
sekalian irly juga membuat cemburu siska dengan kehamilannya
"ha.. kamu hamil lagi ada masalah sama lian?"
"iya... itu, gimana lagi"
"emmmmm eh aku mau kasih tau kamu, ada cowok yang suka sama kamu, bilang sama aku, tapi aku gak kasih tau dia kan kamu istrinya lian, masak iya aku kasih tau"
"emm.. siapa?"
"emm.. nanti deh aku kasih tau orangnya"
"okeh...."
"yaudah aku pamit ya..."
setelah siska pergi, irly menelfon lian dan menceritakan
"yaudah, okeh yang.. nanti entah kapan dia bakalan kenalin si saski"
beberapa hari kemudian
"hai ir.. lian dah berangkat?" sapa siska
"udah, tadi banget"
"oh iya aku bawa abang aku, kenalin"
"loh, saski kan ya?"
"loh udah kenal"
siska berpura pura tak tau jika saski dan irly sempat kenal..
"udah, saski pernah bantuin shuo, anak ku pertama sama lian"
lagi dan lagi irly membakarkan api kecemburuan siska
"oh... okeh" ucap siska datar
ketiganya berbincang bincang...
"yaudah aku pamit duluan ya, ada tuga kampus" ucap siska
"tugas kampus kamu mau kerjain, kata lian kamu aja lebih sering nyuruh temennya kerja lalu kamu upahin, mau nugas aja aku tau akalmu" ucap irly dalam hatinya
"saski disini kan?" tanya siska
"iya.." jawab saski
"gakpapa kan ir, kalo saski disini"
"gakpapa dong.."
beberapa saat setelah siska pergi, siska sempat memfoto keduanya yang sedang berduaan diteras rumah irly sebagai bom waktu hubungan irly dan lian
tak lama saski mendapatkan pesan dari siska ia berhasil mendapatkan foto nya bersama irly
siska :
doi hamil, gue aja kaget.. baru tau, nb gue udah ambil foto kalian dengan enggel yang pas... good luck my brother
tak lama irly meminta saski mengantarkannya
"saski, kamu lagi gak keburu kan?" tanya irly
"enggak kok"
"anterin aku ya, aku mau jalan sendiri itu badan kurang fit.. jadi bantuin aku ya"
"boleh boleh, mau kemana?"
__ADS_1
"ke kantor nya mas lian"
"kalian bukannya bertengkar.." tanya saski
"yaa tapi berkasnya ada yang ketinggalan sekalian aku beli obat pusing.."
"okeh deh"
sesampainya dikantor lian
"ayo ikut aja, gakpapa kok" ajak irly
"nanti suamimu marah"
"ngapain, jelas jelas kamu bantuin aku aja"
"emm..."
selama dalam lift menuju lantai tempat ruangan lian berada, irly mengabari lian untuk bersiap siap
irly : yang, aku udah di lift, sama saski, perankan sedemikian rupa ok
sesampainya diruang lian, irly menegetuk lalu membuka pintunya
"sayang..." ucap irly
"sayang.. waduh kamu dari mana, eh sama saski, kok bisa?"
"dia anterin aku yang, baik kan, oh iya aku pusing yang.. perutku sakit" ucap irly manja
lian memeluk irly mesra sembari membisikkan kata
"kamu pinter" bisik lian
"kok mereka gak tengkar, bukannya lagi ada konflik ya" gerutu saski dalam hati
saski hanya melirik sinis kearah keduanya yang sibuk berpelukan dan dengan mesranya lian mencium bibir irly ketika akan berpamitan
"em.. kamu duluan deh" ucap irly
"loh, emang kenapa, aku anterin"
"aku mau kerumah mama sofia, mama nya lian, anak anak disana, itu mama dateng"
"emm..oh.. yaudah"
irly san sofia, keduanya pun berlalu meninggalkan saski disana
"itu siapa?" tanya mama sofia
gak mau mama sofia terlalu tau lebih jauh, dengan singkat irly mengatakan tetangga irly dirumah lama
hari hari berikutnya, lian maupun irly memulai aksinya bak selebriti papan atas..
keduanya berperan sedemikian rupa, untuk menyadarkan satu dengan yang lainnya supaya keduanya paham apa pentingnya mempertahankan rumah tangga dari ular seperti mereka
saat irly keluar dengan saski
"kamu tau enggak, masa lapu aku? aku ceritain ya.. aku yang dulu sama sekali gak dapat kasih sayang dari keluarga sendiri, dari kakak, dari adik, bahkan dari ibuku sendiri.. sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang jalanan... yaa masalalu nya aku tau sangatlah berdosa, tapi semua orang akan ada cerita masa lalu yang hitam bukan.. dia bisa menyayangi aku, kenapa aku tidak, dan sekarang, jika ada orang lain, yang kenal aku, dihari ini, menyukaiku, dihari ini juga, orang itu belum tentu bisa menjadi posisi lian.. yang mampu merubahku..
yaa.. aku tau, dia memberikan ku warna, tapi aku memberikannya putih.. putih yang menghilangkan semua sikap buruknya dimasa lalu, kamu tau... aku berhasil.. aku bisa..karna dia ada kemauan.."
irly terus menceritakan tentangnya dengan lian, yang lama kelamaan membuat saski mulai menatap arah jauh berfikir apa dia benar...
Sementara ditempat lain, dalam eaktu yang tak bersamaan, dimana siska mulai mengingatkan indahnya masa lalu nya bersama lian kepada lian..
berharap lian mengerti hal itu
"aku rindu masa itu, masa kita happy fun.. jalan, makan, bla bla" ucap siska
"em..." jawab lian santai..
__ADS_1
"kamu tuh lelaki satu satunya mengerti aku, menyayangi aku, nurut sama aku, manjain aku, saat kamu sama irly, rasa bahagiaku miliki kamu seolah pindah ke tubuh irly" ucap siska
"em...." jawab datar lian
merasa mendapatkan ekspresi yang benar benar datar.. membuat siska turut mengambil bilik saski, dengan cara menceritakan semua tentang bahagianya bersama lian kepada irly
saat sore nya beberapa hari setelah siska mengingatkan kembali sejarah bersama lian namun tak ada hirauan, Membuatnya mendatangi irly
"hai.." sapa siska
"siska?"
"lagi apa, aku boleh kan main?"
"boleh, kebetulan, aku sendirian, cuman mondar mandir rumah mama sofia, mas lian nya keluar kota"
padahal lian beberapa hari ini pulang kerumah sofia, karna ia rindu dengan masa kecilnya
sekaligus karna disana ada sandi yang baru pulang kembali setelah sekian lama berburu ringgit keluar negri
"em... aku kesini mau cerita"
"apa? cerita aja gkpapa" ucap irly
"aku sebenernya rinduuu banget sama lian, kamu tau gak, ini foto pertama kali kita foto saat kita awal awal kenal (menunjukkan foto lamanya bersama lian)
dan ini foto.. ketika kita sudah memutuskan menjadi sepasang kekasih, hingga akhirnya jaman semakin maju. begitupun dengan kebutuhan wanita semakin banyak, dia memanjakan aku, dia tak hanya memanjakan aku, dia sering membelanjakan banyak wanita, untuk bisa ia mainin, untuk bisa menuruti keinginannya bercumbu, namun akhirnya pasti kembali padaku..." jelas siska
bahkan pernyataan mengejutkan keluar dari ucapan siska jika dirinya pernah menggugurkan kandungannya atas permintaan lian
dalam waktu lain, beberapa bulan yang lalu, lian menceritakan semua hal itu
menurut lian, siska sempat menyatakan dirinya hamil, padahal, lian tak pernah melalukan hal apapun diluar batas sampai membuatnya hamil, dan karna kelamaan tau jika siska berbohong dari bukti bahwa perutnya tak sama sekali semakin membesar.. siska beralasan bahwa ia sudah menggugurkan kandungannya karna tak dapat respon tanggung jawab dari lian
yaa semua karna lian berfikir itu bukan tanggung jawabnya..
"oh.. jadi kamu sempat hamil anaknya mas lian kamu gugurin?" tanya irly
"iya... aku rindu semua itu"
"ya aku ngerti perasaan dan maksudmu"
"emmm.. tapi bukan maksudnya aku kalo aku menceritakan kekamu untuk membuatmu cemburu"
"aku tau, kamu wanita sama sepertiku, tentunya butuh teman yang sama perempuan untuk bercerita supaya saling mengerti"
"iya.. coba bayangkan bahagianya kita waktu itu"
"kenapa kamu tinggalkan dia disaat dia terjatuh?"
"maaf, aku benar benar disibukkan dengan skripsi tugas akhirku, karna sebelumnya aku mengambil S1 sekarang S2 semester muda tak banyak aktifitas.."
"aku tau kamu sedang mengelak. karna bukan itu ceritanya" ucap irly dalam hatinya
"kamu ada rencana menikah gak? kamu pengen menikah dong pastinya.. jelas sama lelaki yang paling kamu cintai, kalo gak cinta mana mungkin mau sampai menikah, betul? lalu ada wanita asing menceritakan kejelekan suami kamu, apa yang harus nya kamu lakuin? apa kamu marah? oh kamu percaya sama suamimu? kalo aku, yang aku ambil, aku akan percaya sama suamiku, karna suamiku sebelum wanita itu menceritakan, ia menceritakan terlebih dulu, dan entah kenapa karna rasa cinta yang tulus, rasa percaya itu tetap melekat sekalipun berapa orang menceritakan semua kejelekannya" jelas irly
siska mulai sedikit tersentuh namun tak ingin memikirkan terlalu dalam
"bahkan tatto kita sama.. ada sebuah tatto di pinggang kanan lian dengan inisial ku S, dan pinggang kiri ku inisial J nama dia, kami saling sayang dulu" jelas irly
"kamu pernah mendengar kata orangtua yang tak peduli pada anaknya, atau mungkin kamu pernah dengar, satu anggota keluarga yang tak diinginkan kehadirannya" tanya irly
"ya kali, mana ada sih. gak ada lah. namanya keluarga.. yang membenci keluarganya..." ucap siska
"aku ceritain nih ya masalalu aku, kamu tau kenapa aku sangaaat mencintai lian, kamu tau enggak kenapa aku bisa bertahan sekuat mungkin berdiri untuk lian? lian orang pertama yang mencintaiku, bukan karna rasa kasihan, kamu tau, orang tuaku hanya tinggal 1 dan itu ibuku, tapi ia mengatakan pada semua orang aku hanya pembantu bayaran dirumah itu, dan saat aku kerja, uang terkendali semua oleh nya, gak masalah, aku kan lahir dari dia... dan dia selalu sering mengatakan dia menyesal melahirkan aku, dan disaat bersamaan, aku bertemu lian, ia tulus mencintai ku, tapi aku gak kenal lian yang kamu maksud, aku kenal lian yang hanya menompang hidup dari sepeda motor pinjaman untuk berojek, dan kami benar benar hidup apa adanya, sampai kami menitih sukses.." jelas irly
"oh iya.. kamu tau gak satu hal lagi... saat lian memutuskan mengambil alih aku dari ibuku dan menikahi ku dengan uang 150ribu, dia menyisihkan uang rokok dan narkoba yang sering ia konsumsi sebelum menikah denganku untuk apa? untuk keberlangsungan hidup, tapi ia punya keinginan kuat, membahagiakan aku karna aku tak pernah bahagia selain sama dia..." jelas irly lagi
siska memeluk erat irly disana, sambil merasa bersalah dan terharu
"maafin aku, membuatmu kecewa" ucap siska
__ADS_1