Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
MS #7


__ADS_3

Seminggu setelah keluar dari penjara Aditya bertemu dengan guntur dan soni


"Udah keluar lu pembunuhan"


"Gue bebas karna gue terbukti bukan pembunuhnya, dia bunuh diri"


"Ya bunuh diri karna lu ninggalin dia demi wanita murahan itu"


"Stop.. dia bukan murahan tapi dia lebih baik dari pacar lu"


"Tapi gak lebih baik dari Nyokab lu sendiri men"


Guntur dan soni berlalu. Sementara Aditya yang mendengarkan ucapan Guntur soal ibu ny membuatnya dendam


Ibu Aditya adalah istri kedua dari bapak Guntur, Guntur dan ibunya ditinggal begitu saja oleh ayahnya demi ibu Aditya, dan Aditya adalah hasil dari perselingkuhan mereka.. dan membuat ibu Guntur mengalami gangguan jiwa..


Tapi guntur tidak ingin siapapun tau soal kondisi ibunya dan ini yang membuat guntur memilih menjaga ibunya tanpa bantuan siapa-siapa


Dan sejak kenal dan dekat dengan stevanna. Stevanna lah orang kedua yang tau soal kondisi ibunya setelah soni


Dan berhubung stevanna adalah kuliah fakultas psikologi sama dengan guntur memang memudahkan mereka berinteraksi dengan ibu Guntur


Dan sejak pertemuan itu, memang membuat Aditya dendam atas ucapan guntur akhirnya menyebabkan dendam


Saat Guntur akan datang menuju tempat rekaman, ia sudah dihadang oleh dua preman suruhan Aditya untuk mengiring nya ke tepi jalan hingga akhirnya Aditya menabrak


"Aku dituduh membunuh dan sekalian aku lakukan itu, tuduhan mu akan aku wujudkan" ucap Aditya sesaat sebelum menabrak Guntur


Dan saat sudah terlihat guntur, aditya menyiapkan ancang-ancang lalu menabrak hingga tewas seketika dan Aditya tancap gas sekencang-kencangnya.


Guntur yang sudah tidak sadarkan diri dibawa oleh beberapa orangĀ  yang ada disana ke rumah sakit


Dan ditemukan oleh salah satu warga ponsel milik korban dan kebetulan sedang ada panggilan masuk bernama stevanna


"Halo, guntur.. kamu kemana aja.. kamu sampek mana? Kita udah ditunggu lo"


"Emm mbak, maaf saya Tris, ini temennya kecelakaan, dan tadinya saya mau hubungi keluarganya tapi mbaknya telfon jadi sekalian sudah saya angkat aja. Maaf mbak jadinya lancang"


"Kecelakaan pak? Kalo boleh tau dirumah sakit mana ?"


"Bina Restu"


"Baik pak saya langsung meluncur, trima kasih pak, saya minta tolong bapak tunggu saya disana"


"Ya mbak saya tunggu"


Soni, Rasti, dan Rista yang mendengar stevanna penasaran


"Stev ?" Ucap soni


"Itu siapa stev? Siapa yang kecelakaan" tanya rista


"Guntur.. dirumah sakit bina Restu" kata stevanna menjawab pertanyaan rista


Stevanna tanpa pikir panjang menuju ke rumah sakit Bina Restu


"Stev, kita ikut" ucap soni berlari mendekati stevanna


Sesampainya dirumah sakit


"Sus.. pasien baru masuk kecelakaan atas nama Guntur"

__ADS_1


"Sebentar saya cek Bu"


"Ehm.. maaf gak ada "


"Kok gak ada sus, ini bina Restu kan? Cek lagi sus"


"Eh stev, ya kan tadi yang telfon aja kamu telfon lagi"


Stevanna telfon nomor Guntur dan diangkat oleh bapak bapak tadi


"Halo. Pak saya di tempat administrasi bisa minta tolong kesini"


"Oh iya saya kesitu"


"Ehm.. mbak nya ya"


"Ehm bapak yang..."


"Iya saya.. ini ponsel nya korban sama dompetnya"


"Ehm.. bapak ceritanya gimana ya"


"Ehm, stev, aku liat Guntur dulu ya"


"Oya ya. Aku disini dulu"


"Trus pak"


"Saya kurang pasti ini ya nak. Tapi saya pulang kan dari tempat saya kerja, ditengah jalan, saya liat korban ada yang ikutin, saya sih liatnya kata preman gitu ngikutin ada dua. Korban takut liat mreka dan akhirnya lari kearah jalan, tapi dari Selatan ada mobil dan menabrak. Mobilnya kabur nak"


"Bapak liat gak orang didalam?"


"Ehmm.."


"Pak makasih ya.. Informasi nya" ucap rista yang sedang menemani stevanna


Bapak itu pergi, stevanna mengurusi admistrasi lalu menuju ruangan UGD yang sudah ada soni dan rasti disana


"Son, gimana ?" Tanya stevanna kuatir


Soni hanya diam tak menjawab


"Rasti ?" Tanya stevanna lagi


Soni yang melihat gelagat dokter didalam menunjukkan jika Guntur tak terselamatkan


Tak lama dokter keluar


"Dok.. gimana ?" Tanya stevanna


"Hem.. saya minta maaf, saya sudah lakukan semaksimal tapi saya hanya bisa membantu sampai sini"


"Maksut dokter? Enggak dok. Jangan bilang dok, plis dok, Guntur pasti sadar dok"


"Stevanna.. udah kamu harus ikhlas stev" ucap soni menenangkan


Guntur meninggal dan jenazahnya dibawah kerumahnya lalu di semayamkan sementara Caroline yang sibuk dengan pernikahannya yang kurang seminggu lagi, tak percaya dengan kabar yang diterimanya


"Stev.. kenapa bisa ?" Tanya caroline


"Soni.. jawab aku.. kenapa" tanya caroline

__ADS_1


"Rasti.. jawab" tanya caroline lagu


"Ris.." tanya caroline dengan nada keras


Tak ada yang bisa menceritakan tentang kejadiannya..


Stevanna mendatangi beberapa tempat yang sering diajak oleh guntur, begitupun soni dan Caroline yang saling berpelukan mengingat masa masa indah dengan guntur


Dan semua harus berjalan dengan semestinya, Caroline tidak bisa kembali dengan toffee band karna harus menikah. Dan personil hanya tinggal stevanna soni dan rasti rista


mereka memulai dari awal untuk mewujudkan impian Guntur menjadikan band nya besar dan semua terwujud..


Stevanna mampu membawa toffee band ke jenjang yang lebih dikenal banyak penikmat musik seperti keinginan Guntur dan semua berjalan lancar ditangan Stevanna


setelah jenjang karier nya mulai menaik dan meningkat, Stevanna mulai mengatur nilai nilai kampus nya dibantu Rasti, Rista dan Soni agar cepat selesai dan lulus


lalu bisa fokus karier mereka dan semua berjalan lancar, usaha tidak pernah menghianati hasil dimana usaha yang dilakukan Stevanna semua berjalan semestinya


ia mendapatkan nilai baik, memperbaiki bilai minus, juga mengatur jadwal konser dan show band nya dengan rapi


.


.


.


.


.


.


.


-SELESAI-


List Cast :


Margaretha Stevanna


Guntur Adyatma - gitaris handal


Caroline - mantan vocalist


Rista - Keyboardist


Rasti - Drumers


Soni - Bassist


Aditya - sahabat lama Guntur


Siera - mantan Guntur yang meninggal


Jeremy - pacar Caroline


Tris - pihak kepolisian


Toffe - nama kafe dan nama band Guntur


Bina Restu - nama RS

__ADS_1


__ADS_2