Abraham Dan Asyila 2

Abraham Dan Asyila 2
Gagal


__ADS_3

Suasana malam begitu dingin, membuat Abraham ingin mencari kehangatan didekat istri kecilnya.


Akan tetapi, Abraham belum bisa menghabiskan waktu berdua bersama Sang istri di kamar. Dikarenakan, Arsyad dan Ashraf masih ingin ditemani oleh kedua orang tua mereka.


“Sayang, ayo ceritakan lagi!” pinta Asyila yang ingin kembali mendengarkan apa saja yang telah dilakukan oleh Arsyad saat berada di kelas.


“Istriku sayang yang paling cantik, mendengarkan cerita Arsyad besok saja ya! Sekarang kita harus cepat-cepat masuk ke kamar!” ajak Abraham sambil merangkul pinggang Asyila.


“Ayah sudah ngantuk?” tanya Arsyad yang tengah bermain ular tangga bersama Ashraf.


“Iya sayang, Ayah ingin cepat-cepat tidur. Arsyad dan Ashraf main berdua saja ya!” pinta Abraham.


Asyila geleng-geleng kepala melihat akting suaminya yang sangat pintar.


“Baik, Ayah,” balas Arsyad.


“Kesayangan Ayah ini memang penurut, jangan lupa setengah jam lagi Arsyad ajak adik Ashraf masuk ke kamar. Jam 9 tepat harus sudah tidur ya!”


“Baik, Ayah.”


Melihat Ayah dan Bundanya beranjak, Ashraf cepat-cepat menahan langkah kaki Ayahnya.


“Ayah jangan kemana-mana!” pinta Ashraf setengah merengek.


Wajah Abraham seketika itu mendadak kecut. Keinginannya untuk bermanja-manja dengan istri kecilnya didalam kamar akhirnya pupus sudah.


Ashraf tiba-tiba merengek dan ingin tidur bersama Ayah serta Bundanya tersayang.


“Arsyad juga mau tidur dengan Ayah dan Bunda?” tanya Asyila sambil menahan tawanya ketika melihat wajah kecut suaminya.


Abraham mengusap wajah dengan kasar dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


“Arsyad tidur dikamar Nek yut, Bunda,” jawab Arsyad sembari membereskan mainan ular tangga miliknya.


“Cobaan yang sungguh berat,” ucap Abraham dan melenggang pergi menuju kamar tanpa mengajak istri dan juga putra kecilnya.


Asyila tak bisa menahan tawanya, ia tertawa puas karena keinginan suaminya selalu saja gagal.


“Bunda, mau minum!” pinta Ashraf sambil merentangkan kedua tangannya dengan maksud agar Asyila menggendongnya.


“Arsyad juga mau minum sayang?” tanya Asyila sambil menggendong putra kecilnya.


“Tidak Bunda, Arsyad langsung ke kamar ya Bunda,” jawab Arsyad dan berjalan menuju kamar Nenek buyutnya.


Asyila pun menggendong Ashraf dan membawanya menuju dapur.


“Ini sayang!” Dengan senyum manisnya, Asyila memberikan segelas air minum kepada Ashraf.


Ashraf mengucapkan terima kasih dan meneguknya.


“Nak, malam besok pagi kami akan kembali ke rumah,” ucap Herwan sambil mendaratkan bokongnya di kursi.


“Kenapa buru-buru pulang Ayah? Bukankah Ayah belum sepenuhnya sembuh,” ucap Asyila yang tak ingin jika Ayah dan Ibunya cepat-cepat kembali ke rumah mereka.


“Ayah sudah cukup lama disini dan di rumah sakit. Ayah juga ingin pulang ke rumah Ayah sendiri,” terang Herwan.


Asyila tak bisa melarang Ayahnya, bagaimanapun itu hak Sang Ayah untuk kembali ke rumah.

__ADS_1


“Ayah pulang bersama Ibu?”


“Tentu saja sayang, kalau Ibu tidak pulang siapa nanti yang mengurus Ayahmu?” tanya Arumi yang tiba-tiba muncul dengan membawa gelas yang kosong.


Meski sedih, Asyila tidak bisa melarang kedua orangtuanya untuk pulang.


“Besok jam berapa Ayah dan Ibu pulang ke rumah?” tanya Asyila.


“Kami ikut saja, lebih pagi lebih baik,” jawab Herwan.


“Kalau begitu, besok sekalian Ayah dan Ibu pulang ke rumah setelah mengantarkan Arsyad ke sekolah. Bagaimana?”


“Boleh juga,” jawab Herwan.


Asyila pun pamit untuk kembali ke kamar, Ashraf sudah terlihat mengantuk dan rewel ingin cepat-cepat tidur.


Didalam kamar, rupanya Abraham belum tidur dan terus memandangi Asyila yang baru saja masuk ke dalam kamar bersama Ashraf.


“Ashraf benar tidur dengan Ayah dan Bunda?” tanya Abraham memastikan dan barangkali putra kecilnya berubah pikiran untuk tidur bersama Arsyad.


Karena sangat mengantuk, Ashraf tidak menjawab pertanyaan dari Ayahnya. Ia naik ke tempat tidur dan segera memejamkan mata.


Abraham semakin gusar dan berharap putra kecilnya berubah pikiran saat itu juga.


“Sayang, disini sempit. Ashraf tidur bersama Kak Arsyad ya!” Abraham mencoba membujuk Ashraf agar pindah kamar.


Melihat usaha suaminya yang mencoba membujuk Ashraf, Asyila lagi-lagi tertawa.


“Ayolah Syila, bantu suamimu ini!” pinta Abraham setengah memohon.


“Kesayangan Bunda, malam ini tidur bersama Kak Arsyad ya!” pinta Asyila.


Ashraf yang sudah sangat mengantuk hanya geleng-geleng kepala dan tetap dengan posisi ternyamannya.


“Sayang!” panggil Asyila lagi dan tetap saja Ashraf enggan untuk pindah kamar.


Mau tak mau akhirnya Abraham menyerah juga. Dengan perasaan sedih ia hanya bisa tidur sambil memeluk istri kecilnya.


Sementara Ashraf, Abraham letakkan diujung tempat tidur yang mepet dengan tembok.


Sebelum tidur, seperti biasanya Abraham dan Asyila mengambil air wudhu. Barulah mereka tidur dengan saling berhadapan satu sama lain.


Ketika Abraham ingin mencium bibir manis istri kecilnya, Ashraf terbangun dan dengan santainya ia pindah ke posisi yang tak seharusnya. Ashraf pindah tidur ditengah, antara Ayah dan Bundanya.


“Ya ampun, Nak....” Abraham benar-benar terperangah dengan kelakuan putra kecilnya yang dengan santainya memisahkan ia dengan sang istri.


Ya Allah, kasihan sekali Mas Abraham. Ashraf benar-benar tidak ingin jauh dari kami.


“Bunda...” Ashraf bergeser mendekat dan memeluk lengan Asyila dengan sangat erat.


Asyila melirik ke arah suaminya yang terlihat pasrah dengan apa yang dilakukan oleh putra kecil mereka.


“Sabar ya Mas,” ucap Asyila sambil mengelus-elus pipi suaminya.


Abraham mengangguk kecil dan menciumi tangan Sang istri.


“Hhhmmm... Seharusnya Ashraf malam ini bekerja sama dengan kita,” tutur Abraham.

__ADS_1


***


Abraham terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara alarm di ponselnya, ia cepat-cepat mematikannya dan membangunkan Sang istri untuk melaksanakan sholat tahajjud bersama.


“Syila, bangun istriku...” Abraham berbisik di telinga Sang istri dan mengecup bibir manis Istri kecilnya agar segera bangun.


Asyila pun bangun dan membalas ciuman Sang suami tercinta, “Iya, Mas. Asyila sudah bangun,” balas Asyila.


Ciuman bibir dari Sang istri membuat Abraham ingin sekali menyalurkan hasratnya. Akan tetapi, ketika melihat Ashraf yang terlelap membuat Abraham hanya bisa gigit jari.


“Mas, kok diam saja?” tanya Asyila karena Sang suami belum juga bangkit dari tempat tidur dan membuat Asyila tidak bisa lewat.


Abraham pun terkesiap dan membantu Sang istri untuk turun dari tempat tidur.


“Maaf ya Mas,” ucap Asyila yang sangat kasihan dengan suaminya.


Abraham hanya mengangguk kecil dan mengajak istri kecilnya untuk masuk ke dalam kamar mandi. Didalam kamar mandi, Abraham dan Asyila berganti buang air kecil kemudian mereka bergantian berwudhu untuk melaksanakan sholat tahajjud.


Sesudah melaksanakan sholat tahajjud, Abraham dan Asyila tidak langsung tidur, mereka bersama-sama membaca ayat suci Al-Qur'an.


Sesekali Abraham memperbaiki bacaan Sang istri yang belum tepat, Asyila pun sangat senang mendapatkan perlakuan lembut dari suaminya ketika ia belum tepat dalam membaca ayat suci Al-Qur'an.


“Shadaqallahul adzim!” Abraham dan Asyila menutup kitab suci Al-Qur'an. Kemudian, meletakkannya ke tempat semula.


“Terima kasih, Mas,” tutur Asyila lembut dan mencium punggung tangan Abraham.


“Besok-besok belajar lebih giat lagi ya Syilaku,” balas Abraham dan memberikan kecupan basah di kening serta bibir manis Asyila.


“Baik, Mas. Terima kasih karena sudah sabar membimbing Asyila,” ucap Asyila dengan senyum manisnya.


Keduanya melepaskan atribut sholat dan tiba-tiba Abraham memiliki ide untuk bisa bermanja-manja dengan istri kecilnya.


Ia pun mengajak Asyila untuk pindah kamar, yaitu kamar yang biasa digunakan oleh Dyah.


Asyila mengangguk kecil sembari tersipu malu dengan ajakan suaminya.


Baru selangkah menuju pintu, Ashraf sudah bangun dan memanggil Bundanya.


“Bunda! Bunda sama Ayah mau kemana?” tanya Ashraf yang telah terduduk sambil mengucek matanya.


“Huh...’’ Lagi-lagi keinginan Abraham gagal karena putra kecilnya.


“Ashraf tidur sendirian ya nak!” pinta Abraham.


“Tidak,” tolak Ashraf dan bergegas turun dari tempat tidur. Dengan tangan kecilnya, ia menarik Asyila untuk naik ke tempat tidur.


Abraham mengusap wajahnya dan tak bisa berkata-kata lagi.


Putra kecilnya memang sangat pintar menguji dirinya.


“Sabar ya Mas,” ucap Asyila tanpa mengeluarkan suara.


Abraham pasrah dan menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur dengan sangat lesu.


Ya Allah, Ashraf benar-benar menguji Ayahnya. 🤧


Abraham 💖 Asyila

__ADS_1


__ADS_2