalo bukan karna kamu mau balas dendam sama aku, gak mungkin kamu mau pacaran sama abang aku" ucap hevi
"apa sih, ngomong yang jelas, jangan sambil nelen ludah" ucap Dindri
ivan pun keluar, ia menanyakan apa yang terjadi disana
"ada apa ini?" tanya ivan
__ADS_1