
Seminggu setelah keluar dari penjara Aditya bertemu dengan guntur dan soni
"Udah keluar lu pembunuhan"
"Gue bebas karna gue terbukti bukan pembunuhnya, dia bunuh diri"
"Ya bunuh diri karna lu ninggalin dia demi wanita murahan itu"
"Stop.. dia bukan murahan tapi dia lebih baik dari pacar lu"
"Tapi gak lebih baik dari Nyokab lu sendiri men"
Guntur dan soni berlalu. Sementara Aditya yang mendengarkan ucapan Guntur soal ibu ny membuatnya dendam
Ibu Aditya adalah istri kedua dari bapak Guntur, Guntur dan ibunya ditinggal begitu saja oleh ayahnya demi ibu Aditya, dan Aditya adalah hasil dari perselingkuhan mereka.. dan membuat ibu Guntur mengalami gangguan jiwa..
Tapi guntur tidak ingin siapapun tau soal kondisi ibunya dan ini yang membuat guntur memilih menjaga ibunya tanpa bantuan siapa-siapa
Dan sejak kenal dan dekat dengan stevanna. Stevanna lah orang kedua yang tau soal kondisi ibunya setelah soni
Dan berhubung stevanna adalah kuliah fakultas psikologi sama dengan guntur memang memudahkan mereka berinteraksi dengan ibu Guntur
Dan sejak pertemuan itu, memang membuat Aditya dendam atas ucapan guntur akhirnya menyebabkan dendam
Saat Guntur akan datang menuju tempat rekaman, ia sudah dihadang oleh dua preman suruhan Aditya untuk mengiring nya ke tepi jalan hingga akhirnya Aditya menabrak
"Aku dituduh membunuh dan sekalian aku lakukan itu, tuduhan mu akan aku wujudkan" ucap Aditya sesaat sebelum menabrak Guntur
Dan saat sudah terlihat guntur, aditya menyiapkan ancang-ancang lalu menabrak hingga tewas seketika dan Aditya tancap gas sekencang-kencangnya.
Guntur yang sudah tidak sadarkan diri dibawa oleh beberapa orangĀ yang ada disana ke rumah sakit
Dan ditemukan oleh salah satu warga ponsel milik korban dan kebetulan sedang ada panggilan masuk bernama stevanna
"Halo, guntur.. kamu kemana aja.. kamu sampek mana? Kita udah ditunggu lo"
"Emm mbak, maaf saya Tris, ini temennya kecelakaan, dan tadinya saya mau hubungi keluarganya tapi mbaknya telfon jadi sekalian sudah saya angkat aja. Maaf mbak jadinya lancang"
"Kecelakaan pak? Kalo boleh tau dirumah sakit mana ?"
"Bina Restu"
"Baik pak saya langsung meluncur, trima kasih pak, saya minta tolong bapak tunggu saya disana"
"Ya mbak saya tunggu"
Soni, Rasti, dan Rista yang mendengar stevanna penasaran
"Stev ?" Ucap soni
"Itu siapa stev? Siapa yang kecelakaan" tanya rista
"Guntur.. dirumah sakit bina Restu" kata stevanna menjawab pertanyaan rista
Stevanna tanpa pikir panjang menuju ke rumah sakit Bina Restu
"Stev, kita ikut" ucap soni berlari mendekati stevanna
Sesampainya dirumah sakit
"Sus.. pasien baru masuk kecelakaan atas nama Guntur"
__ADS_1
"Sebentar saya cek Bu"
"Ehm.. maaf gak ada "
"Kok gak ada sus, ini bina Restu kan? Cek lagi sus"
"Eh stev, ya kan tadi yang telfon aja kamu telfon lagi"
Stevanna telfon nomor Guntur dan diangkat oleh bapak bapak tadi
"Halo. Pak saya di tempat administrasi bisa minta tolong kesini"
"Oh iya saya kesitu"
"Ehm.. mbak nya ya"
"Ehm bapak yang..."
"Iya saya.. ini ponsel nya korban sama dompetnya"
"Ehm.. bapak ceritanya gimana ya"
"Ehm, stev, aku liat Guntur dulu ya"
"Oya ya. Aku disini dulu"
"Trus pak"
"Saya kurang pasti ini ya nak. Tapi saya pulang kan dari tempat saya kerja, ditengah jalan, saya liat korban ada yang ikutin, saya sih liatnya kata preman gitu ngikutin ada dua. Korban takut liat mreka dan akhirnya lari kearah jalan, tapi dari Selatan ada mobil dan menabrak. Mobilnya kabur nak"
"Bapak liat gak orang didalam?"
"Ehmm.."
"Pak makasih ya.. Informasi nya" ucap rista yang sedang menemani stevanna
Bapak itu pergi, stevanna mengurusi admistrasi lalu menuju ruangan UGD yang sudah ada soni dan rasti disana
"Son, gimana ?" Tanya stevanna kuatir
Soni hanya diam tak menjawab
"Rasti ?" Tanya stevanna lagi
Soni yang melihat gelagat dokter didalam menunjukkan jika Guntur tak terselamatkan
Tak lama dokter keluar
"Dok.. gimana ?" Tanya stevanna
"Hem.. saya minta maaf, saya sudah lakukan semaksimal tapi saya hanya bisa membantu sampai sini"
"Maksut dokter? Enggak dok. Jangan bilang dok, plis dok, Guntur pasti sadar dok"
"Stevanna.. udah kamu harus ikhlas stev" ucap soni menenangkan
Guntur meninggal dan jenazahnya dibawah kerumahnya lalu di semayamkan sementara Caroline yang sibuk dengan pernikahannya yang kurang seminggu lagi, tak percaya dengan kabar yang diterimanya
"Stev.. kenapa bisa ?" Tanya caroline
"Soni.. jawab aku.. kenapa" tanya caroline
__ADS_1
"Rasti.. jawab" tanya caroline lagu
"Ris.." tanya caroline dengan nada keras
Tak ada yang bisa menceritakan tentang kejadiannya..
Stevanna mendatangi beberapa tempat yang sering diajak oleh guntur, begitupun soni dan Caroline yang saling berpelukan mengingat masa masa indah dengan guntur
Dan semua harus berjalan dengan semestinya, Caroline tidak bisa kembali dengan toffee band karna harus menikah. Dan personil hanya tinggal stevanna soni dan rasti rista
mereka memulai dari awal untuk mewujudkan impian Guntur menjadikan band nya besar dan semua terwujud..
Stevanna mampu membawa toffee band ke jenjang yang lebih dikenal banyak penikmat musik seperti keinginan Guntur dan semua berjalan lancar ditangan Stevanna
setelah jenjang karier nya mulai menaik dan meningkat, Stevanna mulai mengatur nilai nilai kampus nya dibantu Rasti, Rista dan Soni agar cepat selesai dan lulus
lalu bisa fokus karier mereka dan semua berjalan lancar, usaha tidak pernah menghianati hasil dimana usaha yang dilakukan Stevanna semua berjalan semestinya
ia mendapatkan nilai baik, memperbaiki bilai minus, juga mengatur jadwal konser dan show band nya dengan rapi
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
List Cast :
Margaretha Stevanna
Guntur Adyatma - gitaris handal
Caroline - mantan vocalist
Rista - Keyboardist
Rasti - Drumers
Soni - Bassist
Aditya - sahabat lama Guntur
Siera - mantan Guntur yang meninggal
Jeremy - pacar Caroline
Tris - pihak kepolisian
Toffe - nama kafe dan nama band Guntur
Bina Restu - nama RS
__ADS_1