
Para tim dikerahkan untuk mencari Asyila di laut lepas. Sementara Abraham terpaksa dibius karena tak ingin sesuatu hal buruk terjadi kepada Abraham, entah itu Abraham berteriak atau terjun langsung ke dalam laut untuk mencari sang istri yang kata si penculik telah mati tenggelam.
Mulai dari matahari terbit hingga terbenam, mereka belum juga mendapatkan hasil.
“Bagaimana ini? Sudah jam segini kita belum juga menemukan keberadaan Nona Asyila, apakah kita tetap mencari mengingat angin kencang seperti ini?” tanya salah satu tim yang tugasnya menyelam ke laut.
“Karena angin kencang seperti ini, sebaiknya kita lanjutkan pencarian kita besok pagi setelah subuh. Kita juga tidak bisa membahayakan keselamatan yang lainnya.”
Karena semuanya telah sepakat untuk kembali, Dayat pun terpaksa mengiyakan dan mereka pulang dengan tangan kosong.
“Apa yang harus aku katakan kepada Tuan Abraham mengenai hal ini?” tanya Dayat yang terlihat putus asa.
Dalam misi ini, hanya Edi yang tidak ikut. Dikarenakan, ia sedang ditugaskan di daerah timur untuk mengurusi pihak-pihak pembuat onar di daerah tersebut.
“Mereka sangat kejam, Nona Asyila adalah wanita yang sangat baik dan ternyata Nona Asyila juga tengah mengandung. Neraka untuk mereka bertiga,” ucap salah satu dari mereka.
Beberapa saat kemudian.
Abraham tersadar dengan kepala yang cukup pusing. Ia belum sadar apa yang telah terjadi pada sang istri, sampai akhirnya Dayat datang dengan mata sembab.
Deg! Jantung Abraham seketika itu sesak dan sangat sesak.
“Dimana istriku? Apakah kalian sudah menemukannya? Bagaimana dengan calon buah hati kami? Cepat bantu aku untuk menemui Asyila!” pinta Abraham sambil berusaha turun dari ranjang.
Dayat dengan cepat menahan tubuh Abraham yang ingin turun dari ranjang.
“Tuan Abraham sebaiknya beristirahat dulu, kondisi Anda saat ini cukup lemah,” balas Dayat.
“Lepaskan aku, kau jangan menghalangi untuk bertemu dengan istriku sendiri. Cepat lepaskan aku!” teriak Abraham.
Dayat terpaksa memanggil perawat untuk kembali menyuntikkan obat bius agar Abraham dapat beristirahat sementara waktu.
“Aahhh...” Abraham yang baru saja mendapatkan obat bius perlahan memejamkan mata dan tak sadarkan diri.
Dayat kembali menangis dan meminta maaf berkali-kali kepada sahabatnya.
Seorang pria berpakaian polisi menghampiri Dayat dan memberikan sebuah ponsel yang isinya adalah video dimana Asyila ditenggelamkan. Rupanya, saat mereka menenggelamkan Asyila, mereka telah mempersiapkan segala sesuatu untuk merekam bagaimana Asyila tenggelam dan air laut berubah menjadi merah karena luka di kepala Asyila.
“Astaghfirullahaladzim, Ya Allah.”
Dayat sangat terkejut menyaksikan video tersebut, hatinya hancur berkeping-keping karena video tersebut sungguh kejam dan keji.
__ADS_1
Setelah mereka menenggelamkan Asyila, mereka pergi begitu saja meninggalkan Asyila yang tenggelam di laut lepas.
Dayat yang menyaksikannya sampai habis, tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri.
Dayat sangat syok setelah melihat video tersebut.
“Pak Dayat! Pak Dayat!” Pria yang membawa ponsel itu, tiba-tiba panik dan dengan hati-hati ia mengangkat tubuh Dayat dan membawanya ke atas ranjang kosong yang bersebelahan dengan Abraham.
Beberapa saat kemudian.
Abraham kembali bangun dan kini ia langsung mengingat bahwa sang istri tengah dalam kesulitan.
Ia pun bergegas turun dari ranjang untuk mencari sang istri tercinta.
Akan tetapi, lagi-lagi langkahnya dihentikan oleh Dayat.
“Kau mau kemana, Tuan Abraham?” tanya Dayat dengan terus menahan tubuh Abraham agar tak meninggalkan rumah sakit yang dikhususkan untuk para angkatan darat.
“Aku ingin mencari istriku, Asyila. Beri aku jalan sekarang juga!” perintah Abraham yang bersikeras ingin mencari keberadaan sang istri.
Dayat mendorong tubuh Abraham hingga Abraham terjatuh ke lantai.
“Maafkan saya, Tuan Abraham. Akan tetapi, kami memutuskan untuk menghentikan pencarian kami karena Nona Asyila sudah terbukti tenggelam di laut lepas dan sangat tidak memungkinkan bagi kami untuk menemukan mayat Nona Asyila karena laut lepas itu begitu luas,” terang Dayat dengan penuh kesedihan.
Abraham yang tengah melihat adegan dimana sang istri ditenggelamkan langsung mengalihkan pandangannya. Dada Abraham terasa sesak dan juga terbakar hebat.
Betapa sakit hatinya melihat wanita yang dicintainya dan tengah mengandung disiksa begitu kejam oleh ketiga pelaku.
“Tidak, itu bukan istriku,” ucap Abraham yang tak bisa menerima kenyataan bahwa wanita di dalam video yang tengah ditenggelamkan adalah sang istri tercinta yang tengah mengandung buah hati ke-empat mereka.
“Sadarlah Tuan Abraham, wanita itu adalah istrimu,” tegas Dayat.
Abraham mendongakkan kepalanya dan melayangkan tinju di wajah Dayat dengan cukup keras. Sampai-sampai Dayat jatuh tersungkur ke lantai dengan sudut bibir yang telah mengeluarkan darah segar.
“Kau boleh memukulku sepuasnya, Tuan Abraham. Tapi, yang perlu anda ingat adalah wanita di video itu benar-benar Nona Asyila,” tegas Dayat.
Tidak hanya Abraham saja yang terluka dan merasa bersalah. Dayat pun juga merasakan, meskipun tidak se-menderita Abraham Mahesa.
Abraham menjambak rambutnya sendiri dan berteriak memanggil nama istrinya.
“Asyila!” teriak Abraham yang terdengar begitu menyedihkan.
__ADS_1
Abraham menangis sambil membayangkan apa yang dialami oleh istrinya saat itu juga.
“Syila, apa yang harus Mas katakan kepada orang rumah? Kenapa anak-anak kita dan kepada kedua orangtuamu, istriku. Apa yang harus Mas katakan?” tanya Abraham.
Abraham benar-benar terpukul dengan apa yang telah terjadi kepada sang istri.
“Seharusnya hal buruk itu datang kepada Suamimu yang bodoh ini, bukan kepadamu istriku,” ucap Abraham sambil memukul dadanya berulang kali.
Dayat berusaha menghentikan Abraham yang terus saja memukul dadanya sendiri. Akan tetapi, Dayat tidak bisa menghentikannya karena Abraham keburu mendorongnya.
“Apakah Anda akan terus menyakiti diri sendiri? Masih ada Arsyad dan Ashraf yang harus didampingi hingga besar,” tutur Dayat setengah berteriak agar Abraham bisa mendengarnya apa yang dikatakan oleh Dayat.
Apa yang dikatakan oleh Dayat seketika itu juga membuat Abraham terdiam. Abraham terkulai lemas dan jatuh begitu saja di lantai.
Dayat berteriak memanggil perawat untuk segera menangani Abraham yang hatinya benar-benar terguncang oleh kepergian sang istri.
“Syila, jangan tinggalkan Mas seperti ini. Mas masih banyak kekurangannya dan hanya Syila yang bisa melengkapinya. Ya Allah, apakah Engkau benar-benar tidak sayang dengan hamba? Kenapa harus mengambil nyawa Asyila secepat ini?”
Abraham berteriak dengan penuh penderitaan dan dengan sangat terpaksa, perawat memberikan obat bius agar Abraham segera tenang.
Dayat mencoba menghubungi tim yang lainnya dan meminta pada tim yang tersisa untuk segera menghentikan pencarian.
Akan sangat menyakitkan jika pencarian Asyila terus berlangsung tanpa henti-hentinya.
“Ya Allah, berikanlah kesabaran dan kekuatan untuk sahabat kami ini,” tutur Dayat dan melenggang pergi meninggalkan Abraham begitu saja.
“Mas Abraham!”
Abraham terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara sang istri yang tengah memanggil dirinya.
“Syila! Apakah itu kamu, istriku?” tanya Abraham memastikan.
Seorang wanita tiba-tiba muncul dan mendekap erat tubuh Abraham.
“Iya, Mas. Ini Asyila,” tutur Asyila dengan terus memeluk tubuh sang suami.
“Syila kemana saja? Kenapa meninggalkan Mas sendirian disini?” tanya Abraham.
Asyila melepaskan pelukannya dan memberikan senyum terbaiknya.
“Mas selamanya tidak akan sendirian, ada Asyila yang selalu berada disisi Mas Abraham. Meskipun, Mas Abraham tidak bisa melihat Asyila,” balas Asyila dan setelah mengatakan hal itu, Asyila menghilang bersamaan dengan kabut tebal.
__ADS_1
“Asyila! Asyila!” teriak Abraham dan berusaha berlari ke arah kabut tersebut.
Komen yuk biar crazy up 😘 jangan lupa like sebelum beralih ke eps selanjut.