Abraham Dan Asyila 2

Abraham Dan Asyila 2
Kekuatan Para Wanita


__ADS_3

“Ayolah! Lagipula kalau alat vitalnya kita pukul, sudah pasti mereka kikuk,” ucap Tutik begitu santainya.


Asyila tercengang mendengar ucapan santai Tutik yang dengan gampangnya mengatakan hal itu. Akan tetapi, Asyila tidak bisa melakukan hal seperti itu.


“Masih ada cara yang lain dan tidak harus sampai melakukan hal itu,” sahut Asyila.


“Berarti, kita akan melakukan hal itu saat keadaan mendesak, setuju!”


“Setuju!” seru mereka tapi, tidak dengan Asyila.


Waktu terus berlanjut, Asyila dan yang lainnya masih terus membahas rencana mereka untuk melumpuhkan lawan.


Keyakinan mereka semakin besar ketika ide-ide mereka bersatu dan bersiap untuk melakukannya.


Pukul 11.12 WIB.


Asyila memberi isyarat kepada lima wanita muda untuk membuat kegaduhan. Dengan cepat, mereka beraksi seakan-akan sedang bertengkar hebat.


Hal itu mereka lakukan agar Madam dan kelima bawahannya datang ke ruangan pengap tersebut.


“Tidak! Ini milikku!”


“Tidak bisa! Hanya aku yang boleh memiliki!”


“Akkkhhhh!”


“Ini punyaku!!!”


Yang lainnya hanya duduk diam bersandar pada dinding dengan memasang ekspresi ketakutan.


Madam yang sedang bersantai-santai dengan bawahannya terkejut mendengar suara kegaduhan dari wanita-wanita malang di dalam ruangan pengap.


“Ayo kita periksa!” ajak Madam dan berlari kecil menuju ruangan pengap itu.


Ketika Madam membuka pintu, matanya langsung terbelalak lebar. Ia benar-benar terkejut sekaligus kalang kabut menangani para wanita yang sedang bertengkar serta aduk mulut.


“Berhenti!” Teriak Madam sekeras mungkin.


Mereka yang sedang berpura-pura bertengkar, serempak menengok ke arah Madam dan di detik berikutnya, mereka kembali berteriak dan saling menjambak rambut.


Madam menoleh kebelakang dan memerintahkan semua bawahannya untuk memisahkan para wanita yang tengah membuat gaduh.


Mendapat perintah, mereka langsung mendekati para wanita itu. Akan tetapi, mereka terkejut ketika para wanita itu berbalik menyerang para pria.


“Mulai!” perintah Asyila pada yang lainnya.


Empat orang wanita menangani Madam dan sisanya bersama-sama memukul para pria dengan sendal, sepatu dan sapu lantai yang ada di ruangan pengap itu.


Bugh! Bugh!


Suasana semakin seru ketika Madam berhasil dilumpuhkan dengan cara kedua tangan serta kedua kakinya diikat.

__ADS_1


Dua dari pria yang sedang diserang berhasil menangkis pukulan-pukulan dari para wanita.


Akan tetapi, Asyila tidak tinggal diam. Ia akhirnya mengeluarkan jurus jitu ilmu bela dirinya.


Dengan kuatnya, Asyila menendang, memukul dan menjatuhkan lawan.


“Haaaa??”


“Whaaatttt!!!???”


Para wanita yang telah selesai mengalahkan tiga pria, tercengang melihat kelincahan dan kegesitan Asyila. Mereka benar-benar terpukau dengan kekuatan Asyila yang begitu luar bias dalam melakukan pergerakan yang sama sekali tidak bisa dibayangkan oleh mereka.


“Aa-apakah itu benar-benar Asyila?” Salah satu dari mereka bertanya untuk memastikan bahwa penglihatannya salah.


“Te-tentu saja itu Mbak Asyila,” jawab salah satu dari mereka.


Asyila terlalu fokus dengan lawan dihadapannya, sampai-sampai ia tidak melihat bagaimana mereka mengagumi sosok Asyila yang sangat kuat.


“Akkhhh!”


“Akkkkh”


Dua pria itu berteriak kesakitan setelah merasakan tendangan keras Asyila yang mengenai perut mereka dan pukul keras di tengkuk mereka sehingga merekapun pingsan seketika.


“Kenapa kalian hanya berdiam saja? Tolong ikat mereka agar mereka tidak bisa kabur!” pinta Asyila dan merapikan pakaiannya yang kotor terkena debu.


“Aku tidak pernah melihat wanita sekuat Mbak Asyila, bagaimana bisa Mbak Asyila melakukan hal seperti ini dengan mudah?”


Asyila tersenyum manis, ”Sebelumnya saya pernah bilang kalau saya punya ilmu beladiri, meskipun begitu, kalian semua juga hebat,” balas Asyila memuji kemampuan mereka.


“Ini barangnya! Ayo ambil barang-barang kita!”


Asyila mencari tas ransel miliknya dan beruntunglah dia karena semuanya masih lengkap di dalam tas.


“Alhamdulillah!” Semuanya mengucap syukur karena barang-barang milik mereka utuh tersimpan di dalam sebuah almari plastik.


Terima kasih Ya Allah... Tunggu Asyila pulang ya Mas!


“Sekarang apa yang akan kita lakukan?” tanya Mela.


“Pertama-tama kita harus menghubungi pihak berwajib untuk datang kemari menangkap mereka dan memberi laporan atas apa yang telah mereka lakukan. Kemudian, kita akan menghubungi keluarga yang bisa dihubungi untuk menjemput kita. Atau bisa juga kita kembali ke rumah kita masing-masing. Dan, bisa juga pihak berwajib mengantarkan kita untuk pulang ke rumah,” terang Asyila panjang lebar.


“Tapi, kita tidak tahu posisi kita dimana sekarang,” ucap Yuni.


“Mari kita lihat keluar!” ajak Asyila dan merekapun bergegas menuju luar.


Asyila dan lainnya benar-benar terkejut ketika mereka telah berhasil keluar dari tempat itu. Kiri kanan, depan belakang semuanya hutan belantara. Seakan-akan mereka semua terkepung oleh pohon-pohon besar dan sudah tua.


“Meskipun kita sudah bisa mengalahkan mereka, akankah kita bisa keluar dari hutan ini?” Salah satu dari mereka mulai ketakutan dan menangis. Ia mengira bahwa usaha mereka untuk kabur menjadi sia-sia.


Bukan namanya Asyila kalau wanita muda itu tidak bisa menenangkan Yuni. Asyila selalu mampu untuk menangani hal-hal yang menurut kebayangkan orang sulit, namun menurutnya ia bisa melakukannya.

__ADS_1


“Apa yang kita lakukan dan kita kerjakan tidak akan menjadi sia-sia selama kita mampu dan percaya. Sekarang lebih baik kita mandi, kemudian kita sholat Dzuhur bersama-sama!” ajak Asyila yang terlihat sangat dewasa dalam pemikirannya.


“Ya, kamu benar Asyila. Terima kasih karena usaha kamu untuk meyakinkan kami. sehingga kami bisa berhasil seperti ini,’’ sahut Tutik.


“Ini semua berkat kekompakan kita, selama kita yakin Allah bersama kita, Insya Allah semuanya akan baik-baik saja,” balas Asyila.


Beberapa saat kemudian.


Polisi akhirnya tiba dan segera meringkus pelaku penculikan serta protitusi secara paksa.


Asyila menghubungi polisi tidak menggunakan ponsel miliknya. Dikarenakan, ia tidak ingin sang suami tahu keberadaannya dan keahliannya dalam ilmu beladiri bisa terbongkar.


“Terima kasih atas kerjasama kalian dan terima kasih atas semua informasinya,” ucap salah satu polisi setelah melakukan interogasi kepada pada korban penculikan termasuk Asyila.


Disaat yang bersamaan, para keluarga yang berhasil dihubungi datang menjemput mereka. Ada pula yang tidak memiliki keluarga dan polisi yang akan menangani kepulangan korban-korban tersebut.


Mereka akan dijamin pulang ke daerah asal mereka dengan selamat.


“Pak, tolong antarkan saya sampai ke kota!” pinta Asyila.


“Mbak tenang saja, siapapun disini yang tidak bisa dijemput atau sudah tak memiliki keluarga, kami para abdi negara akan mengantarkan kalian sampai tujuan dengan selamat,” terang sang polisi.


“Alhamdulillah!” Mereka bersyukur karena akhirnya mereka bisa terbebas dari dunia malah yang benar-benar membuat hidup mereka berantakan.


Madam dan lima bawahannya terus saja berkata kasar, mereka geram dengan apa yang dilakukan oleh para wanita terutama Asyila yang membuat semangat mereka bangkit.


“Tunggu saja sampai kami keluar dari penjara, aku bersumpah akan membunuhmu!” teriak Madam mengancam Asyila.


Asyila sama sekali tidak takut, ia percaya bahwa Allah akan melindungi orang-orang baik.


“Pak, tolong nama saya dirahasiakan dan jangan sampai dikenal publik!” pinta Asyila.


“Mbak tenang saja, kami tidak akan mempublikasikan Mbak,” jawab sang polisi dengan begitu serius.


Asyila bernapas lega, ia memang tidak ingin apa yang dilakukan sampai ketahuan oleh sang suami ataupun keluarganya.


“Karena semuanya sudah selesai, mari ikut kami!” ajak polisi yang lainnya.


Asyila dan beberapa wanita lainnya akhirnya masuk ke dalam mobil untuk diantarkan pulang.


Asyila tidak sabar untuk melihat suami serta putra kecilnya yang menggemaskan.


“Mbak Asyila, bolehkah saya bertanya satu hal mengenai Mbak Asyila?” tanya salah satu wanita yang berada di mobil bersama Asyila.


“Boleh,” jawab Asyila dengan senyum manisnya.


“Apakah Mbak Asyila sudah menikah?” tanya nya karena selama berada diruangan pengap tersebut, Asyila tidak pernah menceritakan masalah pribadinya.


Asyila tersenyum hangat dan mengiyakan apa yang dikatakan oleh wanita muda yang duduk disampingnya.


“Iya, aku sudah menikah dan telah dikaruniai dua anak laki-laki yang lucu,” balas Asyila.

__ADS_1


Mereka yang berada di dalam mobil termasuk polisi terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Asyila. Bagaimana tidak, Asyila masih terlihat seperti gadis remaja pada umumnya. Asyila sama sekali tak terlihat seperti wanita yang telah bersuami apalagi telah memiliki dua buah hati.


Abraham 💖 Asyila


__ADS_2