Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
LA #6


__ADS_3

paginya..


afan terbangun dan melihat kearah kamar ibunya.. ternyata sudah ada ibunya bersama lidi sedang mengobrol


"kamu bangun sepagi ini?" tanya afan..


"dia gak tidur afan, dia gak bisa tidur, kasihan" ucap ibu afan


"loh kamu gak tidur?"


"iya.. hehe"


"tau gitu aku temenin kamu"


"ah kasian kamu tidur diluar kecapean pasti, pagi ini aku mau lihat sawah, kata ibu kalau pagi pasti sejuk"


"oh, yaudah aku antar"


dan ketika mereka selesai beberes, mereka berjalan kearah sawah..


"ini tanaman apa?" tanya lidi


"emm setahuku ini daun untuk minyak kayu putih itu, apa namanya lupa"


"oh itu"


"iya.. kesana yuk, duduk disana enak"


"boleh"


"awas hati hati ya"


dan ketika sampai di gazebo


"aaaaaafaan cantik sekali" ucap lidi


disana lidi duduk, memeluk kedua kakinya, meletakkan kepala nya di siku kaki dan sesekali menghirup udara sembari memejamkan matanya


sementara afan..


ia menerhatikan gadis disampingnya


"awal perkenalan kita, aku pikir wanita seperti kamu banyak, yang cantik, yang baik, yang tajir, juga yang pintar dalam satu orang.. tapi sejauh ini hubungan kita, hanya ada satu wanita dan itu hanya kamu... wanita seperti kamu bisa saja pergi, mencari lelaki lain, ditambah ada sosok yunan yang begitu pantas bersanding denganmu, tapi kamu pilih berjuang bersama ku.. kamu wanita kehormatan"


dan ketika melihat begitu lepasnya lidi menghirup udara..


"lidi, kamu kenapa?" tanya afan


"emm enggak papa kok fan, udara disini benar benar pertama kalinya aku rasain, pikiran dikepala ku tiba tiba saja menghilang dan sedikit renggang.."


"emm..."


tak lama pengurus RW (pak RW) datang menyapa afan


"pak rt?" sapa afan


"bagaimana kabarnya nak afan?"


"baik pak"


"ibu jadi pulang kekampung?"


"jadi pak, saya titipkan ke kakek, kakek masih sehat, juga ada tante Am kan"


"iya.. saya turut berduka perginya papa ya nak"


"iya pak makasih.."


dan ketika malamnya..


ditengah tengah malam, pak lurah bersama pak rt mendatangi afan yang sedang tertidur diluar


"emm pak rt, pak lurah, ada apa ya pak malem malem kesini?" tanya afan


"saya lihat dari kemaren kamu tidur diluar, kenapa tidak didalam aja nak?" pak lurah


"didalam kan ada ibu" ucap pak rt


"iya didalam ibu sama teman saya kok pak, cewek"


"oh alah, ada temen kamu, ya kamu tidur dirumah bapak aja, atau di mushola kan deket dibelakang rumah yang ada didepan kamu"


"iya pak, disini saja, takut ada apa apa juga"


dan ketika esok paginya..


"afan.. aku gaenak sama tante Am juga ibu" ucap lidi


"kenapa?"


"aku gak bisa masak, juga gak bisa bantu mereka, cuci piring aku juga gak bisa" ucap lidi


"loh, mereka udah ngerti kok"


"iyq nak lidi, kami ngerti, nak lidi anak kota, gak biasa ngerjain seperti ini" sambar tante Am


"maaf ya tante"

__ADS_1


"iya gakpapa, ayo sarapan"


dan ketika sedang mengobrol sembari sarapan


"palingan pinteran aku dari kamu urusan rumah" ledek afan


"hemm jelas lah, aku kan sama sekali gak ngerti, apa apa udah sedia"


"haha iya.."


"tuh fan kalau mama mu dapat mantu begini kan udah gak usah kerja kerja, tinggal bayar orang bersiin tugas rumah" sambar tante afan


"tante" ucap afan mendelik


dan dihari ketiga barulah lidi dan afan pulang kembali kekota...


sesampainya dirumah, lidi langsung masuk kamarnya, mandi, makan lalu tidur..


beberapa menit kemudian, mama lidi mesuk kekamarnya membawakan minuman susu untuk anaknya, sejauh hubungannya bersama afan, mama nya yang mengerti dan membantu lidi bersama afan, dimata nya, afan adalah anak yang baik, ia benar benar paham perubahan yang mendadak menjadi kehangatan dikantor anaknya..


ditambah anaknya sering kerja dengan cukup santai tidak seperti sebelumnya yang sangat over deadline..


"maa.. papa kemana?"


"papa ke amerika, sore ini datang kok"


"emm nanti kalau papa datang bilang jangan ganggu dulu ya ma, lidi capek ma, kerjaan sudah di handle sekertaris ku kok ma"


"oh jadi kamu gak datang kantor?"


"enggak ma"


"yaudah tidur dah, mama keluar nak"


dan ketika malamnya baru dito datang...


"kok telat pa pulang?" tanya ibu lidi


"iya, pesawat pesenan dicancel duajam, lidi dateng hari ini?"


"iya, itu dikamarnya"


ketika jalan akan ke arah kamar lidi


"eh pa kemana?"


"liat lah"


dan ketika mengintip anaknya..


"udah pa biarin dia istirahat"


"datang subuh"


"terus hari ini masuk kantor gak dia?"


"enggak, kasihan pa dia sakit"


"ha, lidi sakit?"


"maksudnya capek"


"emm... tumben..."


"udah ah, ayok papa ganti baju terus makan"


dan ketika mencium aroma khas papa nya, lidi terbangun..


lidi menuju arah aroma itu..


dan ketika sampai dikamar ayah nya..


ia mendengar percakapan antara dito dan rira, ayah ibu lidi


"papa kenapa sih harus ngalangin hubungan lidi sama afan" tanya rira


"maa.. anak kita itu lahir dari kamu, keluarga kamu seluruhnya anti politik anti polisi, dia anak aku, aku lahir dikeluarga yang mama tau lah, benar benar malas dengan berbau hukum"


"mama yakin bukan hanya itu, papa takut kan kalau anak papa itu akan tinggalin papa dan fokus pada lelaki lain"


sejenak dito terdiam....


beberapa menit ia terdiam cukup lama...


"aku yakin kamu pasti hanya takut kehilangan" ucap rira


"ya mama tau lah, lidi paling dekat dengan siapa? papa harus benarkan ucapan mana, tapi hal utama, papa ingin lidi dapat orang berjiwa seperti papa" jelas dito


"paaa.. lidi udah besar, lidi sudah buktikan selama ini nuruti segala.. segala kemauan papa, soal cinta itu soal lidi, soal lidi salah pilih itu urusan dia, tapi mama yakin afan bukan orang yang salah untuk lidi" jelas rira


dito meletakkan majalah yang daritadi sibuk ia baca..


"mama setuju lidi sama afan?" tanya dito


"setuju setuju aja"


"gak setuju sama yunan?"

__ADS_1


"ya kalau lidi pilih yunan, ya mama setuju"


"mama gimana sih, pendirian ma, mama pilih mana afan atau yunan?"


"ya mama pilih yang dipilih lidi"


"papa belum sanggup ma, papa masih baru kemaren merasakan peri kecil papa, dulu sering pakai make up mama untuk make up in papa, dan jujur papa belum siap" ucap dito


lidi yang sedari tadi mendengarkan pun kembali kekamarnya..


ia menangis, baru kemaren dan sekali berbohong ia sudah merasa itu hal dosa terbesar...


dan ketika ia melanjutkan tidurnya hingga ke pagi.. ia pun bangun lebih awal dan bersiap ke kantor...


"pagi banget, udah duduk dimeja makan aja kamu" ledek dito


"papa.. iya ada kerjaan di kantor"


"emmm yaudah"


dan ketika sampai di kantor..


"pagi bu" sapa satpam jaga malam


"pagi pak.."


"emm bu ini ada titipan dari pak ferrel katanya


"oh ya.. kapan ini pak?"


"dua hari lalu, kebetulan sif saya"


"jam berapa emang?"


"malam bu, jam 9 mungkin, baru switch tugas sama yang sif siang"


"oh yaudah makasih"


ketika melihat dan ternyata terry calon istri ferrel adalah orang yang sama kelahirannya dengan ibu pacarnya..


"loh terry satu kampung ya sama afan?" gerutunya


dan ketika melihat di jadwal yang sama ternyata ia sedang ada tugas ke austria dan kebetulan hari itu juga afan janji menemaninya ke austria..


dan ketika sepulang kerja janji bertemu dengan afan, lidi memberitahukan tentang pernikahan temannya itu yang diselenggarakan di kampung yang sama dengan ibu afan...


"ah mungkin yang tau itu ya tante" jawab afan


"aku mau ketemu mereka, lusa sebelum aku berangkat ke austria"


dan ketika dua hari berturut turut lidi tidak dapat bertemu ferrel, akhirnya lidi meminta afan mengantarkannya ke pak lurah


untuk membicarakan soal ia ingin menyumbang penyewaan transportasi bagi para tamu undangan yang datang sebagai tanda maaf kepada mempelai karna ia tak bisa hadir


dan sehari sebelum acara dimulai, ferrel dan terry diberitahu oleh pak lurah tentang bantuan dari lidi..


"gini nak terry, ada teman kalian dari kota datang, katanya mau menyumbang bantuan transportasi penyewaan" jelas pak lurah


"siapa pak?" tanya terry


"namanya neng lidi"


"loh lidi datang kesini? tau alamatnya dari mana?"


"kebetulan, neng lidi itu teman nya nak afan, pemilik kebun daun minyak kayu putih"


"oh pak afan"


"afan itu pacarnya kalau gak salah" jawab ferrel


"oh pak makasih ya"


dan terry menghubungi lidi menyatakan terima kasihnya


berkat lidi, tamu yang bingung naik apa ke dalam tak bingung lagi karna ada transportasi sewaan yang stay di ujung desa mengantarkan para tamu undangan


dan juga dimanfaatkan orang desa untuk sarana mereka mencari kebutuhan ke kota..


"hari ini kan nikahan temen kamu?" tanya afan


"iya ya.. ah aku mau belikan kado aja sekalian"


dan ketika lidi pun kembali ke indonesia, ia menemui terry dan afan..


ia memberikan kado langsung dari austria..


dan ia juga menerapkan usaha menjadi sukarelawan didesa kelahiran ibu afan dan terry memberikan sarana transportasi itu secara permanen, soal bensin, uang makan, bahkan mereka yang mau bertugas mendapat gaji dari lidi


tak lupa juga lidi membangun kembali / renovasi mushola didesa itu, karna tempat ibadah disana hanya satu dan itupun seperti tak terurus, diurus dengan sukarela warga


akhirnya lidi pun membangun kembali masjid yang juga dibantu oleh afan dalam keuangan..


dan ketika baru bisa bertemu dengan ferrel dan terry lagi ketika beberapa bulan setelah pernikahan mereka..


dan singkat cerita..  terry sempat cemburu melihat kedekatan lidi dan ferrel, karna selain ferrel yang seperti caper, seperti cari muka depan lidi, lidi juga sering membantu kampung terry lebih baik lagi


"wait.. jangan jangan, kamu cemburu ya? haha iya kan cemburu nih" tanya ferrel

__ADS_1


"ya kamu baru nikah loh sama aku, tapi kamu seperti gak ada sekat gitu antara kamu sama wanita lain" ucap terry


__ADS_2