
"baik mbak"
"kamu kabari yang lain juga ya.. tapi nanti saya kabari juga kok, untuk memastikan..."
"siap mbak"
dan ketika waktu kurang sebulan lagi..
wangi bertanya apa perlu mengundang mantan
karna undangan masih cukup banyak sisa yang sudah disebarkan
"sayang.. kita perlu mengundang mantan gak?" tanya wangi
"perlu lah, biar mereka pada tau kita siapa"
restu, enggar, ayna, irza, juga yanti dan juga mantan lainnya pun masuk dalam deretan undangan pesta pernikahan wangi dengan santa..
dan ketika hari itu tiba.. para tamu undangan pun datang termasuk beberapa mantan kekasih santa..
namun tidak dengan mantan mantan wangi yang sama sekali tak datang mulai dari restu, enggar, dan beberapa mantan lainnya..
itu bukti bahwa wanita akan lebih bisa menerima kondisi ketika mantannya menikah dengan wanita lain..
"liat.. mana ada mantan kamu yang datang.." ucap santa
"udah ah, biarin, kita ini pesta nikahan kamu bahas mantan"
"ya enggak, mo nunjukkin aja ke kamu, artinya mantan aku lebih bisa terima kenyataan aku nikah sama wanita lain.. sedangkan mantan kamu? hemm boro boro, apalagi si restu"
"hus.. rundingan apa nih pengantin, serius amat" ledek yanti
dan benar benar kaget keduanya ketika tau yang dateng yanti..
"kamu gak akan bikin kacau acara ku kan?" tanya santa
"santa.. aku kan tamu undangan, jelas harus dateng karna aku juga akan menikah dan ngundang kalian" jelas yanti menyodorkan undangan pernikahan
betapa kagetnya santa dan wangi..
"kamu pacarannya kapan?" tanya santa
"kamu tau gak lelaki yang perna aku kasih tau kekamu ngejar ngejar aku?"
"ehm.."
"dia ngajak aku serius.. aku gak mau kalah lah sama kamu"
"kak yanti, nikah itu untuk sekali seumur hidup, jangan karna gak mau kalah sama mantan jadi mau nikah sama orang yang gak dicintai kakak" jelas wangi
"wangi.. bener aku donk, kamu denger kata orang yang gini, hiduplah dengan orang yang mencintai mu, bukan yang kamu cintai, karna dia akan tau ketika kamu sedang berduka atau bersuka tanpa kamu mengatakan" jelas wangi
dan wangi hanya speechless mendengar ucapan itu, melihat wangi yang berkaca kaca yanti pun memeluknya..
hiduplah dengan orang yang mencintai mu, bukan yang kamu cintai, karna dia akan tau ketika kamu sedang berduka atau bersuka tanpa kamu mengatakan
kebahagiaan itu ketika melihat orang yang di cintai menikah dengan orang yang tepat..
benar yanti.. itu adalah pemikiran segelintir orang yang tidak memiliki rasa egois dalam percintaan..
karna beberapa tamu sudah banyak yang mengantri gara gara yanti yang paling lama mengobrol dengan pengantin...
dan ketika itu juga.. ternyata enggar satu satunya mantan wangi yang terlihat hadir dan sempat mengisi buku tamu undangan.. hanya datang sampai pintu masuk karna mendengar ucapan yanti
yaaa... enggar sebenar nya tidak sepenuhnya bisa melupakan wangi walaupun ia tau ia melakukan hal salah membuat nya terlihat bodoh dan akhirnya kehilangan wangi..
dan ia memutuskan untuk pulang tanpa masuk, makan, dan menyapa pengantin.
para penerima tamu pun keheranan..
"kak enggar? loh udah sampek?" tanya ayna
"iya... selesai" jawab enggar
"yahh... aku nungguin kak irza, dia sendirian, kasian kan jadi aku ajak barengan"
__ADS_1
"emm.."
"yaudah kak duluan aja"
"yaaa"
ayna dan irza turut jadi tamu undangan
dan beberapa hari kemudian, setelah pesta digelar... tentu hari berjalan seperti sewajarnya berbeda dari sebelumnya mereka tak perlu lagi menutupi kemesraan keduanya
suatu ketika, wangi bersama suaminya yang akan datang makan siang di restoran milik restu dan irza, sekalian wangi dan santa mempererat hubungan bersahabatan, itupun karna wnagi memaksa pada santa, awalnya ia menolak
ketika sampai, santa turun terlebih dulu karna wangi masih mencari atm nya yang terselip di karpet mobil..
"yaudah kamu duluan aja.. pilih kursi aja langsung, nanti aku nyusul sambil chat irza" ucap wangi
"yaudah, aku turun ya"
setelah santa turun, ia melihat tepat dimeja depan pintu masuk...
ayna sedang duduk berdua dengan restu
"hemmm... ngapain sih sedih kak.. santai kak, di tivi tivi kan banyak tuh rumah tangga ancur karna orang ketiga" ucap ayna
restu hanya diam, menatap kearah jauh..
"kak.. nih ya.. jaman sekarang.. gak ada janur kuning tuh mlengkung, semua janur warna kuning keras keras kak.. karna hidup juga keras... udah gausah lah nyerah, tinggal hajar, bikin rusak hubungan orang gampang.." jelas ayna..
ketika wangi yang menututi santa dari belakang, jelas wangi turut mendengar ucapan ayna..
itu membuatnya begitu tak menyangka.. ayna yang ia kenal, orang yang lembut, bukan pendendam, juga gak pernah kasar..
"sayang" ucap wangi pelan menyentuh lengan santa
"sebegitunya ya mereka tidak menghargai aku, mereka tidak menyukai aku jadi suamimu?" tanya santa
"enggak kok"
"aku harap kamu tidak sama dengan mereka yang tidak menyukaiku, dan menyukaiku hanya karna kedok didepan sahabatnya"
"ayna" sapa wangi
"wangi?"
"gak nyangka kamu begini dibelakang aku, aku kira kamu beneran tulus sahabatan sama aku, ternyata kamu"
"aku apa wangi?" tanya ayna kaget
"nusuk aku dari belakang"
"apasih? lebay"
"enggak.. sekarang aku tau berurusan dengan orang macam apa?" ucap wangi lalu beranjak pergi
"wangi" teriak ayna memanggil wangi dengan nada sedikit keras
wangi hanya terdiam tanpa membalik badannya
"saya sejak awal tidak pernah setuju kamu dengan enggar.. dan aku benar benar nolak eh kamu mati matian meyakinkan aku.. tentang perasaan perasaan kalian yang semua jadi ceita bulshit seperti sekarang.." bentak ayna
wangi membalikkan badannya
"apa?" tanya wangi masih berdiri ditempatnya
"ya aku gak pernah kamu dengan enggar kamu ingat kan? karna aku takut seperti ini akhirnya ending enggar dan wangi.."
"kamu lupa... siapa yang menyakiti saya? kakak kamu, bukan saya yang menyakitinya, kamu perlu ingat, kakak kamu rela saya jalan sama temannya hanya karna dia sepi job" ucap wangi berjalan pelan mendekati arah ayna
"ya kamu kan tau enggar seperti itu, lalu kenapa kamu diam dan malah santai santai aja jalan sana dia bahkan pacaran?"
"oh kamu salah, saya kenal enggar.. bukan terlihat pergaulannya.. saya melihat dia mampu membawa hidup saya lebih banyak warna, daripada mantan mantan saya Sebelumnya yang hanya memberi datu warna yang itu itu aja" jelas wangi
"ya harusnya kamu tidak meninggalkan dia tanpa mendengar penjelasan"
"penjelasan yang mana? penjelasan ketika dia sudah bosan pada saya lalu dia lempar saya kesegala arah?" tanya wangi
__ADS_1
tiba tiba santa menarik tangan wangi...
mereka berjalan bergandengan, ketika wangi melirik kearah ayna, santa langsung memeluk kepala wangi dengan tangannya
"asal kamu tau.. enggar tidak perna melupakan kamu sejak kalian putus malam itu, dia sudah mengikrarkan tidak akan dengan wanita lain kalau tidak dengan kamu" teriak ayna
wangi pun menghentikan langkahnya begitupun dengan santa..
wangi melirik kearah santa yamg hanya diam
wangi berfikir, enggar tidak akan pernah lagi membuka hatinya untuk wanita lain sejak ia putus dengan dirinya..?
"ah apa itu benar? kenapa dia tidak berusaha menemui ku dan menjelaskan padaku, justru ia hilang" tanya wangi dalam hatinya
"sekalian aja kalian tau, kalau kemaren enggar berlapang dada untuk datang ke pesta pernikahan kalian, dalam kondisi hatinya rapuh.. tapi ia mendengar ucapan teman kalian yang berkata jika ia menerima kenyataan yang ternyata wanita itu mantan santa.." jelas ayna
"satu lagi, dia tidak bisa melakukan yang wanita itu lakukan merelakan hubungan kalian" jelas ayna lagi..
wangi seolah tak peduli, ia menarik tangan santa..
namun ketika sampai di depan pintu..
irza menyapanya..
"hanya karna dia, kamu menyakiti banyak orang yang sayang padamu... kami kehilangan wangi yang dulu, bahkan aku tak pernah melihat kamu membentak kami hanya karna pembelaan lelaki itu, harusnya kamu sadar, kamu bersama dia melukai banyak orang... pergilah kamu, aku rela kamu tinggalkan kami daripada kamu menghakimi kami hanya karna cinta.." jelas irza
santa melirik kearah wangi yang sedang menangis
namun wangi tetap menarik tangan santa untuk pergi dari sana
disana santa berfikir benar kata irza, jika wangi lebih sibuk dengannya, waktu wangi seluruhnya diuntukkan qtime dengannya..
tak heran jika sahabat nya mengatakan itu..
santa kini mengerti pengorbanan wangi yang besar untuknya kan ia harus mulai bisa mengimbangi wangi dan temannya..
ketika akan membukakan pintu mobil untuk wangi, santa justru berbalik badan dan menuju kearah dalam cafee lagi
"sayang.. ngapain masih kesana?" teriak wangi
wangipun mau tidak mau mengikuti suaminya
yang ternyata santa masuk mendekap restu dan meminta maaf...
juga ia meminta maaf kepada irza dan terutama ayna tentang enggar...
restu menerima maaf keduanya begitujuga dengan irza, namun tidak dengan ayna
"oh maaf kak, kalo saya tidak ada urusan, urusan saya membela kakak saya yang sakit, dan urusan anda tidak ada dengan saya.." jelas ayna
"okeh... saya akan temui kakak kamu" jelas santa
wangi hanya kaget melihat perlakuan santa..
hari berlalu terus bergulir, santa membuktikan jika ia tidak ingin mencampuri segala keterkaitan wangi dengan banyak temannya, santa membebaskan wangi tapi bukan dalam artian ia membebaskan karna tidak perduli..
ia hanya tak ingin wangi mengorbankan persahabatan demi percintaan...
dan sejak itupula wangi kembali dekat dengan kedua temannya itu (irza, ayna)
sejak itu.. wangi yang diketahui sedang hamil..
membuat tubuhnya semakin membengkak perlahan namun pasti..
yaa.. membuatnya tak lagi terlihat seksi dan langsing..
setelah berjalan 3 bulan kehamilan, wangi mengundang teman temannya datang untuk merayakan 3 bulan..
dan hari itu juga hari pertama enggar berpapasan dengan santa...
wangi meminta pada ayna untuk membawa enggae bertemu dengan suaminya..
enggar pun masuk kedalam rumah wangi dengan baju yang senada dengan adiknya, ayna...
enggar mendekati arah wangi dan santa lalu menjabat tangan santa
__ADS_1