
Malam hari.
Asyila merenggangkan otot-ototnya ketika baru saja menyelesaikan pekerjaan kantor yang cukup banyak, pekerjaan yang benar-benar menguras tenaga dan otaknya.
“Sudah malam, kenapa masih disitu? Sini naik dan tidurlah diatas dada Mas!” pinta Abraham sambil menepuk dadanya sendiri yang saat itu tengah bertelanjang dada.
Asyila tak banyak bicara, malam itu ia merasa ingin langsung tidur dan tak memikirkan banyak hal mengenai apapun.
“Syila kenapa diam saja? Tidak enak badan kah?” tanya Abraham penasaran.
Asyila menggelengkan kepalanya dan bergegas naik ke atas tempat tidur dengan wajah yang nampak memucat.
“Sepertinya Syila memang sedang sakit, besok Mas akan meminta Ibu menemani Syila ke rumah sakit,” tutur Abraham.
“Asyila baik-baik saja, Mas. Wajah Asyila seperti ini karena sekarang jarang sekali yang namanya bersolek. Atau mungkin, karena Asyila beberapa hari ini kurang tidur,” ucap Asyila menebak-nebak penyebab wajahnya yang terlihat memucat.
Abraham mengernyitkan keningnya dan tak sengaja menoleh ke arah kalender tanggal yang berada di atas nakas.
“Mungkin bentar lagi Syila datang bulan, makanya beberapa hari ini terlihat kurang sehat.”
Deg!
Asyila tertegun mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh suaminya.
Datang bulan? Ini sudah bulan berapa?
Asyila cepat-cepat beranjak dari tempat tidur dan bergegas mengambil kalender tanggal tersebut. Wanita muda itu sangat serius ketika melihat angka-angka yang terpampang jelas di kertas tersebut.
“Kenapa sangat serius begitu?” tanya Abraham melihat Sang istri tengah membolak-balik halaman kalender tanggal tersebut.
Ah, sepertinya aku hanya kelelahan saja.
Asyila berpikir bahwa dirinya sedang dalam keadaan yang sangat lelah. Sehingga menstruasi terlambat untuk waktu yang cukup lama.
“Syila!” panggil Abraham sambil menyentuh bokong istri kecilnya.
Asyila terkesiap dan meletakkan kembali kalender tersebut. Kemudian, kembali merebahkan tubuhnya di dada suaminya.
“Mas, malam ini kita langsung tidur ya! Asyila sangat mengantuk dan sangat lelah,” pinta Asyila.
“Tidurlah, setengah dua Mas akan membangunkan Asyila dan seperti biasa kita akan sholat tahajjud,” terang Abraham sambil membelai lembut rambut panjang Asyila.
***
Asyila terbangun dari tidurnya dan cepat-cepat turun dari ranjang, dengan langkah lebar ia masuk ke dalam kamar mandi.
“Alhamdulillah,” ucap Asyila lega karena akhirnya ia bisa buang air kecil.
Wanita muda itu tidak langsung melanjutkan tidurnya, tenggorokannya malam itu terasa sangat kering dan Asyila memutuskan untuk pergi ke dapur.
__ADS_1
“Ternyata sudah jam 11 malam,” ucap Asyila ketika sekilas melihat ke arah jam dinding.
Asyila keluar dari kamarnya dengan sangat hati-hati, wanita muda itu tak ingin membuat suara yang dapat membuat suaminya terjaga.
“Bunda,” ucap Arsyad yang tiba-tiba muncul dibelakang Asyila.
Asyila terjatuh dan hampir saja ia terjungkal karena Arsyad tiba-tiba datang.
“Sayang, kamu kenapa malam-malam bangun?” tanya Asyila sambil menuntun buah hatinya bergeser menjauh dari pintu kamar suaminya.
“Bunda, Arsyad tadi mimpi buruk. Arsyad takut Bunda,” jawab Arsyad dan menangis dengan tangisan yang begitu menyedihkan.
Asyila berjongkok dan mencoba menenangkan Arsyad dengan cara memeluk tubuh Arsyad.
“Sayang, itu hanya mimpi buruk. Mimpi buruk seperti itu karena Arsyad sebelumnya tidak baca Do'a, benar 'kan?” tanya Asyila memastikan.
Dengan polosnya, Arsyad mengiyakan hal tersebut.
“Tu 'kan, bukankah Bunda selalu mengingatkan Arsyad dan juga adik Ashraf untuk selalu berdo'a sebelum tidur.”
“Maaf, Bunda,” ucap Arsyad.
“Iya sayang, Bunda memaafkan Arsyad. Sekarang Arsyad tidur lagi ya nak, Bunda temani sampai Arsyad tidur!”
“Benar Bunda?” tanya Arsyad memastikan bahwa Bundanya benar-benar menemaninya hingga ia tidur.
Sesampainya di dalam kamar, Arsyad langsung naik ke tempat tidur dan Asyila pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Arsyad.
“Sekarang baca Do'a sebelum tidur ya sayang!” pinta Asyila.
“Bismillahirrahmanirrahim.
Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut,” ucap Arsyad.
“Artinya?” tanya Asyila.
“Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati.”
“Sekarang tidurlah!” Asyila membelai lembut rambut buah hatinya dan berharap buah hatinya itu segera tidur.
Beberapa menit kemudian.
Asyila menghela napasnya dan menciumi pipi kedua buahnya secara bergantian. Setelah itu, ia bergegas keluar dari kamar untuk segera pergi ke dapur.
“Alhamdulillah,” ucap Asyila setelah meneguk habis segelas air.
Setelah menyegarkan tenggorokannya yang kering, Asyila pun kembali ke kamarnya. Baru saja ia masuk ke dalam kamar, ia dikejutkan dengan suara ponselnya. Karena tak ingin membuat suaminya terbangun, Asyila cepat-cepat mengambil ponselnya dan hal yang tak terduga pun terjadi.
Tubuh Asyila seketika itu gemetar hebat, ia ketakutan karena isi pesan tersebut menyangkut nyawa keluarganya.
__ADS_1
“Asyila, aku akan membuat keluargamu mati. Akan ku pastikan itu.” Begitulah isi pesan singkat yang entah dari siapa.
Wanita muda itu terkulai lemas tak berdaya, ia menangis sambil menutup mulutnya rapat-rapat takut jika suaminya terbangun.
Ya Allah, apalagi ini? Kenapa keluarga kami harus mengalami hal yang membuat kami tidak tenang. Tolong kami ya Allah, siapapun orang yang mengirimkan pesan itu, tolong buatlah ia sadar.
Asyila menangis ketakutan, ia berharap suaminya tidak terbangun dari tidurnya dan jika benar suaminya terbangun, sudah pasti suaminya itu akan berpikir keras dan itu bisa mengganggu kondisi kesehatan suaminya.
Ponsel itu kembali berbunyi dan isi pesan singkat tersebut semakin membuat Asyila ketakutan.
“Sepertinya akan sangat seru jika anakmu yang pertama kehilangan nyawanya.”
Asyila mengepalkan tangannya kuat-kuat dan berjanji akan segera menemui orang jahat tersebut secara langsung, Asyila tak peduli jika harus kehilangan nyawanya. Yang terpenting baginya adalah menjaga keluarganya agar aman dari kejahatan orang-orang yang sengaja ingin mencelakakan keluarga kecilnya.
Karena tak ingin suaminya terbangun, Asyila cepat-cepat memblokir nomor tersebut dan menghapusnya. Sebelumnya Asyila sudah sering menghadapi orang-orang jahat, akan tetapi lain halnya dengan yang satu ini. Siapapun orangnya, sudah pasti orang tersebut sudah mengenal keluarga Asyila.
Kalau tidak begitu, kenapa orang tersebut mengirim pesan ancaman dan menyebutkan nama salah satu putranya.
“Ya Allah, tolong jaga keluarga kami,” pinta Asyila sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Asyila mencoba untuk segera tidur, akan tetapi pikirannya sedang tidak tenang dan bisa dikatakan sedang berantakan.
Pukul 02.15
Abraham terbangun dari tidurnya dan melihat waktu yang sudah menunjukkan pukul 02.15. Ia pun menggerakkan tubuhnya istri kecilnya dan membelai lembut punggung istri kecilnya agar segera terbangun.
Asyila pun terbangun dengan kepala yang sangat sakit, ia langsung teringat dengan isi pesan singkat berupa ancaman tersebut. Akan tetapi, Asyila memilih untuk bungkam dan tak memberitahukan hal tersebut kepada Sang suami tercinta.
“Syila kenapa?” tanya Abraham panik ketika melihat mata Sang istri membengkak atau sembab.
“Syila tidak kenapa-kenapa, Mas,” balas Asyila yang tidak berani melihat suaminya karena matanya yang sembab.
“Apa Syila bermimpi buruk lagi?” tanya Abraham.
Asyila pun mengiyakan pertanyaan dari suaminya.
“Besok, pokoknya kita pergi ke rumah sakit. Atau begini saja, besok siang Dokter yang menangani Mas akan datang. Mas akan meminta Dokter membawa perawat agar sekalian memeriksa kondisi Syila, bagaimana?” tanya Asyila.
“Baik, Mas,” jawab Asyila yang tak ingin banyak bicara.
Kepala Asyila saat itu benar-benar sakit, sakit yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan.
“Mas, Asyila ke kamar mandi dulu ya,” ucap Asyila dan ketika Abraham ingin mengiyakan, Asyila lebih dulu beranjak dari tempat tidur dan dengan langkah lebar wanita muda itu masuk ke dalam kamar mandi.
Sebenarnya apa yang sedang dipikirkan oleh istriku? Kenapa akhir-akhir ini Syila terlihat tidak sehat.
Abraham bertanya-tanya dalam pikirannya, sungguh ia sangat khawatir dengan kondisi istri kecilnya yang semakin hari terlihat semakin kurus.
Dan hal itu juga yang membuat Abraham ingin cepat-cepat berjalan normal agar bisa menghibur dan membawa istri kecilnya kemanapun yang istrinya inginkan.
__ADS_1