Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
APP #1


__ADS_3

Pras menarik tangan putih dan mendekapnya..


"bahkan yandra menduakan aku dengan seorang lelaki bukan wanita.. Sakit dari tadi nahan tangis. Tapi gak bisa melampiasin.. Capeeek mas..  Sampek saat ini aku gak nyangka" ucap putih


"sebuah cobaan kecil udah mengeluh,  gimana nanti ketemu sama cobaan lebih gede" ucap pras


"yaaa tapi mana yang tulus,  aku gak pernah,  ada yandra kasih materi tulus demi dapetin aku,  aku sadar itu,  tapi aku bertahan..  Siapa lagi yang tulus? Ayah?  Jelas lah,  siapa lagi?  Gak ada.. "


Pras melepaskan pelukan putih dan menyatakan perasaannya


"aku,  aku Orangnya, aku mau tulus sama kamu" ucapnya menggenggam tangan putih


"apa sih" ucap putih menepuk pundak pras


"aku serius" ucap pras mengarahkan wajah putih untuk menatap matanya


Putih menarik nafas panjang...


"lalu? "


"kamu mau jadi pacarku? "


"aku jadi pacarmu tapi kamu bukan jadi orang satusatunya"


"yaa aku tau,  ada yandra yang pertama"


"nanti,  mungkin setelah aku selesaikan urusan ku dengan yandra.. "


"selesaikan urusan? Yang bagaimana maksudnya? "


"aku mau bicara dulu dengan yandra baru bisa menjawab pernyataanmu"


"oh oke lah"


"astaga, jam ku gak eror kan,  ini jam berapa?  Udah sore,  mana aku harus anter ayah ke rumah mbak darni lagi,  aku duluan ya"


"bareng deh,  aku juga pualng "


Tapi saat menuju ke arah lift. Terlihat sudah berdiri marix


"marix,  sudah lama? "


"sejak kau memeluknya tadi"


"emm..  Aku"


"kamu ada masalah dengan yandra?  Lalu kenapa tidak menghubungi ku? "


"aku tadi tanya sama receptionis kamu meeting ekslusif"


"em.. Trus mau kemana? "


"pulang"


"sama? "


"pras... Kenalin pak,  ini pras, tetangga saya,  lumayan jauh tapi se komplek"


"pras" sapa pras.. Tapi tak dihirau oleh marix


"hatihati dijalan,  kalo ada apaapa telfon" ucap marix pada putih


Diperjalanan..


"lapeeer... Ucap putih"


"makan baso?  Mau?  Kebetulan deket-deket sini ada baso jeroan"


"boleh deh"


Setelah memesan dan menunggu tak lama baso datang


"makasih pak"


"ya neng,  eh bang,  pacarnya atuh? "


"Sedikit lagi kang,  doain"


"apa sih" ucap putih menepuk pundak  pras


"nah gitu,  senyum, kan manis,  esteh manis kalah tuh,"


"haha bisa kamu"


"kamu itu baik,  cantik,  manis,  semua diborong tapi sayang ya..  Temen dan orang-orang sekitar kamu itu loh,  pada judes,  mulai yandra,  sandro yang kata kamu temen bolos sekolah, sampe marix.. "


"kalo udah kenal gak gitu sih mereka"


Dua hari kemudian ~


Pras mengajak putih makan disebuah resto baru buka milik teman sekolahnya dulu


"siang om" sapa pras


"pras.. Siang,  jam berapa, masih pagi, mau kemana?"


"mau dateng ke pembukaan resto temen pras om,  ajak putih,  boleh kan om? "


"tentu boleh,  kamu ya kalo bisa sampek ambil hati nya putih,  om setuju,  dukung banget, setio temen bahkan sahabat paling istimewa bagi om,  ima tau kok,  om restui kalian deh,  sampek nikah pun"


(uhuuuk.. Uhuk.. Huk) suara batuk putih memergoki ayahnya mengatakan hal itu


"ayah, ayah kenapa jauh pikirannya sih,  orangnya kan disini,  udah ayah mending banyakin tidur,  apa kata dokter,  perlu banyak istirahat ya"


"emmm,  iya,  eh kamu ke resto bawain ayah makanan ya.. "


"apa sih ayah,  kan nanti deliveri order aja ke biasanya "


"gakpapa om,  nanti pras bawain" ucap pras

__ADS_1


"nah bagus,  gini mantu idaman ayah"


"ayah..... " ucap putih


"hehe"


"eh,  si ayah malah ketawa"


Sesampainya diresto,  disambut oleh teman pras


"pras,  lu kok sama putih" sapa banu


"lu kenal? "


"putih kan temen adik gue"


"adik lu dari mana,  gue tau keluarga lu"


"adik sepupu, bukan kandung bro"


"siapa emang"


"sandro"


"weh gila lu,  dia adik lu"


"iya bro"


"pantes,  nakal sama kaya lu,  abangnya"


"dia kan sempet nembak putih,  lu tolak kan put"


"hehe iya bang,  kan mending temen gak ada kata putus,  kan bang"


"bener,  iya bener"


"emmm..  Sandro pernah nembak kamu"


"wadaaau cemburuk dia.. Hahai" ledek banu


"iya itu,  udah lama,  masih awal awal masuk SMA" jelas putih


Tak lama makanan yang direkomendasikan oleh banu datang..


"selamat menikmati ya,  gue cabut deh takut jadi obat nyamuk"


"hmmm"


Beberapa menit saat keduanya sedang menyantap makanan


"aku gak bisa hanya digantung,  kamu bilang selesaikan urusan,  sampai sejauh ini gk ada kepastian,  udah lusa,  aku bawa mama ke rumah kamu untuk melamarmu"


"ha..  Kamu kok ndadak,  jangan,  nanti ayah shock"


"ayahmu aja setuju sama aku,  kenapa harus shock.."


"yaudah bulan depan,  kurang seminggu jadi kan"


Putih hanya terdiam


Dua hari sebelum jadwal pras datang bersama keluarga nya melamar putih, ia menemui ayah putih sediri dulu


"sore om" sapa pras


"pras,  sore.. "


"em...  Om,  aku kesini mau ada yang dibicarakan,  putih kemana ya? "


"putih,  belum pulang pras,  masih sekolah "


"gppa deh,  pras kesini mau bilang sama om kalo pras lusa mau bawa mama ima ke sini melamar putih"


Ayah putih pun seketika meletakkan koran ditanggannya


"melamar"


"iya om"


"om setuju banget,  tapi kamu kecepetan,  putih masih sekolah"


"ya tunangan aja dulu om, nanti lulus baru nikah"


"setuju banget kalo itu iya, gppa"


"mas pras" ucap putih


Putih menarik tangan pras menjauhi ayah..


"mas.. Ngapain,  kan masih dua hari,  aku aja belum ngomong ke ayah,  mas tadi ngomongin lamaran kan"


"iya,  kan udah aku bilang"


"mas,  aku masih sekolah,  mana bisa sih nikah mas"


"ya aku udah baru aja bilang kalo aku  tunangan dulu gppa,  asal ada ikatan sama kamu"


"maaaas... "


Pras memotong ucapan putih


"aku sayang sama kamu,  serius sama kamu,  aku cuman gak mau kehilangan kamu aja, nunggu kamu lulus sekolah,  kuliah,  lulus apa aja aku tungguin"


"aku gak bisa" ucap putih singkat


"kenapa? Aku kurang apa, kurang keren sekeren tementemen mu yang keren itu,  atau apa? "


"bukan..  Aku gak bisa, aku mengurus ayah"


"justru ayah bilang sama aku,  dia akan lega jikakamu bersamaku"

__ADS_1


"mama mu,  gak mungkin menerima aku"


"bahkan jauh sebelumaku menyatakan akan melamarmu,  aku sudah mengatakan pada mama ku"


"bagaimana dengan sivilia,  aku temannya, dia akan malu,  punya kakak ipar yang seumuran dengannya,  dan ditambah dia tau Bagaimana kehidupanku"


"bahkan,  ayi dan sivilia bilang akan mendukung apapun kebahagiaanku,  walaupun menanggung malu,"


Terdiam beberapa menit..


"sivilia dan ayi sudah menikah mendului ku,  makanya ia menerima keputusan segalanya yang aku ambil, plis aku mohon" pras pun bertekuk lutut didepan putih


"apa sih,  bangun,  maaf aku gak bisa,  aku gak bisa bahagiakan kamu"


"aku bahagia,  aku disampingmu pun udah bahagia.. Aku yang bertugas bahagiakan kamu,  aku janji aku gakakan biarkan setetes air mata jaruh di pipi,  aku gak akan biarin kamu kelaparan,  enggak"


"ya aku tau itu, aku wanita dengan pergaulan malam,  kamu paksa aku berhenti aku tak bisa,  maaf"


Putih membalikkan badannya membelakangi pras


"aku juga paham,  kamu tidak akan membuat ku kelaparan,  aku percaya itu, aku paham"


"terus kenapa? Kalo kamu tau itu kenapa gak menerima aku? "


"apa pantas seorang profesor mudah sekaligus pilot paling handal menikah dengan wanita yang berasal dari dunia malam,  enggak,  gak pantes, aku sekedar 1 dari banyak nya wanita nakal yang sering jalan sama lelaki dari dunia malam, sangat akrab dengan sebuah rokok,  sementara prastio widodo,  seorang lelaki yang paling menjauhi rokok,  ataupun asap rokok sekalipun.. "


"tapi aku bisa kan,  terima kekuranganmu itu,  semuanya aku bisa menerima.. Apa lagi alasan sepeleh yang kamu coba besarbesarkan didepan muka ku? Apa lagi? "


"AKU... GAK PERAWAN" ucap putih tegas


Dengan segala ucapan untuk meyakinkan putih pun terhenti..


Bak mendapat hantaman bola api,  mendadak wajah dan sekujur tubuh nya memanas..


"jadi maaf,  aku gak bisa,  carilah yang sempurna dari ku,  yang bisa menjaga kehormatannya dan menghargai jodohnya supaya mendapatkan keperawanan.. Aku bekas orang,  aku gak sempurna,  maaf"


Putih berjalan meninggalkan pras..


"yandra? " tanya pras


Tanpa membalikkan badan,  putih menjawab


"bukan, dan kau tidak perlu tau dengan siapa, yang kau perlu tau sebatas....... saya sudah tidak lagi yang seperti kamu pikirkan"


Esoknya, karna sekolah putih libur 3hari, minggu,  senin,  dan selasa karna perbaikan kelas,  ia berjalan pagi menuju alun-alun


"beb..  Honey,  tadi aku kerumahmu,  kata tetangga lari pagi makanya aku kesini" ucap yandra


"yandra.. Kamu ngapain sih,  lepasin"


"kamu tiba-tiba kok berubah sama aku,  kamu sama cowok lain ya atau kamu sama si pras itu"


"apa sih bawa bawa orang.. Lepas gak"


"jelasin dulu kenapa"


"gak perlu,  lepasin,  lepaaaas.. "


Tak lama marix pun datang


Menghajar yandra,  dan membawa putih pergi,  ditengah jalan,  putih merasakan kepala yang begitu sakit..


Ia pun tak mampu menahan hingga akhirnya pingsan..


Merasa mendapatkan kesempatan , marix memanfaatkan keadaan..


Yaa,  ia membalikkan arah laju mobil ke arah kost nya..


Sesampainya dikost nya,  ia menidurkan putih, dan mengunci pintu kamarnya


Marix terus menatap tajam dan penuh tatapan nakalnya..


Perlahan ia membuka jaket yang dikenakan putih,  sehingga terbukalah belahan dada putih


Namun ia terbangun..


"marix.. Lepasin"


"em,  aku bisa jelasin... Tadi ... itu..." ucapnya dengan gugup


Ucap putih kaget, dan beruntunglah, ia bisa melepaskan diri dari marix


Saat keluar dan menuju rumahnya ia berjalan karna menunggu taksi tak kunjung lewat...


Saat perjalanan,  pras menyapa nya..


"putih"


"mas pras.. "


"mau kemana?  Kenapa jalan? "


"pulang"


"aku anter? "


"enggak"


Putih masih terus berjalan,  tak lama ia terjatuh pingsan


Seketika pras berhenti dan menuju arah putih,  lalu ia menggendongnya masuk ke dalam mobil dan membawanya pulang..


Sesampainya dirumah putih, terlihat rumah tak ada orang..


Ia pun masuk dan menidurkannya di kamar putih..


Pertama kalinya ia berada disebuah kamar,  dimana terdapat foto ayah dengan panah ke arah pras,  dengan keterangan "kelak pengganti sekedar mimpi"


ia melihat dan menatapnya

__ADS_1


__ADS_2