
"Pergi atau kau berurusan denganku mengganggunya " ucap Sendy
"Kau siapa? gak takut, nantangin gue? 80 orang kampus pilih gue" jawab Doni
"diam Doni, ia sahabat ku" ucap Anjani baru datang dari dosen
membuat Doni seketika diam, lalu pergi dari mereka bertiga yang sedang ia ganggu
"yang anak kecil itu dia, datang cuma marah marah? katanya tampan, bukannya harusnya kalau tampan bisa ya dekati gadis lain?" gerutu Arsa
beberapa hari berlalu Feni sibuk dengan misi nya begitupun dengan Sendy membuatmereka jarang bertemu membuat hubungan Feni dan Sendy tidak begitu baik meskipun mereka tipikal yang tetap bisa berkomunikasi sekalipun jarang bersama..
hari ini adalah hari pertama dikuliah akhir semester.. Sendy mendatangi Feni menuju perpustakaan lalu ke kantin.. yaa aktivitas sehari-hari mereka...
"kamu sejak lama tidak aku lihat" kata Feni
"aku banyak kerjaan"
"kamu kerja?"
"emm itu maksudnya kerjaan kampus"
Sesampainya dikantin seperti biasa mereka obrolkan hal yang bisa dibilang pasti menjurus ke mata kuliah atau soal-soal dibuku novel.. yaa mereka samasama kutubuku. suka membaca buku sebagai media ilmu mereka
mereka melakukan aktifitas itu tidak sesering dulu, karna masing masing kesibukan mereka
hari berlalu, saat bosan dengan cacian, hinaan, dan dipandang rendah banyak orang Feni hingga terpikirkan merubah penampilan nya ke kampus, menjadi gadis yang sangat cantik
mengurai rambutnya, membuka kacamatanya menjadi soflens dan memakai baju sedikit berani, membuat banyak mata menyoroti nya tapi tak satupun dari pemilik pasang mata mengenali jika ia Feni
banyak yang gagal fokul karna perubahannya.. ia mendekati Sendy.. tapi menghindar..
tujuan utama mengapa Feni berubah, karna ia penasaran tentang Sendy, apa dia adalah lelaki yang cukup dibilang suka jika melihat gadis lebih cantik lainnya
tapi itu yang membuat Feni yakin soal Sendy serius padanya karna seketika ia datang, Sendy berdiri akan pergi
"Sendy" sapa Feni
"saya?" sapa Sendy
"aku Feni" kata Feni
"ooh, Feni?" tanya Sendy kaget
"iya, aku"
"berubah, kenapa berubah jadi begini?"
"aku hanya ingin berbeda"
mereka mengobrol disana
tapi keesokan harinya dia kembali ke kampus dengan penampilan Feni culun lagi
"hai Fen.. kau kemana kemarin?" tanya Anjani
"aku, emm dirumah" jawab Feni berbohong
"oh pantes, gak ada jam kuliah ya?"
"iya"
Wah ternyata Anjani tak kenali Feni juga kemarin
Saat dikantin sepulang kuliah pertama pukul 10 siang.. karna memang sudah tidak ada mata kuliah.. Sendy dan Feni menuju taman belakang kampus
"Feni"
"Kenapa Sendy?"
"kemarin kamu cantik"
"ahh bisa saja, aku hanya ingin tau rasanya cantik"
"kamu sebenarnya cantik kok"
Feni hanya menatap Sendy dengan sorot mata bertanya
"apa ada yang salah?" tanya Sendy
"tidak"
__ADS_1
"kenapa menatapku begitu?"
"kamu yakin mau berpacaran denganku? tapi aku tidak memakai seperti kemarin, aku nyaman dengan diriku yang ini" kata Feni
"yakin, aku tidak soal urusan wajah Fen, wajah itu adalah bonus"
keesokan harinya saat Feni berniat akan temui Sendy untuk menjawab pertanyaan nya tentang tawaran pacaran
"Sendy?" sapa Feni
"Kenapa Fen?" jawab Sendy
"Aku mau"
"Mau?" tanya Sendy bingung
"mau jadi pacarmu?"
"Serius?"
"Yaa"
"beneran kan? jadian sama kamu.."
Besok sore dikediaman Feni, Sendy datang, lalu menemui ibu Feni, disana ia mengumpulkan keberanian untuk bicara tentang ia akan melamar Feni selepas kuliah
Sambil membawa tiga gelas tea manis menuju ruang tamu
"Monggo di minum pak" sapa ibu Feni
"Makasih buk ngerepotin ni"
"Gak papa kok nak.."
"Oh iya ini siapa yaa?" Tanya ayah Feni
"Kenalin pak.. saya Sendy.."
"Oh nak Sendy.. itu loh pak yang udah diceritain Feni kemaren" berbisik ibunya
"Oh kamu Sendy?"
"tidak"
Beberapa menit kemudian Feni turun dari lantai dua
Dengan riasan cantik beda saat kuliah dan begitupun dengan Sandy sangat berbeda dari dandannya kuliah
"Begini pak.. buk.. seperti yang udah saya janjikan kepada Feni.. saya ingin melamar Feni"
"Oh yaa saya sudah tau dari Feni"
"Oh jadi malu buk.." ucap sandy pipi memerah
"Yaa kalo ibuk sama bapak terserah Feni.. kan Feni yang tau jawaban nya.. kami hanya bisa mendoakan terbaik dan merestui"
Sejak lamaran Sendy ke rumah Feni mereka merencanakan pernikahan..
banyak hal yang akhirnya mereka ungkapkan satu sama lain tentang diri mereka masing masing termasuk tentang pangkat kepolisian keduanya
mereka sama sama kaget karna sama sama tidak percaya orang didepannya adalah seorang komandan di kantor kepolisian mereka masing masing
sebulan berlalu.. mereka sudah saling mengerti ternyata kedua nya seorang polisi yang sedang menyamar melancarkan tugasnya, jadi lebih mudah mengatur waktu pekerjaan mereka, disisi lain, mereka juga harus fokus kuliah, karna mereka bukan menyamar kuliah melainkan sama sama benar kuliah
"apa kita harus menutupi ini juga kepada Arsa dan Anjani?" tanya Feni
"iya, misi kita belum selesai, masih ada komplotan 2 orang dari Roni, kita belum dapat itu" kata Sendy
tapi mereka memilih menutupi nya pada siapapun termasukdua orang sahabat mereka yang juga jadi makcomblang
hari berlalu, masih dengan kondisi sebagai mahasiswa biasa, dua bulan sudah mereka menjalin hubungan dekat akan menikah dan mengurus tugas bersama, dan banyak hal dari beberapa aktivitas lainnya ia lakukan
Bulan ketiga mereka tetap di posisi tapi hanya saja sebulan penuh tak bertemu untuk skripsi dan kelulusan, setelah mendapat gelar mereka akan memulai untuk persiapan pernikahan
"heey kalian" sapa Anjani
"Anjani" sapa Feni
"mau lanjutkan kemana kalian?" tanyanya
"kerja lah" jawab Sendy
__ADS_1
"ahh iya kerja" jawab Feni
hari kelulusan tiba, dimana mereka masih menyembunyikan status keduanya kepada siapapun orang disana
sekian lama, akhirnya Roni pun menyerah, ia mengatakan siapa saja orang yang menjadi penyalur nya dan pernyataan itu membuat kedua nya kaget
"lapor pak, ini kesaksian dari pelaku yang kami tangkap saat dicaffe atas perintah komandan Feni" kata salah satu polisi
mendengar rekaman itu seketika membuat kaget Feni dan Sendy pastinya, karna disebutkan ternyata adalah Doni dan Anjani
akhirnya gabungan kepolisian meringkus dua pelaku
"disini pak, bu, mereka berada" kata anak buah Feni
Feni melirik kearah Sendy
"harus yakin, yang namanya kebenaran harus ditegakkan" kata Sendy
Feni turun dan masuk ikut menggeledah bersama Sendy
"angkat tangan kalian, kalian sudah dalam kepungan" kata salah satu anak buah kepolisian
semua angkat tangan termasuk Anjani dan Doni yang ada disana
"Feni?" sapa Anjani kaget
"apa ini yang kamu laukan selama ini tanpa aku tau Anjani" tanya Feni
"Feni, Sendy, kalian" ucap Anjani kaget
Anjani kaget karna ternyata Sendy dan Feni adalah polisi, disini Anjani meminta agar dilepaskan tapi Sendy menolak padahal Feni sudah tidak tega
"Sendy, Feni, kalian dekat karna usaha aku kan, bantu aku lepasin" kata Anjani
"aku..." ucap Feni terpotong oleh Sendy
"Anjani, maaf, kami melakukan tugas saja, kalau kamu membahas soal itu, saya berterimakasih besar atas semua usahamu" kata Sendy
tidak ada toleransi untuk pengedar narkoba apalagi penyamarannya sangat meyakinkan seperti Anjani
hari berlalu, dimana saat akhirnya tiba dan Feni bersama. Sendy menikah mereka masih tetap menyembunyikan gelar kepolisian mereka didepan semua orang
kecuali kedua orang tua masing-masing kan, karna keluaga mereka adalah orang paling penting bagi mereka
yang mereka tunjukkan hanya gelar hukum dan masih dengan penampilan mereka yang culun dan kekanak-kanakan, dimana trik keduanya meringkus penjahat penjahat agar tidak membuat mereka curiga
Sekarang polwan dan polisi lalu lintas yang berkedok Sarjana hukum menjalani kisah uniknya sendiri yang bertopeng ketika diluar
.
.
.
.
.
.
.
-SELESAI-
cast pemain :
Feni Hestin Andriani - peran utama perempuan, polwan
Sendy Antoni - peran utama pria, komandan kkepolisin
Anjani - teman Feni, orang yang menjadi buronan Feni sendiri
Roni Alamsyah - anak hits kampus, pengedar narkoba
Arsa - sahabar Sendy, pacar dari Anjani
Doni - mantan Anjani, tapi komplotan Anjani saat mengedar
Wafa - lelaki kasar
Dian - pacar Roni Alamsyah
__ADS_1