Satu Nama Sebuah Kisah

Satu Nama Sebuah Kisah
XLC #1


__ADS_3

dan ketika ke kantin..


"permisi" ucap Xiao


dan beberapa anak memberikan jalan begitupun dengan pekerja kantin yang langsung meninggalkan harapannya dan langsung menggarap yang di minta Xiao


selesai duduk dan makan, ia kembali kekelas


tapi ia menemukan bingkisan coklat di meja nya


Xiao langsung melemparkan makanan itu keluar kelas


"Xiao" teriak Yun Mao


"hem" jawab Xiao dengan nada santainya


"kenapa dilempar, itu coklat dari aku, aku beli sama Sap Shuk mahal"


"berapa harganya"


"250RMB"


"lunas.. ambil"


"a-aku"


"kenapa? kurang? berapa kurang tambahan?"


"enggak"


"untuk coklat harga segitu, saya bisa minta ayah saya belikan lebih banyak"


Xiao tak mendengarkan keduanya..


kelulusan tiba.. dimana ia mulai lagi mencari sekolah yang cocok untuknya..


dan di hari pertama nya, Fu Zao kembali menemaninya..


untuk saat ini, ketika anaknya masuk..


Fu Zao menelfon kepala sekolah dan pemilik sekolah sekaligus untuk mengantarnya tour school..


Fu Zao mendapati toilet yang hanya berisi masing masing 2 kamar untuk laki dan 2 kamar untuk perempuan


meminta sekolah menambah supaya ketika Xiao ketoilet tidak perlu mengantri dan memperluas lahan kantin, juga membangun lapangan untuk basket, karna Xiao adalah pecinta basket


semua atas tanggungan Fu Zao


ketika masuk pertama..


Xiao mengenalkan diri kepada seluruh teman di kelas nya..


"perkenalkan, nama saya Xiao Lieng Cheu"


"hai Xiao" sapa teman sekelas


"kakak saya kerja di perusahaan Feng Liang, semoga kamu betah di sekolah ini ya"


"iya pak, terima kasih"


dan ketika seorang lelaki mengenalkan dirinya..


Xiao penasaran dengan anak laki laki ini bernama Wang Tyang


dan ketika jam istirahat dimulai..


Xiao sedang tidak ingin keluar dari kelas..


ia menyalakan musik menggunakan airphone


tapi ketika pertengahan musik, ia melihat seseorang sedang menarik baju Wang Tyang


membawa nya keluar kelas


dan Xiao melepaskan Airphone nya


"mana uang.. kamu kan orang kaya, sini" ucap senior kelas yang membawa Wang Tyang


"ini kak" ucap Wang Tyang


"makasih yah, anak pintar, besok bawa sarapan jangan pake lupa lupa" bentak lelaki yang di ketahui bernama Hua Sin


dia cukup dikenal, senior yang cukup disegani karna begundalnya, ia bahkan sering meminta uang tak jarang merampas jatah sarapan yang dibawa oleh murid dari rumahnya


tapi ketika ia membawa Wang Tyang, itu awal utama Hua Sin berurusan dengan Xiao


"sejak kapan mereka begini?" tanya Xiao pada Wang Tyang


"se-sejak hari kelima" jawab Wang Tyang


"kenapa diam?"


"gak berani lah saya Xiao"


Xiao menarik baju Wang Tyang


membawa nya ke depan Hua Sin


"he.. ada apa ini" tanya Hua Sin


"berapa kali dia memperlakukan mu seperti tadi" tanya Xiao


"ehmm.. em.."


Wang Tyang sesekali melirik arah Hua Sin karna takut


"jawaaaab" bentak Xiao


"bentar bentar, urusan kamu itu apa, tiba tiba datang" tanya salah satu teman Hua Sin


"diam" bentak Xiao


dan karna kesal, Xiao menarik kerah baju Wang Tyang

__ADS_1


"katakan, atau...."


"su-su-sudah sebulan lebih" jawab Wang Tyang


Xiao melepaskan kerah baju Wang Tyang dan meminta uang tadi mereka bawa dikembalikan


"he.. tidak tidak, tidak semudah itu, kamu siapa suruh suruh, kamu tau saya siapa?" tanya nya


Xiao Mengangkat kakinya dan menendang kepala  Hua Sin


ketika dua teman Hua Sin akan membantu, Xiao menahan tangan salah satu teman Hua Sin, dan menendang satu lagi teman Hua Sin


terjadi perkelahian, disana..


tapi Xiao menang..


"saya kasih kalian waktu, kembalikan dari awal uang yang sudah kalian ambil dari Wang Tyang" bentak Xiao


"ta-"


"seminggu" jelas Xiao, menarik lengan Wang Tyang masuk ke kelas..


ketika pelajaran akan dimulai setelah terjadinya peristiwa itu..


esoknya kepala sekolah memanggil Xiao dan Wang Tyang


yang sudah ada Hua Sin di ruang kepala sekolah


"kalian benar benar ya, ini sekolah, bukan rumah kalian, karna ini keterlaluan, dan kamu Hua Sin, saya panggil orang tua kamu terakhir kali ini, kamu lakukan lagi pihak sekolah keluarkan kamu, dan kalian, Wang Tyang dan Xiao orang tua kalian juga saya panggil" jelas kepala sekolah


dan Xiao membawa surat panggilan untuk orang tua dari sekolah


"omaa" ucap Xiao menyodorkan surat panggilan


"dari sekolah? baru masuk kenapa kamu dipanggil?"


"biasa oma, ada yang gangguin, aku gak suka kalau dikelas ada yang gangguin temen aku"


"yaudah kasih ke papa mu"


"nanti malam deh"


"ya sekarang lah,, ayo bangun, mandi, sekarang, jadi nanti malem bisa belajar tenang"


"omaaa"


"omah temenin, ini dapat undangan dari temen sekolah mama"


"yaudah deh, kalau ada temen kan ada yang di ajak bicara"


setelah sampai..


"maa" sapa Xiao


"Xiao, eh mama"


"ini, anterin Xiao, ketemu kamu sama papa nya katanya, mama anterin ini juga undangan dari Chu Zuhn" ucap Sung Ma


"Chu Zuhn bilang Ulang tahun anaknya yang baru masuk sekolah, dirayakan  jadi undang kamu sama Fu Zao, mama diminta datang tapi malam, mama capek kalau malam"


tak lama Fu Zao datang


"ma" sapa Fu Zao


"eh dateng nak"


"iya, ada apa ma?"


"ini undangan dari Chu Zuhn, ulangtahun anaknya"


"anak?"


"iya, yang baru masuk sekolah"


"oh yang kecil, ya ya makasi ma"


"dan itu juga, Xiao mau ketemu papanya"


"Xiao?"


"iya, ada yang mau diomongkan"


"ada masalah ma?"


"iya.. ada.. itu tanya aja sama dia"


dan Fu Zao menyapa Xiao..


"pa.." ucap Xiao memeluk ayahnya


"hemm... ada apa?"


"kangen"


"kangen? kata oma.."


"oh iya, ini surat panggilan buat papa"


"besok, kamu ada masalah apa?"


"jadi gini pa, aku tau dari temen temen ada yang sok nge bos disekolah, ya aku gak peduli pa, selama gak ganggu aku, eh dia ganggu temen sekelas ku, ya keganggu aku nya pa, ketua kelas ku juga diganggu, jadi aku hajar aja dia disekolah" jelas Xiao


"jadi kamu hajar dia disekolah?" tanya Nada


"iya ma, kesel, seenaknya aja, iya kalau diluar kelas gak peduli aku ma"


"yaudah besok papa datang.. jam 8 ya"


"iya pa"


esoknya..


Fu Zao benar benar datang..

__ADS_1


sesampainya, sudah ada Xiao didalam ruang kepala sekolah


"nah, sudah kumpul semua datang.. biar saya jelaskan" ucap kepala sekolah


dan setelah penjelasan..


"bukannya anak saya benar? dia seniorita, harusnya membantu bukan menyusahkan" tanya Fu Zao Santai


"tapi pak, anak anda kan yang menghajar anak saya" ucap ayah Hua Sin


"ya karna ada alasannya bapak, kalau anak anda tidak menganggu ya untuk apa anak saya memberi pelajaran?" tanya Fu Zao santai


"ya harusnya tetap, ganti kerugian saya membawa anak saya kedokter, itu gak gratis"


"saya tanggung semua, tapi bapak harus berkaca ke kaca lebih besar.. siapa disini yang salah"


"ya pak, saya tau bapak orang cukup dikenal, tapi bukan berarti menyalahgunakan nama besar anda untuk melindungi anak anda yang kasar"


Fu Zao berdiri dan memukul meja kepala sekolah


"saya tanya berapa biaya anak anda berobat, katakan dengan keras, sebelum saya ganti pikiran untuk memberikan anda pelajaran" jelas Fu Zao


"maaf pak, gak usah pak" ucapnya berjalan keluar ruang


ayah Hua Sin tidak ingin berlanjut, karna ia tau sedang berhadapan dengan orang seperti apa..


"pak" panggil Fu Zao menahan keduanya keluar


"maaf maaf pak"


"dan satu, kembalikan uang yang sudah diambil anak anda sejak pertama kali kepada teman anak saya, saya tidak meminta nya kembalikan semua uang yang dia ambil dari korban lain"


"baik pak"


sesampainya dirumah, bahkan Hua Sin dimarah besar besar karna berurusan dengan anak Fu Zao


esoknya..


Wang Tyang menyapa Xiao dan menyodorkan kotak makan isi nasi goreng buatan Wang Tyang


"apa ini?" tanya Xiao


"tanda terima kasih aku kemaren"


"emm.. santai aja, gak perlu sogokan"


enggak, gak kok, bukan bukan, ini aku tulus"


"emm.. apa ini?"


"nasi goreng"


"emm"


"buatanku loh"


"emmm.. aku sudah makan tadi, dan ini bawa sandwich untuk makan siangnya, jadi makasih"


"gakpapa bawa aja"


"ya kasih aja ketemen lain, dari pada basi, nasi goreng tidak bisa tahan cukup lama"


"ta-"


"nanti kalau bawain lagi, pas aku belum makan, baru ku makan"


"tapi"


"kalau tidak dikasih teman, buang saja"


"eh jangan, yaudah kasih saja"


Xiao sebenarnya terkesan dengan Wang Tyang, tapi gengsi nya cukup besar apalagi jika dikatakan pada lelaki seperti Wang Tyang


tapi sejauh ini, Wang Tyang orang pertama yang bisa berteman dekat dengan Xiao


ketika seminggu berlalu, dan Hua Sin mengembalikan uang Wang Tyang


"cari siapa?"


"cari Xiao"


Xiao menoleh..


"masuk saja, itu anaknya"


Hua Sin menyapa Xiao


"mau kembalikan uang Wang Tyang" ucap Hua Sin


"itu orangnya, kembalikan saja" jawab Xiao


dan ketika Hua Sin akan pergi..


"tunggu" panggil Xiao


"iya"


"semua, dengarkan saya, siapa selain Wang Tyang yang di perlakukan sama oleh Hua Sin" tanya Xiao


"enggak ada, cuman Wang Tyang kok" jawab Hua Sin


"gak ada kan? baik, dan kamu, Hua Sin, dengar saya, kamu terserah ya mau ngapain saja diluar kelas saya, tapi jika kamu mengganggu seorang oun dikelas saya, urusan dengan saya, saya gak suka melihat hal seperti yang kamu lakukan kepada Wang Tyang"


"iya Xiao"


"dan katakan ke pendekar atau penguasa lainnya.. disini ada Xiao.. okeh, baik, boleh pergi.. silahkan.."


dan sejak itu..


beberapa teman kelas Xiao yang tadinya bersikap cuek, bahkan mungkin tidak ingin berurusan dengan Xiao, kini mensegani Xiao


Xiao dipercaya oleh teman satu kelasnya untuk memberikan pelajaran bela diri yang dia bisa lakukan.. yaa pertahanan dalam menghadapi musuh, adalah ajaran Fu Zao, ternyata bukan hal membuang waktu dan menjadi sia sia.. tapi kebaikan tetap dilakukan Xiao karna ajaran Nada yang menetralkan ajaran keras Fu Zao

__ADS_1


__ADS_2