
"Oh begitu, bisa dibilang dekat berpacaran juga enggak tapi bahagia deh" ucap devi
"Ya gitu deh"
Paginya, saat hari Minggu. Hari biasanya lebih awal berangkat kebetulan libur karna ada bookingan orang
Pagi sudah lumayan menjelang siang, Pras datang ke kost devi
Devi yang berada didepan kost nya sedang aku didepan televisi, terdengar dari luar memanggilku
Aku keluar. Yang ternyata sudah ada Pras
"Pak Pras?" Ucapku
"Ini" menyodorkan bungkusan
"Aku masuk dulu ya mal, pak" ucap devi
"Ya" ucap pras
"Apa ini?" Tanyaku pada bingkisan
"Baju, biar gak pinjam pakai devi, nantik kamu ngerepoti"
Sering bercerita dengan devi, mengantarkan aku dan devi ke lubang persahabatan yang erat..
Setelah enam bulan bekerja, belum setahun juga tiba-tiba Pras menarik ku saat aku sedang bekerja
"Pra... Eh pak Pras.." ucapku
"Aku mau bicara, kemaren kan kamu juga katanya tapi belum sempat" ucap nya
"Oh iya, aku mau tanya juga" ucapku
"Yaudah sini duduk"
"Tapi gak enak kan pak, banyak customer sama karyawan lain"
"Yaudah saya tunggu kamu di ruang tunggu belakang kasir"
"Baik"
Tak lama aku menemui nya
"Pak" panggilku
"Duduk sini mal, dan sekarang kamu dulu bilang"
"Oh iya, soal jabatan, kamu bilang hanya pegawai disini, ternyata kamu pemilik kan" tanyaku
"Iya memang, kamu sudah tau? Dari?"
"Banyak, semuanya, terutama devi tentunya"
"Oh, yaudah sori, udah kan sekarang aku"
"Okeh"
"Aku mau nawarin kerja di rumahku, lebih santai dari sini kok"
"Kerja apa?"
"Asisten rumah tangga"
"Kerjanya bagaimana?"
Pras menjelaskan ku tentang cara kerja nya,
Asal ada dia dirumah, aku harus ada dirumah nya, bekerja seperti mencuci baju piring, nyapu dll..
Tapi kalo Pras pulang, aku boleh pulang.. jadi intinya, Pras datang aku harus datang stay dirumahnya, dan saat pras berangkat aku pun boleh pulang
Yang ku tau, Pras berangkat pagi, pulang sebelum magrib
Artinya aku harus ada dirumahnya ya malam sampai subuh
"Jadi aku dirumah bapak malam sampai subuh?" Tanya ku
"Ya setidaknya sebelum aku datang kamu datang, sore lah, dan sebelum aku pergi juga kamu jangan pulang duluan, bagaimana? Bisa?"
Tawaran yang menggiurkan bukan, karna memang aku butuh banyak uang untuk membantu ekonomi keluarga
"Baik pak saya mau tapi saya masih boleh kan kerja disini" ucapku
"Masih kerja disini?"
"Iya boleh?"
"Yaudah terserah, atau gini, saya kasih jam khusus kerja buat kamu sama seperti pegawai senior di jam 10 sampai jam 2 siang saja, bagaimana?"
"Serius pak?"
"Iya tanpa gaji potongan"
"Baik pak makasih"
Akhirnya aku mengambil semua job di kafee maupun dirumah pras..
Dihari pertama kedua ketiga biasa aja, hari selanjutnya beberapa tetangga sudah mulai curiga dengan pekerjaanku yang sering berangkat malam habis magrib pulang setelah subuh..
"Itu anak nya buk mistin sama pak Badrus si Kumala sering ya pulang pagi berangkatnya malam"
"Katanya kerja Bu"
"Kerja apa sih di jam segitu, kalo bukan anak nakal"
"Hus, jangan ngomong gitu, sapa tau memang jam nya segitu"
"Udah lah percaya deh, pasti itu dia jadi wanita penghibur"
__ADS_1
Banyak tetangga membicarakan pekerjaan malamku, tapi uang sekarang kubutuhkan, karna ayah sedang sakit keras, ibu pun tak ada waktu banyak untuk berjualan keliling lagi untuk mengurusi ayah
Sampai suatu hari devi bertanya padaku
"Kamu sibuk ya mal? Sering kita gak kaya dulu" ucap devi
"Iya Dev, sibuk sangat sibuk" ucapku
"Tetanggaku banyak yang bilang bertanya pula sama aku, kamu kerjaannya ngapain kalo malam"
"Aku cuman ambil tambahan dirumah pak Pras, gak lebih"
Tak lama Pras menjelaskan kepada devi, dan untungnya devi mengerti
"Kamu ngerti gak, sebelum kamu jelasin pun aku bisa mengerti kondisinya kok mal" ucap devi
"Makasih devi"
Devi menguatkan ku, untuk terus jalan tanpa melihat arah belakang dan samping alias orang lain yang berbicara memojokkan ku
Tak lama aku didekati salah satu tetangga saat aku dengan devi
Tetangga tepat didepan rumahku, baik sih tapi tak memungkiri masih aja buruknya
"Mal.." panggilnya
"Buk resi? Ada apa ya bu"
"Saya mau tanya, kamu kerja apa sih dari siang pulang sebelum sore, sore berangkat lagi rapi pulang pagi" tanyanya
"Kerja biasa kok buk, kalo siang itu si kafee mild, yang Deket sama pantai dolpin, kalo yang sore itu ya sebagai assisten rumah tangga di bos ku yang punya kafee" jelasku
"Masak, yakin cuman gitu!"
"Iya buk, saya kok saksi nya, bisa jadi jaminan juga" sambar devi
Aku melirik tajam ke arah devi, mengapa bilang begitu seyakin itu
Buk resi pun berlalu
"Dev kenapa bilang begitu?" Tanyaku
"Karna aku tau sebenernya, dan aku percaya sama kamu, bisa jaga diri, ingat ada apa-apa bilang sama aku, jangan dipendam sendiri" ucap devi
Aku langsung memeluk devi, memang hanya dia teman baru ku tapi berasa kenal dari lahir..
"Ih apa sih, malu tau mal, ntar dikira orang kita lesbian lagi" canda devi
"Devi..." Ucapku manja
Devi memelukku lagi dengan penuh tawa yang sudah meledekku
"Bercanda Kumala" ucapnya
"Maaf ya akhir ini aku jarang main sama kamu, jalan bareng, hangout"
"Udah santai sih, kan masih ada wayan"
Aku pun berlalu, seperti biasa aku hanya duduk diam menunggu waktu kerja ku sementara devi yang sudah lebih awal kerja sudah standby, setelah jam ku, aku mulai kembali kerjaan ku di kafee
"Kumala" seseorang memanggil ku
Bian, teman sekerja ku, senior, shift nya sama denganku, ia memanggilku
"Kak bian? Ada apa ya kak" Ucapku
"Sini, aku mau bicara"
Bian menarik ku ke ruang ganti
"Kenapa kak?" Tanya ku
"Kamu ada hubungan apa sama pak Pras? Pacaran?" Tanya bian
"Enggak, kata siapa kita pacaran?"
"Banyak anak-anak ngomongin kamu, kamu gak nyadar ya jadi buah bibir?"
"Nyadar kok kak tapi bagaimana lagi, hidup itu kan memang keras"
"Oh kamu selingkuhan nya pak Pras ya, simpanan ya" ucapnya
"Apa, ya kali kak, enggak kok, panjang ceritanya, intinya pak Pras itu bantu aku karna dia tau aku butuh banyak uang untuk ayahku sedang sakit dan ibuku harus standby mengurusnya" ucapku
"Terus terus yang katanya kamu sering menginap"
Akhirnya banyak yang mendengar juga tentang aku yang sering di rumah pak Pras
"Itu pekerjaan tambahan, aku jadi pembantu kok kak"
"Yakin?"
"Iya"
"Terus apa lagi kak"
"Enggak deh, sori aja kalo aku nyinggung masalah keluargamu"
"Aku ngerti kak"
"Semoga ayahmu cepat sembuh"
"Makasih kak, semoga Sanghyang Widhi memberimu umur panjang"
Bian menepuk pundakku pelan dan berlalu.. devi mendekatiku
"Ngomong apa dia mal" tanya devi
"Biasa, emang udah senter terdengar ke karyawan lain ya aku kerja juga dirumah pak Pras" tanyaku
__ADS_1
"Maybe.."
"Kenapa ya?"
"Karna pak Pras pemilik kafee yang cukup kaya di Bali" ucap devi
"Hemm"
Aku kembali bekerja..
Beberapa pelanggan terlihat sedang berbahagia semua.. karna apa, karna mereka menggodaiku
"Hai kakak cantik" kata anak lelaki berumur 4 tahunan
"Eh adek, adek juga tampan, mau pesan apa?" Tanyaku
"Papa, aku mau Mama dia pa" ucap anak itu
"Rega jangan gitu, gaenak sama kakak nya" ucap ayah anak itu
"No problem pak" ucapku
"Kakak, kakak udah punya adek?"
"Belum sayang, kakak belum punya adek, kamu mau jadi adek kakak?"
"Mau, kak, ayok main kerumah" ucap rega
"Iya nanti kakak main"
Pintar sekali rega, memberikan kartu nama ayahnya kepadaku
"Rega dapat dari mana itu" ucap ayahnya
"Rega ambil dari dompet papa kemaren. Udah lama pa"
"Papa kan malu Rega" ucap ayahnya bisik
"Hem boleh saya simpan pak, siapa tau ada waktu luang kan"
"Boleh" ucap ayah Rega muka memerah
Begitupun pelanggan lainnya
"Pelayan" ucap salah satu pelanggan
"Ya bisa saya bantu" ucap rekan ku dimas
"Oh kak, saya mau kakak itu yang melayani, tidak masalah?"
"Boleh, saya panggil" ucap dimas
Dimas memanggilku dan berbisik karna pelanggan ingin aku yang melayani
"Siang kak, ada yang bisa dibantu"
"Saya pesan ini, ini, ini, ini"
Beberapa pesanan sudah kucatat
"Baik pak"
"Kamu lama kerja?"
"Iya pak"
"Saya akhir akhir ini juga sering kesini sore gak ketemu"
"Iya pak saya shif nya jam 10 sampai jam 2 siang aja"
"Oh, saya Surya.."
"Oh Kumala pak"
"Oh, sudah menikah, atau pacaran atau"
"Single pak" jawabku singkat
"Oh okay, silahkan dilanjut"
Saat setelah mengirim beberapa pesanan pelanggan ke dapur..
Aku kembali melihat kondisi di ruang kafee utama, terlihat Anjani, teman kerjaku sedang kerepotan menangani komplain customer, aku mendekati, karna memang pekerjaan ku membantu begini
"Ada yang bisa saya bantu pak" ucapku
"Ini nih, waiters nya, sudah saya bilang matang tapi jangan sampai kadar kematangan nya over, agak kriuk tapi masih kenyal sedikit setengah matang" komplain customer
"Baik pak, disini saya yang bertanggung jawab, bisa saya cek?"
"Silahkan saja"
Aku meneliti dan tau apa kemauan bapak itu,
"baik pak, ini saya tau maksud bapak, biar saya ganti dan saya sendiri yang memasak" ucapku
"Baik, saya tunggu, jangan pelayan ini lagi yang mengantar, saya mau kamu"
"Baik pak"
Aku mulai masak, sebenarnya waktu kerja ku habis tapi aku harus melanjutkan
"Maafin aku ya Kumala" ucap Anjani
"Udah gakpapa, kamu kerjain lainnya"
"ngapain juga, udah gak papa, santai"
"Mala, nantik pak Pras liat kamu belum pulang bagaimana" ucap bian
__ADS_1
"Gak papa kak, kakak duluan, nanti saya yang bicara sama pak Pras, disini masih perlu saya, demi customer juga kan, dan nama baik restoran ini" ucapku
"Yakin ya, yaudah saya pulang. Kamu Anjani, kerjakan yang lain"