
"ah sakit bisa masih bercanda" jawab Hyung
"tapi bener gak pacaran kan?" tanya nya lagi
"enggak ih, kenapa sih" ucap Hyung
"ya alhamdulilah, berarti kamu iklasin Xiao dengan ku?" tanya Liu
"eh enak aja, tetep, kita saingan" jawab Hyung
"udah lah, jangan ribut, ini rumah sakit" jelas Xiao
Xiao pun membantu kedua orang tua Liu untuk menjaga dan merawat Liu selama di rumah sakit
ketika Liu semakin hari juga semakin membaik..
Lin Mei yang hanya berdua dengan Xiao memeluk Xiao dan bersyukur.. semua berjalan baik baik saja..
"semua baik baik saja, kamu, Wang, Hyung, dan Liu semua sudah membaik" ucap Lin
"tapi tidak dengan hati ku" jelas Xiao
"hati? ke-kenapa?"
"ada rencana tersusun rapi dalam hati ku" jelas Xiao
"ada rencana apa kamu?"
"ini biar jadi urusanku" ucap Xiao
"yang perlu kamu bantu dari aku adalah menemani Wang, Liu, dan Hyung" jelas Xiao lagi
dan beberapa hari kemudian..
ketika Xiao benar benar mengumpulkan seluruh kekuatannya.. ia kembali berlatih.. setelah dirasa cukup, ia meminta bantu ayahnya untuk membawa Zhi dihadapannya..
ketika pertemuan kembali untuk pertama setelah terjadinya peristiwa dirumah kosong itu..
Xiao kini berdiri tepat didepan Zhi
ketika benar benar terjadi perkelahian, tak butuh waktu lama Xiao membuat Zhi terkapar Lemas
Xiao menarik kerah baju Zhi..
"seharusnya kamu mati ditanganku, tapi aku tidak mau membunuh orang tidak berguna dengan tangan bersihku, kutunggu kematianmu mulai detik ini" jelas Xiao
Xiao melempar Zhi dengan kuatnya dan Zhi terjatuh membentur tembok..
tak lama Jung Min keluar, memperlihat kan dirinya didepan Xiao....
"sudah puas?" tanya Jung Min
"kamu?" tanya Xiao kaget
Jung Min mendekati arah Xiao dan memberikan foto keluarganya, dan fakta baru di terima Xiao, lelaki ber jaz di juliki nya tikus berdasi adalah ayah dari Zhi Ma dan ayah dari Yin Sa
"mereka?" tanya Xiao
"mereka anak anakku, aku sudah tau permasalahan apa dengan kedua anakku membuat kamu bertahan sehebat ini" jelas Jung Min
Xiao tidak mempercayainya..
ia benar benar tidak mempercaya apa yang telah ia dapatkan hari ini..
"tapi kamu tenang saja, saya ayah yang tegas dan bertanggung jawab atas kedua anak saya akan memberikan pelajaran dengan penyesalan seumur hidup mereka" ucap Jung Min
"maksud kamu apa?" tanya Xiao
"tunggu saja waktu yang tepat dan itu bukan hari ini dan hari hari dekat"
Xiao berjalan akan pulang tapi ia membalikkan badan dan memukul beberapa kali Jung Min, Jung Min tidak membalas, ia hanya menampik setiap pukulan dari Xiao..
karna kesal, Xiao pun benar benar pergi..
ketika Xiao kembali kerumah Sung Ma..
disana sudah ada Fu Zao
"papa"
"gimana?"
"lancar pa?"
"kamu puas?"
"puas pa.. tapi ada satu fakta yang aku mau tanya ke papa?"
"katakan"
"Zhi Ma, pelaku itu, anak Jung Min?" tanya Xiao
"yaa" jawan Fu Zao
"kenapa bisa?" tanya Xiao
Fu Zao menjelaskan siapa Jung Min
-POV NADA-
aku menuju rumah Wang Tyang..
setelah sampai..
"permisi" sapa ku
"iya.. eh bibi?" sapa adik Wang..
adik wang kenal denganku..
wang pernah membawanya kerumah Sung Ma
"cari kaka ya bi?"
"iya.. ada kakak?"
"ada bi, duduk dulu biar aku panggilin"
tak lama Wang turun..
__ADS_1
"bibi, kirain adik bercanda, ada perlu apa ya bi?"
"ini wang, bibi mau bicarakan tentang Xiao"
aku menjelaskan tentang Xiao, dan hubungannya dengan Fu Zao juga Jung Min
"Jung Min, aku pernah dengar nama itu bi, tapi"
"beneran, denger soal apa dengan nama itu?"
"mungkin, kalau gak salah lagi nih, itu nama ayah nya Zhi Ma"
"Zhi Ma?"
"Zhi yang kemaren ada kasus dengan Xiao"
"oh iya iya ingat bibi"
aku kembali menjelaskan jika aku meminta bantuan Wang untuk menjaga anakku..
"lebih lebih jika kamu bisa ambil hati Xiao, biar dia fokus denganmu jadi gak bakalan kena jebakan Jung Min"
tapi aku baru menyadari ketika Lin Mei masuk dengan wajah pucat
"bibi?" sapa Lin padaku
"eh Lin"
"bibi sendirian?"
"iya"
"Xiao kemana?"
"Xiao ada dirumah"
ketika aku lihat Lin Mei duduk disamping Wang, aku melihat wajahnya sangat sayup..
"Lin.."
"iya bi?"
"kamu sakit?"
"emm enggak bi, emm.. gak kenapa kok"
"kalau sakit mau bibi antar ke dokter?"
"oh gak perlu bi.. gak masalah"
tapi aku yakin, ada hal lain dari Lin Mei..
hari ini pertemuanku dengan Lin Mei ke beberapa kali, bukan sekali dua atau tiga kali...
"jadi gimana Wang?" tanyaku
kulihat Wang melirik sesekali ke arah Lin Mei
ada apa ini, apa mereka sedang ada masalah dengan Xiao
"emm.. kurasa begitu saja, kamu janji ya bantuin bibi, bibi sekarang pamit.. makasih ya untuk waktunya, Lin bibi pamit ya" sapaku
"i-iya bi"
ketika aku berada di perjalanan, Fu Zao mengatakan ia tidak pulang malam malam ini selama dua hari..
aku menuju rumah Sung Ma..
"mama" sapa Xiao
"Xiao, tadi mama kesini kamu baru datang kenapa sekarang udah mau pergi lagi?"
"aku mau ke tempat acara Liu ma"
"oh yasudah"
setelah Xiao pergi..
barulah aku menceritakan semua hal yang mengganjal dalam pikiran ku saat ini pada ibu angkat ku ini, orang yang sebenarnya bisa kapan saja meninggalkanku..
-POV AUTHOR-
malam tiba..
dimana setelah Nada selesai mengutarakan isi hatinya kepada Wang..
Nada yang melihat suasana hati Lin seperti ada masalah, ia berfikir mungkin Lin sedang akan bercerita juga pada Wang tentang masalahnya
tapi ketika Wang juga menyadari Lin datang..
ia kaget.. bingung..
"kamu kenapa tidak mengirimku kabar lebih dulu baru datang seperti biasanya" tanya Wang
"aku ingin memberikanmu kejutan, tapi aku yang speechless"
"kamu sedang salah paham"
"iya, aku salah paham mengartikan tentang perasaan ini" jelas Lin
Lin berpamitan pulang tanpa berkata lagi..
sementara Xiao yang baru dapat undangan melalui pesan chat di line dari Liu untuk melihat Liu konser..
esoknya ketika disekolah..
"ehm" sapa Xiao
"hai" jawab Lin
"kamu masih pagi kenapa kusut?"
tak lama Wang pun datang
"Xiao" sapa Wang
"eh.. hai Wang, eh sini aku rasa konser Liu bulan depan harus dukung dengan kedatangan kita deh gimana, bisa?" tanya Xiao
Xiao merasa memang sedang ada hal yang aneh dengan Lin dan Wang
__ADS_1
"oh aku ganggu ya.. yasudah permisi aku lewat" ucp Xiao
"enggak" jawan Lin dan Wang bersamaan
Xiao melirik keduanya heran..
tak lama Liu turut datang hampir bersamaan dengan Hyung
"hai Xiao" sapa Hyung
"hem" jawab Xiao melirik arah Hyung dan Liu
Liu senyum senyum malu ke arah Xiao dan disambut lirikan oleh Xiao
"terimakasih" ucap Liu di telinga Xiao
"untuk?"
"untuk semalam" bisiknya lagi
"okeh"
"kalian semalam ngapain?" tanya Hyung
Xiao dan Liu bersamaan menatap Hyung menyuruhnya kecilkan suara
"kamu dari mana sama dia semalam?" tanya Hyung berbisik
"aku..."
"nemenin aku nonton" ucap Liu
"lain kali kamu harus nemeni aku juga basket" bisik Hyung..
hari berjalan..
sangat lambat.. bagi Lin..
Lin sering menyadari kedekatan Xiao dan Wang
ia menyadari, sebelum kenal dengan nya seperti sekarang memang Wang dekat lebih dulu dengan Xiao
suatu ketika..
Wang memberikan daging yang baru dimasaknya untuk Xiao.. Wang benar lupa pada Lin..
sampai akhirnya boomerang pecah...
ketika Wang menyapa mengapa Lin berubah..
"kamu yang berubah" ucap Lin dengan nada suara kerasnya
"berubah bagaimana? aku masih sama dengan Wang yang dulu"
"beda" bentak Lin
"beda beda gimana sih"
"pokoknya kamu beda" teriak Lin
"kecilkan suaramu, didengar orang dikira mereka apa" bentak Wang
Liu yang melihat Lin dan Wang ribut.. memberi tahukan Xiao
"Xiao" ucapnya sembari memberikan kode mata kepada nya
Xiao dan Liu mendekati keduanya
"Wang.. Lin...?" sapa Xiao
Lin melirik arah Xiao kesal lalu membuang muka nya dan Wang menunduk terdiam
"kalian ribut, ada masalah katakan padaku" jelas Xiao
"enggak" jawab kedua nya bersamaan
"kalian aneh, dari kemaren kemaren, lebih saling diam, masalah apa sih? katakan, aku bisa bantu mungkin?" ucap Xiao
"iya, Xiao benar, mungkin ada yang bisa aku atau Xiao, atau lainnya bantu kenapa tidak bantu?" jawab Liu
"enggak ada apa apa kok Liu, Xiao, kalian santai saja" ucap Wang
"masih nutupi didepan mereka, aku diam, aku diam Wang kamu selama ini dekat dengan Xiao lebih peduli pada Xiao" jelas Lin
"aku?" tanya Xiao
"iya.. kamu tanya masalahnya apa? masalahnya ya kamu" jelas Lin
Xiao mendekati arah Lin dan menatap Lin dengan andalan tatapan tajamnya
"Xiao, sudah sudah" sapa Liu
"aku tidak suka berbelit belit, katakan saja, apa maksudnya?" tanya Xiao
"kamu tidak suka atau suka semua harus dilakukan, bagaimana aku? aku tidak suka tapi dipaksa melakukan?" tanya Lin
"lakukan? paksa? katakan maksud yang jelas?" bentak Xiao
"ehmm enggak, kamu salah paham, dia lagi sensi aja kok" jawab Wang
Wang menarik tangan Lin berniat pergi tapi Xiao tetap masih penasaran
"Waaaang.. lepaskan dia" ucap Xiao
Xiao mendekati keduanya dan berdiri tepat didepan Lin
"katakan" jelas Xiao
"lupakan" ucap Lin
"Lin... kita kenal bukan setahun duatahun, tiga tahun.. kita kenal sejak awal kita mengenal masa sekolah, aku tau siapa kamu, coba katakan"
"malam itu, bibi Nada datang kerumah Wang dan meminta Wang untuk bisa menjaga kamu jika bisa mengambil hati mu, sejak itu aku merasa sejak itu, Wang lebih perhatian padamu"
Lin menjelaskan semua hal tentang Nada yang meminta bantuan Wang untuk mendapatkan Xiao
sebenarnya Lin benar, Wang seperti mendapatkan satu kepercayaan untuk mendekati, makadari itu ia lupa.. bagaimana hubungannya dengan Lin
"bukannya paman ini papa nya Zhi Ma?" tanya Xiao
__ADS_1
"oh.. iya.. iyaa.. saya papa nya Zhi"
"emm.. pelayan, berapa semua?"