Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
Melodi Nada Asyifa


__ADS_3


Saat ini syifa duduk di bangku kelas 10 di salah satu SMA terkenal, syifa bisa masuk karna beasiswa prestasi, dan syifa bisa dibilang juga bukan anak yang hits seperti beberapa temannya disana.. tapi syukurlah mereka baik dan pengertian pada seorang syifa, salut sih liat sekolah keren yang isinya banyak orang baik saat ada temannya yang terpencil bukan menghina, tapi dibalik itu semua, justru percintaan syifa membuat seolah ia bagaikan wanita yang menjijikkan dimata lelaki yang ia sukai..


"Syifa.." salah satu teman syifa memanggil


memiliki nama panjang Melodi Nada Asyifa


teman-teman ada yang memanggil Mel, Nada juga Syifa, terserah kalian panggil mana tapi karna dilingkungan nya, ia dipanggil Syifa, jadi bahasnya Syifa saja yaa..


okeh lanjot..


"Eh hai lani" sapa syifa


Melanie dan Melinda adalah dua teman baiknya disekolah


Melani lebih tomboy dari ketiganya dan Melinda lebih cantik dan pasti centil sementara syifa, tidak akan ada apa-apa nya dibanding mereka


Pacar lani adalah Dimas, salah satu teman dari lelaki yang syifa sukai Sementara linda.. masih jomblo, sama dengan syifa


-POV SYIFA"


Suatu hari, aku melihat seorang yang aku sukai, lelaki itu bersama dengan dimas, sering sekali bersama Dimas


Dan sering pula bersama dan Linda


Lelaki itu adalah Roni Haidar Wafda


Roni memang lelaki baik. Dia sering menyapa ku, dia juga tak malu ada di sampingku, tak seperti kebanyakan lainnya, sementara Roni tak pernah tau tentang perasaan yang kusimpan sejak pertama masuk sekolah ini


Dan aku berusaha menutupi, hingga akhirnya terdengar lani dan Linda.. ya.. mereka sahabat memang seharusnya mengetahui semua, cukup mereka


"Fa.. kamu udah belum tugasnya pak reto ?" Sapa lani


"Pak reto yang mana tuh tugasnya ?"


"Dua duanya fa.."


"Ah elah lu jangan bilang belum" ucap linda


"Oh udah kok, sekarang kumpulin semua ?"


"Iya.. ini ntar selesai istirahat.. sini aku pinjam catatanmu"


"Ni.."


"Hai pacar aku, lagi apa ?" Sapa dimas


"Nah.. gimana kalo kamu tuliskan. Capek nih tangan barusan nyatet"


"Ya deh sini"


"Aduh kita ke kantin aja kali ya fa, haredang ini mah"


"Yaudah ayok" jawabku


"Yaudah sono gih "


Aku meninggalkan lani dan Dimas disana..


Saat di pintu mau keluar, Roni datang


"Eh fa.. ada dimas ?"


"Ada Ron.. masuk ada"


"Ehm.. eh kita di kelas aja kali ya" ucap linda yang aku tau maksudnya


"Loh kalian mau Kekantin gak jadi kenapa ?" Tanya Roni


"Hem banyak tugas pak reto" jawab Linda


"Oh, eh dim.. lu mah gimana nantik jadi kagak keluar sore "


"Jadi jadi, kemana emang ?"


"Pak Tono aja, kita kan udah janji sekarang"


"Oh yadeh"


"Mau kemana sih ?" Tanya lani


"Biasa, nongkrong lan.. kau ikut ?" Ajak Roni


"Tapi.."


"Uda ikut aja kan ada dimas"


"Bukan itu, aku ajak juga Linda sama syifa ya"


"Loh ya boleh donk"


Sepulang sekolah aku dan yang lain menuju rumahku, dan bersiap untuk keluar bareng Roni dan teman-teman nya, ya.. harus sedikit tampil beda kali ya.. biar Roni sedikit melirik ke arahku


Dibantu kedua sahabatku mereka membantuku merubah penampilan ku


Setelah malam tiba. Aku menunggu kedatangan Dimas, pacar lani. Serasa tak sabar menunggu waktu dia melihatku dengan tampilan berbeda


Setelah Dimas datang..


"Syifa ya ?"


"Iya, kenapa, aduh ketebalan ya make up nya" ucapku gelisah


"Ha, gak kok, pas apaan sih" ucap lani


"Ya enggak gitu, beda aja gitu kamu sama yang tadi siang"


"Ehm bisa aja deh" ucap linda


"Bukan elu, syifa noh"


"Yaudah sih, syifa gue ini yang make up in"


"Aduh kalo begini kapan jalannya" ucap lani


"Tauk tu pacarlu, godain mulu"

__ADS_1


"Lu nya baper"


Aku dan yang lain berangkat


"Kok sendiri dim.. ?" Tanya ku modus


"Ehm, iya nih, anak-anak udah disana "


"Roni Dateng ?" Tanya lani


"Udah dari tadi kalo dia "


Sesampainya ditempat, aku melihat Roni dengan perempuan lain


Lani sibuk dengan dimas. Sementara linda yang melihatku kecewa mendapati Roni dengan yang lain mencoba menenangkan aku


"Fa.. udah sabar ya"


"Pasti Lin, dia bukan siapa-siapa ku kok"


Tiba-tiba Roni mendatangiku dan tidak bareng dengan perempuan itu


"Hai, linda, syifa, Dateng" sapa nya


"Eh iya nih" sapa ku


"Eh itu tadi siapa hayo Roni, pacar ya ?" Tanya linda


"Calon, belum pacar.. doain deh"


"Argh perempuan itu memang cantik, tak sebanding dengan ku" ucapku dalam hati


"Oh ya deh"


"Bentar lagi aku kenalin deh"


"Eh gausah, ngapain, kita udah mau pulang" ucap linda


"Loh kok bentar amat.."


"Haredang malem-malem"


"Aku duluan ya Ron" sapa ku


"Udah ayok cepet" tarik Linda


"Lan. Kita pulang ya"


"Loh kenapa ?"


"Ngantuk, besok aku ceritain deh, kamu lanjutin, kita naik taksi aja"


"Ah macem-macem, mana ada malem-malem gini angkot"


"Terserah deh apa. Asal pulang"


Aku dan Linda menuju rumahku, karna memang rencana nya Minggu ini mereka menginap di rumahku


Sesampainya dirumahku


"Kenapa sih Lin ?"


Aku menyusul Linda yang sudah tertidur


Paginya..


"Linda.. bangun.." ucapku membuka jendela


"Nantik fa.."


"Aku mandi dulu loh"


"Ya.."


Setelah aku mandi, baru inget lani belum pulang dari semalam,


"Linda.. bangun.. lin.. si lani belom pulang ya ?"


"Iya tadi subuh dia chat bilang pulang kerumah Dimas"


"Mana hape mu"


"Itu di tas"


"Aku pinjam, kamu bangun"


"Iyaa nih bangun nih"


"Mandi"


"Ia bawel"


Soal ponsel, hanya aku yang tidak punya ponsel sebagus mereka, jadi untuk soal chatting, fb, WhatsApp dll aku pinjam ponsel mereka bergantian


Aku melihat hasil chatting Linda dan lani


"Lin.. aku kerumah Dimas. Besok pagi dah jam 9 aku kerumah syifa ya"


Setelah jam sembilan, lani datang dan Linda baru selesai makan pagi


"kalian semalem tiba-tiba pulang kenapa cobak"


"Ya gila aja liat Roni ma cewek lain, apa lagi mau ngenalin ke kita gitu. Gue mikirin perasaan lu kali fa"


"Makasih ya.. aku ngerti kok maksutnya, makasih"


"Iyaa.. sih kebange itu namanya sih"


"Yaudah deh pikir belakang aja.. kita fun day aja untuk hari ini"


"Kita kemana ini" tanya ku


"Jalan-jalan donk"


"Aku gak ada duit"


"Haduh usah urusan gampang, ayok sekarang"

__ADS_1


"Ya tunggu-tunggu.."


Hari ini aku dan sahabat-sahabatku jalan-jalan


Ditengah perjalanan justru bertemu dengan Roni dengan perempuan semalam bersama nya


"Roni lagi, breng dia lagi" ucap linda


"Udah jangan dibahas" ucapku


"Iya emang, udah anggap aja gak kenal"


Senin.. hari sekolah, disekolah diawali dengan upacara bendera


Saat upacara, aku tak melihat Roni


Dimas, ada, bahkan sengaja memilih barisan dekat dengan lani


Setelah upacara aku dan linda menemui Dimas yang sedang bersama Dimas


"Eh.. kalian gak mau liat Roni ?" Tanya Dimas


"Gak" jawab Linda cuek


"Emang kenapa roni ?" Tanya ku


"Berantem kan, dia kemaren ketahuan sama pak Tris jadi masuk bp sekarang"


"Karna apa ?"


"Biasa, rebutan cewek"


"Hadeh kayak cewek cuma dia aja direbut" ucap linda judes


"Ya gitu deh, lelaki"


"Emang siapa yang diributin"


"Pacar temennya dari sekolah lain, malah sering jalan sama roni ya udah gelut diluar ketemu pak Tris"


"Lagian begok juga si Roni" sambar Lina


Waktu istirahat aku menemui kelas Roni, bareng lani, yang pengen ketemu Dimas juga, tapi justru yang aku dapati mereka sedang saling diam di bangku masing-masing


"Kenapa ?" Tanya lani


"Males ngapa-ngapain"


"Kamu gak papa Ron"


"Stop"


"Stop apa Ron?"


"Stop kamu deketin aku"


"Kenapa Ron"


"Syifa.. saya tidak sama sekali menyukai mu"


"Maksudmu ?"


"Tolong jangan pernah ganggu saya"


"Eh lu kenapa sih" tanya lani


"Bilangin sama dia.. jangan ganggu atau aku akan melakukan hal yang membuatnya menangis"


"Berani kau lakuin itu, urusanmu dengan ku" jawab lani judes


"Hus jangan ikutan deh lani" ucap Dimas


"Stop, kamu diem, menyangkut sahabat, lebih penting dari kalian paras lelaki"


"Emang kenapa sih Ron? Ada apa?"


"Gue udah tau dia suka sama gue. Eh jangan lu pikir gue baik ke elu, terus lu kebaperan gitu"


"Eh jaga ya, dia suka sama lu tapi menghargai lu"


"Gak perlu"


"Okeh, kita keluar aja dari sini fa"


"Tapi."


"Udah ayok.."


Sejak saat itu, sikap baik Roni kepadaku drastis, berubah..


Ya beberapa hari Dimas mendatangi rumah lani yang kebetulan ada aku dan Linda juga. Disana dia menceritakan soal perkara kenapa bisa berubah begitu roni


"Roni itu deketin adik temennya, sampek pacaran tapi backstreet, dan temennya yang namanya Romi Raffa itu nge-geb mereka jalan berdua jadi ya tengkar deh. Pas si Raffa ini bilang semua tentang elu fa didepan Roni dan adiknya, pas adiknya milih pergi karna dia sadar dia bahagia diatas penderitaan orang lain"


Aku hanya terdiam, untuk saat ini mungkin cukup ingin tidur dan bangun-bangun sudah lupa semua nya


Karna memang menurut nya mungkin aku lebih dan sangat hina. Ia sering mencaci ku didepan umum salah satu contohnya saat dikantin beberapa hari lalu


"Hei, kalian semua.. dengerin nih. Bilangin ke anak yang ada disana kalo dia menjijikkan untuk bisa berdampingan dengan seorang sepertiku"


Lani menuju ke arah Roni, dan menghajarnya, yaa memang begitulah lani, yang sering mengasari orang yang menyakiti Sahabat sahabatnya


"Stop, apaan kamu ini" lerai Dimas


"Kamu bilang apaan ke aku? Liat tuh temen kamu"


"Ya biarin aja sih kenapa. Dia hanya mengekpresikan perasaan nya"


"Oh kamu bilang begitu, iya?"


"Ya kan bener aku"


"Hem.. KITA PUTUS, aku mau kita selesai kan hubungan ini saja"


"eh lani, apaan sih kok gitu ngomong nya, kamu bercanda kan"


"Sama sekali tidak. Jangan hubungi aku lagi"

__ADS_1


"Lani" Dimas mengejar lani


__ADS_2