
tapi ibu Yovie terbilang istri terakhir dinikahi tapi karna ibu Yovie subur jadinya hamil lebih dulu dibandingkan 2 istri yang lainnya
wah ayah mereka hebatnya... haha...
takutnya nantik aku jadi adik tiri mereka juga karna kan emakku jomblo😄
canda ya emak, hehe
-POV YOVIE-
aku mengagumi nya cukup lama bahkan sebelum Yofan menyukainya tapi mungkin keputusan dan rencana terbodohku membiarkan Yofan menjadi mata-mata ku untuk gadis itu yang akhirnya berujung aku dan Yofan mencintai orang yang sama
lalu siapa yang akan dipilih nya? kalo tidak memakai cara curang pun aku yakin dia akan bersama dengan Yofan.. mana mungkin aku yang sudah terlebih dulu mencintainya bisa menerima dia bahagia dengan seorang anak dari wanita yang merebut suami ibukku.. tidak kan terjadi.. dan salah satu cara yang akan mendapatkan sekaligus keduanya satu mendapatkan cintaku dan dua membalaskan sakit hati ibuku.. gadis itu bernama Dira..
aku mulai mengagumi nya sejak ayahku mengenalkan ku pada kerabatnya yang sedang meminjam uang pada ayahku dan aku yang ditugaskan untuk menagih maupun menggunakan uang itu.. yaa aku sekarang menggantikan posisi ayahku sebagai peminjam uang berbunga atau bisa dikenal dengan nama rentenir..
karna hanya aku yang mau melanjutkan usaha ini yang menurut beberapa anak dari ayah ku seperti Yofan dan Yolan ini bisnis haram tapi biarlah semua akan ku tanggung selagi aku bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ku dan ibuku masalah yang lain terserah intinya aku tak bisa jika harus berdiam diri dengan kondisi kekurangan
Dan saat mengenalkan pak Jefri aku melihat sebuah foto keluarga dengan ukuran besar disisi kiri ruang tamu yang ada di tengah ruang.. aku mulai menyukainya..
"yah.. aku yang kelola bisnis ini ya?"
"kamu yakin.. bukannya ibumu tak memperbolehkan?"
"asal ayah gak ngomong aja sama ibu"
"yauda kalo itu maumu.. jangan sampai bangkrut yaa.. hasilnya pake usaha lain kalo kamu mau menyudai ini"
dan sejak itu kerja ayah menagih digantikan ku..
sebenarnya aku ingin pindah sekolah di sekolah Dira tapi ibu tak setuju jika aku harus satu sekolah dengan Yofan terpaksa aku sekolah di SMU berdikari yang tak jauh dari sekolah Dira
hingga akhirnya saat utang Jefri, ayah Dira itu lunas.. kemungkinan tak ada alasan untukku bertemu Dira.. arrgh itu sangat tak bisa bagiku
suatu hari aku mendapati kabar bahwa rumah Dira disita bank karna harus membayar tunggakan gaji karyawan
dan inisiatif jahat ku datang.. ya aku akan membeli rumah itu dari bank dan aku akan memberikan nya dengan percuma asal Jefri bisa membujuk anaknya menikah denganku
apalagi setelah kejadian kecelakaan yang dialami yofan.. membuat dira rela menanda tangani kontrak perjanjian pernikahan denganku untuk menikah jika aku mendonorkan darahku, sebetulnya untuk menjenguk seorang yofan pun aku tak sudi apalagi harus darah ku mengalir ditubuhnya..
aku takkan pernah sudi tapi aku yakin dengan cara surat perjanjian ini aku akan mendapatkan Dira.. dan aku bisa sekaligus membalaskan dendam sakit hatiku karna aku tau yofan pun masih mencintai Dira..
dan kurasa Dira pun demikian masih mencintai seorang Yofan karna dia rela kunikahi untuk keselamatan Yofan dan itu masa bodoh untukku terpenting aku mendapatkan yang aku mau
"yaaaa keinginan seorang Yovie takkan pernah bisa diremehkan" ucapku dengan bangga
dan bukan hal baru kuketahui saat aku tau Yofan berusaha membujuk dan merayu Dira dan aku membiarkan karna ku tau dengan perjanjian itu dira takkan bisa menolak ku apalagi mendengarkan ucapan Yofan, sempat sih aku berfikir untuk kasus ini dibawah aja ke orang pintar agar dira mau denganku tapi itu cukup mainstream dan jaman dulu banget..
sekarang jaman sudah canggih tanpa perlu seperti itupun aku bisa melakukan hal itu dengan caraku
memang banyak penolakan untuk pernikahan ini mulai dari Yofan, ayahku, ibuku, ibu Dira terutama ayah Dira..
ya ayah Dira merasa hidup anaknya akan selalu dipenuhi air mata jika menikah dengan ku..
tapi karna semua sudah tertulis di perjanjian jika tidak ada satupun yang bisa merubah perjanjian sah ini jika siapapun takkan mengurungkan niatnya membatalkan pernikahan ku dan Dira
dan saat undangan kesebar kebeberapa teman karna waktu sudah menentukan dua bulan lagi Dira sah menjadi kekasih halal ku.. aku tak sabar menunggu waktu itu
hingga sampai pada acara pernikahan yang aku tunggu-tunggu ijab qobul pun menandakan aku dan dira sah.. dengan ikatan buku nikah maupun cincin..
"kamu sudah sah ya adalah istriku" kata Yovie
"lalu kamu mau apa? membunuhku?"
"mana ada aku baru menikahi langsung membunuh?"
"hemm"
tapi saat malam pertama yang harus nya dilakukan layaknya suami istri lainnya yang baru menikah.. justru Dira menyodorkan ku lembaran kertas perjanjian darinya
persyatannya :
Dilarang menyentuh sedikitpun dari badan Nadira Lara Ayunda
__ADS_1
Dilarang kdrt kepada Nadira Lara Ayunda
Tidak satu kamar, satu kamar apabila kedua orang tua datang dan menginap itupun dengan ranjang terpisah
Tidak ikut campur urusan masing-masing
Dilarang kepo
Anggap saya kita kakak adik
Boleh berpacaran dan membawa kerumah
Dilarang cemburu berlebihan
Tidak membawa perasaan
membantah denda seharga rumah yang ditempati
"okeh aku turuti persyaratan ini karna aku memang menginginkan ini dengan satu sarat dariku"
"apa? kau harus ikut kemanapun aku pergi jika ada acara-acara penting seperti pesta teman, peresmian gedung, bertemu klien dll"
"deal"
"tapi bisa tidak yang nomor satu dan tiga dihapus.. biarkan aku tidur disini denganmu dan aku boleh menyentuhmu layaknya suami istri lainnya, aku ingin kita bisa begituan"
"begitu apa maksudmu?"
"argh kalo polosmu udah dateng pasti bareng sama oon nya"
"apaan sih.."
"batalin satu sama tiga yaa"
"tidak dapat diganggu gugat"
"pleace... pilih satu dah tapi antara satu dan tiga dihapus"
"yaudah sih gpp asal aku bisa seranjang ma kamu, yang dikamar ini siapa, aku apa kamu?"
"bentar aku liat kamar yang satunya.."
memang kamarnya berhadapan
dan mereka tinggal dirumah Yovie dengan hasil keringat Yovie sendiri.. gak terlalu mewah.. cuman gak terlalu sempit juga
"yang sono deh.. lebih bagus pemandangan keluar jendelanya"
"yaudah.."
mulai hari itu kami seperti dua orang yang hanya bicara seperlunya, masak makan untuk diri masing-masing..
dan akupun melampiaskan pada beberapa perempuan lain.. tidak untuk dinikmati hanya saja dimainkan.. begitupun dira yang sibuk dengan beberapa teman nya yang sering party dirumah..
yaa kita akan satu kamar jika kedua orang tua kita sering menginap.. aku suruh saja ayah ibuku atau ayah ibu Dira sering menginap disini otomatis aku bisa tidur malem bareng Dira..
"ehm.. Dira, besok bundaku tidur disini, jadi aku tidur di kamarku atau kamu dikamarku.."
"kamu aja yang dikamarku"
"yaudah.."
keesokan harinya..
"kenapa sih mama suruh nginep sini, kan udah ada istri kamu.."
"yaa kan papa lagi diluar kota ma, daripada mama sendiri"
"ya sih.. yaudah deh mana istrimu"
"mandi ma.. mama tidur di kamar tamu ya"
"boleh"
__ADS_1
"eh tante udah dateng"
"kok masih tante aja, mama donk"
"eh iya mama maksutnya.. maaf ya ma baru keluar, baru selesai mandi Dira ma"
"oya gakpapa, ehm kalian tidur dikamar mana"
mereka menunjuk arah kamar yang berbeda..
"loh yang mana yang benar ini?"
"ehm disini ma.. kalo ini ruang pribadi Yovie maksutnya" ucap Yovie
"ouh.. hem mama seneng kamu lebih pilih Yovie daripada Yofan.. kamu lebih cocok sama Yovie kok"
"ya ma.."
malam harinya.. malam yang ditunggu-tunggu oleh ku.. saat asik menonton televisi aku menunggu Dira segera mengantuk..
dan benar dira berpamit pada ibuku
"ehm ma.. mama gak ngantuk?"
"belum syang.. mama tidurnya jam jam 10"
"ehm kalo gitu Dira duluan tidur gak papa kan ma?"
"gakpapa sayang istirahat gih"
"yaaa.. ma"
"maa kayaknya aku juga udah ngantuk" ucapku
"ya yaaa sana sudah.."
aku menuju kamar Dira..
"hemm mau apa kamu" tanya Dira
"wah lupa nih.. kan dalam perjanjian nya..."
"hust iya masuk aja, repot deh"
tapi setelah aku masuk dan mengunci pintu kamar, telfon ku berdering
telfon dari anak buah dikantor
"halo.. hemz iya.. iya.. yaudah, oke.. bisa bisa.. ya lanjut besok ya, saya sudah mengantuk"
saat ku membalikkan badan ke arah ranjang sudah kudapati Dira dengan pakaian tipis minimalis nya begitu sexy..
aku memegang rambut yang tak pernah ku pegang sebelum nya..
"huuft tahan yov.. jangan sampai kau kena pasal" ucapku dalam hati dan langsung tidur disampingnya dengan memandangi wajah cantik ini yang sekarang milikku
aku menyingkirkan guling yang jadi pembatas kita, belum tidur sepenuhnya aku pun sudah terasa ada yang memelukku..
wah Dira memelukku saat aku memunggungi nya..
takkan ku lepas biarkan ini berlaku hingga pagi dan baru kurasa memejamkan mataku terik matahari pagi sudah membangun kanku..
"kau tak mau bangun lalu kerja.. sana kembali kekamarmu"
aku pun menuju kamarku merebahkan tubuhku.. dan lagi lagi Dira membangunkanku
"Yovie.. kenapa tidur lagi? banguuuun..."
aku bergegas menuju kamar mandi dan bersiap berangkat kerja.. tak ada yang istimewa dihidupku sekalipun aku telah menikah.. begini saja keadaannya.. membosankan..
dan entah mulai kapan aku merasa sudah mulai makin jatuh hati pada Dira.. dan kapan terakhir aku mencoba membenci nya semua gagal.. yaa aku masih mencintaimu Dira..
aku memang tak pernah mendapatinya dekat dan jalan dengan lelaki lain pastinya ia akan jalan dengan kekasihnya dan sekarang pasti hanya akan dengan suaminya setidaknya stigma ini membuatmu sedikit lega tapi aku tak bisa membuatnya mencintaiku.. kurasa dia masih mencintai Yofan..
atau mungkin sudah mencintai yang lain nya?
__ADS_1